;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Jangan Sampai Diskon Lolos Sehabis Mencoblos

28 Nov 2024

Sedari pagi sebagian warga Jakarta sudah bergegas menuju tempat pemungutan suara atau TPS. Tak hanya ingin segera mencoblos jagoannya, tetapi juga ingin mendapatkan aneka diskon tinta ungu. Sejak pukul 09.45, Imelda Cahya (24) sudah di depan Mal Grand Indonesia, Jakpus, Rabu (27/11). Padahal, khusus pada hari pemungutan suara Pilkada 2024, pusat perbelanjaan itu baru buka pukul 11.00. ”Saya tidak tahu kalau GI (Grand Indonesia) baru buka pukul 11.00. Saya kira seperti biasa, pukul 10.00,” kata Imelda. Ia sengaja datang ke GI lebih cepat untuk berburu diskon makanan hingga baju. Cukup dengan menunjukkan jari kelingking bertinta ungu, pada hari pencoblosan, warga bisa menikmati beragam promo potongan harga hingga 50 % melalui program Klingking Fun: Pesta Diskon Anti Golput 2024.

Imelda pergi ke GI bersama adik dan kedua orangtuanya. Ia mengaku telah menunaikan hak pilih pukul 08.00 sehingga bisa ke GI lebih cepat. ”Mumpung hari ini semuanya lagi libur, kami sekeluarga memang berencana menghabiskan hari ini dengan jalan-jalan. Hari ini juga adik sedang pulang ke Jakarta karena biasanya kuliah di Semarang,” ucapnya. Banyak promo yang Imelda incar di GI, terutama paket hemat sekeluarga. Ia berencana mengunjungi gerai Kintan Buffet terlebih dahulu demi mendapatkan promo all you can eat karena belum sempat sarapan. Khusus momen pilkada, ada promo Payday Special Beli 2 Gratis 2 untuk orangtua di Kintan Buffet, berlaku pada 25-29 November 2024. Imelda juga berencana membungkus beberapa roti di Mako sebagai bekal di perjalanan karena ada promo serba Rp 11.000 untuk varian roti abon. Selain itu, ada promo untuk sliced cake atau dengan harga mulai Rp 16.000 saja.

”Setelah dari GI, kami sekeluarga akan menuju ke Sea World Ancol untuk liburan sehari,” lanjut Imelda. Sea World Ancol memberi diskon dari harga Rp 175.000 menjadi Rp 105.000 per orang di hari pilkada. Seluruh promo Pilkada 2024 hanya berlaku melalui pembelian tiket offline di loket unit rekreasi dengan syarat menunjukkan jari bertinta sebagai tanda sudah mencoblos. Satu jari tinta pilkada berlaku untuk satu tiket promo. Riri Junarsih (34) tak mau ketinggalan mencicipi promo menarik saat pilkada. Warga Jaksel ini pergi ke KidZania bersama anak, keponakan, saudara, dan suaminya. KidZania menawarkan potongan harga 30 % khusus di Jakarta pada pukul 10.00-19.00. Promo KidZania Jakarta berlaku untuk tiket kategori anak atau dewasa dengan maksimal pembelian empat tiket per transaksi, khusus pembelian di tempat di hari pencoblosan.

Aneka diskon, seperti Klingking Fun: Pesta Diskon Anti Golput 2024, bertujuan ganda. Menyemarakkan pilkada agar riang gembira, menekan angka golput, sekaligus menggerakkan roda perekonomian. Kota Kasablanka di Jaksel, sebagai salah satu pusat perbelanjaan yang menawarkan program Klingking Fun: Pesta Diskon Anti Golput 2024, misalnya, memberikan voucer belanja bagi warga yang telah menggunakan hak pilih. Mereka hanya perlu menunjukkan bukti jari bertinta ungu untuk mendapatkan voucer Rp 100.000 dan penawaran menarik lainnya. Panitia Klingking Fun: Pesta Diskon Anti Golput 2024, Fetty Kwartati, menuturkan, pesta diskon ini berlangsung pada pilpres dan pileg, Februari lalu. Hasilnya cukup sukses sehingga kembali dilangsungkan pada pilkada ini. (Yoga)


Guru Berhak Memperoleh Penghasilan di Atas Kebutuhan Hidup Minimum dan Jaminan Kesejahteraan Sosial

28 Nov 2024

Dalam Pasal 14 UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen disebutkan, guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. Meski pasal yang menjamin kesejahteraan minimum guru ini telah berkarat selama 20 tahun, angin surga telah bertiup dalam riuh kampanye Pilpres 2024 lalu. Ketika itu, pasangan Prabowo-Gibran menyatakan akan mewujudkan upah minimum guru non-ASN, yang menyejukkan hati para guru honorer yang bekerja di sekolah negeri dan swasta, guru pendidikan anak usia dini (PAUD), juga madrasah negeri dan swasta. Guru-guru yang malang ini, masih digaji di bawah minimum. Berkisar Rp 300.000 hingga Rp 1,5 juta. Rerata mereka menjadi fakir seleksi guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sejak 2021-2024.

Terlempar dalam skema birokrasi dari P1 sampai P4 tidak berkesudahan. Kadang belum cukup persyaratan, terjebak aturan birokrasi, terhenti karier tanpa jawaban. Melalui alur seleksi yang berliku-liku, tanpa tahu kapan akan benar-benar diselamatkan dari jurang ketidaksejahteraan.  Kejutan datang, jelang Hari Guru, 25 November, pernyataan Mendikdasmen serta wakilnya yang baru, yakni soal tambahan gaji hanya untuk guru bersertifikasi, justru menyakiti guru dengan gaji tidak layak dan belum bersertifikasi (Kompas.com, 31/10/2024). Padahal, mereka belum disertifikasi bukan karena tidak berhasil dalam ujian, tetapi karena sertifikasi tidak pernah dilakukan untuk semua guru. Kuotanya selalu terbatas. Akhirnya, guru dengan gaji tak layak dan belum bersertifikasi semakin tidak sejahtera. Mekanisme kesejahteraan guru melalui sertifikasi bukan jawaban.

Di Bandung, seorang guru honorer yang digaji di bawah upah minimum berhasil lolos menjadi guru penggerak. Namun, kesejahteraan tetap tak berubah, sementara beban biaya pelatihan membengkak. Berdasarkan data anggaran guru penggerak, setiap satu guru penggerak menghabiskan biaya Rp 19 juta-Rp 20 juta untuk pelatihan, dengan total anggaran Rp 3 triliun. Sementara gaji mereka masih tetap tak layak. Tuntutan menuntaskan janji upah minimum untuk semua guru non-ASN sebenarnya bukan untuk mengingatkan negara agar memanusiakan guru, melainkan mengingatkan negara bahwa guru adalah manusia. Jika standar kelayakan hidup guru di Indonesia terlalu rendah, maka guru bisa menggunakan dalil bahwa mereka adalah manusia.

Itu pun jika masih dianggap manusia dalam penganggaran pendidikan. Pemerintah perlu sadar bahwa kesejahteraan guru adalah conditio sine qua non (syarat mutlak) kualitas guru. Guru berkualitas bukan hanya harus terpenuhi kebutuhan minimumnya. Bahkan, jika Kemenkeu mengizinkan, gaji guru berkualitas di Indonesia seharusnya bisa menyusul gaji guru di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Menurut IDEAS, rata-rata gaji guru di Indonesia di bawah Rp 2 juta per bulan (2024). Sementara menurut Katadata, gaji guru terendah di Asia Tenggara selain Indonesia Rp 5,5 juta-Rp 11,2 juta (2023). Gagasan upah minimum guru merupakan universal basic income, yang menurut Rutger Bregman adalah utopia realistis (Bregman, 2017) ketimbang membangun dunia yang utopis, di mana seolah pendidikan berkualitas bisa diwujudkan tanpa memenuhi kesejahteraan guru. (Yoga)


Kementan Membatalkan Kontrak Empat Perusahaan yang Memproduksi Pupuk Palsu Rp 18,7 miliar

28 Nov 2024

Kementan membatalkan kontrak empat perusahaan yang terbukti memproduksi pupuk palsu senilai total Rp 18,7 miliar. Kementan juga mencabut izin edar empat perusahaan yang menjual pupuk di bawah standar mutu. Mentan, Andi Amran Sulaiman, Rabu (27/11) mengatakan, empat perusahaan produsen pupuk palsu telah dimasukkan dalam daftar hitam. Keempat perusahaan itu adalah CV Mitra Sejahtera (MS), Koperasi Produksi Pesantren Nusantara (KPPN), PT Inti Cipta Sejati(ICS), dan PT Putera Raya Abadi (PRA). Kementan juga membatalkan kontrak dengan keempat perusahaan itu dan tak membayarkan uang pengadaan pupuk senilai total Rp 18,7 miliar. Dari jumlah itu, kontrak dengan CV MS senilai Rp 1,9 miliar, KPPN Rp 6 miliar, PT ICS Rp 3,3 miliar, dan PT PRA Rp 7,5 miliar.

Menurut Amran, Kementan juga mencabut izin edar empat perusahaan yang terbukti menjual pupuk di bawah standar mutu, yakni CV Mitra Sejahtera, CV Barokah Prima Tani, PT Multi Alam Raya Sejahtera, dan PT Putra Raya Abadi. Merek pupuk yang diedarkan keempat perusahaan tersebut secara berurutan adalah Sangkar Madu, Godhong Prima, MARS, dan Gading Mas. ”Keputusan tegas ini diambil setelah hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa mutu pupuk yang diproduksi jauh di bawah Standar Nasional Indonesia (SNI) dan tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan. Bahkan, ditemukan indikasi manipulasi dokumen uji mutu pupuk,” kata Amran melalui siaran pers di Jakarta. (Yoga)


Nestapa Akibat Rusaknya Hutan di Tanah Karo

28 Nov 2024

Erwin Surbakti (30) tak kuasa menahan tangis ketika jenazah istri, dua anak, dan ibunya ditemukan di bawah timbunan longsor di Kabupaten Karo, Sumut. Hampir semua anggota keluarganya meninggal. Rumah sekaligus tempat usaha penginapan milik keluarganya juga hancur terbawa longsor. Erwin belum bisa melupakan malam kelam ketika longsor mengempas rumahnya, Sabtu (23/11) pukul 19.00. Ketika itu, dia bersama anggota keluarganya berada di rumah sekaligus tempat penginapan di kawasan wisata air panas di dekat kaki Gunung Sibayak. Rumah Erwin berada persis di bawah bukit terjal setinggi 100 m. Dia mendengar suara gemuruh ketika bukit di atas rumahnya longsor. Erwin bersama adik kandungnya, Rio Surbakti (26), dan seorang wisatawan yang sedang berada di penginapan itu melompat dari lantai dua.

Rumah roboh lalu tertimbun material longsor. Bencana longsor di Karo merenggut total 10 korban jiwa. Selain tujuh orang dalam satu keluarga, tanah longsor itu juga menyebabkan tiga wisatawan meninggal. Kepala BPBD Kabupaten Karo, Juspri Nadeak mengatakan, saat ini pihaknya berfokus melakukan penanggulangan bencana. Semua korban longsor di Karo telah ditemukan, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut Rianda Purba mengatakan, bencana ekologis yang terjadi di Karo harus menjadi evaluasi untuk menghentikan kerusakan lingkungan demi mencegah amuk alam yang lebih parah.

Selain di Karo, banjir bandang dan longsor juga merenggut nyawa warga di Kabupaten Deli Serdang, Padang Lawas, dan Tapanuli Selatan. Rianda menyebut, sudah sejak lama terjadi pembalakan dan alih fungsi lahan di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan. Hutan konservasi itu adalah hulu sejumlah sungai yang mengaliri Kabupaten Karo  dan Deli Serdang, dua dari empat kabupaten yang terdampak banjir dan longsor pada Sabtu, 23 November 2024. Walhi Sumut meminta agar pemerintah melihat bencana itu sebagai alarm untuk menyelamatkan lingkungan dalam jangka panjang. Penebangan hutan secara ilegal harus dihentikan. Hutan-hutan yang sudah rusak juga harus diselamatkan. Jika tidak, bencana banjir bandang dan longsor akan terus terjadi. (Yoga)


Maria Fatima Menemani Anak Pemulung Palangka Raya Belajar

28 Nov 2024

Diantara gunungan sampah, anak-anak pemulung di Kota Palangka Raya, Kalteng, menyempatkan diri belajar mengenal huruf dan menulis. Keberadaan Suster Maria Fatima melayani dan menjadi teman belajar mereka. Disdukcapil Kota Palangka Raya, Senin (11/11) ramai didatangi warga. Di antara lembab dan panas udara siang itu, ada Sr MariaFatima di tengah mereka. Siang itu, Maria sedang mengurus KTP, KK dan akta kelahiran anak-anak pemulung di Kilometer 14, Kota Palangka Raya. Lokasi itu adalah tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. ”Saya akan sering datang ke tempat ini karena banyak syarat administrasi yang belum mereka punya,” kata Maria. Akta kelahiran menjadi salah satu hal penting yang langka dimiliki anak pemulung di Kilometer 14. Orangtua anak-anak tersebut menganggapnya bukan hal penting. Padahal, akta kelahiran adalah kunci dari segala layanan dasar anak.

”Beberapa anak yang saya dampingi sulit masuk sekolah karena tidak punya akta lahir,” katanya.Maria adalah sosok penting bagi dunia pendidikan anak pemulung di Kilometer 14. Jasanya besar. Dia memberikan cinta lewat berbagai ilmu baru bagi anak-anak itu. ”Pendidikan itu hak mereka. Tanggung jawab banyak pihak untuk melayani hak anak itu,” kata Maria. Pertemuan intens Maria dengan anak-anak itu sudah berjalan dua tahun Awalnya, dia bertemu anak-anak yang ikut memulung bersama orangtuanya. Sebagian dari mereka lama putus sekolah. Meski sudah berumur setara siswa SMP, banyak di antara mereka belum bisa membaca. Maria berinisiatif mengajak mereka belajar kelompok di rumah salah satu warga di sekitar gunungan sampah. Namun, mereka segan bergabung. ”Sebagian besar putus belajar saat pandemi Covid-19. Mereka tidak punya telepon pintar untuk ikut pertemuan daring,” katanya.

Maria membentuk Kelompok Belajar TPA Kilometer 14 pada 2022. Anggota pertamanya hanya lima anak. Semua anak-anak pemulung di TPA Kilometer 14. Bukan perkara mudah mengelola kelompok belajar itu. Mereka beberapa kali pindah. Pada 2024, anak-anak itu masih menumpang di salah satu gedung pengelola TPA Kilometer 14, tapi, meski jauh dari ideal, anak-anak tetap datang. Sebagian masih membawa plastik yang baru dipungut. Mereka suka belajar di sana karena materi baca dan belajar disampaikan dengan permainan. Riki (16) adalah salah satu anak pemulung yang pernah bersekolah di Katingan, lalu pindah ke Palangka Raya lantaran orangtuanya bekerja di pembuangan sampah. Ia enggan ke sekolah lantaran takut dirundung teman kelasnya seperti yang ia alami di Katingan. Maria meyakinkan orangtuanya agar Riki mau kembali ke sekolah atau minimal ikut kelompok belajar binaannya.

Lambat laun Riki mau bergabung dengan Maria. ”Senang (bergabung dengan kelompok belajar), tetapi kalau sekolah enggak tahulah, lihat saja nanti,” kata Riki. Menurut Maria, Riki salah satu anak yang cerdas, tetapi ia butuh banyak dorongan untuk mau kembali ke bangku sekolah. Kini,tercatat ada 42 anak yang belajar bersama. Sebagian besar masih bersekolah. Enam di antaranya putus sekolah karena pernah dirundung lantaran hanya anak pemulung. Ada yang tidak percaya diri bisa mengikuti pembelajaran di kelas. Namun, hampir semua beralasan tidak punya biaya. Maria berupaya memberikan bantuan agar mereka bisa kembali bersekolah. ”Akan ada banyak hal baik yang bisa dilakukan anak-anak itu jika mereka diberi kesempatan sekolah, bermain, dan bersosialisasi dengan teman sebaya ketimbang mencari uang memungut sampah,” katanya. (Yoga)


Tiga Krisis Planet Akibat Plastik

28 Nov 2024

Plastik dikenal sebagai material praktis dan murah. Karena itu, plastik menggeser beragam pembungkus dan wadah alami. Masalahnya, biaya membersihkan polusi dari produksi plastik atau biaya mengelola kemasan saat kita membuangnya ke lingkungan tak pernah dihitung. Belum lagi tagihan medis bertambah akibat ancaman kesehatan manusia terkait plastik. Jangan lupakan biaya kerusakan pada kehidupan darat dan laut beserta seluruh ekosistem akibat polusi plastik juga sangat besar. Dari 25 November hingga 1 Desember 2024, perwakilan dari 175 negara, termasuk Indonesia, berkumpul di Busan, Korsel, untuk putaran kelima Intergovernmental Negotiating Committee (INC-5) tentang Perjanjian Plastik di Busan. Isu paling diperdebatkan adalah apakah perjanjian ini akan mencakup target yang mengikat untuk mengurangi produksi plastik atau tidak.

Meski konsensus ilmiah menyatakan pemotongan produksi plastik penting untuk mengatasi ancaman lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkannya, beberapa negara yang mengedepankan industri petrokimia dan kimia, khawatir dampak negatif pada ekonomi mereka. Akibatnya, perundingan terbelah jadi dua kepentingan besar. Sekelompok negara, yang terdiri dari 67 negara dan dipimpin Norwegia dan Rwanda membentuk Koalisi Ambisi Tinggi Mengakhiri Polusi Plastik, menyatakan ingin membatasi jumlah total plastik di Bumi dengan mengendalikan produksi, konsumsi, dan pembuangan plastik. Kelompok berseberangan, produsen petrokimia dan kimia digalang Arab Saudi, Rusia, dan India, menolak pembatasan ini dan mendorong tata kelola di hilir , termasuk daur ulang. Di tengah pembelahan ini, posisi Indonesia cenderung abstain.

”Pembatasan produksi plastik mengganggu produksi minyak dan gas. Plastik tersusun dari karbon dan kimia dengan bahan baku utama energi fosil,” kata Yuyun Ismawati, Ketua Bersama the International Pollutants Elimination Network (IPEN) di Busan, Selasa (26/11). Pusat Penelitian Lingkungan Helmholtz (UFZ) menganalisis dampak plastik pada tiga krisis planet, yakni perubahan iklim, hilangnya keragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. PBB mengenalkan istilah ”tiga krisis planet” menggambarkan krisis global saling terkait, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Istilah ini untuk menyoroti saling ketergantungan dan dampak krisis ini pada ekosistem, masyarakat, dan ekonomi. Polusi mikroplastik di Indonesia amat parah. Tanpa upaya progresif, dampak buruk plastik yang ditanggung generasi mendatang amat besar. (Yoga)


Mekanisme Guna Memperkuat Perlindungan Guru

28 Nov 2024

Aturan hukum yang ada ternyata tak cukup melindungi guru dalam menjalankan tugas profesinya. Perlu mekanisme guna memperkuat perlindungan guru. Kasus Supriyani, guru honorer yang dituduh memukul anak polisi, membuka mata kita bahwa guru sangat rentan mengalami kekerasan hingga kriminalisasi karena tugas profesinya. UU Sistem Pendidikan Nasional, UU Guru dan Dosen, serta PP tentang Guru yang sejatinya telah melindungi guru dan enjadi kewajiban pemerintah, masyarakat, organisasi profesi, dan satuan pendidikan, ternyata belum cukup melindungi. Kekerasan hingga kriminalisasi terhadap guru tetap terjadi. Bahkan, ada guru yang dipidana meski yurisprudensi MA menyatakan bahwa guru tak bisa dipidana saat menjalankan profesinya dan melakukan tindakan pendisiplinan terhadap muridnya.

Selain itu, tidak semua guru mendapat bantuan ketika menghadapi ancaman pidana. Vonis bebas Supriyani oleh majelis hakim PN Adoolo (Kompas, 26/11/2024) menunjukkan bahwa guru membutuhkan bantuan dan dukungan untuk mendapatkan keadilan. Vonis bebas Supriyani menjadi momentum untuk menyusun mekanisme baru guna memperkuat perlindungan guru dalam menjalankan tugas profesinya. Tak dimungkiri, ada guru yang melampaui batas sehingga berujung pada kekerasan terhadap siswa. Karena itu, pemangku kepentingan pendidikan terkait perlu bersama-sama menyusun pedoman yang berisi bentuk-bentuk pendisiplinan siswa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama DPR merevisi UU Sisdiknas serta UU Guru dan Dosen agar menciptakan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua warga sekolah patut diapresiasi. (Yoga)


Gagal Mencoblosnya Ribuan Korban Bencana

28 Nov 2024

Ribuan korban bencana alam di sejumlah daerah gagal mencoblos pada hari pemungutan suara Pilkada 2024, Rabu (27/11). KPU memutuskan untuk menggelar pemungutan suara susulan dan lanjutan di sejumlah daerah terdampak bencana tersebut. Pemilih yang gagal menggunakan hak pilihnya ditemukan di Kabupaten Flores Timur, NTT. Sekitar 600 penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang memiliki hak pilih batal mencoblos karena kesulitan mengakses tempat pemungutan suara (TPS). ”Dari total daftar pemilih tetap 1.119 orang, yang memilih tidak sampai setengahnya,” ujar Kades Pululera, Paulus Tukan, Rabu. KPU NTT memutuskan untuk tidak mendirikan TPS di Pululera dengan alasan desa itu terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Karena itu, 1.119 warga Pululera yang terdaftar sebagai pemilih Pilkada 2024 diarahkan untuk menyalurkan hak pilih mereka di TPS desa terdekat, yakni Nileknoheng. Paulus menjelaskan,tidak semua pemilih dari Pululera bisa ke TPS di Nileknoheng karena tak memiliki kendaraan. Jarak Pululera ke Nileknoheng, 3 kilometer dengan kondisi jalan menanjak. Padahal, banyak pemilih termasuk kelompok lanjut usia dan ada yang sakit-sakitan. ”Ada juga yang jalan kaki ke sana (TPS). Mereka dating membawa undangan memilih. Namun, setelah tiba di sana, mereka diminta menunjukkan KTP. Banyak yang KTP-nya tercecer saat mengungsi. Mereka akhirnya tidak bisa memilih,” tuturnya.

Ketua KPU NTT Jemris Fointuna menjelaskan, sebenarnya pemda dan KPU sudah menyiapkan kendaraan untuk mengangkut para pemilih. Namun, kehadiran mobil bantuan itu tidak dikoordinasikan dengan pemerintah desa terlebih dahulu sehingga banyak masyarakat tidak tahu. Sebelum mobil datang, sebagian masyarakat sudah jalan kaki ke TPS di Desa Nileknoheng dan sebagian lagi batal ke sana. Demi menjamin hak pilih para penyintas bencana, KPU NTT merelokasi sejumlah TPS. Sedikitnya 22 TPS didirikan di tujuh pos pengungsian. Sebanyak 4.145 penyintas akan menyalurkan hak pilih mereka di tempat itu. (Yoga)


Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Menetapkan 28 Tersangka Beking Judol yang Melibatkan Pegawai Kementerian Komdigi

28 Nov 2024
Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya menetapkan 28 tersangka beking judi online yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Polisi berencana menggunakan aturan tentang tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk menjerat kaki tangan bandar judi online yang masih berkeliaran. Aturan ini juga bisa digunakan untuk menyita aset-aset bandar judi tersebut. “Karena itu, kami selalu bekerja sama dengan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), OJK (Otoritas Jasa Keuangan), serta perbankan,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Wahyu Widada kepada Antara, pekan lalu. “Karena yang tahu alirannya itu PPATK.”  

Perampasan aset bandar judi oleh negara dinilai penting untuk memulihkan kerugian akibat aktivitas perjudian. Aset rampasan itu nanti bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa. “Pemanfaatannya sudah tentu harus sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan,” ujar anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Sukamta.   Sejumlah tersangka dan barang bukti ditampilkan dalam konferensi pers pengungkapan kasus judi online yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, 25 November 2024. TEMPO/Ilham Balindra Berdasarkan aturan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), khususnya Pasal 426 dan Pasal 427, perjudian masuk kategori tindak pidana. Pelaku dapat dikenai hukuman pidana dan denda, serta hasil dari perjudian dapat disita sebagai barang bukti dan dirampas untuk negara.

Sukamta menyebutkan aturan dalam KUHP itu diperkuat oleh Pasal 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Kemudian dalam Pasal 7 undang-undang tersebut dinyatakan bahwa negara berhak menyita aset yang terbukti diperoleh dari hasil tindak pidana. "Intinya, aset yang disita dari aktivitas ilegal dan kejahatan ini harus dikelola dengan baik oleh negara serta dialokasikan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara," ucapnya. Misalnya, kata Sukamta, uang sitaan bisa digunakan untuk menutup defisit anggaran atau kerugian lain yang disebabkan oleh kejahatan tersebut. "Aset yang disita, baik dalam bentuk uang, properti, maupun kendaraan, dapat dialokasikan untuk program-program publik,” tuturnya. “Jika aset tersebut digunakan untuk membangun fasilitas umum, tentu dampaknya akan sangat positif bagi masyarakat." (Yetede)

Imbas Regulasi Upah Minimum Buruh yang Berubah-ubah

28 Nov 2024
MENJELANG pergantian tahun, penghitungan upah minimum provinsi (UMP) untuk 2025 belum rampung. Pemerintah masih berkutat mencari formula baru setelah mengumumkan tak akan menjadikan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan sebagai acuan. Keputusan tersebut diambil lantaran Mahkamah Konstitusi membatalkan 21 pasal dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Satu di antara pasal yang dibatalkan itu adalah ketentuan UMP. Dalam putusannya, MK juga mengharuskan pemerintah menyesuaikan regulasi upah minimum ini, antara lain dengan menambahkan komponen hidup layak dalam penghitungan upah. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta Kamdani kecewa melihat regulasi pengupahan yang terus berganti. Dalam kurun waktu 10 tahun, aturan pengupahan berubah empat kali. "Ini menimbulkan ketidakpastian buat kami," ujarnya dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 26 November 2024.

Pada 2015, aturan pengupahan disusun dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. Di dalamnya diatur upah sektoral dan penjelasan formula upah yang mempertimbangkan kebutuhan hidup layak atau standar kebutuhan seorang pekerja lajang untuk dapat hidup layak secara fisik dalam satu bulan. Adapun pada 2021 terbit Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Aturan ini menghapus upah sektoral dan hanya mengatur upah minimum provinsi, kabupaten, atau kota.  Dua tahun kemudian, aturan pengupahan berubah dengan munculnya Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023.

Berbeda dengan aturan sebelumnya, PP Nomor 51 Tahun 2023 memunculkan indeks tertentu yang besarannya berada di angka 0,1-0,3. Indeks tersebut dikalikan dengan pertumbuhan ekonomi dan hasilnya ditambahkan dengan inflasi untuk mendapatkan kenaikan upah minimum dalam suatu periode.  Sementara itu, putusan MK mengamanatkan penetapan upah minimum harus mengikuti prinsip kebutuhan hidup layak. Karena itu, pemerintah bakal menerbitkan aturan baru untuk penghitungan upah minimum. Pemerintah menargetkan rumusan UMP selesai pada akhir November atau Desember 2024.  Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam menjelaskan, kepastian hukum soal pengupahan sangat mempengaruhi kelanjutan bisnis. Tanpa aturan yang jelas, mereka kesulitan mengkalkulasi biaya hingga keuntungan usaha. (Yetede)