Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Berharap Harga PCR Masih Bisa Turun Lagi
Pemerintah telah menurunkan harga tes PCR menjadi Rp 275.000 per tes di Jawa-Bali dan Rp 300.000 per tes di luar Jawa-Bali sejak 27 Oktober 2021 lalu. Namun, harga tes PCR tersebut sejatinya masih bisa lebih murah lagi karena ada sejumlah komponen yang bisa dipangkas. Hanya saja, nilai persentase penurunan tarif PCR tes tersebut masih perlu kajian lebih dalam.
Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir, mengungkapkan hal ini saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (9/11). Menurut dia, hitungan sederhana masih ada celah untuk turun tapi ia belum memastikan nilainya. Harga tes PCR bisa lebih murah lagi dengan penggunaan BioSaliva. Pasalnya, dengan produk ini akan ada efisiensi dari sisi biaya Alat Pelindung Diri (APD), lantaran pengambilan sampel dilakukan dengan berkumur dipangkal tenggorokan yang tak hanya lebih nyaman bagi pasien juga lebih aman bagi tenaga kesehatan (nakes). Berdasarkan paparan Honesti, harga reagen mBioCov dalam katalog elektronik yang masih tayang saat ini berada di angka Rp 193.000 termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Saat ini Biofarma mengusulkan harga baru reagen Rp 89.100 termasuk PPN.
Industri Asuransi Melihat Peluang Tunggal Terbesar pada Iklim
Chief Executifive Officer (CEO) Lloyd's John Neal menyampaikan bahwa iklim merupakan resiko sistematik tertinggi dan mewakili kesempatan tunggal terbesar yang pernah dilihat industri asuransi. Dalam wawancara dengan NCBC, Neal berusaha melukiskan gambaran tentang bagaimana sektornya akan beroperasi kedepan. "Kami menganggap Covid-19 sebagai risiko sistematik utama, jadi ini adalah kesempatan kami untuk menunjukkan kepada Bisnis, komunitas, dan bahkan pemerintah bagaimana kami dapat membantu," ujar Neal yang menjadi pembicara dalam Konferensi Perubahan Iklim atau COP26 di Glasgow, Skotlandi, pada pekan lalu. Mulai dari banjir dan kenaikan suhu hingga cuaca yang dingin, dampak-dampak dari peristiwa terkait iklim telah mempengaruhi industri asuransi dalam beberapa cara. Menurut Asiosiasi Asuransi Inggris atau Assiciation of British Insurers (ABI), suhu beku ekstrim di Inggris selama 2018 telah menyebabkan asuransi menggelontorkan pembayaran untuk pipa-pipa yang pecah dengan total klaim 194 juta pounds (sekitar US$ 263,16 juta) dalam periode tiga bulan. "Ada resiko bahwa, jika terjadi transisi yang tidak teratur menuju ekonomi rendah karbon maka nilai dari kebanyak aset yang diinvestasikan oleh perusahaan akan turun dengan disertai sedikit peringatan," Demikian diungkapkan asosiasi tersebut. Kesiapsiagaan, tampaknya, menjadi kuncinya. Diantaranya yang tercantum dalam ringkasan laporan eksklusif Deloitte, yang menggambarkan bahwa banyak perusahaan asuransi masih memiliki beberapa cara untuk mengatasi perubahan iklim bakal mempengaruhi model usaha mereka dalam jangka menengah hingga panjang. (Yetede)
Kesepakatan Kerja Sama Pemanfaatan Aset Pelabuhan Labuan Bajo Ditekan
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo (persero) melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama pemanfaatan (KSP) barang milik negara (BMN) dalam rangka menyediakan infrastruktur di Pelabuhan Labuhan Bajo. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan peran pelabuhan dalam menopang perekonomian. "Atas nama Direktorat Jendral Kementerian Laut Menteri Perhubungan, saya menyambut baik adanya kerjasama ini yang dilaksanakan dalam rangka peningkatan peran pelabuhan guna mendukung kegiatan perekonomian setempat saat penyediaan dan pengembangan infrastruktur logistik secara memadai dan merata di Pelabuhan Labuan Bajo," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jendral Perhubungan Laut Kemnehub Arif Toha.
Arif mengungkapkan, Objek KSP yang akan dikerjasamakan dalam kurun waktu 50 tahun, terdiri atas dermaga, trestle, causeway, dan tanah hasil reklamasi atas container yard. "Saya berharap dengan dilaksanakannya perjanjian KSP BMN ini dapat semakin mengoptimalkan penyediaan, pengembangan, dan pengelolaan infrastruktur Pelabuhan Labuan Bajo," unkap dia. Pelabuhan Labuan Bajo memiliki peran penting khususnya wisata setelah beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kalembu Labuan Bajo yang diabngun untuk memisahkan kegiatan logistik dengan angkutan penumpang.
"Kedepannya saya berharap pengelolaan Pelabuhan Labuan Bajo dapat semakin profesional dan mampu melayani masyarakat dan wisatawan secara optimal. Hal tersebut tentu tidak dapat dilakukan sendiri. Diperlukan kerjasama dan sinergi dari seluruh pihak untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan di Pelabuhan Labuan Bajo," ujarnya. Semoga, pelaksanaan kerja sama pemanfaatan barang milik negara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar dan kedua belah pihak dapat melaksanakan komitmen-komitmen yang telah disepakati dalam perjanjian, kata Arif. (Yetede)
ISAT - Tri Merger, Frekuensi Dikembalikan ke Negara
Ooredoo Group dan CK Hutchison sepakat mengonsolidasikan bisnisnya di Indonesia melalui merger PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I). Total nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai US$ 6 miliar. Hanya saja, ihwal pita frekuensi 5 Mhz tersebut belum ditentukan milik siapa yang akan dikembalikan negara. Kelak, frekuensi yang dikembalikan itu akan dilelang atau ditawarkan kepada perusahaan telekomunikasi lainnya.
Para Pebisnis Optimistis Visi COP26 Jadi Kenyataan
Para eksekutif perusahaan dan analis keuangan optimis bahwa pembicaraan pada konferensi tingkat tinggi iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau COP26 di Glaslow, Scotlandia bakal mengarah ke perubahan-perubahan yang diperlukan bagi bisnis untuk memainkan peran yang lebih besar dalam mengatasi perubahan iklim. Para pengamat bisnis menunjukkan beberapa langkah dari para pemimpin dunia yang mereka katakan bahwa meningkatkan bisnis berkelanjutan, dan upaya investasi untuk memobilisasi sejumlah besar uang yang dibutuhkan guna melepaskan ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil.
Menurut Direktur Pelaksana Jefferies Aniket Shah, meskipun banyak dari langkah-langkah tersebut tidak memulai janji khusus, mereka menunjukkan bahwa pembentukan konvensi global untuk mengatasi perubahan iklim akan memudahkan para investor swasta dan pemerintah dalam memasukkan uang dan upaya."Ada kekuatan-kekuatan tertentu yang menandakan niatan yang tidak diabaikan disini," ujar Shah, yang dikutip Reuters, Senin (8/11). Dia menyebutkan tujuan yang yang ditetapkan oleh Perdana Menteri India, Narenda Modi pada 1 November agara negaranya mencapai emisi karbon nol bersih pada 2070.
Sedangkan Peter Lacy-seorang pemimpin layanan keberlanjutan global Accentur- menuturkan bahwa bagi kalangan investor dan perusahaan,langkah paling signifikan di konferensi tersebut adalah pembentukan Dewan Standar Keberlanjutan atau International Sustainable Standards Board (ISSB) pada 3 November , yang dimaksud membuat dasar bagi perusahaan untuk menggambarkan dampak iklim mereka. Lacy menyebutkan sebagai moment seismik untuk bisnis dan ini sejalan dengan harapan para COO Accenture yang disurvei menjelang dampak iklim mereka. (Yetede)
Jalan Mulus Menuju Pemulihan Ekonomi
Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengeluarkan data terkini bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2021 tetap berada di zona pertumbuhan positif, yaitu 3,51 (yoy). Angka pertumbuhan ini meningkat 1,55% (qtq) dibandingkan dengan triwulan II-2021. Meskipun angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2021 yang mencapai 7,07% (yoy), kita tetap bersyukur bahwa momentum pertumbuhan yang positif masih tetap terjaga.
Penurunan angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2021 tersebut memang tidak terlepas dari adanya gangguan meningkatnya penularan Covid-19 pada bulan Juli-Agustus yang lalu. Munculnya gelombang kedua pebularan Covid-19 yang terjadi pada bulan tersebut telah memaksa pemerintah melakukan pengetatan mobilitas manusia. Akibatnya tingkat konsumsi masyarakat yang selama ini menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan. Fakta tersebut pada akhirnya diikuti dengan menurunnya berbagai kegiatan usaha disektor ekonomi.
Keberhasilan Indonesia mempertahankan momentum pertumbuhan yang positif tersebut tentunya merupakan keberhasilan dari pemerintah serta dukungan dari semua pemangku kepentingan. Keberanian pemerintah untuk melakukan PPKM secara ketat dan terukur selama bulan Juli-Agustus 2021, disuatu sisi merupakan pilihan yang sangat sulit. Namun di sisi lain telah berhasil menekan angka penyebaran Covid-19 secara efektif.
Pertumbuhan posiitif pada triwulan III-2021 tersebut ditopang oleh kinerja ekspor yang mengalami pertumbuhan tinggi sebesar 29,16%. Namun demikian ada beberapa faktor lain yang bisa menjadi indikator pertumbuhan positif tersebut. Pertama indeks keyakinan konsumen. Kedua, pembiayaan kegiatan usaha di sektor ekonomi juga mengalami peningkatan walaupun angkanya masih relatif kecil. Ketiga, kinerja mesin-mesin manufaktur terlihat menggeliat kembali pada bulan September 2021. (Yetede)
RI Impor 1 Juta Dosis Obat Covid-19
Pemerintah berencana membeli obat antivirus Covid-19 jenis Molnuvirapir hingga 1 juta dosis. Harga obat buatan farmasi asal Amerika Serikat Merck ini diyakini tidak sampai 1 juta. "Hitung-hitungan kami, antara US$ 40-50. Jadi tidak terlalu mahal, dibawah Rp 1juta," kata Menteri Kesehatan (Menskes) Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX di Jakarta, Senin (8/11). Budi mengatakan,obat antivirus oral tersebut dapat dikonsumsi oleh pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan tingkat saturasi oksigen diatas 95 atau bergejala ringan.
Budi melanjutkan, konsumsi molnuvirapir dilakukan selama lima hari selama proses penyembuhan, dengan masing-masing sebanyak delapan tablet. "Jadi kira-kira butuh 40 tablet," ujarnya. Menurut Budi, pemerintah berupaya mendatangkan sekitar 600 ribu hingga 1 juta Molnuvirapir untuk tahap awal pada Desember 2021, melalui skema pembelian secara langsung pada produsen. Kehadiran obat ini di Tanah Air diyakini Budi bisa membuat kesiapan bagi Indonesia menghadapi gelombang lanjutan Covid-19. "Mudah-mudahan tidak terjadi, tapi kalau terjadi setidaknya kita sudah punya stok dulu," ujar dia.
Persiapan pemenuhan obat Covid-19 dalam jangka panjang, kata Budi juga ditempuh pemerintah lewat pengajuan lisensi kepada produsen Merek atau The Medicines Patent Pool (MPP) yang kini tergabung di United Nations. Budi mengatakan proses ini sudah memasuki tahap finalisasi, pemerintah juga melibatkan perusahaan BUMN dan swasta untuk produksi di Indonesia. "Kalau syukur bisa cepat, mudah-mudahan tahun depan kita bisa buat disini, sehingga memperkuat sistem ketahanan kesehatan kita,"kata dia (Yetede)
Dasar Hukum Ibu Kota Baru Mulai Dibahas DPR
Proses pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) akan tetap berjalan. Saat ini DPR menyiapkan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Menurut Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno, pembahasan RUU IKN sudah disepakati dibahas dalam Pansus DPR, yakni berisi perwakilan dari Komisi II, Komisi V, dan Komisi XI. "Kami menunggu pengesahan Pansus yang anggotanya kali ini 56 orang ini dalam Rapat Paripurna DPR," katanya, Minggu (7/11). Dalam rancangan beleid IKN tersebut akan ada tiga poin utama yang diatur, yakni pembentukan Badan Otorita dan Pengelola Kawasan IKN, sumber pembiayaan pembangunan IKN, dan pemindahan aktivitas pemerintahan dari Jakarta ke lokasi IKN yang baru.
Salah Kaprah tentang Robot Trading
Dua tahun belakangan ini penawaran robot trading, khususnya untuknya forex trading, gencar dilakukan melalui media sosial maupun televisi, bahkan menggunakan jasa influencer artis terkenal. Penawarannya seringkali menggunakan kata-kata bombastis walaupun tidak masuk akal, seperti "Anda tidak perlu trading, biarkan robot yang bekerja", atau "Kalau beli robot ini, Anda pasti untung," atau "Pakai robot ini, profit Anda akan konsisten," Bahkan ada penawaran robot dengan embel-embel "bergaransi.", dalam arti kalau pembeli tidak dapat untung, pembeli boleh mengembalikan robot tersebut dan meminta uangnya kembali.
Cara-cara pemasaran yang tidak masuk akal itu membuat sebagian masyarakat percaya bahwa robot tranding memang pintar mencari uang. Padahal berdasarkan logika sederhana, kalau robot tranding memang pintar mencari uang, pasti si pembuat tidak akan menjual robot buatannya kepada pihak lain. Lebih baik robot itu diberdayakan sendiri untuk mencari uang sebanyak-banyaknya. Seorang rekan berkelakar, kalau memang ada robot yang pintar mencari uang, bolehlah disarankan kepada Menteri Keuangan untuk membeli robot tersebut dan mengkaryakannya untuk mencari uang guna menutup defisit anggaran.
Lalu apa sesungguhnya robot trading? Robot trading pada dasarnya hanyalah perangkat lunak atau program yang dibuat menggunakan algoritma matematika untuk mengeluarkan sinyal buy/sel atau membantu eksekusi order, baik cut loss maupun take profit, sehingga sering disebut expert advisor (EA). Agar bisa mengeluarkan sinyal, pengguna robot atau dalam hal ini trader, harus memasukkan parameter sesuai strategi trading yang dipilih. Penyusunan algoritma didasarkan pada hasil analisis teknikal masa lalu. yang dipercaya mempunyai sifat berulang. (Yetede)
Capital Outflow Capai Rp 12,7 Triliun pada Awal November
Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran keluar modal asing (capital outflow) dari pasar keuangan domestik mencapai Rp12,66 triliun pada pekan lalu yaitu selama periode 1-4 November 2021. Angka ini melonjak dari nilai capital outflow pekan sebelumnya, yaitu pada rentang 25-28 Oktober 2021, yang baru Rp 780 miliar. Kepala Departement Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, aliran modal asing yang keluar tersebut merupakan akumulasi dari beli neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp420 miliar dan jual neto di pasar saham sebesar Rp 13,08 triliun.
Hal ini membuat tingkat premi risiko credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun turun dari level 81,27 basis poin (bps) per 3 November 2021. Sementara tingkat imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun turun ke level 6,18% pada Jum'at (5/11). Dihubungi terpisah, Kepala Departement Pengelolaan Moneter BI Hariyadi Ramelan mengatakan, aliran keluar modal asing yang terjadi pada pekan lalu disebabkan lemahnya nilai tukar karena antisipasi The Federal Open Market Commitee, Bank of England yang diyakini akan mengurangi stimulus dan menormalisasi kebijakan moneternya.
Hariyadi memperkirakan situasi pelemahan hanya akan bersifat temporer seiring dengan wait and see kebijakan moneter negara maju "Stabilitas nilai tukar rupiah diyakini tetap terjaga ditopang kondisi fundamental yang kuat dan acctractiveness aset keuangan domestik yang relatif tinggi dibandingkan Emerging Market lainnya," tutur dia. Ia menegaskan, Bank Indonesia tidak menjaga level nilai tukar rupiah tapi menjaga volatilitasnya, rupiah diperkirakan dalam tren menguat seiring fundamental ekonomi yang kuat . (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









