Krisis Laut Merah dan Panama Mengubah Prospek Ekonomi Global
CEO Hapag Lloyd Rold Habben Jansen menyampaikan
pandangan optimisnya terkait industri perdagangan, khususnya yang menggunakan
jasa perusahaan transportasi peti kemas, di sisa 2024. Menurut dia, permintaan
di semester ke dua tahun ini lebih baik dibanding proyeksi awal. Terlepas
permasalahan di laut merah yang mengakibatkan lonjakan tarif pengiriman kontainer,
Hapag Lloyd memperkirakan penurunan pendapatan tahun ini disebabkan kenaikan
biaya terkait pengalihan perdagangan dari laut merah.
Untuk melalui rute di sekitar Tanduk Afrika
yang lebih panjang, membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Selain biaya
tambahan, dikatakan oleh Sea Inteligence, pengalihan rute laut merah berpotensi
meningkatkan emisi karbon dioksida sebesar 260 % - 354 %. Akibatnya kapal
pengangkut laut yang berlayar ke Eropa bakal membayar kewajiban emisi lebih
tinggi dibawah Sistem Perdagangan Uni Eropa. (Yetede)
OXO Group Indonesia Siapkan Proyek di Bali Senilai 500 Miliar
OXO Group Indonesia, perusahaan pengembangan
dan manajemen properti butik yang berbasis di Bali, menyiapkan satu proyek
senilai Rp 500 miliar. “Pada uni 2024 nanti, kami berencana meluncurkan proyek
terbaru di daerah Nyanyi, Bali senilai 500 miliar. Proyek terbaru kami ini akan
mewakili gaya desain terbaru dan filosofi OXO Living yang menganut paham life
style real estate,” ujar Johanes Weissenbaeck, founder dan CEO OXO Group
Indonesia dalam keterangan tertulis baru-baru ini.
Lokasi proyek hunian terbaru ini terletak di
depan Nuanu City, sebuah proyek seluas 50 hektare yang akan menjadi The Next
Big Thing di Bali setelah Canggu dalam 2-3 tahun ke depan. “Dan nantinya semua
penghuni pryek hunian ini dapat menikmati semua fasilitas yang dimiliki Nuanu
City,” tambahnya. Johanes menjelaskan, masifnyapariwisata di Bali mendorong
pengembangan property di kawasan ini. (Yetede)
Cuan Terus dari Anggota Kompas 100
Saham-saham penghuni Indeks Kompas100 bergerak melaju. Pada pekan lalu, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor tertinggi sepanjang masa alias all time high (ATH), beberapa saham Kompas100 juga turut menyentuh rekor tertinggi baru. Jika dihitung dari awal Maret 2024, terdapat delapan emiten yang berhasil menyentuh ATH. Setengah dari saham penjebol rekor tersebut berasal dari sektor perbankan yang memiliki kapitalisasi pasar atau market caps terbesar di Indonesia. Sektor perbankan besar, memang terdorong euforia pembagian dividen. Kinerja emiten bank yang masih oke juga jadi alasan pelaku pasar memburu saham-saham ini. Tapi di luar sektor bank, ada beberapa saham lainnya yang juga unjuk gigi. Misalnya, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang sempat menyentuh ATH ke level Rp 1.810 pada perdagangan intraday 6 Maret 2024. Saham penghuni baru Indeks Kompas100, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) juga menembus rekor tertinggi intraday pada 15 Maret 2024 ke Rp 184. Dua saham lainnya yang tembus ATH adalah PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo menilai, saham-saham emiten Kompas100 diwarnai sentimen positif terkait ekspektasi pemulihan kinerja fundamental dalam jangka panjang. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menambahkan, ada beberapa pemicu yang membuat saham-saham Kompas100 menembus ATH. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer juga sepakat, kenaikan harga minyak di awal tahun ini menjadi sentimen positif bagi distributor BBM seperti AKRA. Di sisi lain, pencapaian rekor harga tertinggi baru juga disebabkan oleh adanya aksi akumulasi. Contohnya seperti yang terjadi pada saham SSIA. Pengamat Pasar Modal dan pendiri WH Project William Hartanto menemukan adanya akumulasi (aksi beli) besar di saham SSIA, yang terjadi di kisaran harga Rp 340. William misalnya, melihat koreksi saham SSIA masih aman selama harga bertahan di atas Rp 855. Sedangkan, Praska mencermati ada peluang buy on weakness di saham AKRA dengan target harga Rp 1.580–Rp 1.670. Lalu SMIL dengan target harga Rp 158–Rp 166 per saham, TPIA dengan target harga Rp 3.710–Rp 4.240, serta saham SSIA dengan target harga Rp 535–Rp 670 per saham.
Mewaspadai Kenaikan Beban Utang Indonesia
Pemerintah Indonesia tidak boleh lengah dengan posisi utang saat ini. Sebab, rasio pembayaran utang alias debt service ratio (DSR) Indonesia cenderung meningkat, meskipun masih dalam batas aman. Tapi, kenaikan DSR berarti beban membayar utang luar negeri (ULN) Indonesia kian tinggi. Tren utang Indonesia terus meningkat di tengah kinerja ekspor cenderung melandai. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, ULN RI per Januari 2024 sebesar US$ 405,73 miliar, naik 0,04% secara tahunan year on year (yoy). Secara terperinci, ULN pemerintah tercatat US$ 194,4 miliar, tumbuh 0,1% yoy. Sementara ULN swasta periode tersebut sebesar US$ 196,7 miliar, turun 2,6% yoy. Di sisi lain, kinerja ekspor terus merosot yang membuat surplus neraca perdagangan turun. Pada periode Januari-Februari 2024, surplus neraca dagang tercatat US$ 2,87 miliar, turun 69,18% yoy. Dari data BI, DSR Indonesia pada tahun 2023 mencapai 17%.
Angka ini meningkat dari 2022 yang sebesar 16,57%. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, saat ini kemampuan Indonesia untuk membayar ULN secara umum dinilai masih cukup baik. Sebab, ada kemungkinan kinerja ekspor Indonesia akan semakin menyusut seiring dengan perlambatan ekonomi global. Setidaknya, pemerintah harus mewaspadai kinerja ekspor dari dua sisi. Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy Manilet menilai, meskipun kinerja ekspor dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan, namun belum sebanding dengan rasio utang terhadap ekspor yang belum turun signifikan. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, pemerintah akan terus memantau dampak perlambatan global terhadap ekspor nasional dan menyiapkan langkah antisipasi melalui dorongan terhadap keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam (SDA). Juga, peningkatan daya saing produk ekspor nasional, serta diversifikasi mitra dagang utama.
Asing Masuk Rp 21 Triliun di Pertengahan Maret
Mengintai Aksi Para Pengendali
Hingga Maret 2024, sejumlah "orang dalam" rajin melakukan transaksi saham. Mereka adalah pengendali, pemegang saham signifikan maupun top management, yang memborong maupun melepas saham emitennya. Sebagai contoh, PT Arthakencana Rayatama, salah satu pengendali dari PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang getol mengakumulasi saham AKRA sejak akhir 2023. Transaksi terakhir dilakukan 6-7 Maret 2024. Hasilnya, kepemilikan Arthakencana di AKRA kini membengkak menjadi 60,76%. Head of Equities Investment Berdikari Manajemen Investasi Agung Ramadoni mengamati aktivitas transaksi "orang dalam" pada suatu emiten bukan tanpa alasan.
Motifnya beragam, mulai dari perubahan strategi, indikasi aksi korporasi, hingga memanfaatkan momentum saat valuasi saham dinilai sedang murah. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada sepakat, "orang dalam" yang getol memborong umumnya karena menilai harga sahamnya sedang rendah. Sementara pendiri WH-Project William Hartanto menilai transaksi itu memberikan dampak berbeda bagi setiap saham. Pertama, jumlah saham yang ditransaksikan. Kedua, siapa pihak atau investor yang melakoni transaksi. Ketiga, aksi korporasi lanjutan. CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo menilai dampak dari transaksi "orang dalam" bersifat jangka pendek. Jangka panjangnya tetap melihat kinerja keuangan dan valuasi.
Dividen Tak Usik Modal
Keputusan bank-bank besar membagikan dividen jumbo dari laba bersih 2023 tak menurunkan kekuatan permodalan mereka. Tingkat kecukupan modal, yang ditandai capital adequacy ratio (CAR) perbankan tetap tinggi dan cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan ekspansi, juga untuk mengantisipasi potensi risiko yang bisa muncul ke depan. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) misalnya, akan membagi dividen 80% dari laba Rp 60,43 triliun. Bank Central Asia Tbk (BCA) menebar dividen 68,35% dari laba Rp 48,64 triliun. Sedangkan Bank Mandiri membagikan dividen 60% dari laba Rp 55,1 triliun. Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membagi 50% dividen dari laba Rp 20,9 triliun. Adapun BTN akan membagikan 20% laba untuk dividen, atau senilai Rp 700,19 miliar. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan, keputusan pembagian dividen jumbo sudah memperhitungkan kondisi permodalan.
CAR BNI per Desember 2023 berada di level 22,3%, jauh di atas syarat minimum yang ditetapkan regulator. Ke depan, BNI akan menjaga CAR di level 20%-21% lewat pertumbuhan secara organik. Laba akan dikejar tumbuh secara berkelanjutan, disertai perbaikan kualitas aset. Sementara itu, Direktur Utama BRI Sunarso menegaskan, BRI masih akan leluasa membagi dividen dalam lima tahun ke depan, karena modalnya besar. CAR BRI per Desember 2023 ada di level 27%. Sementara Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyampaikan, dividen yang dibagi telah mempertimbangkan posisi likuiditas serta struktur permodalan Bank Mandiri dalam mendukung rencana pada 2024. Adapun EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan, permodalan BCA saat ini solid dengan CAR di level 29,4%.
Yuk, Memilih Kurma Segar
Sudah lima menit, Maryam (44) memilih kurma di sebuah toko kurma
di Pasar Tanah Abang, Sabtu (16/3). Dengan mengenakan sarung tangan plastik, ia
mencoba merasakan tekstur kurma. Anggota staf membantu Maryam menentukan kurma
yang akan dibeli. Sudah tradisi keluarga Maryam berbuka puasa dengan tiga butir
kurma untuk masing-masing anggota keluarganya sesuai sunah Nabi Muhammad SAW
yang menganjurkan makan kurma dalam jumlah ganjil. Dari sekian banyak jenis kurma,
kurma ajwa menjadi yang spesial dan harganya lebih mahal. Satu kg kurma ajwa
rata-rata dibanderol Rp 150.000 hingga Rp 300.000. Maryam mengatakan, kurma
ajwa ukurannya lebih kecil dibanding lainnya, tekstur kulitnya lembut dan kerutannya
lebih banyak dari kurma pada umumnya. Lalu, daging buahnya tidak terlalu
lembut.
Pembeli lainnya, Norma Puja Astuti (38), mengatakan, kurma
yang tidak mengerut cenderung lebih segar. Untuk memastikan kurma menggunakan
pemanis buatan atau tidak, bisa dilihat apakah ada semut mengerubunginya. ”Memilih
kurma yang berkualitas sangat penting. Selain lebih enak, bisa memberi manfaat
kesehatan yang lebih optimal,” kata Norma yang memilih belanja kurma di toko.
Memperhatikan tampilan fisik sangat penting dalam mengenali ciri-ciri kurma
yang bagus. Tekstur kurma yang manis alami dengan manis buatan berbeda. Kurma
alami lebih keras dan padat, sedang kurma manis buatan lebih lunak. Hal ini
dikatakan pakar kurma dari IPB University, Sudarsono. Rasa manis kurma alami tidak
hanya di permukaan buah, tetapi juga sampai di dalam jaringan buah. Rasa manis kurma
yang diberi pemanis buatan biasanya tidak meresap sampai ke dalam jaringan buah.
Sebagian gula berada di permukaan kurma saja. Jadi, yuk berburu kurma segar sebagai
pelengkap buka puasa. (Yoga)
PERANG ISRAEL-HAMAS, Sempat Macet, Perundingan Digulirkan Lagi
Perundingan jeda pertempuran di Jalur Gaza antara Israel dan
Hamas yang sempat terhenti akan dimulai lagi di Qatar. Ini pembicaraan pertama
dalam perundingan tidak langsung di antara kedua pihak sejak Ramadhan. Para
pejabat Mesir, pada Sabtu (16/3) mengungkapkan, pembicaraan itu kemungkinan berlangsung
pada Minggu sore waktu setempat. Sebelumnya, komunitas internasional berharap
jeda tempur yang menuju pada gencatan senjata permanen dapat tercapai sebelum Ramadhan.
Namun, harapan itu sudah lenyap. Harapan muncul lagi seiring rencana dimulainya
perundingan itu. Hamas kembali memberikan proposal baru gencatan senjata
setelah usulan sebelumnya ditolak Israel. Menurut dua pejabat Mesir yang mau
dikutip dengan syarat anonim, dalam usulan baru itu, Hamas mengajukan tiga
tahap gencatan senjata.
Fase pertama berupa jeda tempur, termasuk pembebasan 35
sandera perempuan, sandera yang sakit, dan orang tua. Sebagai ganti, Israel harus
membebaskan 350 warga Palestina yang ditawan. Hamas akan membebaskan setidaknya
lima perempuan tentara sebagai ganti 50 tawanan Palestina di tahanan Israel. Israel
juga harus menarik pasukannya dari dua jalan utama di Gaza, memperbolehkan warga
Palestina kembali ke wilayah utara Gaza, dan memberikan akses untuk aliran yang
lancer bagi bantuan kemanusiaan. Tahap kedua mencakup gencatan senjata permanen
dan Hamas akan membebaskan seluruh prajurit Israel yang disandera sebagai ganti
pembebasan lebih banyak tawanan. Untuk tahap ketiga, Hamas akan menyerahkan
jenazah korban tewas sebagai ganti pencabutan blokade Gaza dan rekonstruksi
Gaza bisa dimulai. Sejauh ini Israel menolak tawaran Hamas. Namun, Israel menyatakan
akan mengirim delegasi lagi ke Qatar untuk putaran perundingan berikutnya. Sebanyak
200 ton bantuan kemanusiaan yang dikirim lewat Laut Tengah dari Siprus tiba di pesisir
Gaza, Jumat (15/3) petang. Israel menutup jalur darat ke Gaza sehingga bantuan
kemanusiaan sulit masuk.
AS dan beberapa negara mengirim bantuan dari udara. Namun,
warga di utara Jalur Gaza mengatakan, bantuan yang dijatuhkan dari udara
terlalu sedikit dan tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka. Warga harus memperebutkan
bantuan tersebut. Seiring itu, kapal pengangkut bantuan yang dioperasikan lembaga
kemanusiaan Spanyol, Open Arms, telah meninggalkan Pelabuhan Larnaka, Siprus,
pada Selasa (12/3). Kapal tersebut menarik tongkang bermuatan bahan pangan
berupa beras, tepung terigu, kacang lentil, kacang polong, ikan tuna kalengan,
dan daging. Makanan tersebut dikirim World Central Kitchen yang didirikan chef
selebritas Jose Andres yang selama ini mengoperasikan dapur umum gratis di Jalur
Gaza. Sepanjang Jumat, kapal tersebut terlihat lego jangkar di pesisir Gaza.
Menjelang petang, militer Israel mengatakan, muatan kapal mulai dibongkar ke 12
truk yang berada di pantai. (Yoga)
LAMPU KUNING NERACA DAGANG
Para pelaku usaha menantikan upaya konkret pemerintah dalam merespons data neraca perdagangan terbaru yang terus menunjukkan penurunan surplus sejak 2023. Beberapa upaya yang dapat dilakukan di antaranya adalah perluasan negara tujuan ekspor dan penguatan konsumsi domestik. Kemarin, Jumat (15/3), Badan Pusat Statistik (BPS) merilis surplus neraca perdagangan yang kian mini dan tinggal menyisakan US$0,87 miliar. Pada saat bersamaan, importasi bahan baku/penolong yang memotret aktivitas manufaktur nasional turut menyusut, sedangkan importasi barang konsumsi menanjak. Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar, mengatakan surplus neraca perdagangan memang masih berlanjut selama 46 bulan berturut-turut atau sejak Mei 2020. Akan tetapi, pemangku kebijakan patut mewaspadai adanya risiko neraca perdagangan yang mengarah ke zona defisit mengingat tren penurunan surplus terus berlanjut. Dia menambahkan, lesunya ekspor disebabkan adanya pelemahan permintaan dari dua kelompok yakni komoditas sumber daya alam (SDA) termasuk migas, serta kelompok nonmigas. Berpijak pada data ini, kalangan pelaku usaha pun menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan perluasan ekspor terutama ke negara-negara yang secara ekonomi lebih solid. Tujuannya agar perluasan ekspor mampu menjadi andalan baru di tengah turunnya permintaan dari negara-negara tradisional yang masih terjabak dalam inflasi, seperti China dan Amerika Serikat (AS). Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan bahwa kinerja ekspor menghadapi hantaman ganda yang berasal dari turunnya kinerja dagang komoditas SDA serta penurunan permintaan dari pasar global yang dibarengi dengan gangguan logistik akibat perang di Laut Merah serta konflik geopolitik yang menekan neraca perdagangan.
Selain fiskal, dari sisi moneter pebisnis di Tanah Air juga meminta adanya relaksasi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang saat ini masih cukup tinggi, yakni 6%. Tingginya suku bunga acuan tersebut menghambat ekspansi bisnis pelaku usaha karena biaya untuk mengakses pinjaman makin mahal. “Dari sisi moneter, pengusaha mengharapkan adanya penurunan suku bunga pinjaman,” ujarnya. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta W. Kamdani menambahkan pemerintah juga perlu menyegarkan perjanjian dagang dengan para negara mitra. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan Indonesia telah melakukan Penandatanganan Peluncuran Perundingan Indonesia-Sri Lanka Preferential Trade Agreement (ISL-PTA). Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga melakukan aksi serupa dengan menegosiasikan kemudahan lalu lintas ekspor dengan Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina. Deputi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi, mengatakan salah satu isu yang tengah dibahas adalah kemudahan pelayanan pabean, imigrasi, serta karantina dan keamanan. Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat ditemui Bisnis tidak bersedia memberikan komentar soal strategi fiskal untuk memacu ekspor, termasuk penguatan konsumsi domestik yang diharapkan menjadi penopang di tengah melambatnya perdagangan global. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz, memprediksi secara siklus, impor memang meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri terutama barang konsumsi.









