;

Kolaborasi Tak Haram di Otomotif

Ekonomi Yoga 18 Mar 2024 Kompas
Kolaborasi Tak Haram di Otomotif

Honda dan Nissan telah mengumumkan kemitraan strategis untuk mengembangkan kendaraan listrik. Kolaborasi dipicu oleh persaingan sengit industri otomotif yang memang keras dan kolaborasi memang tidak diharamkan dalam industri otomotif. Pemimpin pasar pun hadir silih berganti. Tesla, misalnya, baru ikut bertarung pada era 2000-an, tetapi telah mencatatkan diri sebagai perusahaan otomotif dengan kapitalisasi terbesar di dunia. Lahir pada era yang sama, BYD, perusahaan otomotif asal China, baru-baru ini dinobatkan sebagai ”pembunuh” Tesla dengan teknologi yang tak kalah canggihnya, dengan harga lebih bersahabat. Tesla dan BYD adalah dua nama besar yang kini telah singgah di hati pengguna dan penggila otomotif. Seiring bermunculannya mobil listrik terkini, kita makin mengenal pendatang-pendatang baru mulai dari Wuling, Great Wall Motors, Nio, Xpeng, Geely, hingga kelak Xiaomi.

Kendaraan asal pabrikan baru itu, terutama dari China, makin hari makin mengisi garasi rumah-rumah warga. Bahkan, di Eropa, jalan protokol tidak lagi hanya dilintasi oleh Mercedes-Benz, BMW, VW, Audi, atau Fiat.Demikian juga di Asia. Toyota, Honda, Suzuki, Daihatsu, mulai tergantikan dengan kendaraan-kendaraan asal China. Tidak ingin tergusur begitu saja, Honda dan Nissan memutuskan bersinergi membangun kendaraan listrik. Kedua pabrikan ini menyadari membangun mobil listrik tidak dapat dikerjakan dalam semalam. Percepatan harus dilakukan. Membangun kendaraan listrik harus disertai pembuatan perangkat-perangkat lunak.  Kolaborasi tidak hanya soal modal, tetapi terkait pengalaman, visi, bahkan hingga gairah, passion. Gairah dari seorang Carroll Shelby hingga Elon Musk, misalnya, mampu menggerakkan industri otomotif dunia. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :