;

SIASAT ASURANSI TETAP CUAN

Ekonomi Hairul Rizal 06 Jan 2024 Bisnis Indonesia (H)
SIASAT ASURANSI TETAP CUAN

Perusahaan asuransi tetap gencar berinvestasi di instrumen pendapatan tetap seperti obligasi pada tahun ini, kendati dibayangi ekspektasi penurunan imbal hasil atau yield sejalan dengan pemangkasan suku bunga bank sentral.Alokasi itu mengulang distribusi investasi tahun lalu, saat Bank Indonesia agresif menaikkan suku bunga yang diikuti dengan lompatan imbal hasil instrumen pendapatan tetap, termasuk surat utang pemerintah dan obligasi korporasi. PT BNI Life Insurance (BNI Life), misalnya, tetap akan menempatkan investasi paling besar di instrumen fixed income, sama dengan tahun lalu. Alasannya adalah perusahaan ingin memastikan keamanan investasi dan likuiditas dana, tetapi terus mengoptimalkan hasil investasi. Selain itu, perusahaan mengikuti panduan regulator agar minimal 30% investasi asuransi ditempatkan di Surat Berharga Negara (SBN).“Kami masih akan tetap berinvestasi lebih banyak di instrumen pendapatan tetap, sekitar lebih dari 80%,” kata Plt. Direktur Utama BNI Life Eben Eser Nainggolan kepada Bisnis, Jumat (5/1). Sebagian besar investasi di instrumen pendapatan tetap tersebut akan ditempatkan di obligasi pemerintah. Dengan strategi itu, Eben menyebut perseroan tahun ini menargetkan pertumbuhan hasil investasi 8,6% dibandingkan dengan target tahun lalu. Mengutip laporan keuangan BNI Life per November 2023, investasi perseroan paling banyak berada di SBN senilai Rp10,3 triliun atau 46,6% dari total investasi, diikuti reksadana Rp6,17 triliun, dan obligasi korporasi Rp2,93 triliun. 

Alokasi serupa juga dilakukan PT Asuransi BRI Life (BRI Life). Anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. ini bahkan akan menempatkan hampir 80% investasinya pada Surat Utang Negara, sama seperti tahun lalu. Sisanya ditaruh pada reksa dana dan pasar uang. Plt. Direktur Utama BRI Life I Dewa Gede Agung mengatakan komposisi itu berbeda dengan alokasi investasi oleh industri asuransi jiwa pada umumnya yang dominan menempatkan dana pada SUN dan saham. Berdasarkan laporan posisi keuangan unaudited perusahaan per kuartal I/2023, investasi BRI Life didominasi oleh SBN yang mencapai Rp8,85 triliun, disusul saham Rp2,73 triliun. Berbeda dengan asuransi jiwa anak BUMN, asuransi jiwa swasta PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia justru akan menempatkan investasinya paling banyak ke saham. Head of Investment Tokio Marine Life Insurance Indonesia Cholil Ridwan mengatakan pertimbangan perusahaan adalah karena kinerja IHSG pada tahun lalu relatif tertinggal (lagging) dari performa indeks saham Amerika Serikat dan regional. Alokasi penempatan investasi asuransi di instrumen pendapatan tetap meningkat tahun lalu di tengah suku bunga Bank Indonesia yang tinggi. Investasi asuransi jiwa di SBN per September 2023 mencapai Rp154,6 triliun atau 30,2% dari total investasi asuransi jiwa Rp511,8 triliun, obligasi korporasi Rp34,9 triliun (6,8%), dan medium term notes (MTN) Rp6,4 triliun (1,3%). Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Iwan Pasila mengatakan regulator mendorong perusahaan asuransi untuk menyesuaikan kebijakan investasinya berdasarkan karakteristik kewajiban perusahaan, durasi, dan kualitas aset yang dipilih, serta aspek likuiditas meskipun ada perubahan selera risiko di tengah prediksi penurunan suku bunga.

Download Aplikasi Labirin :