Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )BPJS Kesehatan Investigasi Peretasan 279 Juta Data Peserta
Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengakui ada kemiripan antara sampel data 279 juta penduduk yang bocor dengan data peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun demikian, investigasi lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan peretasan data berasal dari data BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan menyiapkan surat permohonan perlindungan hukum dan melaporkan ke Bareskrim Polri, serta membuat surat Kemkominfo. Kemudian melakukan koordinasi dengan Kemenko Polhukam yang dihadiri BSSN, BPJS Ketenagakerjaan, dan Badan Intelijen Negara (BIN). Lalu BPJS Kesehatan juga berkoordinasi dengan DJSN, Dewan Pengawas, Kemenkes, Kemenkeu, Kemkominfo, dan BSSN.
BPJS Kesehatan juga melakukan preventive action untuk penguatan sistem TI terhadap potensi gangguan keamanan data, antara lain meningkatkan proteksi dan keamanan sistem. Manajemen BPJS Kesehatan sudah mempersiapkan surat pemberitahuan dugaan adanya peretasan kepada OJK. Kemudian memastikan bahwa operasional BPJS Kesehatan dan pelayanan kepada peserta tidak terganggu, dan terus bisa melayani dengan baik. TImbulnya risiko reputasi pelaksanaan JKN. Hal itu bakal kontra produktif jika dihadapkan dengan keinginan pemerintah untuk semakin memantapkan peran jaminan nasional sebagai bagian dari pembangunan kesehatan secara nasional.
(Oleh - IDS)
Layanan Streaming Video, Pertumbuhan Pengguna Melambat
JAKARTA — Jumlah penonton platform video streaming sesuai permintaan atau SVoD mulai kembali normal setelah sempat melonjak saat pandemi Covid-19. Aktivitas masyarakat yang berangsur normal menjadi penyebabnya.Ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo) Handito Joewono mengatakan keadaan pelanggan saat ini sudah mengalami saturasi sesuai dengan pertumbuhan jaringan optik dan merenggangnya kebijakan bekerja dari rumah. Bahkan, kegiatan di luar rumah sudah kembali normal.Menurutnya, setiap pemain sebaiknya melakukan kerja sama lebih intens tidak hanya dengan operator telekomunikasi, melainkan juga dengan operator optik agar penjualannya menjadi bagian paket langganan.“Performa mereka untuk meraup jumlah pengguna baru bisa meningkat 10%-20%,” katanya, Minggu (23/5).Dikutip melalui Bloomberg, penyedia layanan streaming film over the top (OTT) Disney+ melaporkan kenaikan jumlah pelanggan pada kuartal I/2021 hanya menjadi 103,6 juta pengguna. Angka ini jauh di bawah perkiraan yang sebesar 109 juta pelanggan.
Ketua Umum Masyarakat Telematika (Mastel) Indonesia periode 2018-2021 Kristiono mengatakan hal ini sejalan dengan mulai diperlonggarnya aktivitas diluar rumah sehingga orang sudah berangsur beraktivitas secara normal.“Fase pembatasan ruang gerak [PSBB] dan pengetatan aktivitas diluar rumah kan dampaknya ke tingkat stres dan pelariannya mencari hiburan yang bisa dinikmati di rumah. Jadi, ketika ini mulai longgar, efeknya [bagi SVoD] juga terasa,” ujarnya.Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai bahwa tidak ada yang aneh dari peningkatan jumlah pengguna di layanan video streaming. Yang terjadi hanya kembali normal seperti seharusnya.“Bukan perlambatan, tetapi analis saja yang terlalu optimis. Kalau tidak pandemi, kemungkinan temponya memang perlahan,” ujarnya.
Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai bahwa tidak ada yang aneh dari peningkatan jumlah pengguna di layanan video streaming. Yang terjadi hanya kembali normal seperti seharusnya.Sementara itu, CEO GoPlay Edy Sulistyo optimistis pertumbuhan pengguna layanan streaming masih akan terus meningkat ke depannya.Dia mengatakan GoPlay fokus mengembangkan layanan live stream interaktif melalui GoPlay Live dengan menghadirkan beragam konten live show sebagai strategi menjaga pertumbuhan jumlah pengguna.“Bukan perlambatan, tetapi analis saja yang terlalu optimis. Kalau tidak pandemi, kemungkinan temponya memang perlahan,” ujarnya.
(Oleh - HR1)MDI Ventures Pimpin Pendanaan untuk TaniHub, Flourish dan BRI Ventures Bergabung
JAKARTA – MDI Ventures, perusahaan modal
ventura milik PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM),
memimpin pendanaan Seri B senilai US$ 65,5 juta
atau setara Rp 942 miliar untuk TaniHub Group,
start-up agritech yang membawahkan TaniHub,
TaniFund, dan TaniSupply. Beberapa investor baru
maupun lama juga turut berpartisipasi, yaitu Telkomsel Mitra Inovasi (TMI), BRI Ventures, Flourish
Ventures, Add Ventures, Intudo Ventures, Openspace Ventures, Tenaya Capital, UOB Venture Management, dan Vertex Ventures.
CEO TaniHub Group Pamitra
Wineka mengatakan, agar dapat
menciptakan dampak sosial yang
lebih luas, TaniHub Group akan
menggunakan pendanaan ini untuk
ekspansi geografis melalui pembangunan berbagai fasilitas mini hub,
dengan dukungan pemerintah lokal
di seluruh Indonesia.
Seiring dengan langkah tersebut,
perusahaan juga akan melakukan
pengembangan produk dan layanannya melalui penguatan teknologi pada
berbagai lini bisnis. Seluruh inisiatif
tersebut merupakan upaya ekosistem
TaniHub Group dalam menyerap
produksi UMKM pertanian dan petani
Indonesia yang tidak hanya ditujukan
bagi konsumsi dalam negeri, tapi juga
untuk pasar internasional.
Dia mengakui, pendanaan ini memiliki kesan tersendiri bagi TaniHub
Group. Pertama, karena adanya
dukungan dari MDI Ventures, sebuah corporate venture capital milik
Telkom Group yang dikenal terdepan dalam bidang teknologi dan
infrastruktur telekomunikasi. Kedua,
bergabungnya Flourish Ventures,
investor global terkemuka karena
kepeduliannya terhadap dampak
sosial, salah satu pilar TaniHub
Group yang sudah menjadi DNA bagi
seluruh TaniSquad (sebutan untuk
karyawan TaniHub Group).
Sementara itu, Direktur Portfolio
MDI Ventures Sandhy Widyasthana
mengatakan, dengan pendanaan baru
yang dipercayakan kepada MDI dari
Telkom dan Kementerian BUMN,
MDI akan terus fokus berinvestasi
kepada sejumlah start-up teknologi
yang mempunyai peran besar di berbagai sektor yang berpengaruh dalam
kehidupan masyarakat dan dapat membuat perbedaan besar di Indonesia.
(Oleh - HR1)
Kendaraan Listrik, RI Butuh Baterai 759.000 Ton
Bisnis, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memproyeksikan kebutuhan baterai lithium ion dalam negeri untuk kendaraan listrik mencapai 758.693 ton pada 2030.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan bahwa dalam Grand Strategi Energi Nasional (GSEN), pemerintah menargetkan mobil listrik di dalam negeri dapat mencapai 2 juta unit pada 2030 dan sepeda motor listrik sebanyak 13 juta unit pada 2030.
(Oleh - HR1)
Vaksinasi Gotong Royong, Pemerintah Berburu Pasokan
Pemerintah terus berburu tambahan vaksin guna mengamankan pasokan untuk program Vaksinasi Gotong Royong yang baru saja berjalan. Saat ini, pemerintah telah mendapatkan komitmen sebanyak 15 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinopharm untuk digunakan dalam program Vaksinasi Gotong Royong. Tidak berhenti di situ, pemerintah akan terus menjajaki produsen-produsen lain dari Eropa dan Amerika Serikat. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan komitmen 15 juta dosis vaksin dari Sinopharm rencananya dikirimkan ke Tanah Air dari Mei sampai dengan Desember 2021. Jumlah tersebut mencakup vaksinasi terhadap 7,5 juta orang.
Terkait dengan penjajakan kepada produsen di Eropa dan Amerika Serikat, PT Bio Farma (Persero) sejauh ini telah mendapatkan komitmen pasokan sebanyak 20 juta dosis vaksin dari perusahaan asal Rusia, yakni Sputnik V. Jumlah tersebut diperkirakan didatangkan sampai dengan akhir tahun ini. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjukkan contoh kemasan botol vaksin Covid-19 saat kunjungan kerja di Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV) di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021). Menurut KMK No. HK 01. 07/Menkes/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm, harga pembelian vaksin merupakan harga tertinggi per dosis yang dibeli oleh badan hukum/badan usaha, sudah termasuk margin/keuntungan 20 persen, biaya distribusi franco kabupaten/kota, namun tidak termasuk pajak pertambahan nilai (PPN). Adapun, tarif maksimal pelayanan vaksinasi merupakan batas tertinggi atau tarif per dosis untuk pelayanan vaksinasi gotong royong yang dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat/swasta, sudah termasuk margin/keuntungan 15 persen, tidak termasuk pajak penghasilan (PPh). Sementara itu, Juru Bicara sekaligus Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan belum ada arahan dari pemerintah dalam upaya menjajaki produsen vaksin asal Amerika Serikat.
Di sisi lain, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan sampai dengan saat ini terdapat 7.000 perusahaan UMKM yang ikut serta dalam program Vaksinasi Gotong Royong dari total lebih dari 20.000 perusahaan. “Jadi, perusahaan yang pegawainya hanya tiga orang, 15 orang, dan 20 orang, menanyakan pada awal program diinisiasi, apakah boleh ikut. Selama itu berbadan hukum boleh mendaftar. Saat ini ada 7.000 UMKM yang mendaftar,” ujar Rosan. Rosan tidak menampik terdapat sebagian perusahaan di segmen UMKM yang tertekan akibat terdampak pandemi Covid-19. Namun, lanjutnya, masih banyak perusahaan UMKM yang memiliki kemampuan untuk mengikuti program tersebut.
(Oleh - HR1)
Larangan Mudik Lebaran, Omzet Mal di Daerah Meningkat
Periode Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1442 H mendorong penjualan ritel di daerah melonjak, kendati ada larangan mudik Lebaran. Omzet penjualan Lotte Mart Medan Centre Point tercatat naik sebesar 20% sejak Kamis, (6/5) dibandingkan penjualan hari biasa. Store General Manager Lotte Mart Medan Centre Point Antoni Jekson mengatakan peningkatan itu sejalan dengan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pada 6-17 Mei 2021. “Kalau di Lotte Mart sendiri karena tidak bisa mudik, impact-nya hanya sekitar 20%. Peningkatan itu mulai Kamis, khususnya daging,” katanya, Minggu (16/5). Menurutnya, penjualan barang yang meningkat signifikan adalah bahan makanan dan daging dengan peningkatan sebesar 30%. Promosi paket sembako seharga Rp75.000 hingga Rp150.000 juga berperan besar terhadap peningkatan penjualan pusat belanja itu.bAdapun, puncak penjualan ritel di satu-satunya Lotte Mart di Medan terjadi pada Senin (10/5) dan Selasa (11/5). Antoni menyatakan peningkatan penjualan pada dasarnya masih terbatas karena sampai kini jumlah pengunjung pusat belanja masih berkurang akibat Covid-19. Namun, dia mengatakan penjualan dan jumlah pengunjung di Lotte Mart Medan Centre Point tetap tumbuh dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. “Kalau tahun lalu, sangat sepi karena mal kemarin sempat tutup daya beli rendah juga. Impact-nya mudik dilarang, alternatifnya ke mal,” katanya.
Dari Cirebon, pusat perbelanjaan di wilayah perkotaan di salah satu kota Jawa Barat itu juga ramai dikunjungi pada masa larangan mudik atau H+3 Hari Raya Idulfitri 1442 H. Pantauan Bisnis di Cirebon Super Block (CSB) yang berlokasi di Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon, kepadatan terjadi mulai dari pintu masuk. Pengunjung terlihat mengantre menunggu pemeriksaan suhu tubuh. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey memprediksi pengusaha ritel di kota-kota besar akan menikmati keuntungan dari kondisi Lebaran.
(Oleh - HR1)
Harga Ikan , Daging, dan Telur Melonjak di Pematangsiantar
Masyarakat di Kota Pematangsiantar menjerit dengan terjadinya lonjakan harga aneka ikan basah segar, daging ayam potong dan telur yang diperdagangkan pada Minggu (16/5) di pasar-pasar tradisional Pematangsiantar.
Adapun yang mengalami tanjakan harga, seperti ikan tongkol dari sebelumnyaRp 28.000 per kg menjadi Rp 30.000 per kg, lele dari Rp 24.000 per kg menjadi Rp 26.000, mujahir dari Rp 30.000 per kg menjadi Rp 33.000 per kg.
Daging ayam potong dari sebelumnya Rp 30.000 per kg menjadi Rp 36.000, daging sapi dari Rp 110.000 menjadi Rp 120.000 per kg, telur ayam broiler dari Rp 1.300 per butir menjadi Rp 1.450 per butir.
Daya beli masyarakat cenderung menurun. Sehingga menurunnya pendapatan pedagang. Untuk itu diharapkan harga dapat kembali turun, sehingga bisa meningkatkan daya beli, di tengah lengah masih terjadinya pandemi Covid-19.
Kinerja Sektor Farmasi, Emiten Kesehatan Kian Bersemi
Bisnis, JAKARTA — Tingginya kebutuhan layanan kesehatan di tengah pandemi Covid-19 terus mendorong kinerja emiten sektor farmasi dan rumah sakit. Mayoritas emiten sektor kesehatan mendulang pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas.
Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, 8 dari 11 emiten sektor kesehatan membukukan kenaikan pendapatan pada 3 bulan pertama 2021. Kenaikan tertinggi dibukukan oleh PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) yang pendapatannya melompat 754,21% year on year (yoy) menjadi Rp228,16 miliar.
Pada saat yang sama, pendapatan PT Indofarma Tbk. (INAF) naik 151,89% secara tahunan menjadi Rp373,2 miliar. Di sisi lain, pendapatan PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) justru menyusut 4,25% yoy menjadi Rp2,3 triliun pada kuartal I/2021.
Mayoritas emiten sektor kesehatan mengantongi profitabilitas yang lebih baik sepanjang Januari—Maret 2021. Dari 11 emiten, 6 perusahaan membukukan kenaikan laba, 3 perusahaan berbalik laba, dan hanya 2 yang laba bersihnya menyusut.
Di sisi lain, pendapatan segmen distribusi dan ritel mengalami kontraksi menjadi Rp657,34 miliar dan Rp1,39 triliun. Dalam pengembangan, lanjutnya, perseroan terbuka penambahan saluran distribusi offline dan online.
“Pencapaian penjualan pada kuartal I/2021 Rp2,3 triliun, kontribusi online kurang lebih sekitar Rp1,5 miliar hanya dari penjualan di marketplace saja, jadi peluang baru. Pendapatan dari superapps KAEF mobile di atas Rp250 juta,” urainya dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (10/5).
Emiten bersandi KAEF ini berencana untuk rebranding segmen ritelnya dan melakukan format ulang desain ritel pada 2021. Sebelumnya, Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo menjelaskan perseroan tengah mengkaji rencana aksi korporasi pada 2021.
Secara terpisah, Direktur Utama Prodia Widiahusada Dewi Muliaty mengatakan pada kuartal I/2021, kenaikan pendapatan bersih ditopang oleh kontribusi pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan. Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang sebesar 67,6%.
Pendapatan tes esoterik juga mengalami pertumbuhan menjadi sebesar Rp252,69 miliar seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan tes esoterik pada kuartal I/2021 menjadi sebanyak 516.711 tes.
Pada perkembangan lain, emiten rumah sakit Grup Emtek, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) berencana mengakuisisi PT Elang Medika Corpora.
Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio menuturkan pada kuartal II/2021, kinerja sektor farmasi dan kesehatan diproyeksi bakal tampil lebih baik dibanding sektor lainnya karena pandemi yang belum berakhir.(Oleh - HR1)
Wika dan Waskita akan Tawarkan Sejumlah Proyek Tol pada SWF
JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
(Wika) dan PT Waskita
Karya (Persero) Tbk akan
menawarkan beberapa proyek infrastruktur jalan tol
kepada Sovereign Wealth
Fund (SWF) atau Indonesia
Investment Authority (INA)
untuk meleverage (mengungkit) bisnis perseroan.
Direktur Utama PT Wijaya
Karya (Persero) Tbk (Wika)
Agung Budi Waskito menyampaikan proyek-proyek
lama Wika sebagian sedang
diajukan. Hanya saja karena
konsorsium seperti di Jalan
Tol Balikpapan-Samarinda
dan Manado-Bitung termasuk
yang sedang diprakarsai akan
didorong untuk dibiayai SWF.
Apalagi, lanjut dia, investasi ke depan banyak yang
baru seperti pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS),
energi terbarukan, kemudian belum lama ini Wika
juga memenangkan tender
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jati Luhur. Dengan menawarkan proyek
ke SWF, kata dia, membuat
perseroan lebih confident.
Bukan hanya itu, hadirnya SWF sekaligus menjadi
penyemangat Wika untuk
lebih banyak membangun
infrastruktur di Indonesia.
Pasalnya, dengan mendapat
injection pendanaan dari
SWF, otomatis akan dapat
me-leverage Wika untuk
mengerjakan proyek lain.
Hal senada juga disampaikan Direktur Operasi
PT Waskita Karya (Persero) Tbk Bambang Rianto.
Menurut dia, kehadiran
SWF jika dilihat dari benchmarking di Norwegia
dan Singapura, manfaatnya
sangat besar untuk melakukan aset recycle sehingga
pembangunan infrastruktur
menjadi berkelanjutan.
(Oleh - HR1)
Indosat Resmi Jual Menara Rp 10,47 Triliun
JAKARTA – PT Indosat Tbk
(ISAT) menjual sebanyak 4.247
menara telekomunikasi kepada
PT EPID Menara Assetco. Nilai
keseluruhan dari penjualan
menara itu mencapai Rp 10,47
triliun.
Sekretaris Perusahaan Indosat Billy Nikolas
Simanjuntak mengatakan, perseroan memiliki
rencana investasi dari tahun 2018 hingga beberapa tahun ke depan yang bertujuan untuk
meningkatkan layanan kepada pelanggan.
“Untuk mempercepat rencana itu, perseroan
mempertimbangkan inisiatif anorganik untuk
menjual menara,” kata dia dalam keterangan
tertulis, Rabu (5/5).
Karena itu, perseroan menyetujui untuk
menjual dan menyewa kembali 4.247 menara
telekomunikasi tersebut. Proses transaksi
yang dibagi dalam 5 paket ini diharapkan bisa
rampung sebelum 30 Juni 2021.
Dengan adanya penjualan menara ini,
perseroan bisa mempercepat peningkatan
layanan kepada pelanggan. Perseroan juga bisa
mengoptimasi struktur permodalan melalui
percepatan pembayaran sejumlah pinjaman.
President Director and CEO Indosat Ahmad
Al-Neama mengatakan, perseroan terus menjalankan strategi tiga tahun perusahaan dan
menjaga momentum pertumbuhan meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Pihaknya
optimistis pendapatan bisa bertumbuh sejalan
dengan pertumbuhan pendapatan industri
operator selular, sementara marjin EBITDA
diharapkan sekitar batas bawah level 40% pada
tahun ini.
“Peningkatan jaringan ini merupakan bagian
dari upaya perseroan mendukung transformasi
digital Indonesia yang sejalan dengan rencana
ekonomi digital pemerintah,” jelas dia saat
paparan kinerja, baru-baru ini.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









