Inilah Presiden Idaman Pilihan Dunia Usaha
Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 semakin dekat. Masing-masing pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) terus berlomba menyampaikan visi misi hingga program kerja yang mereka usung saat terpilih kelak. Banyak pihak berharap, presiden terpilih nanti bisa membawa perubahan dan kemajuan bagi negeri ini. Lalu, mampu mengatasi berbagai masalah dan siap menghadapi tantangan di berbagai sektor, termasuk dinamika global. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengatakan, harapan sektor usaha, pemimpin masa depan Indonesia memenuhi sejumlah kriteria. Pertama, memiliki komitmen pada transparansi dan membuka ruang luas bagi seluruh pemangku kepentingan ekonomi Indonesia, baik nasional ataupun asing. Kedua, merupakan seorang yang bijaksana, transparan, dan rasional dalam pengambilan keputusan. Ketiga, harus bisa mengambil keputusan secara holistik, yang mempertimbangkan dampak internal dan eksternal serta kepentingan ekonomi lintas sektor, bisnis lintas skala, masyarakat, pasar, pekerja, juga dunia usaha. Keempat, pemimpin mendatang juga perlu cermat mempertimbangkan fakta dan konsekuensi ekonomi yang mungkin timbul dari kebijakan yang mereka ambil.
Dari industri perkebunan kelapa sawit, pelaku usaha mengharapkan, presiden terpilih nanti bisa memberikan perhatian serius, mengingat konstribusi sektor tersebut cukup signifikan terhadap pendapatan negara. "Kepemimpinan mendatang bisa menyelesaikan permasalah sektor sawit yang masih terjadi," pinta Eddy Martono, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), kemarin (19/1). Masalah pangan juga kudu mendapat penangan serius pemerintahan anyar. "Selama ini, persoalan harga pangan sebenarnya seperti fenomena gunung es. Harga pangan menjadi puncak yang terlihat dari permasalahan tata kelola lapangan di Indonesia," kata Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet. Tambah lagi, "Kurangnya penelitian dan pengembangan untuk penerapan teknologi yang dapat menggenjot jumlah produksi dan menekan biaya produksi di sektor pertanian," imbuh Yusuf. Selain itu, pemimpin baru negeri ini mesti memikirkan sektor energi. Isu utama yang perlu menjadi perhatian adalah mendorong penggunaan energi baru terbarukan. Sebab, dia bilang, Indonesia relatif masih tergantung pada penggunaan energi fosil.
Pilih Saham Sebagai Investasi Utama
Investasi membawa Lie Kurniawan mengenal dan memasuki dunia ekonomi. Ia bercerita, awal mula mengenal dunia investasi melalui kakaknya pada tahun 2000. Pada saat itu, dirinya masih mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA). "Kakak saya lima tahun lebih tua dan saya diperkenalkan dengan saham," ceritanya kepada KONTAN, Jumat (19/1). Perkenalan itu memunculkan kesan bagi Kurniawan muda. Sehingga, akhirnya ia memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai dunia investasi, khususnya saham. Apalagi Kurniawan menilai bahwa investasi sebagai sebuah industri yang memiliki masa depan cerah. Lie kemudian memutuskan memperdalam ilmu finansial dengan memasuki kuliah jurusan keuangan perbankan. Karena saat itu, hanya jurusan itu yang paling dekat dengan dunia investasi. Tak berhenti di saham, ia juga sempat mencoba beberapa instrumen lain. Dirinya pernah mencoba produk derivatif seperti kontrak opsi saham, futures,foreign exchange (forex), hingga aset kripto. Hanya saja, ia merasa instrumen-instrumen tersebut tidak cocok dengan dirinya yang cenderung tipe konservatif. Menurutnya, instrumen-instrumen tersebut membutuhkan kecekatan dan cenderung spekulatif.
Sementara investasi di saham, sudah ada teori yang jelas, setidaknya dengan melihat aspek fundamental keuangan perusahaan. Selain memperhatikan fundamental, momentum untuk masuk pada suatu saham juga di nilainya penting diperhatikan. Ia mencontohkan, tahun 2002, saat peristiwa bom Bali, harga saham turun 7%-10%. Ia sampai harus izin keluar kelas untuk cek saham miliknya. Kala itu ia memilih membeli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Pada akhir 2003, dirinya melepas saham itu dengan keuntungan lima kali lipat. Contoh lainnya saat booming saham batubara pada tahun 2022 lalu. Menurutnya, apabila mengikuti tren dengan memutuskan untuk ikut membeli maka bisa berpotensi mendapatkan kenaikan yang banyak. Sementara apabila memilih sektor lain, kemungkinan besar return-nya akan lebih kecil. Karena berbagai hal itu, pria asal Jakarta ini memantapkan menaruh seluruh investasinya pada instrumen saham. Hanya saja, belakangan ini sedikit bergeser. "Saat ini alokasi ke saham menjadi 80% dan 20% cash," sebutnya. Ia mencontohkan lagi, saat Covid-19, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 20%. Hal itu dinilai sebagai sebuah peluang, tetapi kondisi krisis tersebut berbeda dengan saat krisis ekonomi sebelumnya lantaran kondisi ekonomi Indonesia yang lebih baik. Sementara saat Covid-19 seluruh negara mengalami krisis, sehingga investor harus cermat karena perusahaan bisa terancam bangkrut.
Cukai Minuman Juga Beri Manfaat Ekonomi
Penerapan cukai bagi minuman berpemanis di Indonesia dapat
memberikan manfaat kesehatan dan ekonomi. Pemberlakuan cukai sehingga menaikkan
harga minuman berpemanis menjadi 20 % lebih mahal akan menurunkan konsumsi
sampai 17,5 % dan menghasilkan tambahan pendapatan negara sebesar Rp 3.628,3
miliar per tahun. Manfaat dari penerapan cukai minuman berpemanis ini dilaporkan
para peneliti Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI)
di jurnal ilmiah Plos One pada 29 Desember 2023. Agus Widarjono menjadi penulis
pertama laporan yang ditulis bersama Rifai Afin, Gita Kusnadi, Muhammad
Zulfikar Firdaus, dan Olivia Herlinda itu.
”Mengingat terus meningkatnya penyakit tidak menular di Indonesia dalam skala yang mengkhawatirkan
dan di tengah terbatasnya kebijakan yang mengatur produk berisiko kesehatan di
masyarakat, studi ini menjadi temuan penting untuk mendorong cukai minuman
berpemanis dalam kemasan agar segera diterapkan,” tutur Diah Saminarsih,
pendiri CISDI. Merespons publikasi ini, Jumat (19/1/2024). Agus dan tim menyebutkan,
konsumsi minuman berpemanis telah banyak dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas
dan penyakit tidak menular, termasuk diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker,
serta kematian dini. Namun, konsumsi minuman berpemanis di Indonesia cenderung meningkat.
Laporan Benny Gunawan Ardiansyah dari Politeknik Keuangan
Negara STAN dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan (2017), konsumsi minuman
berpemanis di Indonesia meningkat 15 kali lipat dalam dua dekade terakhir. Tinjauan
sistematis yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015 menunjukkan,
pengenaan pajak terhadap minuman bermanis efektif dalam mengurangi konsumsi
minuman berpemanis. Menurut Agus dan tim, hingga saat ini, lebih dari 50 negara
secara global, termasuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, telah
menerapkan kebijakan ini. Di Indonesia, pembahasan pajak minuman berpemanis
telah dimulai pada 2016 oleh Kemenkeu. Namun, hingga saat ini kebijakan
tersebut belum diterapkan. (Yoga)
Reddit Siap Gelar IPO Pada Maret Mendatang
Pengajuan Baru Tunjangan Pengangguran Turun Tajam
Startup Edutech Menggarap Berkah
Bayang-bayang China
Perekonomian Indonesia berhubungan erat dengan China dalam
perdagangan, investasi, dan utang. Kondisi ekonomi China bisa berdampak. Relasi
juga terjadi antara Indonesia dan negara-negara lain, dengan intensitas
berbeda-beda. China merupakan mitra agang utama Indonesia, dengan pangsa
terbesar terhadap total nilai ekspor dan impor. Pada 2023, ekspor Indonesia ke China
25,09 %i total ekspor Indonesia. Impor Indonesia dari China 28,34 % dari total impor
Indonesia. Barang yang diimpor antara lain telepon seluler (ponsel) pintar dan
laptop. Catatan lain, dari lima komoditas utama ekspor Indonesia pada 2023,
tiga komoditas menyasar China, yakni BBM, lemak dan minyak hewani atau nabati,
serta besi dan baja.
Dalam hal investasi atau penanaman modal asing (PMA) pada periode
Januari-September 2023, China menjadi negara asal PMA dengan nilai nomor dua
terbesar setelah Singapura, yaitu 5,6 miliar USD. Data BI menunjukkan, pada
November 2023 utang luar negeri Indonesia dari China sebesar 20,895 miliar USD.
Pada 2007, utang Indonesia ke China tak sampai 1 miliar USD. Pada Agustus 2015, utang dari China 9,855
miliar USD. Secara bertahap, utang dari China menembus 20 miliar USD pada
Januari 2020. Dunia pariwisata Indonesia juga tak lepas dari relasi dengan China.
Pada Januari-November 2023, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman)
berkebangsaan China 6,8 % total kunjungan wisman ke Indonesia.
China, sebagai negara dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar
kedua di dunia, setelah AS, berperan signifikan dalam perekonomian global dan
Indonesia. Eksposurnya ada di mana-mana. Maka, saat Biro Statistik Nasional
China mengumumkan perekonomian China tumbuh 5,2 % tahun 2023, ada rambatan
dampaknya yang mesti diperhitungkan banyak negara di dunia. Tak terkecuali
Indonesia. Sebab, ada kemungkinan konsumsi di China melemah yang mengakibatkan
permintaan barang dan sumber daya dari luar negeri berkurang. Kemungkinan lain,
warga China mengurangi bepergian yang berdampak ke sektor pariwisata di negara-negara
tujuan wisata. Apalagi, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF)
memproyeksikan perekonomian China akan semakin melambat pada 2024 dan 2025. (Yoga)
KILAU SAHAM EMAS TAHUN NAGA
Potensi kenaikan permintaan logam mulia dan perhiasan menjelang momentum Imlek menjadi katalis positif yang berembus untuk emiten-emiten emas. Sentimen itu diperkuat dengan harga emas spot yang masih bertahan di atas US$2.000 per troy ounces. Emas spot bertengger di level US$2.027,49 per troy ounces pada perdagangan Jumat (19/1) hingga pukul 15.00 WIB. Emas terus bermanuver di atas level U$2.000 meski telah menjauh dari rekor tertinggi US$2.077,49 yang disentuh pada 27 Desember 2023. Optimisme terhadap prospek harga emas pada kuartal I/2024 diungkap oleh sejumlah lembaga. Mengutip Bloomberg, MUFG Bank dan Commerzbank AG memperkirakan harga emas spot pada kuartal ini berada di level US$2.080 dan US$2.050 per troy ounces. Di tengah tren harga emas yang mengilap, saham emiten-emiten yang memiliki lini bisnis emas bergerak variatif. Sepanjang tahun berjalan 2024, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) memimpin dengan penguatan 14,12% ke level Rp7.475. Selain AMMN, saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) juga menguat 6,32%. Apresiasi saham juga dicetak PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang menjalankan lini bisnis tambang emas Martabe melalui anak usahanya PT Agincourt Resources. Head of Investment PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe menjelaskan momentum Imlek seharusnya dapat mendorong permintaan emas. Namun, kondisi ekonomi China yang melemah membuat permintaan emas tidak akan banyak mendongkrak harga. “Jadi permintaan emas dari China ada kenaikan menjelang Imlek, tapi tidak besar. Yang makan emas dunia adalah bank sentral,” kata Kiswoyo kepada Bisnis, Jumat (19/1). Di sektor ini, Kiswoyo mengatakan emiten yang menarik untuk diperhatikan ialah PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA). Menurutnya, emiten yang terafiliasi dengan Garibaldi 'Boy' Thohir itu masih memiliki cadangan emas besar dan membutuhkan belanja modal jumbo, termasuk untuk PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA).
Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan mengatakan outlook harga emas masih positif pada 2024. Proyeksi itu dinilai berdampak positif terhadap kinerja emiten emas, termasuk ANTM. Dalam risetnya, Felix memaparkan harga emas yang relatif tinggi di atas US$2.000 per troy ounces menjadi faktor kunci terjaganya margin ANTM. Menurutnya, tingginya harga emas mendorong penjualan oleh investor logam mulia atau buyback dari ANTM untuk taking profit. Ke depan, prospek harga emas bakal dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat dan ruang pelonggaran moneter The Fed melalui opsi penurunan suku bunga acuan. Terpisah, analis JP Morgan memperkirakan harga emas pada 2024 di level US$2.051 per troy ounces. JP Morgan mengulas dua emiten yang memiliki lini bisnis emas, yakni UNTR dan MDKA. JP Morgan menilai potensi kenaikan target volume penjualan emas sebagai salah satu faktor pendorong UNTR pada tahun ini. Apalagi, UNTR akan mendapat tambahan 25.000 ounces dari tambang baru PT Sumbawa Juta Raya (SRJ) yang mulai berproduksi April 2024. Sementara itu, entitas Grup Astra, UNTR menargetkan volume penjualan emas pada 2024 dapat mencapai 235.000 ounce. Hingga November 2023, total penjualan setara emas dari tambang emas Martabe turun 36,82% secara tahunan menjadi 166.468 ounce. Corporate Secretary United Tractors Sara K. Loebis menambahkan perseroan mengalokasikan belanja modal Rp1,8 triliun untuk pengembangan lini bisnis emas. Optimisme terhadap prospek harga emas disampaikan Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Herwin W. Hidayat. Dengan asumsi harga emas bisa bertahan di kisaran US$2.000 per troy ounce, Herwin menilai dampaknya akan sangat positif terhadap kinerja keuangan BRMS.
RESTRUKTURISASI KREDIT COVID-19 : Bank Atur Strategi Cegah Risiko
Berakhirnya relaksasi restrukturisasi kredit Covid-19 yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Maret 2024 diyakini tidak akan berdampak signifikan terhadap sektor perbankan. Kendati demikian, kalangan perbankan mengungkapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi risiko kredit pascaberakhirnya kebijakan relaksasi tersebut. Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk., Lani Darmawan mengungkapkan, CIMB Niaga telah mengantisipasi dampak berakhirnya restrukturisasi kredit Covid-19 jauh-jauh hari. Sejalan dengan itu, CIMB Niaga telah meningkatkan kemampuan pencadangannya. Tercatat, non-performing loan (NPL) coverage BNGA naik dari 208,8% pada kuartal III/2022 menjadi 267,1% pada kuartal III/2023. Sementara itu, loan at risk (LaR) coverage BNGA naik dari 42,6% pada kuartal III/2022 menjadi 50,4% pada kuartal III/2023.Senada, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. atau Bank BJB, Yuddy Renaldi menilai, bank memang perlu melakukan langkah antisipasi. Tidak jauh berbeda, bank-bank kecil pun telah berancang-ancang. Direktur Kepatuhan PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR), Efdinal Alamsyah mengatakan, Bank Oke melakukan klasifikasi terhadap nasabah yang direstruktur ke dalam kategori, mulai dari high, medium, dan low risk. Adapun, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, meyakini dengan berakhirnya restrukturisasi kredit Covid-19 tidak akan berdampak signifikan ke sektor perbankan.
INDUSTRI PARIWISATA : Meredam Kisruh Pajak Hiburan
Aturan mengenai tarif pajak untuk jasa hiburan khusus sebesar 40%—75% yang sebelumnya dikeluhkan oleh sejumlah pelaku usaha akhirnya dibahas dalam rapat Presiden Joko Widodo bersama para menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/1). Pemerintah pun bergerak cepat agar ribut-ribut ihwal kebijakan penaikan pajak hiburan tersebut tidak berkembang menjadi isu yang kian meresahkan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pemerintah daerah bisa memberlakukan pajak yang lebih rendah dari 40% atau pun 70%, sesuai dengan ketentuan masing-masing daerah. Penetapan besaran pajak untuk jasa hiburan khusus itu juga bisa disesuaikan dengan insentif yang diberikan terkait dengan sektor yang nantinya akan diperinci. Menurut Airlangga, instruksi itu disampaikan oleh Presiden Jokowi kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam rapat internal soal pajak hiburan. “Mudah mudahan masalah ini bisa selesai. Surat edaran bersama Menkeu dan Mendagri akan lebih menjelaskan hal ini karena di dalam UU sifatnya diskresi sehingga tentu kita tidak ingin ada moral hazard maka dipayungi aturan. Dan, segera , sosialisasi segera juga,” kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (19/1).
Dia menjelaskan bahwa tarif pajak hiburan bisa diterapkan lebih rendah karena ketentuan dalam sejumlah pasal Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD) memberi ruang untuk pengurangan tersebut. Pemerintah melihat sektor pariwisata baru pulih sehingga disiapkan insentif PPh badan untuk sektor pariwisata secara keseluruhan atau lebih kepada seluruh sektornya dan dipertimbangkan untuk dikaji. Sebagaimana diketahui, Asosiasi Pengusaha Indonesia sebelumnya mengungkapkan bahwa pengenaan pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) yaitu diskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandi uap/spa sebesar 40%—75% per 5 Januari 2024 memberatkan dunia usaha. Itu sebabnya, Apindo menyarankan kepada pemerintah daerah untuk menunda pemberlakuan pajak hiburan khusus tersebut.









