;

Pekerjaan Sampingan, Kenapa Tidak?

Pekerjaan Sampingan, Kenapa Tidak?

Pekerjaan sampingan sudah barang tentu soal mencari tambahan pendapatan. Namun, dalam banyak pengalaman, bukan itu saja. Ada aktualisasi diri di dalamnya, termasuk kebebasan berkarya dan berekspresi. Menurut Ester Pandiangan (37) Content writer dan penulis buku, “Beberapa tempat saya bekerja sebagai karyawan tetap dulu kerap membatasi ide. Ditambah tekanan dari rekan kerja atau atasan membuat saya kurang lepas dalam mengeluarkan ide. Karena itu, saya mengambil pekerjaan sampingan dengan menulis artikel feature gaya hidup, konten di media sosial, dan kerja proyek di lembaga nonpemerintah. Memiliki pekerjaan sampingan itu menyenangkan sekaligus menantang.  Aisha Shaidra, Jurnalis asal Jakarta, awalnya dapat side job karena ada tawaran yang meminta bantuan buat mengisi sesi sharing soal kepenulisan.

Karena waktunya pas lagi libur, aku oke aja. Ternyata setelah itu dapat bayaran lumayan. Jadinya aku mulai rutin ambil beberapa side job selama enggak melanggar etik kerjaan dan enggak mengganggu ritme kerjaan juga. Kalau ada kerjaan sampai perlu ke luar kota, aku manfaatin jatah cuti. Dhika Marcendy (26) penerjemah, mengambil pekerjaan sampingan yang selaras dengan pekerjaan utama buat pendapatan tambahan sekaligus mengisi waktu luang biar lebih produktif. “Kan sayang tuh, ada banyak waktu lumayan kosong tetapi hanya dipakai untuk scrolling media sosial. Jumlah pendapatan dari pekerjaan sampingan hanya separuh dari penghasilan pekerjaan utama. Jika dihitung- hitung, hasil pekerjaan sampingannya cukup untuk menutup biaya makan setiap bulan. Jadi kenapa tidak lakukan saja pekerjaan sampingan itu. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :