Ketika Harga jagung Mematuk Peternak
Jokowi Ikut Cawe-Cawe Penyusunan Kabinet Baru
Manfaat dan Mudarat Badan Penerimaan Negara
Berharap Dampak Positif dari Resesi Jepang
Taktik Baru Setelah Usai Pesta Politik
Bank Syariah Swasta Jumbo Bersiap Muncul
TOTL Kejar Kontrak Rp 3,5 Triliun
MENGAKSELERASI MESIN EKSPANSI
Laju ekspansi bisnis digadang-gadang bakal lebih kencang setelah pemungutan suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 usai. Pasalnya, sudah menjadi rahasia umum bahwa periode penyelenggaraan pemilu kerap menjadi momok bagi korporasi untuk menggelontorkan lebih banyak belanja modal. Adapun industri jasa keuangan, khususnya bank dan perusahaan pembiayaan, diharapkan turut menjadi katalis ekspansi dunia usaha. Apalagi, kinerja industri jasa keuangan pada 2023 tetap terjaga di tengah berbagai tantangan, sehingga menjadi dasar yang kuat untuk memacu penyaluran kredit ke berbagai sektor. Pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) di Jakarta, Selasa (20/2), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan kondisi sektor jasa keuangan, termasuk perbankan, di Indonesia pada 2023 terjaga di tengah beragam hambatan. Kondisi likuiditas berada di atas ambang batas, meskipun dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih moderat. Dari sisi solvabilitas, industri jasa keuangan, termasuk perbankan pun terpantau solid. Kondisi serupa juga terjadi pada sisi permodalan. Menurut Mahendra, penyaluran kredit ditargetkan tumbuh 9%—11% pada tahun ini. Tak hanya dari perbankan, minat korporasi untuk berburu dana melalui pasar modal pada tahun ini juga diharapkan makin tinggi. OJK bahkan menargetkan penggalangan dana di pasar modal tahun ini tembus Rp200 triliun. Apalagi, sudah ada antrean penggalangan dana Rp50,02 triliun dari 86 penawaran umum. Gayung bersambut, optimisme pelaku industri jasa keuangan juga sedang meninggi. Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) Lani Darmawan mengatakan target kredit yang ditetapkan OJK tergolong rasional di tengah berbagai risiko tahun ini.
Senada, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan likuiditas yang memadai bakal menjadi pendorong kinerja intermediasi tahun ini.
Adapun, Wakil Ketua Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) Tigor M. Siahaan mengatakan sejumlah sentimen menjadi pendorong kinerja kredit perbankan tahun ini. Dia pun berharap siklus penurunan suku bunga dimulai tahun ini sehingga bisa memacu kinerja kredit industri perbankan. Sementara itu dari industri multifinance, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno berharap penyelenggaraan pemilu yang lancar akan membuka jalan ekspansi pelaku usaha dan mengerek permintaan pembiayaan.
Merujuk laporan Analisis Uang Beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), nilai kredit bank pada Desember 2023 itu tumbuh 10,3% secara tahunan (year-on-year/YoY), lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Kinerja tersebut ditopang penyaluran kredit korporasi yang tumbuh 11,6% YoY.
Kepala Negara juga meminta pelaku usaha jasa keuangan memperkuat dukungan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebab, kata Presiden, sejauh ini, penyaluran kredit UMKM baru mencapai 19% dari total portofolio kredit. Sementara itu, kalangan pelaku usaha rupanya sudah ancang-ancang untuk menggeber ekspansi bisnis mereka. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan 58% pelaku usaha menyatakan berminat untuk ekspansi bisnisnya tahun ini kendati masih ada ketidakpastian.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan suku bunga acuan BI tetap 6%. Alasannya, BI masih berpegang pada inflasi inti yang terkendali meskipun ada potensi kenaikan inflasi dari harga komoditas pangan.
CIMB Niaga Cetak Laba Positif Rp8,4 Triliun Pada 2023
PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) membukukan laba sebelum pajak konsolidasi (audited) senilai Rp8,4 triliun pada 2023. Perolehan ini menjadi yang tertinggi sepanjang operasional bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia ini. Perolehan laba sebelum pajak konsolidasi ini juga melonjak 27% secara tahunan (year-on-year/YOY) dan menghasilkan earnings per share Rp259,45. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan kinerja tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga ketahanan, agility, dan pendekatan yang berorientasi pada nasabah. “Kami senantiasa mempertahankan pertumbuhan yang baik, seperti yang terlihat pada peningkatan laba sebelum pajak yang mencapai Rp8,4 triliun atau tertinggi hingga saat ini,” jelasnya.
Sepanjang tahun lalu, CIMB Niaga juga menjaga posisi permodalan dan likuiditas dengan capital adequacy ratio(CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 24% dan 89,3%. Kemudian, total aset konsolidasian adalah sebesar Rp334,4 triliun, atau naik 9% y-o-y per 31 Desember 2023. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp235,9 triliun (naik 3,8% y-o-y), menunjukkan rasio current account and savings account (CASA) yang baik sebesar 63,9%.
Dengan kinerja dan pencapaian tersebut, Perseroan berhasil meraih sejumlah penghargaan sepanjang tahun lalu, baik berbasis kinerja maupun kualitas layanan. Salah satunya sebagai Juara Umum Annual Report Award (ARA) 2022. Sementara itu, sebagai bagian dari corporate citizenship, Lani menjelaskan bahwa perusahaan berkolaborasi dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF) dalam program strategis tiga tahun untuk mengatasi masalah gizi buruk dan mencegah stunting, dengan fokus di Nusa Tenggara Timur (NTT).
LONJAKAN PERMINTAAN : Kalla Lines Tambah Kapal
Kalla Group melalui anak usahanya Kalla Lines kembali memperkuat layanan angkutan pertambangan pada tahun ini dengan menambah armada tugboat maupun tongkang. Spesifikasi tugboat yang baru didatangkan itu berkekuatan 2x1.100 horsepower (HP) dan tongkang berukuran 330 feet. Chief Operation Officer (COO) Kalla Lines Muhammad Naim mengatakan bahwa penambahan armada ini diproyeksi bakal makin memperkuat layanan perusahaan terhadap kebutuhan angkutan tambang, khususnya nikel dan batu bara. Dia menjelaskan bahwa kapal-kapal tersebut akan dioperasikan khusus bersama mitra Kalla Lines, yaitu PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dengan rute Lameuru (Konawe Selatan)—Morowali.
Menurutnya, dengan tambahan armada tersebut, maka Kalla Lines saat ini telah memiliki 3 unit tugboat dan 3 unit tongkang. Saat ini, imbuhnya, juga tengah dalam pengerjaan tambahan armada lagi yaitu pembuatan 1,5 set kapal di Batam, terdiri atas 1 tugboatdan 2 tongkang.
Shipment Operation Manager Kalla Lines Herman mengungkapkan bahwa kapal tugboat maupun tongkang ini dioperasikan oleh tenaga profesional yang telah tersertifi kasi. Selain itu, aktivitas bongkar muat pun dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.









