Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Disiplin Hadapi Omicron
Memasuki tahun 2022, ancaman pandemi dengan varian barunya, Omicron belum berlalu. Tapi dengan penguatan vaksinasi hingga ke dosis ketiga, semoga saja kita makin kuat untuk keluar dari lingkaran pandemi. Tentu dengan sikap disiplin semua pihak. Jangan abai bahwa kondisi bangsa kita masih penuh tantangan karena ancaman utama tersebut terus mengintai. Membaiknya kondisi saat ini jangan sampai membuat kita lengah, sehingga malah membuang jauh protokol kesehatan demi mengejar kegembiraan.
Revisi UU Cipta Kerja Memicu Polemik
Nasib Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja bakal memasuki babak baru tahun ini. Babak anyar ini menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 25 November 2021 lalu yang menyatakan beleid tersebut inkonstitusional bersyarat karena dianggap cacat secara formil. Rencananya, DPR dan pemerintah akan merevisi UU Cipta Kerja tahun ini guna memenuhi aspek formil dalam pembentukan perundang-undangannya. Yakni, dengan menjaring usulan perubahan dari berbagai pihak. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan, sejak awal pihaknya menolak omnibus law tersebut. Untuk itu, KSPI meminta kepada pemerintah dan DPR menghentikan pembahasan revisi UU Cipta Kerja. "KSPI meminta revisi UU Cipta Kerja dikeluarkan dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas), atau setidak-tidaknya klaster ketenagakerjaan harus dikeluarkan dari UU Cipta Kerja ini," tegas Iqbal, Jumat (14/1).
Distribusi Bakal Diatur Ketat
Kemendag mengatur ketat mekanisme penyediaan dan pendistribusian minyak goreng kemasan sederhana bersubsidi yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), untuk mengantisipasi penyalahgunaan dana dan penjualan minyak goreng di atas HET. Mekanismenya diatur dalam Permendag No 1 Tahun 2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Kemasan Sederhana untuk Kebutuhan Masyarakat dalam Kerangka Pembiayaan oleh BPDPKS. Dalam regulasi itu, HET minyak goreng kemasan sederhana bersubsidi ditetapkan Rp 14.000 per liter, program ini akan berlangsung selama 6 bulan dan ditujukan bagi masyarakat, termasuk usaha mikro dan kecil. Produsen, pengemas, dan distributor, yang akan terlibat dalam penyediaan dan penyaluran wajib mendaftar ke Kemendag. Setelah diverifikasi dan ditetapkan, mereka wajib membuat perjanjian pembiayaan penyediaan dengan BPDPKS.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan (13/1) mengatakan, ”Pelaku usaha yang menggunakan merek dagang Minyakita dikecualikan dari syarat standardisasi produk. Namun, mereka harus mendapatkan minyak goreng itu dari produsen yang minyak gorengnya sudah terstandardisasi,” Permendag itu juga mengatur pelibatan jaringan distribusi dan pengecer. Untuk mendapat pembayaran dari BPDPKS, mereka wajib melampirkan laporan rekapitulasi dan bukti transaksi penjualan pada setiap jaringan distribusi yang berisikan nama jaringan distribusi, volume, harga dari yang diserahkan, dan faktur pajak. Prosesnya akan dipantau tim pengawas, jika melanggar regulasi, pelaku usaha, termasuk pengecer, dikenai sanksi berupa penghentian sementara penyaluran minyak goreng bersubsidi hingga dicabut izin usahanya. Salah satu mekanisme pengawasan adalah memasang label harga pada kemasan mulai Februari 2022,” ujarnya. (Yoga)
Optimisme Penyerapan Tenaga Kerja
Kondisi perekonomian nasional semakin memperlihatkan pemulihan yang kian nyata, setidaknya dalam 3 bulan terakhir. Penanganan pandemi Covid-19 yang kian baik oleh pemerintah dan partisipasi masyarakat turut memberikan andil terhadap pemulihan ekonomi. Sejumlah indikator pun mengonfirmasikan adanya laju positif seperti survei Bank Indonesia yang memperlihatkan kinerja penjualan eceran meningkat secara bulanan pada Desember 2021 didorong permintaan masyarakat yang meningkat.
Optimisme yang tetap kuat ditopang oleh persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini yang meningkat. Peningkatan tersebut terutama berkaitan dengan persepsi konsumen terhadap penghasilan saat ini dan ketersediaan lapangan pekerjaan. Salah satu wujud nyata dari denyut perekonomian adalah ada korelasi yang positif dengan ketersediaan lapangan pekerjaan dan penyerapan tenaga kerja yang selama 2 tahun terakhir begitu terpuruk. Pada 2021, sektor industri yang secara perlahan mulai bangkit membuat penyerapan tenaga kerja meningkat sebanyak 1,2 juta orang. Hasilnya jumlah tenaga kerja di sektor industri saat ini menjadi 18,64 juta orang. Pada 2022 ini, Kemenperin menargetkan serapan tenaga kerja sebanyak 2,2 juta orang menjadi 20,84 juta orang. Hal itu seiring dengan upaya pemerintah untuk memacu investasi sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.Strategi Nihil Covid Tiongkok Memukul Belanja Konsumen
Para ekonom mengungkapkan bahwa kebijakan nihil Covid di Tiongkok yang bertujuan mengendalikan pandemi, nyatanya lebih memengaruhi konsumen dibandingkan pabrik-pabrik. Tetapi para analis sepertinya fokus pada dampak terhadap belanja konsumen Tiongkok yang memang sudah lamban. Menurut Kepala Ekonomi Nomura Tiongkok Ting Lu dalam laporan yang diterbitkan pada Senin (10/1), penularan Omicron yang tinggi artinya biaya kebijakan nihil Covid bakal meningkat. "Sisi positifnya, strategi nihil Covid, ditambah kemampuan Beijing untuk memobilisasi semua sumber daya negara, dapat dikatakan membawa manfaat yang signifikan bagi rakyat dan ekonominya. Sejak pandemi virus Corona dimulai pada awal 2020, Negeri Tirai Bambu itu telah meluncurkan kebijakan karantina dan pembatasan perjalanan baik di dalam kota atau dengan negara lain. (Yetede)
KoinWorks Disuntik Modal Rp 1,6 Triliun
Penyedia layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi KoinWorks mendapat suntikan pendanaan baru sebesar 108 juta USD atau Rp 1,6 triliun, untuk teknologi dan menambah karyawan. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh MDI Ventures, perusahaan modal ventura milik Telkom Indonesia, dan partisipasi investor sebelumnya. Benedicto Haryono, CEO dan Co-founder KoinWorks (12/1) mengatakan, pendanaan 108 juta USD itu terdiri dari ekuitas 43 juta USD dan modal utang 65 juta USD. (Yoga)
Tatap Muka Penuh
Pembelajaran tatap muka secara penuh sudah dimulai dalam beberapa pekan terakhir, menandai era baru interaksi anak didik yang sempat mengikuti kegiatan belajar jarak jauh atau daring dalam waktu yang cukup lama akibat pandemi Covid-19. Sempat pula diterapkan uji coba kegiatan belajar secara hibrida beberapa waktu lalu sebagai persiapan pembelajaran normal. Sebenarnya bukan era baru juga karena apa yang baru saja berja-lan ini adalah bentuk kelaziman pendidikan yang kita kenal.
Tengkes, Penanganan Jangan Sebatas Seremoni
Penurunan angka tengkes (stunting) ditargetkan 3 % per tahun. Karena itu, program dan intervensi yang dilakukan harus tepat sasaran serta tidak sekadar seremoni. Pesan ini diutarakan Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas strategi percepatan penurunan tengkes (11/1). Menurut Menkes Budi Gunadi Sadikin, pada 2024 angka tengkes tak boleh melebihi 14 %. Kini, angka tengkes 24,4 persen. Pada 2013, angka tengkes Indonesia 37,2 persen.
Untuk mengatasi tengkes, dilakukan 2 intervensi, yakni intervensi sensitif dan spesifik. Intervensi spesifik adalah penanganan langsung dan kuratif, berkontribusi 30 % terhadap penanganan tengkes. Intervensi sensitif bersifat tak langsung, berkontribusi 70 % mengatasi tengkes, dengan penyediaan air bersih dan penanganan kemiskinan. Menurut Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, untuk mendorong tidak ada bayi yang lahir dalam kondisi tengkes, disiapkan program pendampingan keluarga oleh bidan, PKK, dan penyuluh KB. Pendampingan ini dilakukan 3 bulan sebelum pernikahan. (Yoga)
Pertaruhan Penjabat
Pada 15 Mei 2022, provinsi Babel, Banten, Gorontalo, Sulbar, dan Papua Barat, mulai dipimpin oleh penjabat. Menyusul 6 kota dan 37 kabupaten pada 22 Mei 2022. Hingga tahun ini ada 101 daerah yang akan dipimpin penjabat, dan bertambah 170 daerah tahun 2023. Pengisian penjabat merupakan konsekuensi tidak digelarnya pilkada pada 2022 dan 2023. Sesuai Pasal 201 Ayat (9) UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, penjabat diangkat untuk mengisi kekosongan jabatan kepala daerah yang berakhir tahun 2022 dan 2023. Penjabat akan menjabat hingga didapat hasil definitif Pilkada 2024
Di tengah strategisnya posisi penjabat, aturan pengisiannya masih minim. Dalam UU No 10/2016 hanya disebutkan, penjabat kepala daerah diangkat dari ASN dengan jabatan pimpinan tinggi (JPT) madya untuk penjabat gubernur dan JPT pratama mengisi kekosongan bupati/wali kota. Terobosan perlu disusun agar penentuan penjabat tidak memunculkan konflik dan prasangka politik. Wacana seleksi penentuan penjabat patut dipertimbangkan. Seleksi yang digelar secara transparan, membuka peluang mendapatkan penjabat yang berkualitas, juga membangun kepercayaan publik, baik terhadap penjabat maupun pemerintah. (Yoga)
Hujan Intan Itu Nyata
Uranus dan Neptunus adalah planet ke 7 dan ke 8 dari Matahari yang memiliki fenomena spektakuler yang tak terjadi di planet lain, yaitu hujan intan. Jarak dari Matahari 2,9 miliar km dan 4,5 miliar km. Diamater kedua planet ini 4 kali Bumi. Lapisan terluar planet ini terdiri atas gas hidrogen dan helium. Di bawah lapisan gas itu, terdapat lapisan es (senyawa yang mengandung hidrogen) setebal 17.500 km, Ini adalah lapisan tengah atau mantel yang tersusun atas senyawa air, amonia, dan metana. Tarikan gravitasi yang besar membuat lapisan es ini memiliki kepadatan tinggi. Sementara panas dari bagian inti batuan planet membuat suhu lapisan es tengah mencapai ribuan derajat celsius.
Suhu tinggi dan tekanan besar membuat amonia dan metana reaktif. Tekanan kuat memecah molekul metana hingga melepaskan karbon. Unsur karbon yang lepas itu membentuk rantai panjang dan menyatu dengan yang lain membentuk pola kristal seperti intan. Intan padat yang terbentuk itu lebih berat dari metana, amonia, dan air pada lapisan es. Akibatnya, intan jatuh ke mantel bagian bawah atau mendekati inti planet.Kumpulan intan itu, seperti ditulis Dominik Kraus di majalah American Scientist, September-Oktober 2018, akan membentuk lapisan baru dengan ketebalan beberapa meter. Suhu tinggi membuat lapisan karbon itu dapat berbentuk padat, cair, atau gabungan padat dan cair.
Hipotesis hujan intan di Uranus dan Neptunus pertama kali disampaikan Marvin Ross dari Laboratorium Nasional Lawrence Livermore California, AS, dalam tulisannya di majalah Nature 1981. Namun, belum bisa dibuktikan secara langsung. Mengirim wahana ke planet raksasa es itu tak mungkin dilakukan dalam waktu dekat. Kraus memprediksi posisi planet-planet pada kondisi terbaik untuk pengiriman misi ke Uranus dan Neptunus pada 2030 dengan harapan wahana sampai di sana pada tahun 2040-an. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









