;

Kinerja Sektor Farmasi, Emiten Kesehatan Kian Bersemi

Kinerja Sektor Farmasi, Emiten Kesehatan Kian Bersemi

Bisnis, JAKARTA — Tingginya kebutuhan layanan kesehatan di tengah pandemi Covid-19 terus mendorong kinerja emiten sektor farmasi dan rumah sakit. Mayoritas emiten sektor kesehatan mendulang pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, 8 dari 11 emiten sektor kesehatan membukukan kenaikan pendapatan pada 3 bulan pertama 2021. Kenaikan tertinggi dibukukan oleh PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) yang pendapatannya melompat 754,21% year on year (yoy) menjadi Rp228,16 miliar.

Pada saat yang sama, pendapatan PT Indofarma Tbk. (INAF) naik 151,89% secara tahunan menjadi Rp373,2 miliar. Di sisi lain, pendapatan PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) justru menyusut 4,25% yoy menjadi Rp2,3 triliun pada kuartal I/2021.

Mayoritas emiten sektor kesehatan mengantongi profitabilitas yang lebih baik sepanjang Januari—Maret 2021. Dari 11 emiten, 6 perusahaan membukukan kenaikan laba, 3 perusahaan berbalik laba, dan hanya 2 yang laba bersihnya menyusut.

Di sisi lain, pendapatan segmen distribusi dan ritel mengalami kontraksi menjadi Rp657,34 miliar dan Rp1,39 triliun. Dalam pengembangan, lanjutnya, perseroan terbuka penambahan saluran distribusi offline dan online.

“Pencapaian penjualan pada kuartal I/2021 Rp2,3 triliun, kontribusi online kurang lebih sekitar Rp1,5 miliar hanya dari penjualan di marketplace saja, jadi peluang baru. Pendapatan dari superapps KAEF mobile di atas Rp250 juta,” urainya dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (10/5).

Emiten bersandi KAEF ini berencana untuk rebranding segmen ritelnya dan melakukan format ulang desain ritel pada 2021. Sebelumnya, Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo menjelaskan perseroan tengah mengkaji rencana aksi korporasi pada 2021.

Secara terpisah, Direktur Utama Prodia Widiahusada Dewi Muliaty mengatakan pada kuartal I/2021, kenaikan pendapatan bersih ditopang oleh kontribusi pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan. Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang sebesar 67,6%.

Pendapatan tes esoterik juga mengalami pertumbuhan menjadi sebesar Rp252,69 miliar seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan tes esoterik pada kuartal I/2021 menjadi sebanyak 516.711 tes.

Pada perkembangan lain, emiten rumah sakit Grup Emtek, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) berencana mengakuisisi PT Elang Medika Corpora.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio menuturkan pada kuartal II/2021, kinerja sektor farmasi dan kesehatan diproyeksi bakal tampil lebih baik dibanding sektor lainnya karena pandemi yang belum berakhir.

(Oleh - HR1)

Tags :
#Kesehatan
Download Aplikasi Labirin :