Ekspor Manufaktur Triwulan I-2024 Diperkirakan Turun
Sejalan dengan tren melemahnya permintaan global, performa
ekspor industri pengolahan nasional pada triwulan pertama I-2024 diperkirakan
turun dibanding periode sama tahun lalu. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor
Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno memperkirakan, kinerja ekspor industri
pengolahan pada triwulan I-2024 akan turun dibandingn periode yang sama tahun
lalu. ”Kinerja ekspor bakal lesu,” ujarnya yang dihubungi Minggu (17/3). Benny
menjelaskan, penurunan ini disebabkan melemahnya permintaan dari negara tujuan
ekspor seiring melambatnya perekonomian global. Namun, Benny meyakini Indonesia
masih akan mencatat surplus neraca perdagangan pada triwulan I-2024. Alasannya,
impor Indonesia juga akan turun, baik volume maupun harga.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja
Kamdani mengatakan, kinerja ekspor industri pengolahan triwulan I-2024
kemungkinan besar akan turun atau stagnan. Menurut Shinta, hal ini karena tidak
ada tanda-tanda peningkatan permintaan yang signifikan di pasar tujuan ekspor utama.
Selain itu, Shinta juga tidak melihat ada peningkatan diversifikasi tujuan
ekspor yang signifikan. Indikasi penurunan kinerja ekspor industri pengolahan
pada triwulan I-2024 sudah terendus dari data ekspor dua bulan pertama tahun
ini. Berdasarkan data BPS, ekspor Industri pengolahan pada dua bulan pertama tahun
ini mencapai 28,66 miliar USD atau lRp 446,93 triliun, turun 11,49 % dibanding
periode yang sama pada 2023. (Yoga)
Pekerjaan Sampingan, Kenapa Tidak?
Pekerjaan sampingan sudah barang tentu soal mencari tambahan
pendapatan. Namun, dalam banyak pengalaman, bukan itu saja. Ada aktualisasi
diri di dalamnya, termasuk kebebasan berkarya dan berekspresi. Menurut Ester
Pandiangan (37) Content writer dan penulis buku, “Beberapa tempat saya bekerja sebagai
karyawan tetap dulu kerap membatasi ide. Ditambah tekanan dari rekan kerja atau
atasan membuat saya kurang lepas dalam mengeluarkan ide. Karena itu, saya mengambil
pekerjaan sampingan dengan menulis artikel feature gaya hidup, konten di media
sosial, dan kerja proyek di lembaga nonpemerintah. Memiliki pekerjaan sampingan
itu menyenangkan sekaligus menantang. Aisha
Shaidra, Jurnalis asal Jakarta, awalnya dapat side job karena ada tawaran yang
meminta bantuan buat mengisi sesi sharing soal kepenulisan.
Karena waktunya pas lagi libur, aku oke aja. Ternyata setelah
itu dapat bayaran lumayan. Jadinya aku mulai rutin ambil beberapa side job
selama enggak melanggar etik kerjaan dan enggak mengganggu ritme kerjaan juga.
Kalau ada kerjaan sampai perlu ke luar kota, aku manfaatin jatah cuti. Dhika
Marcendy (26) penerjemah, mengambil pekerjaan sampingan yang selaras dengan
pekerjaan utama buat pendapatan tambahan sekaligus mengisi waktu luang biar
lebih produktif. “Kan sayang tuh, ada banyak waktu lumayan kosong tetapi hanya
dipakai untuk scrolling media sosial. Jumlah pendapatan dari pekerjaan
sampingan hanya separuh dari penghasilan pekerjaan utama. Jika dihitung- hitung,
hasil pekerjaan sampingannya cukup untuk menutup biaya makan setiap bulan. Jadi
kenapa tidak lakukan saja pekerjaan sampingan itu. (Yoga)
Belanja Masyarakat Saat Ramadhan Meningkat
Ekspektasi Terbentur Keterbatasan Anggaran
Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 menjadi ajang bersejarah
bagi dua tuan rumah, Aceh dan Sumut. Untuk
pertama kalinya setelah Indonesia merdeka, Aceh ditunjuk sebagai tuan rumah
PON. Sebaliknya, Sumut kembali menjadi tuan rumah setelah 71 tahun. Namun,
ekspektasi kedua provinsi menyiapkan PON edisi ke-21 tersebut terbentur
keterbatasan dukungan dana pusat. Gemuruh suara alat berat bersahut-sahutan di
antara tiang pancang bangunan. Ratusan pekerja berpacu dengan waktu.
Pembangunan Stadion Utama Sumut yang berjarak 10 km dari Bandara Internasional
Kuala Namu tersebut dikejar waktu. Untuk memastikan pembangunan selesai tepat
waktu, proses pengerjaan dipacu.
”Kami optimistis pembangunan selesai awal Agustus,” ujar
Baharuddin Siagian, Kadid Pemuda dan Olahraga Sumut, seusai acara penanaman
pohon serentak nasional di Sport Centre Sumut, Kamis (7/3). Sumut menaruh
ekspektasi besar terhadap pembangunan stadion itu. Selain dipakai lokasi
penutupan PON 2024, stadion itu menjadi lambang kebangkitan olahraga Sumut yang
pernah menjadi tuan rumah PON tahun 1953. Berdasarkan berita Kompas, 31 Maret
2023, Kementerian PUPR semula mengalokasikan anggaran Rp 1,8 triliun untuk
pembangunan Stadion Utama Sumut. Anggaran belakangan dipangkas lebih dari
setengah, menjadi Rp 587 miliar. Baharuddin menuturkan, banyak hal yang harus
disesuaikan daerah tuan rumah dalam menyiapkan PON.
Utamanya terkait anggaran pengerjaan arena pertandingan. Tuan
rumah berkejaran dengan waktu demi kesiapan seluruh arena menjelang PON yang
akan berlangsung 8-20 September. Pemprov Sumut menggelontorkan anggaran Rp 2
triliun untuk pembangunan dan renovasi arena. ”Daerah berusaha sekuat tenaga
memanfaatkan anggaran yang ada. Kami berharap negara bisa lebih dominan dalam
urusan anggaran. Daerah tetap butuh bantuan pemerintah pusat. Lagi pula PON
adalah ajang nasional,” ucap Baharuddin. Di Aceh, keterbatasan dukungan
anggaran dari pemerintah pusat memupuskan harapan memiliki stadion utama baru.
Untuk menggantikan stadion yang urung dibangun, pemerintah merenovasi Stadion
Harapan Bangsa, Banda Aceh, yang menjadi lokasi pembukaan PON, 8 September 2024.
Harapan Bangsa yang berkapasitas 45.000 orang itu selama ini
digunakan klub sepak bola Liga 2 Persiraja. Proses renovasi sudah dimulai.
Stadion ditutup sementara selama proses pengerjaan. Nyaris tidak ada arena baru
untuk di Aceh. Selain di Stadion Harapan Bangsa, renovasi dilakukan pula pada
arena-arena lainnya, antara lain gedung serbaguna, gedung pencak silat, gedung
anggar, lapangan tenis, dan lapangan sintetis. Ada pula pembangunan waduk untuk
cabang dayung di Kabupaten Aceh Besar. Kadis Pemuda dan Olahraga Aceh M Nasir Syamaun mengatakan, ada19 arena yang sedang
direnovasi serentak sejak Januari 2024. Renovasi dilakukan pemerintah pusat
melalui Kementerian PUPR. Anggaran APBN dialokasikan hampir Rp 1 triliun. Pemprov
Aceh juga berencana merenovasi 23 arena lain menggunakan Anggaran Pendapatan
Belanja Aceh (APBA). Arena-arena itu tersebar di 10 kabupaten/kota. (Yoga)
Berburu Manisnya Takjil yang Meluruhkan Sekat
Ramadhan tahun ini ada fenomena baru yang seru, yakni war
takjil lintas agama. Berburu takjil di pasar kini tak hanya dilakukan warga
Muslim yang sedang berpuasa, tetapi warga lain dari beragam agama. Fenomena ini
ternyata meluruhkan sekat suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA. Belakangan
ini, Clara (24) sering memperhatikan jam tangan atau jam dinding ruang kerjanya
di perkantoran kawasan Jakpus, pikirannya bukan soal kapan jam kerja berakhir
atau waktunya pulang. Warga Rawa Belong, Jakbar ini memikirkan jeli, puding,
dan agar-agar yang dijajakan penjual takjil. Dia tak sabar untuk membelinya dan
berbuka puasa bersama teman-teman Muslim.
”Ikut berburu takjil, tetapi tidak ikut puasa. Enggak tahu
kenapa, jajanan yang dijual saat Ramadhan lebih menarik dan menggoda,” seloroh
Clara, Minggu (17/3). Andini (27) juga merasakan hal yang sama. ”Heboh,
semangat cari takjil. Padahal, saya yang puasa anteng-anteng saja. Tapi di situ
keseruannya,” ujar Andini. Selain berburu takjil, teman-temannya yang tak
berpuasa juga antusias untuk buka puasa bersama. Mereka semangat
merekomendasikan tempat dan menu yang pas bagi semua. ”Biasanya satu kali
seminggu. Dibayari kantor, gratis. Pastinya semua senang,” kata Andini sembari
tertawa. Keriuhan berburu takjil hingga buka puasa bersama juga merambat ke
jagat maya. Warganet menyebut berburu takjil sebagai ”war takjil”. yang jadi
topik hangat, seperti di X, dulu Twitter. Utas @FashionReco,
”Berburu takjil, persaingan lintas agama-a thread-”. Utas
berisi potongan tangkapan layar tentang berburu takjil yang bernuansa candaan
atau gurauan telah dilihat 1,4 juta kali, dicuitkan 816 kali, ditandai 702
kali, dan disukai 11.000 kali. Ramadhan membawa berkah bagi semua warga, baik yang
berpuasa maupun tidak. Mereka sama-sama kecipratan rezeki, seperti Vicky Amelia
(28), warga non-Muslim yang berjualan takjil di Pasar Rawajati, Kecamatan
Pancoran, Jaksel. Di lapak berukuran 1 meter x1meter dia menjajakan kolak
pisang, biji salak, martabak, lontong sayur, dan oncom, risol, serta berbagai penganan
berbuka lainnya.
Sejak subuh, Vicky sudah berbelanja di Pasar Minggu hingga
meracik berbagai makanan mulai pukul 06.00 dibantu dua pegawai yang melaksanakan
ibadah puasa. “Biasanya pukul 15.00 sudah banyak konsumen yang datang. Kami
tidak ingin kehilangan momen,” kata Vicky. Di Pasar Rawajati juga ada puluhan
lapak nenjajakan takjil di kanan dan kiri jalan. Ratusan pembeli tumpah ruah berburu
takjil. Di tahun pertama membuka usaha jualan takjil, Vicky mendapatkan omzet
lumayan. Dalam satu hari, dia bisa mengantongi Rp 1,5 juta dengan keuntungan
bersih Rp 400.000. Erni (45), salah satu pegawai Vicky, cukup terbantu dengan
usaha ini. Dalam sehari, ia memperoleh upah Rp 100.000. Uang itu ditabung untuk
pulang kampung ke Sukabumi, Jabar, pada
Idul Fitri nanti. (Yoga)
Penganggur Berlimpah, Gen Z Gerah dengan Pameran Kemewahan
Warganet, terutama kelompok anak muda yang masuk dalam
generasi Z, merasa bahwa para pemengaruh media sosial tidak hidup di dunia yang
dihuni warga kebanyakan. Fakta ada jutaan penganggur di antara mereka membuat
generasi Z lelah dan gerah dengan pameran itu. Produsen perlu menimbang ulang
strategi pemasaran mereka. Apalagi, ada gerakan de-influencing. Dalam laporan
Yahoo News pada Sabtu (16/3) 53 % generasi Z kini memilih mengonsumsi sesuatu
berdasarkan rekomendasi orang biasa. Adapun 43 % generasi Z atau gen Z
menganggap kekuatan pemengaruh (influencer) sudah berkurang pada mereka. ”Dulu
saya suka mereka. Lalu, saya sadar betapa tidak realistisnya setiap hari hanya
ke pusat kebugaran atau membeli berbagai hal mahal. Saya sadar, kebanyakan
orang di sekitar saya kesulitan untuk hidup sederhana sekalipun,” kata Emma (16)
kepada majalah Vogue.
Majalah gaya hidup itu melaporkan, pada 2022, sebanyak 28 %
pengguna Tiktok membeli karena terpengaruh para pemilik akun besar di pelantar
itu. Sekarang, semakin sedikit orang membeli barang-barang yang dipromosikan
para pemenga ruh itu. Intinya, orang-orang merasa diperas agar para pemengaruh itu
bisa hidup mewah. Para pemengaruh mempromosikan barang-barang mahal. Padahal, orang-orang
sedang kesulitan, antara lain akibat inflasi tinggi di AS dan sejumlah negara. Kemarahan
itu diungkap saat puluhan juta orang di AS kesulitan akibat lonjakan inflasi. Mengacu
pada data Organisasi Buruh Internasional (ILO), sebanyak 5,3 % angkatan kerja
global 2024 menganggur. Di China, setidaknya 13 juta generasi muda jadi
penganggur. Sebagian amat frustrasi karena tidak kunjung diterima kerja meski
sudah mengirimkan ratusan lamaran. Di sejumlah negara lain, fenomena itu juga terjadi.
Fakta itu membuat cara pemasaran dengan
memanfaatkan pemengaruh menjadi tidak relevan.
Para pemengaruh menyajikan gaya hidup mewah. Sementara itu,
kebanyakan pengguna media sosial hidup susah payah. Kemarahan orang-orang tidak
hanya ditunjukkan lewat komentar di unggahan pada pemengaruh. Sebagian juga membuat
unggahan yang mengajak orang berpikir ulang sebelum membeli aneka hal yang
dipromosikan pemengaruh. Fenomena itu dikenal sebagai de-influencing. Analis
media sosial pada Ruby Media Group, Kris Ruby, menyebut fenomena itu memberi
pendapat tandingan atas aneka promosi dan dukungan di media sosial. Pada
dasarnya gerakan ini mencoba mengingatkan konsumen untuk tidak membeli produk
tertentu hanya karena dipromosikan oleh pemengaruh. Padahal, produk itu dinilai
kurang berguna atau nilainya tidak sepadan dengan harga yang dibayarkan. Tren
ini mendorong konsumen untuk mempertimbangkan apakah mereka membutuhkan produk
itu sebelum membelinya. (Yoga)
Tantangan Rendah Emisi Batubara
Industri Batubara menghadapi tantangan cukup
berat, yakni adanya tuntutan global terhadap penggunaan energi bersih, termasuk
dari pendanaan asing. Karenanya, Indonesia harus mampu mengoptimalkan potensi
batubara yang jumlahnya masih berlimpah, dengan penerapan teknologi serta
kaidah kegiatan pertambangan yang baik (good mining practices) sehingga
pemanfaatan batubara bisa bersanding dengan energi terbarukan lainnya.
Analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipta dan
Reggie Parengkuan dalam risetnya mengatakan, dana asing umumnya tidak
berinvestasi pada perusahaan batubara karena pertimbangan ESG. “Jika lebih
detail lagi, sebagian besar dana asing khususnya yang terafiliasi dengan
Eropa/AS, dibatasi membeli nama-nama yang berhubungan dengan batubara. Dan
beberapa dana asing lebih fleksibel dengan kemajuan perusahaan menuju
diversivikasi ESG,” ujar Ryan. (Yetede)
Perputaran Uang Wisata Halal Berpotensi Naik 25 %
Perputaran uang dari pariwisata halal Indonesia
berpotensi meningkat 25 % tahun ini. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi
yang membaik pasca pandemi Covid-19. Menparekraf Sandiaga Uno menerangkan,
Indonesia merupakan destinasi wisata halal yang sangat diminati dunia. Apalagi
Indonesia telah berhasil mendapatkan predikat Top Muslim Friendly Destination
of The Year 2023 dalam Mastercard Crescent Rating Global Muslim Travel Index
(GMTI) di tahun 2023.
“Ini meningkat luar biasa, signifikan. Kami
memetakan ada potensi peningktan sampai 25 % tahun ini. Sejalan dengan
berakhirnya Covid di tahun 2023 lalu. Peningkatan ini kita pantau ada pada
konsumsi rumah tangga yang bertumbuh dengan sehat,” kata dia, Minggu (17/3). (Yetede)
Impor Jagung Pakan Dihentikan
Pemerintah menghentikan impor jagung pakan guna
mencegah anjloknya harga komoditas itu di tingkat petani seiring masuknya masa
panen raya. Hal itu juga agar penyerapan jagung dalam negeri oleh Perum Bulog,
produsen pakan ternak dan para pemangku kepentingan (stake holder) demi
membantu menjaga stabilitas harga di petani berjalan optimal.
Rerata nasional harga jagung di tingkat
peternak pada 17 Maret 2024 mencapai Rp 8.140 per kg, lebih rendah dari 10
Maret 2024 di Rp 8.360 per kg. Kepala Bapanas/NFA Arief Prasetyo Adi
menegaskan, sebelum panen raya jagung yang puncaknya diperkirakan April 2024,
importasi saat ini telah distop untuk menjaga harga di petani tidak jatuh, juga
untuk memastikan penyerapan jagung produksi dalam negeri dapat berjalan
optimal. (Yetede)
Chandra Asri Spin Off Lini Bisnis Infrastruktur
Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berencana
memisahkan (spin off) unit usaha di bisnis infrastruktur, yaitu pelabuhan,
dermaga (jetty) dan fasilitas penyimpanan kepada anak usahanya yang bergerak di
bidang pengangkutan dan pergudangan, PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPAT).
GM of Legal & Corporate Secretary TPIA Erri
Dewi Riani menyebutkan, spin off unit-unit usaha ini akan memiliki empat
manfaat. Pertama, optimalisasi pengelolaan asset; kedua, akselerasi dan
diversifikasi pengembangan usaha; ketiga, potensi kerjasama strategis dan
sinergis; dan keempat, menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. (Yetede)









