;

Benahi Hulu dan Tata Kelola Tambang di Kerinci

Yoga 22 Jan 2024 Kompas

Pemda didorong untuk membenahi tata kelola tambang galian C di Kabupaten Kerinci, Jambi, karena berkontribusi pada pendangkalan sungai. Ribuan warga terdampak banjir besar di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci karena Sungai / Batang Merao dan Danau Kerinci meluap. Aktivitas tambang marak di anak-anak sungai di pinggir Jalan Lintas Sungai Penuh-Padang, Desa Siulak Deras Mudik, Kecamatan Danau Kerinci. Tambang itu ada yang beroperasi dan berizin, ada pula yang sudah ditutup karena tak berizin. Dari lokasi itu, mengalir air berlumpur dan batu ke sungai-sungai kecil, seperti Sungai Cubadak dan Sungai Sigabung yang bergabung ke Sungai / Batang Merao, yang bermuara di Danau Kerinci. ”Sungai dangkal karena orang menambang. Sudah bahaya, masih juga menambang. Tembok rumah kami hampir roboh karena sungai meluap. Tetangga ada yang dapurnya hanyut,” kata Ita, warga sekitar Sungai Tuak, Minggu (21/1).

Banjir besar sejak awal tahun menyebabkan bantaran Sungai Tuak terkikis. Di badan sungai bertumpuk batu koral. Di bagian hulunya terdapat tambang galian C berizin. ”Dulu sungainya dalam, sekarang dangkal. Ada 4 meter ketebalan lumpur dan batu koralnya,” ujar Ita. Menurut Heri (55), petambang pasir skala kecil di bantaran Batang Merao, sejak banyak tambang galian C di hulu, air Batang Merao tak pernah jernih lagi. ”Sungai juga dangkal, dulu 2 meter, sekarang hanya1meter,” ujarnya. Berdasarkan data mutakhir BPBD Kota Sungai Penuh, per 14 Januari 2024, wilayah terdampak banjir ada 28 desa dan 1 kelurahan. Sebanyak 7 desa tidak lagi terdampak banjir. Jumlah warga terdampak 5.673 keluarga atau 17.155 jiwa.

Jumlah pengungsi mencapai 7.175 jiwa. Sementara itu, Satgas Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Kabupaten Kerinci mencatat, hingga 17 Januari 2024, banjir dan longsor melanda 16 kecamatan dan 95 desa di kabupaten ini. Sebanyak 6.668 keluarga atau 19.634 jiwa terdampak, sebagian warga mengungsi ke rumah keluarga. Kabid Pertambangan Mineral dan Batubara Dinas ESDM Jambi, Novaizal Varia Utama mengatakan, pihaknya tak punya kewenangan terhadap bekas tambang galian C tanpa izin. ”Namun, terkait penambangan yang menghasilkan lumpur akan kami koordinasikan dengan Kementerian ESDM melalui inspektur tambang terkait pengawasannya,” ujarnya. (Yoga)

KONFLIK LAHAN DI MAIWA RAMPAS KEHIDUPAN WARGA

Yoga 22 Jan 2024 Kompas

Konflik lahan di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulsel, telah berlangsung dua dekade. Warga berusaha mempertahankan ruang hidup dan penghidupannya, sementara di sisi lain ada klaim pengelolaan dari BUMN. Kelindan persoalan menjadi runyam karena perubahan sikap pemda setempat. Ketidakpastian akan ruang hidup dan penghidupan itu dialami Ruding (80) warga Desa Batu Mila, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, yang separuh hidupnya selalu berhadapan dengan konflik dan ancaman bencana. ”Saya kembali ke Enrekang tahun 1999, karena program Bupati Enrekang untuk warga tak mampu menggarap lahan yang ditelantarkan PTPN (PT Perkebunan Nusantara) di Maiwa dan saya ikut. Ternyata di sini pun berkonflik,” katanya saat ditemui di Desa Batu Mila, Selasa (9/1). Dia tak bisa melupakan peristiwa tahun 2022 ketika buldoser PTPN XIV dibantu pasukan Brimob meratakan kebunnya. Seluruh kebun yang ditanami durian, rambutan, merica, pala, hingga kakao rata dengan tanah. Tahir (50) ingat betul ketika buldoser datang. Ia sedang memanen lada di kebun. Hari yang seharusnya menjadi saat gembira, berubah menjadi duka.

”Sekarang saya tanam jagung. Itu pun di sekitar kampung saja dan tak banyak. Ada juga padi ladang. Untuk keperluan makan saja. Selebihnya saya jadi buruh tani,” kata bapak empat anak ini. Sebagai buruh tani, Tahir kerap bekerja menanam jagung dengan upah Rp 50.000 untuk setiap kg benih yang ditanam. Sekali musim tanam, hanya 3 kg yang ditanam karena banyak warga lain yang jadi buruh. Panggilan kerja menanam jagungpun hanya sekali dalam empat bulan. Ibrahim (50) dan banyak peternak lain di desa itu harus menyaksikan ternak sapi mereka mati. ”Setelah kebun diratakan, rumput-rumput disiram racun. Sapi saya banyak yang mati dengan mulut berbusa. Ada yang kakinya ditebas dan tubuhnya dilukai. Entah oleh siapa,” katanya. Ruding, Tahir, dan Ibrahim hanya tiga dari ratusan keluarga yang menghadapi konflik lahan dengan PTPN XIV. Hidup mereka kini diliputi rasa khawatir. Setiap saat waswas jika buldoser akan datang.

”Kebun sudah habis, tinggal rumah yang belum diratakan. Kalau harus keluar, kami mau ke mana dan bekerja apa?” kata Efendi (60), penyadap nira dan pembuat gula aren di wilayah itu. Konflik antara warga dan PTPN XIV sebenarnya sudah berlangsung lama. Namun, menjadi ramai sejak dua tahun lalu. Konflik bermula saat lahan seluas 5.230 hektar masuk dalam kawasan HGU Bina Multi Ternak (BMT). Lahan itu terhampar di tiga kabupaten di Sulsel, yakni Enrekang, Pinrang, dan Sidrap. Namun, sebagian besar lahan berada di Enrekang yang meliputi dua kecamatan, yaitu Maiwa dan Cendana. Saat ini, lahan bekas HGU PT BMT itu tinggal 3.265 hektar setelah sebagian di antaranya dijadikan kebun raya dan bumi perkemahan. Pada tahun 1996, kepemilikan lahan berganti dan HGU atas lahan itu berpindah ke PTPN XIV.

Setelah satu dekade vakum, pada 2016, PTPN kembali masuk dan memulai aktivitas penanaman sawit. Zulfikar menambahkan, bupati saat itu, Muslimin Bando, pernah mengeluarkan larangan karena HGU PTPN sudah habis dan belum diperpanjang. ”Awalnya tak ada tindakan penggusuran. Namun, pascapandemi Covid-19, pihak PTPN mulai mengusir warga. Puncaknya saat mereka meratakan kebun warga,” kata Zul- fikar. Aksi unjuk rasa yang dilakukan warga berakhir dengan sejumlah petani luka tertembak. Beberapa di antaranya ditangkap. Penggusuran oleh PTPN dengan dalih land cleaning dilakukan setelah bupati yang semula menolak berubah sikap dan mengeluarkan surat rekomendasi untuk mengurus perpanjangan HGU pada 2020. ”Rekomendasi ini menjadi dasar PTPN menggusur warga. Padahal, sebenarnya kegiatan mereka pun ilegal karena melakukan aktivitas penanaman di lahan yang HGU-nya sudah habis sejak 2003. (Yoga)

Ahmad Junaidy, Mental Besi Pengolah Ulin

Yoga 22 Jan 2024 Kompas (H)

Ahmad Junaidy (43) berkreasi dengan limbah kayu ulin atau kayu besi (Eusideroxylon zwageri), menghasilkan aneka perabot dapur yang disukai konsumen di Indonesia hingga mancanegara. Perabot yang terbuat dari limbah kayu ulin yang baru selesai dibuat di rumah produksi Osan Indonesia di Gambut, Kabupaten Banjar, Kalsel, Sabtu (13/1) ditumpuk di sebuah meja. ”Semua terbuat dari kayu ulin. Bisa dikatakan dibuat dari limbah kayu ulin karena menggunakan potongan-potongan kayu ulin yang panjangnya kurang dari 1 meter,” kata Ahmad Junaidy alias Odi, pemilik UMKM Osan Indonesia. Odi mulai mengolah limbah kayu ulin menjadi barang kerajinan pada 2017. Saat itu, di depan tempat kerjanya ada usaha mebel yang memproduksi kusen pintu dan jendela dari bahan kayu ulin. Sisa potongan kayu ulin ukuran 30-35 cm kerap dibuang meski masih bagus.

Odi langsung berpikir untuk membuat barang kerajinan dari limbah kayu ulin. Odi kemudian mencari inspirasi di aplikasi Pinterest. Ia menemukan contoh talenan yang bagus dan sangat ergonomis. ”Dari situ, saya langsung berpikir untuk bikin talenan dari limbah kayu ulin,” katanya. Begitu satu talenan selesai dibuat, ia mengunggah fotonya di Facebook. Teman-temannya di media sosial memberikan tanggapan positif. Hampir semua bilang,talenan yang kini diberi nama Susan Series itu bagus. Talenan Susan Series ditawarkan Rp 35.000 per buah, yang langsung protes perajin lain karena harganya terlalu murah. Akhirnya, harga jual secara bertahap dinaikkan hingga sekarang menjadi Rp 85.000 per buah.

”Setelah promosi di media sosial dan ikut pameran UMKM di Banjarbaru pada Oktober 2017, orderan terus masuk dan bertambah. Dalam sehari saya pernah bikin 30 talenan,” ungkapnya. Pada 2019, ia mulai membangun gudang atau tempat produksi di Gambut, tepatnya di Jalan Ahmad Yani Kilometer 11,8. Odi juga merekrut tenaga kerja. Dua pekerja tetap dan satu pekerja lepas. Sejak 2019, produksi talenan kayu ulin dilakukan setiap hari. Model talenannya pun semakin beragam hingga 22 model. ”Kami memproduksi 500 talenan sebulan. Untuk spatula dan sumpit, bisa sampai 1.000 buah per bulan, dengan omzet rata-rata Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per bulan, dengan keuntungan 30-40 %,” katanya. Sejak 2021, Osan Indonesia digandeng BI sebagai UMKM mitra dan binaan Kantor Perwakilan BI Kalsel. Sejak saat itu, Osan men- dapat dukungan dan binaan dari BI sehingga bisa memasarkan produknya ke luar negeri, yaitu ke Jepang. (Yoga)

Kerbau Rawa Pampangan, Pemantik Pelestarian Lingkungan

Yoga 22 Jan 2024 Kompas

Tradisi beternak kerbau rawa (B bubalis carabauesis) di Sumsel bertahan sejak era kerajaan hingga kini di sejumlah desa di Kecamatan Pampangan, Ogan Komering Ilir. Kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan pun terbangun demi menjaga habitat rumpun kerbau lokal asli Indonesia tersebut. Kamis (7/12/2023) Paisol (44) beranjak dari rumahnya di Desa Bangsal, Pampangan, menuju kompleks kandang di Pulau Tapus denan perahu ketek menyusuri Sungai Lubuk Sekayan. Ia memiliki 50 ekor kerbau rawa ternak di kandang. Paisol membersihkan kotoran di kandang dengan menumpuknya di pundak sejumlah kerbau. ”Nanti, kotoran itu jatuh di sungai dan padangan (hamparan rumput liar) yang menjadi pupuk alami untuk menyuburkan rerumputan,” ujar Paisol. Setelah itu, barulah Paisol membuka pintu kandang. Kerbau-kerbau itu pun lekas menuju padangan yang menjadi sumber pakan mereka sehari-hari.

”Kerbau rawa Pampangan suka sekali berenang. Kalau musim banjir (semua padangan tergenang air biasanya selama Januari-Maret), mereka bisa berenang berjam-jam dan menyelam untuk memakan rerumputan di dasar air,” ujar M Ali Hanapiah, Sekretaris Desa Bangsal, yang mendampingi Kompas dan Pantau Gambut, organisasi nonpemerintah yang berfokus pada riset dan advokasi keberlanjutan lahan gambut di Indonesia. Kerbau rawa mudah diternakkan, cukup dilepaskan pada pukul 06.00-07.00 dan mereka akan keluar untuk mencari pakan di lingkungan sekitar. Menjelang petang, kerbau itu kembali ke kandang. Kerbau rawa identik dengan Pampangan karena mereka bagian tak terpisahkan dari rantai kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Susu kerbau menjadi sumber pendapatan harian peternak. Peternak bisa mendapatkan sekitar 1 liter susu per ekor per hari.

Susu dihargai Rp 20.000 per liter. Susu itu laku dijual karena ada perajin atau pembuat gulo puan yang membutuhkannya. Gulo puan adalah produk turunan susu kerbau yang menjadi komoditas unggulan Desa Kuro dan Desa Bangsal, dua desa paling tua di Pampangan, yang konon ada sejak era Kesultanan Palembang Darussalam abad XVII- XIX. Gulo puan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2021. Dari pelatihan yang diberikan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove serta Universitas Sriwijaya pada 2020, kelompok peternak mampu mengolah kotoran kerbau menjadi pupuk organik yang teruji bisa membantu mengoptimalkan pertumbuhan tanaman hortikultura. Karena belum memiliki izin jual, pupuk itu diberikan gratis kepada warga. Keunikan kerbau rawa dan keindahan alam di Pampangan juga menarik minat wisatawan dalam beberapa tahun terakhir. ”Kami melihat pariwisata bisa menjadi sumber pendapatan masa depan di sini,” kata Kades Bangsal Angkut, Join. (Yoga)

Digitalisasi Kunci Reforma Agraria

Yuniati Turjandini 22 Jan 2024 Investor Daily (H)
Diitalisasi  dalam implementasi  Kebijakan Satu Peta atau One Way Map Policy dinilai sebagai kunci bagi upaya pemerintah untuk menuntaskan program reforma agraria. Dengan dukungan digitalisasi, program reforma agraria yang hingga sekarang telah berhasil melegalisasi aset dengan menerbitkan sekitar 110 juta sertifkat, bisa dilanjutkan dengan redistribusi tanah secara lebih masif. Kuncinya disini adalah digitalisasi atau one map policy sangat penting sekali untuk kita bagaimana nanti menyelesaikan konflik-konflik agraria ke depan," ujar calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka dari pasangan calon presiden (capres) dan cawapres nomor urut 2 dalam debat keempat  dari lima debat yang dijadwalkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (21/1/2023). 

The Marketing of Indonesia Public Companies

Yuniati Turjandini 22 Jan 2024 Investor Daily (H)
Sebagai negara dengan jumlah penduduk nomor 4 terbesar di dunia, dan merupakan produsen utama sejumlah komoditas yang dibutuhkan dunia seperti kelapa sawit, batu bara, dan nikel, mestinya bukan hal yang susah untuk menarik investor untuk berinvestasi di Indonesia, termasuk di Bursa Efek Indonesia. Apalagi Indonesia adalah anggota G20 yang angka pertumbuhan ekonomi cukup tinggi dan inflasi yang cukup rendah. kalaupun tidak bisa masuk dalam daftar 10 besar, setidaknya mesti berada di urutan 16,  seperti urutan dalam G20. Kenyataan menunjukkan hal yang berbeda, kalau melihat rangking negara eksportir terbesar. Meski dikenal sebagai produsen utama sejumlah komoditas yang dibutuhkan dunia, dan berkontribusi dalam pencapaian surplus neraca perdagangan dalam kurun waktu yang panjang, ternyata Indonesia belum masuk dalam 20 besar negara eksportir versi WTO. (Yetede)

Indikator: Prabowo Gibran Unggul Head to Head Lawan Dua Paslon

Yuniati Turjandini 22 Jan 2024 Investor Daily
Lembaga survei Indikator Politik Indonesia menyatakan calon  presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dalam stimulasi head to head jika pilpres 2024 berlangsung dua putaran. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin  Muhtadi menjelaskan, Prabowo-Gobran unggul jika dihadapkan dengan pasangan calon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Prabowo-Gibran mendapat 58,3% suara, sedangkan Anies-Muhaimin 27,9%. "Head to head ini Anies lawan pak Prabowo dengan asumsi Mas Ganjar  tidak lolos putaran pertama, Pak Prabowo masih unggul jauh. Begitupula jika head to head  Ganjar versus Pak Prabowo. Kalau di simulasi ini  Pak Prabowo trennya  meningkat sedikit turun," kata Burhanudin. Survei  nasional Indikator Politik Indonesia ini dilakukan pada 10-16 Januari 2024. Populasi pada survei ini adalah seluruh WNI yang memiliki hak pilih (Yetede)

IHSG Diprediksi Bergerak Sideways

Yuniati Turjandini 22 Jan 2024 Investor Daily
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akan cenderung bergerak mandatar (sideway) sepanjang minggu ini, setelah ditutup terkoreksi ke level 7.227 di akhir pekan lalu. Langkah IHSG akan diwarnai sentimen dari dalam dan luar negeri, mulai dari data pertumbuhan investasi hingga tensi geopolitik di Timur Tengah. "Pergerakan IHSG ke depan relatif sideway dengan level support 7.212-7.153 dan resitance 7.279-7.308," kata Senior Investment Information Mirea Asset Nafan Aji Gusta Utama kepada Investor Daily. Dari dalam negeri, Nafan mengatakan, IHSG akan mendapat sentimen pengumuman data penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) kuartal IV-2023. "Kelihatannya tren cenderung menguat. Dan kalau hasil investasi di kuartal IV-2023 diatas ekepktasi, tentu ini memberikan katalis positif dan optimisme bagi investor, terutama asing, terkait outlook perekonomian Indonesia yang lebih positif lagi ke depan," ungkap dia. (Yetede)

Segmen Korporasi Dongkrak Kredit Perbankan Akhir 2023

Yuniati Turjandini 22 Jan 2024 Investor Daily
Penyaluran kredit baru pada Desember 2023 terindikasi meningkat dibandingkan November 2023. Salah satunya didorong oleh permintaan kredit dari segmen korporasi yang menanjak di akhir tahun. Hasil survei kepada perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada Desember 2023 sebesar 73,3%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 70,4%. dari jenis penggunaannya, penyaluran kredit meningkat pada hampir seluruh jenis kredit, kecuali kredit konsumsi lainnya yang stabil dengan SBT 66,9%. Kebijakan penyaluran kredit pada Desember 2023 sedikit lebih ketat. Hal tersebut tercermin dari SBT perubahan lending standard yang positif jadi 0,4%. kebijakan penyaluran kredit  yang ketat terjadi  pada hampir seluruh jenis kecuali kredit konsumsi lainnya yang lebih longgar. (Yetede)

Kunjungan Wisman China Ditargetkan Tembus 1 Juta

Yuniati Turjandini 22 Jan 2024 Investor Daily
Kementerian Pariwisata  dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menargetkan kunjungan 1 juta wisatawan mancanegara (Wisman) dari China pada tahun ini. Kehadiran wisman tersebut dapat memberikan pemerataraan pariwisata di Indonesia. Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I (Kemenparekraf) Wisnu Sindhutrisno mengatakan, pada tahun lalu pihaknya menargetkan  361 ribu wisman China dan tercapai 707 ribu wisman. Untuk itu, pada tahu ini dinaikkan target menjadi 1 juta- 1,5 juta dan akan dibawa oleh 13 penerbangan, dengan sejauh ini kapasitas kursi dihitung samapai 1,1 juta. "Pemerataan itu yang kami dorong, makanya dalam semua program promosi ke Tiongkok di tahun ini adalah desa wisata, homestay dan beberapa destinasi yang kembali ke komunitas di desa-desa. Seperti di Yogyakarta bikin coklat dan mandikan  kerbau, pengalaman itu yang ingin kami dorong untuk mereka rasakan,"

Pilihan Editor