;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Timnas Indonesia Hadapi Afganistan dan Myanmar

08 Nov 2021

Pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong memanggil 26 pemain untuk menghadapi uji coba internasional melawan Afganistan, 16 November 2021, di Turki. Dari 26 pemain yang dipanggil ada nama Elkan Baggott yang kini membela klub Inggris, Ipswich Town. Skuad Garuda diisi oleh kombinasi pemain muda dan senior. Untuk pemain muda ada Pratama Arhan, Alfeandra Dewangga, Witan Sulaeman, Hanis Saghara dan lain-lain. Sementara itu, pemain-pemain senior diisi oleh Evan Dimas, Adam Alis, Ryuji Utomo, Kushendya Hari Yudo dan lain-lain. 

"Pelatih Shin Tae-yong kali ini memanggil 26 nama pemain. Mereka akan berlatih  di Jakarta terlebih dahulu sebelum berangkat ke Turki pada pekan depan. Pemusatan latihan di Jakarta dan Turki pada pekan depan. Pemusatan latihan di Jakarta dan Turki sebagai persiapan menghadapi piala AFF 2020, Desember mendatang," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Irianwan. Iriawan berpesan agar pemain timnas Indonesia menunjukkan performa terbaik di pemusatan latihan maupun pertandingan uji coba.

"Pemain harus berjuang keras, disiplin, dan fokus demi timnas Indonesia meraih hasil maksimal pada laga uji coba internasional dan tentunya piala AFF 2020. PSSI terus mendukung program pelatih-pelatih Shin Tae-yong demi raihan pestasi timnas Indonesia," tambah pria yang akrab Iwan Bule tersebut." Alhamdulillah saya senang mendapat kesempatan pertama dipanggil timnas Indonesia Senior. Tentu saya akan berusaha dan bekerja keras untuk memberikan penampilan yang maksimal," kata pemain PSIS Semarang berusia 20 tahun  tersebut. (Yetede)

Pasar Properti Asia Pasifik Menguat Akhir 2021

08 Nov 2021

Perusahaan managemen investasi dan konsultan properti Collers International memperkirakan pasar properti  di kawasan Asia Pasifik menguat pada kuartal  terakhir tahun 2021. Laporan bertajuk Asia Pasific Market Snapshot Colliers International periode kuartal III-2021 juga menunjukkan bahwa pasar properti dikawasan Asia Pasifik  bertahan dari gejolak pembatas selama pandemi Covid-19. Managing Director Capital Markets & Investment Servis Asia Colliers Terence Tang mengatakan, momentum kebangkitan properti diperkirakan terus meningkat pada kuartal terakhir tahun ini.

Terence Tang mengatakan, kepercayaan pasar properti meningkat, terlihat di Australia. Kepercayaan bisnis di negeri Kanguru tersebut  terus meningkat karena pasar mulai bangkit  setelah dilakukan pembatasan yang berlarut-larut. Dia menjelaskan, kepercayaan bisnis dikombinasikan dengan likuiditas yang cukup menghasilkan peningkatan transaski yang melibatkan investor domestik dan asing pada akhir tahun, terutama di segmen internasional, disebagian besar pasar Asia Pasifik pada kuartal III.

"Penghujung tahun 2021, rumah tapak, penjualan berakhir cukup baik. Apalagi adanya  perpanjangan pembebasan PPN oleh pemerintah hingga Desember," kata Head of Capital Markets &Investment  Services Colliers Indonesia, Steve Athertoon. "Kami memperkirakan aktivitas transaksi bergerak kearah yang lebih tinggi, karena investor berhasil  melakukan negoisasi untuk jangka panjang dengan arus modal yang banyak sebelum tahun 2021 berakhir." ujar Terence Tang. (Yetede)



Tahun Depan, Emisi Karbon Kembali ke Level Sebelum Pandemi

05 Nov 2021

Emisi gas karbondioksida (CO2) global akan kembali ke level sebelum pandemi Covid-19 pada tahun depan. Penilaian ini disampaikan pada Kamis (4/11) sebelum kemudian negara-negara terkemuka sepakat mengakhiri pembiayaan langsung untuk proyek bahan bakar fosil diluar negeri pada 2022. Penilaian suram tentang emisi karbon tersebut menjadi pengingat bagi negara-negara yang berkumpul pada konferensi tingkat tinggi (KTT) COP-26 di Glasgow, Skotlandia. Pertemuan yang dipandang sebagai kesempatan terbaik untuk menghentikan bencana perubahan iklim.

Dikatakan, emisi C02 dapat melampaui rekor 40 miliar ton yang tercapai pada 2019. Level itu sebelumnya diprediksikan merupakan level puncak. Tiongkok saja akan menyumbang 31% dari emisi global tahun ini karena berusaha untuk menggerakkan ekonominya pascapandemi. "Laporan ini menohok. Ini menunjukkan apa yang terjadi di dunia  nyata saat kita di sini di Glasgow berbicara tentang mengatasi perubahan iklim," kata penulis laporan Corrine Le Quere, yang juga profesor ilmu perubahan iklim di Universitas East Anglia Inggris.

Kalangan analis mengatakan, dari keputusan itu lebih dari US$ 15 miliar per tahun dapat disalurkan dari transisi dari batu bara, minyak, dan gas menjadi energi hijau. Namun kemunduran juga muncul karena Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang yang adalah penyandang dana utama bahan bakar fosil di luar negeri, tidak ikut menandatangani  kesepakatan. Namun kesepakatan itu tetap dipandang sebagai dorongan bagi COP-26 Awal pekan ini, lebih dari 100 negara sepakat untuk memangkas emisi metana, yakni gas rumah kaca yang kuat, setidaknya 30% dalam dekade ini. (Yetede)

PCR, Antara Kepentingan Sosial, Korporasi, dan Politik

05 Nov 2021

Jagat Nusantara gonjang-ganjing soal tuduhan terlibatnya dua Menteri dalam bisnis tes polymearse chain reaction (PCR) di negeri ini. Kewajiban PCR untuk penumpang semua moda transportasi, diawali dengan moda transportasi udara, mungkin menjadi pemicu. Memang itu adalah kewajiban aneh pada kondisi saat ini, ketika diberbagai negara kewajiban tersebut sudah dicabut. Banyak yang menentang dan menyerukan dicabutnya kewajiban tes PCR itu, termasuk penulis sendiri dalam status di media sosial (medsos) penulis. Akhirnya, ketentuan ini dicabut dan diganti dengan kewajiban  Rapid Antigen.

Kiranya publik sudah tenang, namun ada pihak-pihak yang coba menggunakan beberapa data terkait importir PCR, untuk menyerang dua Menteri, yaitu Luhut Panjaitan dan Eric Thohir. Dalam masalah sosial di negeri ini, sudah berkali-kali ditegaskan oleh pemimpin negara agar swasta ikut membantu negara. Yang jadi soal dan merupakan kejahatan  adalah jika swasta malah menggunakan pandemi ini  sebagai pintu masuk untuk meraup keuntungan korporasi/pribadi. Mari kita cermati bersama secara jernih. Pertama, tentang importir PCR yang dikatakan meraup keuntungan triliunan rupaih.

Pusat Keuangan Kementerian Pertahanan juga melakukan impor dengan nilai mencapai 18,7 juta atau 1,72%. Jika dihitung, total dari sembilan importir PCR, baru kira-kira sekitar 26% dari total impor. Masih ada sekitar 74% PCR yang diimpor pihak lain, ini tidak ditulis. Kemungkinan porsi terbesar itu diimpor oleh perusahaan farmasi nasional. Jadi kalau tuduhannya meraup keuntungan dari " bisnis impor PCR", siapa yang paling besar meraih keuntungan? Pasti bisa dijawab. (Yetede)

Pemerintah Batalkan Lelang SUN dan Sukuk di Sisa Waktu 2021

05 Nov 2021

Pemerintah memutuskan untuk membatalkan lelang rutin Surat Utusan Negara (SUN) dan sukuk negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di pasar perdana domestik yang masih terjadwal di sisa waktu 2021. Keputusan ini diambil karena target pembiayaan APBN dari penerbit surat berharga negara (SBN) sudah tercapai. (Ini juga) dengan mempertimbangkan outlook penerimaan dan belanja negara hingga akhir tahun 2021," tulis Direktorat Jendral Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dalam keterangan pers, Kamis (4/11)

Berdasarkan jadwal, sisa lelang penerbitan SUN dan SBSN tahun ini yang belum dilaksanakan untuk lelang penerbitan SUN adalah tanggal 9 November, 23 November, dan 7 Desember. Sedangkan untuk lelang penerbitan SBSN meliputi tanggal 16 November, dan 14 Desember. Untuk pembiayaan APBN 2021 melalaui penerbitan hingga akhir November, pemerintah telah menyerap dana masing-masing Rp 576,74 triliun dan Rp 224,19 triliun dengan total mencapai Rp 800,93 triliun. Salah satu penawaran tertinggi investor yang masuk untuk lelang SUN terjadi pada 3 Agustus 2021 yaitu Rp107,78 triliun atau tertinggi kedua sepanjang sejarah penerbitan SUN.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, realisasi pembiayaan anggaran hingga 30 Sepetember 2021 tercatat Rp621,9 triliun, turun 20,7% dari posisi sama tahun lalu yang sebesar Rp784,6 tiliun. Kondisi ini dinilai sebagai bukti bahwa APBN telah mengalami konsolidasi mengingat pada saat bersamaan terus bekerja keras menangani masalah kesehatan terkait Covid-19 dan melakukan proses pemulihan ekonomi nasional. (Yetede)

Proyek Pangkalan Data, Sinarmas Gandeng Investor UEA

05 Nov 2021

Entitas Grup Sinarmas, PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan investor asal Abu Dhabi, Group 42 (G42), untuk menyelenggarakan pangkalan data berkapasitas 1.000 megawatt (MW). G42 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan dan komputasi awan. Kerja sama juga akan melibatkan mitra lokal PT Amara Padma Sehati (APS). Chairman & CEO Sinar Mas Telecommunications & Technology Franky Oesman Widjaja mengatakan pusat data menjadi tulang punggung perkembangan industri digital di Indonesia.Franky menambahkan Smartfren dan perusahaan afiliasinya PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) yang bergerak di penyedia konektivitas berbasis serat optik, akan berkolaborasi dengan APS dan G42 sebagai mitra strategis. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, kolaborasi keduanya diharapkan mampu meningkatkan ketahanan, keamanan, dan kedaulatan nasional.

Sementara itu, CEO G42 Peng Xiao menjelaskan G42 bersama Etisalat baru saja menggabungkan bisnis pangkalan data mereka.Kombinasi itu akan menjadi bisnis pangkalan data terbesar di Uni Emirat Arab. “G42 bangga dan siap bekerja sama dengan Smartfren serta menjadi mitra strategis mendukung ketahanan data di Indonesia,” kata Peng. Pertukaran dokumen perjanjian tersebut dilakukan di sela-sela Expo Dubai Kamis, 4 November 2021, dan disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Crown Prince United Arab Emirates, Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan.



Produksi Vaksin Domestik, Bill Gates Investasi di Biofarma

04 Nov 2021

Bisnis, Jakarta - Bill Gates berencana menanamkan investasi di PT Bio Farma (Persero) untuk Pengembangan dan produksi vaksin mRNA. Jika terealisasi, maka akan mendorong produk bioteknologi Tanah Air makin berkembang dan kemandirian kesehatan Indonesia segera terwujud. Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengapresiasi Bill Gates yang akan berinvestasi di Biofarma untuk memproduksi vaksin Covid-19 mRNA. Menteri BUMN mengungkapkan usaha Indonesia untuk melakukan pengembangan vaksin di dalam negeri terus dipercepat. Terlebih, teknologi vaksinologi yang semakin berkembang membuka peluang terciptanya jenis vaksin baru, vaksin nucleic acid, atau vaksin mRNA yang akan menjadi solusi mengatasi pandemi karena kemudahan produksi dalam jumlah besar dan berbagai kelebihan lain yang tidak dimiliki vaksin tradisional. 

Bill Gates berencana menanamkan investasi di Biofarma yang dikhususkan untuk pengembangan dan produksi vaksin mRNA. Jika terealisasi, secara langsung akan mendorong produk bioteknologi Tanah Air semakin berkembang dan kemandirian kesehatan Indonesia segera terwujud. Hal tersebut, membuat banyak pihak dan negara lain terus memberikan dukungan agar Indonesia juga menjadi negara terdepan dalam pengembangan vaksin. 

Dugaan Korupsi LPEI, Tersangka Halangi Penyidikan

04 Nov 2021

Kejaksaan Agung menetapkan dan menahan tujuh tersangka karena menghalangi penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer mengatakan para tersagka dilakukan penahanan selama 20 hari di rumah tahanan negara Kelas I Cipinang. Menurutnya, ketujuh tersangka sempat dipanggil sebagai saksi tetapi sering mangkir dengan berbagai alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga menyulitkan penanganan dan penyelesaian penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi LPEI yang masih ditangani tim penyidik. “Tujuh orang saksi menjadi tersangka atas tidak pidana menghalangi penyidikan atau tidak memberikan keterangan dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi LPEI Tujuh tersangka tersebut adalah Direktur Pelaksana UKM dan Asuransi Penjaminan LPEI 2016—2018 Indrawijaya Supriadi, mantan Kepala Departemen Analisa Risiko Bisnis (ARD) II LPEI 2017—2018 Novlies Hendrawan, mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Makassar (LPEI) 2019—2020 Eko Madiasto. Selain itu, mantan Relationship Manager Divisi Unit Bisnis 2015—2020 Creisa Ryan Gara Sevada, Deputi Bisnis LPEI Kanwil Surakarta 2016—2018 Amri Alamsyah, mantan Kepala Departemen Bisnis UKMK LPEI Mugi Lestiadi, dan pegawai Manager Resiko PT BUS Indonesia Rizki Armando Riskomar.


AS Mendukung Penerbitan Obligasi Hijau

04 Nov 2021

Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Rabu (3/1)  mendukung mekanisme baru di pasar modal untuk penerbitan obligasi-obligasi  level investasi dan peningkatan pembayaran baru untuk mendorong energi bersih serta infrastruktur berkelanjutan di negara-negara berkembang. Menteri Keuangan (Menkeu) Janet Yellen mengatakan pada konferensi iklim COP26 di kota Glasgow, Scotlandia bahwa AS bakal bergabung dengan Inggris dalam mendukung mekanisme Pasar Modal baru di Dana Investasi Iklim atas Climate Investment Founds (CIF). Pernyataan itu menunjukkan betapa mendesaknya langkah-langkah untuk menghentikan pemanasan global.

Menurut Yellen, inisiatif tersebut akan membantu menarik dana iklim swasta yang baru secara signifikan yang diharapkan akan menyediakan US$ 500 juta per tahun untuk Dana Teknologi Bersih CIF serta program Investasi Percepatan Transisi Batu bara yang baru. "Krisis iklim sudah terjadi. Ini bukan tantangan bagi generasi mendatang , melainkan harus kita hadapai hari ini. Kian besarnya tantangan ini akan membutuhkan transformasi besar-besaran dari ekonomi kita yang sarat karbon. Usaha ini diperkirakan memakan biaya  antara US$ 100 triliun dan US$ 150 triliun selama tiga dekade ke depan, sekaligus menawarkan peluang  besar bagi pertumbuhan dan investasi." ujar Yellen dalam sambutannya, yang dikutip Reuters.

Dibawah program tersebut, CIF bakal menguangkan aset yang ada dari Dana Teknologi Bersih untuk menerbitkan obligasi, kemudian mencairkannya melalui bank-bank pembangunan multilateral dalam bentuk ekuisisi, utang, pembiayaan tanpa jaminan penjaminan, dan bentuk biaya lainnya. "Negara-negara berkembang membutuhkan lebih banyak sumber daya  secara signifikan untuk mewujudkan ambisi iklim mereka dan  kami mengindahkan seruan mereka."ungkap Kepala Eksekutif CIF, Mafalda Duarte, seraya menambahkan bahwa model mobilisasi modal dapat diselesaikan. (Yetede)

RCEP Mulai Berlaku Januari 2022

04 Nov 2021

Kesepakatan perdagangan terbesar di dunia yang dikenal dengan Kemitraan Ekonomi Konprehensif  Regional atau Regional Comprehensive  Economic Partnership (RCEP) akan mulai diberlakukan pada Januari tahun depan. Dalam pernyataan Selasa (2/11). Pemerintah Asutralia  mengatakan bahwa ratifikasinya-bersama dengan Selandia Baru- telah membuka jalan bagi kesepakatan tersebut untuk berlaku pada 1Januari  2022, dan memungkinkan RCEP mencapai tonggak sejarah. Demikian dikutip CNBC. 

Otoritas Selandia Baru juga sudah mengkonfirmasi  ratifikasinya dalam pernyataan terpisah pada Rabu (3/11). Dengan demikian, RCEP akan berlaku 60 hari setelah minimal enam anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) dan tiga penandatangan non-anggota Asean meratifikasi perjanjian. Menurut laman Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, negara-negara anggota Asean yang telah meratifikasi  kesepakatan sejauh ini adalah Brunei, Kamboja, Laos, Singapura, Tahiland, dan Vietnam.

RCEP mencakup pasar 2,2 miliar penduduk  dan US$26,2 triliun output global. Kemitraan ini bakal menciptakan  pengelompokan pedagangan yang mencakup  sekitar 30% populasi dunia, serta perekonomian global. Kesepakatan ini pun lebih besar  dari blok-blok perdagangan regional lain, seperti Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) dan Uni Eropa (UE). Menurut para analis  manfaat ekonomi yang diperoleh RCEP tergolong rendah dan akan memakan waktu bertahun-tahun untuk terwujud. (Yetede)