;

Optimisme Pelaku Usaha Cetak Rekor Tertinggi

Yuniati Turjandini 01 Feb 2024 Investor Daily (H)
Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Januari 2024 mencapai 52,35 atau menguat 1,03. Pencapaian di awal tahun politik tersebut juga naik 0,81 poin bila dibandingkan IKI pada periode sama tahun lalu. Optimisme pelaku usaha pada Januari 2024 terhadap kondisi usahanya enam bulan ke depan juga meningkat menjadi 67,6%, lebih tinggi dibanding 62,4% pada Desember 2023. Persentase optimisme pelaku usaha ini merupakan rekor tertinggi sejak IKI dirilis pada November 2022. "Dibandingkan kinerja IKI pada januari 2023, ada peningkatan sebesar 0,81 poin yang sebesar 51,54," kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Eko SA Cahyanto saat merilis IKI di Jakarta, Rabu (31/01/2024). Sama  seperti perhitungan pada Purchasing Managers' Index (PMI) Manufakture Indonesia, nilai indeks di atas 50 menandakan level ekspansi. Sebaliknya, ketika nilai indeks di bawah nilai 50, maka terjadi perlambatan atau kontraksi. (Yetede)

Empat Bank Jumbo Raup Laba Rp190,24 Triliun

Yuniati Turjandini 01 Feb 2024 Investor Daily (H)
Empat bank papan atas atau kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4 sepanjang 2023 mengantongi total laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp 190,24 triliun. Keuntungan tersebut meningkat 22,27% dibandingkan dengan periode 2022 yang  sebesar Rp 155,59 triliun. Apabila dilihat dari laporan keuangan yang dipublikasi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membukukan total laba bersih sebesar Rp 60,42 triliun pda akhir Desember 2023, meningkat 17,52%  secara tahunan (year on year/yoy). BRI masih menjadi bank dengan pencapaian laba terbesar di Indonesia. "Kunci yang menjadikan BRI labanya tumbuh atraktif dan nominalnya impresif tidak lain karena BRI dikelola oleh tim profesional yang menerapkan GCG yang baik, risk management memadai sehingga kami menikmati hasilnya laba Rp 60,4 triliun," ujar Sunarso. Bank bersandi saham BBRI masih menjadi jawara dengan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik sebilai Rp 60,1 triliun, meningkat  17,45% (yoy) sepanjang tahun lalu. (Yetede)

Goto Siap Buyback Saham

Yuniati Turjandini 01 Feb 2024 Investor Daily (H)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham, seiring dengan arah profitabilitas dan perbaikan arus kas perusahaan. Langkah strategis  tersebut ditempuh setelah emiten teknologi ini merampungkan mega transaksi senilai Rp33 triliun dengan TikTok Pte Ltd, perusahaan platform entertainment global asal China. Direktur Utama Group Go To Patrick Walujo mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan transaksi kerja sama dengan TikTok, yang akan terus memberikan manfaat kepada Indonesia dengan para pelaku UMKM. Ini juga merupakan langkah besar bagi Grup Go To. 

Setelah berhasil mencapai EBITDA yang disesuaikan positif  pada kuartal IV-2023, perusahan  mengakselerasi pertumbuhan, salah satunya melalui dukungan dan kerja sama dengan ekosistem mitra bisnis Go To. "Seiring dengan arah profitabilitas dan perbaikan arus kas GoTo, perusahaan akan mengoptimalkan  penggunaan modal dan sedang menyusun rencana alokasi modal ke depan. Rencana tersebut mencakup beberapa inisiatif, termasuk kemungkinan  dilakukannya buyback saham, di mana hal ini akan bergantung pada persetujuan regulator dan pemegang saham," kata Patrick Walujo. (Yetede)

Bauran Kebijakan Mendukung Pertumbuhan Ekonomi 5,5%

Yuniati Turjandini 01 Feb 2024 Investor Daily
Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi  Indonesia tahun ini  di atas 5% dengan kisaran target 4,7-5,5%. Untuk itu, BI terus memperkuat bauran kebijakan  dengan mensinergikan  upaya menjaga stabilitas dengan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Upaya tersebut dilakukan untuk mewaspadai dampak rambatan dari gejolak perekonomian dunia terhadap perekonomian domestik.Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan moneter difokuskan untuk menjaga stabilitas, sedangkan keempat kebijakan makro prudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta ekonomi-keuangan inklusif hijau, diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ikhtiar menjalankan bauran kebijakan dilakukan secara sinergis dengan  seluruh pemangku  kepentingan  terkait mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga akademis. (Yetede)

50 Investor Finlandia Incar Peluang Investasi IKN

Yuniati Turjandini 01 Feb 2024 Investor Daily
Sebanyak 50 perusahaan asal Finlandia mengincar peluang investasi IKN. Hal tersebut disampaikan Menteri Perekonomian Finlandia, Wille Rydman usai bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) Basuki Hadimuljono di jakarta pada Senin lalu (29/01/2024). "Sebagai salah satu  negara yang paling terdigitalisasi, kami yakin Finlandia memiliki keahlian yang diperlukan oleh Indonesia dalam membangun IKN dengan fokus smart city. Oleh karena itu, kami semua yang tergabung dalam Team Finlandia ini berkomitmen  penuh dan siap bekerja sama sebagai satu  tim dengan Indonesia dalam pembangunan smart city," kata Willy. Adapun Menteri Basuki menyambut baik komitmen Finlandia. Menurutnya, selain terkenal sebagai negara maju  dengan konsep digitalisasi perkotaan, Finlandia juga terkenal sebagai negara maju dengan pemanfaatan teknologi energi terbarukan. (Yetede)

2024, Penjualan Rumah Ditaksir Tumbuh 12%

Yuniati Turjandini 01 Feb 2024 Investor Daily
Kalangan pengembang properti dan perbankan memprediksi penjualan rumah komersial dan subsidi tahun 2024 tumbuh berkisar 10-12%. Pertumbuhan itu didorong oleh stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah dan Bank Indonesia (BI), selain itu dipicu  oleh kebutuhan konsumen pengguna (end user) yang masih tinggi. Menurut Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon Napitupulu, pemicu pertumbuhan terutama  didorong oleh stimulus pemerintah mulai dari kebijakan Pajak Pertambahan Nilai  (PPN DTP) hingga harga rumah Rp 5 miliar. Lalu, insentif biaya administrasi pengurusan rumah murah   untuk masyarakat berpenghasilan rendah sebesar Rp 4 juta dan pelonggaran rasio LTV/FTV Kredit/Pembiayaan Properti menjadi maksimal 100% untuk semua jenis property. Selain itu, masih adanya KPR subsidi. "Stimulus-stimulus ini yang menyebabkan pertumbuhan penjualan rumah yang tahun ini kita harapkan mencapai 12%," kata Nixon. (Yetede)

ESDM Pastikan Pasokan DMO Batu Bara Aman

Yuniati Turjandini 01 Feb 2024 Investor Daily
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pasokan batu bara dalam negeri (domestic market obligation/DMO) tetap terjaga meski masih ada ratusan perusahaan batu bara belum mendapatkan persetujuan rencana kerja anggaran biaya (RKAB) periode 2024-2026. Produksi batu bara nasional diproyeksikan melambat pada awal tahun  seiring belum semua pelaku usaha mendapatkan  persetujuan RKAB. Tanpa RKAB tersebut maka perusahaan  belum bisa melakukan  produksi batu bara. Kepala  Biro Komunikasi, layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementeri ESDM Agus Cahyono Adi mengatakan evaluasi RKAB masih berjalan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 700 perusahaan  batu bara yang sudah mengantongi RKAB. Ia menegaskan pasokan batu bara domestik mencukupi. "Tidak ada gangguan pasokan. 700 RKAB sudah selesai," kata Agus. (Yetede)

Menambah Porsi Kredit UMKM

Yuniati Turjandini 01 Feb 2024 Tempo
Sejumlah bank berupaya mengerek pertumbuhan kredit untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada tahun ini. Pembiayaan bagi sektor tersebut sempat tersendat pada tahun lalu. Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit UMKM hanya tumbuh 7,9 persen pada 2023, lebih rendah dibanding pertumbuhan kredit UMKM sepanjang 2022 yang sebesar 10,2 persen.  Menurut bank sentral, penyaluran kredit untuk segmen usaha kecil dan menengah turun masing-masing sebesar 2-8 persen dan 3,5 persen pada 2023. Sementara itu, penyaluran kredit untuk segmen usaha mikro naik 24,5 persen. Meski meningkat, pertumbuhan kredit usaha mikro pada tahun lalu masih di bawah pertumbuhan pada 2022 yang sebesar 38,4 persen. 

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) Yuddy Renaldi menuturkan perlambatan penyaluran kredit UMKM merupakan bentuk kehati-hatian bank nasional menjelang berakhirnya masa pelonggaran restrukturisasi kredit macet. Otoritas Jasa Keuangan memutuskan program restrukturisasi kredit buat nasabah yang terkena dampak Covid-19 berakhir pada Maret 2024.  Yuddy mengimbuhkan, BJB sendiri masih mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit buat UMKM. Pada 2023, nilainya naik 20 persen. "Tahun ini, kredit untuk segmen UMKM akan terus bertumbuh, ditambah kredit UMKM nonprogram yang juga disalurkan BJB," katanya kepada Tempo, Rabu, 31 Januari lalu. Emiten dengan kode BJBR ini mendorong pertumbuhan kredit UMKM sebesar 12-15 persen. (Yetede)

Janji Reforma Agraria Badan Bank Tanah

Yuniati Turjandini 01 Feb 2024 Tempo
Sejak dibentuk pada 2021, Badan Bank Tanah sudah mengumpulkan aset tanah negara di sejumlah wilayah. Bank Tanah juga mengaku sudah memiliki rencana alokasi untuk lahan-lahan tersebut. "Kami telah menentukan alokasinya. Yang pasti diutamakan untuk memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan," ujar Kepala Badan Bank Tanah Parman Nataatmadja di kantornya, Rabu, 31 Januari 2024. Parman mengatakan saat ini Bank Tanah sedang menyiapkan rencana induk untuk setiap daerah. Hingga akhir Desember 2023, aset yang dimiliki Bank Tanah seluas 18.478 hektare dan tersebar di 28 kabupaten/kota. Pada tahun ini, Bank Tanah menargetkan menambah aset tanah baru seluas 20 ribu hektare.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2021, ucap Parman, Bank Tanah punya kewajiban mengalokasikan tanah untuk kepentingan umum, kepentingan sosial, kepentingan pembangunan nasional, pemerataan ekonomi, konsolidasi lahan, dan reforma agraria Parman menegaskan bahwa lembaganya tidak berorientasi pada profit, sehingga beberapa kerja sama yang sudah dilakukan saat ini berupa upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan. Caranya, antara lain, melalui pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau perumahan bersubsidi di Brebes, Jawa Tengah. (Yetede)

Kinerja Perbankan Besar Masih Terus Berkibar

Hairul Rizal 01 Feb 2024 Kontan (H)

Kabar baik bagi investor perbankan, kinerja keuangan bank-bank besar sepanjang 2023 tetap tampil ciamik. Mereka masih mencetak rekor laba dengan pertumbuhan mengesankan. Menurut sejumlah analis, kinerja impressif tersebut bakal mendongkrak performa sahamnya ke depan. Para bankir dari bank kakap optimistis prospek bisnis tahun 2024 akan tetap cerah meski ada perhelatan tahun politik. Mereka tetap percaya diri melakukan ekspansi dengan memasang target pertumbuhan kredit tetap tinggi. Walau tren suku bunga masih naik, bank-bank besar menargetkan margin bunga bersih (NIM) tetap berada dikisaran realisasi tahun lalu. Mereka yakin karena struktur pendanaan mereka didominasi oleh dana murah dan likuiditasnya masih di level aman. Bank Mandiri misalnya, menargetkan kredit tumbuh di kisaran 10%-15% tahun ini. NIM dibidik ada di kisaran 5,3%-5,5%, sedangkan tahun lalu realisasinya 5,48%. “Kami akan terus melanjutkan strategi pertumbuhan kredit tahun 2024. Salah satu sumber pertumbuhannya berasal dari industru makanan dan minuman, industri kesehatan, serta pertanian dan perkebunan.” kata Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Rabu (31/1). Senada, Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA juga optimistis menghadapi 2024. Ia menyebut peluang bisnis tahun ini tetap bagus. Hal itu terefleksi dari realisasi kredit BCA pada kuartal IV 2023 yang tumbuh 5,8% secara kuartalan.

Hampir separuh pertumbuhan kredit  BCA tahun lalu terjadi di triwulan terakhir yang notabene sudah mendekati tahun pemilu. Capaian di kuartal IV itu menjadi penanda bagi BCA bahwa prospek kredit tahun ini tetap bagus. Ia bilang, permintaan kredit di BCA masih sangat besar, terutama untuk kredit investasi. Sepanjang 2023, BRI masih bertahan sebagai pencetak laba tertinggi, yakni Rp 60,1 triliun atau tumbuh 17,5% secara tahunan. Namun, dari sisi laju pertumbuhan, Bank Mandiri tampil menjadi jawara dengan pertumbuhan sebesar 33,7% menjadi Rp 55 triliun. Disusul, BCA yang tumbuh 19,4% menjadi Rp 48,6 triliun. Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto memperkirakan kinerja fundamental bank-bank besar akan mempengaruhi kinerja sahamnya. Itu lantaran kapitalisasi pasar dan jumlah saham mereka yang bereda di publik sangat besar. Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengapresiasi perolehan laba bank-bank besar itu meski  suku bunga acuan sudah naik tinggi. Prediksinya, kinerja saham bank besar bakal mengalami tren positif karena biasanya dividen yang mereka bagikan besar. Head of Investment PT Reswara Gina Investa Kiswoyo Adi Joe  memperkirakan kinerja bank-bank besar akan berlanjut tumbuh positif seiring adanya ruang penurunan suku bunga acuan tahun ini.

Pilihan Editor