Ekspor Manufaktur Triwulan I-2024 Diperkirakan Turun
Sejalan dengan tren melemahnya permintaan global, performa
ekspor industri pengolahan nasional pada triwulan pertama I-2024 diperkirakan
turun dibanding periode sama tahun lalu. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor
Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno memperkirakan, kinerja ekspor industri
pengolahan pada triwulan I-2024 akan turun dibandingn periode yang sama tahun
lalu. ”Kinerja ekspor bakal lesu,” ujarnya yang dihubungi Minggu (17/3). Benny
menjelaskan, penurunan ini disebabkan melemahnya permintaan dari negara tujuan
ekspor seiring melambatnya perekonomian global. Namun, Benny meyakini Indonesia
masih akan mencatat surplus neraca perdagangan pada triwulan I-2024. Alasannya,
impor Indonesia juga akan turun, baik volume maupun harga.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja
Kamdani mengatakan, kinerja ekspor industri pengolahan triwulan I-2024
kemungkinan besar akan turun atau stagnan. Menurut Shinta, hal ini karena tidak
ada tanda-tanda peningkatan permintaan yang signifikan di pasar tujuan ekspor utama.
Selain itu, Shinta juga tidak melihat ada peningkatan diversifikasi tujuan
ekspor yang signifikan. Indikasi penurunan kinerja ekspor industri pengolahan
pada triwulan I-2024 sudah terendus dari data ekspor dua bulan pertama tahun
ini. Berdasarkan data BPS, ekspor Industri pengolahan pada dua bulan pertama tahun
ini mencapai 28,66 miliar USD atau lRp 446,93 triliun, turun 11,49 % dibanding
periode yang sama pada 2023. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023