Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Perang Membelah Ekonomi Global
Organisasi Perdagangan Dunia, atau World Trade Organization (WTO) mengingatkan perang Rusia-Ukraina telah menggelapkan prospek perdagangan dunia dan bakal membahayakan ekonomi global, karena dapat membaginya menjadi blok-blok persaingan atas konflik tersebut. "Ini bukan waktunya untuk berubah arah. Dalam sebuah krisis, diperlukan perdagangan lebih banyak guna mendukung akses kebutuhan yang stabil dan adil. Membatasi perdagangan akan mengancam kesejahteraan keluarga, bisnis dan menambah tugas lebih banyak untuk membangun pemulihan ekonomi yang tahan lama pasca pandemi Covid-19," ujar Direktur Jendral (Dirjen) WTO Ngozi Okonjo-Iweala dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, yang dilansir AFP pada Selasa (12/4).
Menanam Jati, Memanen Kesegaran
Decky Suprapto (38), warga Desa Selobanteng, Situbondo, Jatim, dengan bangga menunjukkan deretan pohon jati di kebun miliknya, Selasa (29/3). Dari 83 pohon jati itu, ia bisa mendapatkan kredit tunda tebang (KTT) sebanyak tiga kali sejak 2016 dengan total Rp 32 juta. Bagi Decky, program KTT Kementerian LH dan Kehutanan (KLHK) sangat berarti. Ia tidak perlu buru-buru menjual atau menebang pohon jati miliknya kala membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Cukup menjadikan pohon itu sebagai agunan kredit hingga bisa menjual saat pohon sudah cukup umur untuk dipanen dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Total ada 2.220 hektar hutan rakyat di desa itu dengan jumlah pohon jati mencapai 150.000 batang.
Sekitar tahun 2007, kondisi hutan di desa itu memprihatinkan karena banyak yang gundul. Kepala Desa Selobanteng Muttaha mengisahkan, saat itu bahkan hawa di desa terasa panas dan warga kesulitan air. Sumber-sumber air di sana debitnya kecil. Karena begitu sulit mendapat air, warga harus antre mengambil air pada malam hari jika esok hari ingin mandi. Tahun 2009, ia berkomunikasi dengan Paiton Energy-Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) hingga setahun berikutnya mendapat bantuan bibit jati sebagai bagian dari tanggung jawab social perusahaan. Kesepakatan dengan Paiton Energy, pohon jati tidak ditebang selama sembilan tahun. Upaya konservasi hutan mulai membuahkan hasil. Selain hutan kembali rimbun, pada 2013, Desa Selobanteng meraih penghargaan sebagai Desa Peduli Hutan tingkat Kabupaten Situbondo. (Yoga)
Pelatihan Kerja, Kecakapan Digital Semakin Dibutuhkan
Peningkatan kecakapan digital yang didorong pandemi Covid-19 menjadi kebutuhan banyak orang saat ini. Program peningkatan kecakapan digital disiapkan bagi siswa, para perempuan, hingga para pekerja agar mampu beradaptasi dengan dinamika baru di dunia kerja. Dari laporan Amazon Web Services, Inc (AWS), anak perusahaan Amazon.com yang dirilis akhir Maret 2022, terpantau 98 % pekerja di Indonesia menyampaikan bahwa mereka butuh meningkatkan kapasitas di bidang digital. Tahun depan, diproyeksikan akan ada peningkatan 17,2 juta karyawan di Indonesia yang butuh mengikuti pelatihan digital untuk mendukung kinerja mereka. Angka ini setara dengan 13 % angkatan kerja di Indonesia. Namun, hanya 36 % perusahaan di Indonesia yang sudah siap menyelenggarakan pelatihan yang dibutuhkan.
Direktur AlphaBeta untuk wilayah Asia Pasifik (APAC) Genevieve Lim, Selasa (12/4) menyampaikan, kebutuhan untuk peningkatan kecakapan digital mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pandemi Covid-19 telah mengakselerasi munculnya kebutuhan untuk penyelenggaraan pelatihan bagi pekerja dari kalangan teknologi maupun nonteknologi di Indonesia. Berdasarkan laporan AWS, beragam pelatihan digital, seperti penggunaan piranti-piranti berbasis cloud, piranti pengembang, perangkat lunak komunikasi berbasis cloud, perangkat lunak akuntansi maupun customer relationship management akan banyak diminati di tahun 2025. Kecakapan digital lainnya yang dibutuhkan adalah kecakapan di bidang keamanan siber. (Yoga)
Mengejar Konsumen
Suatu saat apabila ikut kapal pesiar, Anda akan ”ditangani” sejak memesan tiket hingga lepas dari kapal. Begitu memesan tiket dan layanan lain, Anda akan ditawari berbagai hal melalui surat elektronik dan aplikasi. Namun, setelah ditawari melalui kedua kanal itu, ada tawaran dari kanal lain, seperti bertemu langsung, seminar, event, dan pesan melalui telepon di kamar. Ketika sudah di kapal, Anda akan ditawari berbagai kebutuhan dan produk serta layanan dengan harga menarik. Intinya, Anda diharapkan mengeluarkan uang dari kocek. Mereka bekerja berdasarkan data aktivitas kita di platform, seperti aktivitas harian dan pengeluaran kita hingga tersusun algoritma. Melalui algoritma ini mereka menyajikan layanan yang pas buat para tamu. Algoritma seperti telah mengatur keputusan di semua bagian kehidupan dan memungkinkan perusahaan menjadi lebih berorientasi kepada pelanggan.
Akan tetapi, peneliti menemukan kenyataan, ketika lamaran para calon pelanggan diterima, mereka bereaksi lebih positif ketika keputusan dibuat oleh manusia daripada oleh algoritma. Pelanggan juga mengevaluasi perusahaan secara lebih positif dan cenderung merekomendasikannya kepada orang lain ketika aplikasi mereka diterima oleh manusia. Permintaan saya diterima karena saya istimewa dan saya pantas mendapatkannya ketika keputusan dibuat oleh manusia daripada oleh algoritma. Oleh karena itu, berbagai data penyusun algoritma tak bisa digunakan begitu saja untuk layanan konsumen melalui surat elektronik atau tampilan di aplikasi. Komunikasi langsung melalui berbagai kanal akan membuat pemasaran lebih berhasil. (Yoga)
Kemiskinan Ekstrem Dituntaskan pada 2024
Pemerintah menargetkan dapat mengatasi sepenuhnya kemiskinan ekstrem di Indonesia tahun 2024. Terkait hal itu, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat menargetkan penanganan di 212 kabupaten/kota pada tahun 2022. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam Raker dengan Komisi V DPR RI, Selasa (12/4), menyatakan, pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem menjadi nol % pada 2024 melalui koordinasi lintas kementerian di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) serta Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kemiskinan ekstrem merujuk pada masyarakat berpenghasilan setara dan di bawah 1,9 dollar AS per kapita per hari. Kriteria lain menetapkan kemiskinan ekstrem mencakup prevalensi tengkes tinggi.
Tahun lalu, angka kemiskinan ekstrem di Indonesia tercatat 4 % dari jumlah keluarga Indonesia. Tahun ini, pemerintah mencanangkan penanganan kemiskinan ekstrem diprioritaskan pada 212 kabupaten/kota dengan menyasar total 22.386.202 keluarga. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) diarahkan untuk menangani kemiskinan ekstrem. Pada setiap kabupaten/kota akan dipilih lima kecamatan dan dua desa serta dua rukun tetangga/rukun warga (RT/RW) yang tidak memiliki rumah layak huni terbanyak sebagai lokus prioritas. Basuki menambahkan, data BKKBN menjadi basis penetapan lokus kawasan dengan kemiskinan ekstrem dan rekapitulasi jumlah keluarga dengan indikator, fasilitas lingkungan tidak sehat, keluarga tidak memiliki sumber air minum utama yang layak, tidak mempunyai jamban layak, serta rumah tidak layak huni. (Yoga)
Bantuan Subsidi Upah Dapat Memperlebar Kesenjangan Pendapatan
Jika pemerintah tidak memperbaiki sasaran penerima, program bantuan subsidi upah yang akan digulirkan untuk ketiga kali dapat memperuncing kesenjangan pendapatan di kalangan pekerja. Perluasan akses bantuan diperlukan agar program itu efektif menjaga daya beli pekerja dan mendorong konsumsi masyarakat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar mengatakan, pekerja terimpit kenaikan harga kebutuhan pokok dan energi akibat imbas persoalan ekonomi global. Laju inflasi tahunan per Maret 2022 tercatat 2,64 %, naik dari inflasi tahunan per Februari 2022 sebesar 2,06 %. BI memprediksi inflasi Indonesia 2022 berada di kisaran 2 - 4 %. Tren kenaikan inflasi ini terjadi di tengah kenaikan rata-rata upah minimum 2022 nasional yang hanya 1,09 % dan di bawah angka inflasi. Ketimpangan antara pendapatan dan biaya hidup sehari-sehari membuat upah riil dan daya beli pekerja menurun.
Di tengah kondisi ini, pemerintah mengeluarkan program bantuan subsidi upah yang sebenarnya berpotensi membantu pekerja, tetapi kurang efektif dan tidak tepat sasaran. Pasalnya, program yang akan digulirkan untuk ketiga kali itu masih menyasar kelompok pekerja formal yang merupakan peserta aktif di BP Jamsostek. Menurut rencana, bantuan akan ditujukan bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta. Besaran yang diterima Rp 1 juta per orang. Ada 8,8 juta pekerja yang akan jadi sasaran penerima. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 8,8 triliun untuk menjalankan program itu. Ia mengatakan, pekerja yang paling terdampak adalah pekerja formal yang tidak terdaftar di BP Jamsostek serta pekerja informal. Pekerja yang tidak terdaftar sebagai peserta aktif di BP Jamsostek biasanya mengalami penurunan upah, iuran jamsostek tersendat, serta pembayaran THR yang ditunda atau dicicil. (Yoga)
Indonesia Dorong Negara G20 Punya Indeks Literasi Digital
Indonesia, melalui forum Digital Economy Working Group (DEWG), Presidensi G20 Indonesia, mendorong negara-negara anggotanya memiliki indeks untuk mengukur kecakapan dan literasi digital. Pengukurannya dilakukan melalui metode survey dengan standar yang sama agar bisa saling belajar untuk meningkatkannnya. "Kemarin, waktu kita tawarkan ke negara-negara lain, sebagian besar mendukung," kata Alternate Chair DEWG dan Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (kemenkominfo) Dedy Permadi, dikutip Senin, (11/4). Pengukuruan tersebut dilakukan dalam bentuk metode survei ke warga negaranya. Indonesia mengharapkan, paling tidak negara G20 memiiki standar pengukuran yang sama untuk kecakapan dan literasi digital. Pengukuran tingkat literasi digital yang ditawarkan Indonesia pada forum DEWG mirip dengan apa yang dilakukan kemenkominfo sejak beberapa tahun belakangan. (Yetede)
Modal dan Peluang Ekowisata
Ekowisata seakan jadi jawaban atas krisis pandemi dan iklim global. Ekowisata dirancang sebagai bentuk perjalanan spesial untuk menikmati alam yang asli, unik, ramah lingkungan. Pembatasan pergerakan secara spasial dan naiknya temperatur Bumi tak menyurutkan animo dan kebutuhan orang untuk terus bersua dan dekat dengan alam, sebaliknya justru meningkat. Perjalanan warga AS ke surga destinasi ekowisata Puerto Riko naik 234 % per tahun.Jumlah ekowisatawan Eropa yang berburu destinasi karbon netral, Eslandia, naik 11 % per tahun. Destinasi ekowisata kita, Taman Nasional (TN) Komodo, menerima 221.000 wisatawan pada 2019 meski anjlok menjadi 51.000 tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Tahun 2019 industri ekowisata seluruh dunia menghasilkan devisa 181 miliar USD, equivalen 11,3 % total devisa semua sektor pariwisata tahun 2020. Dengan pertumbuhan 14,3 % per tahun, devisa tersebut akan mencapai 333,8 miliar USD pada 2027.
Fakta itu menegaskan ekowisata menjadi tren model perjalanan liburan yang diminati.Di sinilah peluang besar terbuka bagi Indonesia, yang menempati posisi kedua terkaya di dunia sebagai pemilik biodiversitas. Tak kurang dari 60 % terumbu karang di dunia ditemukan di sini. Bahkan 10 % jenis tumbuhan, 12 % spesies mamalia, 16 % spesies reptil, dan 17 % spesies unggas di planet Bumi ini memusat di wilayah Nusantara. Ribuan spesies ikan air tawar ikut menghiasi kekayaan alam negeri. Keunikan, orisinalitas, dan sifat naturalnya menyatu menjadi atraksi yang sulit diabaikan wisatawan. Dalam jarak setiap 100 kilometer saja keunikan alam mudah ditemukan dan berjejer seakan mata rantai yang tak pernah putus. Lelah dari aktivitas di pegunungan, pantai dan marina siap menyambut dengan pemandangan bawah laut mengagumkan. Hutan kita bukan hanya luas, juga kaya akan jenis flora dan fauna yang bisa dikemas jadi ajang berbagai aktivitas ekowisata. Mayoritas penikmat atraksi alam itu pemilik kantong tebal (high end-user) dari sejumlah negara. Bukan hanya dengan tarif mahal per hari, masa tinggal mereka juga lebih panjang daripada wisatawan biasa.
Tarif snorkeling di Raja Ampat dipatok 1.890 USD per orang selama tujuh hari. Pangsa pasar kalangan mlenial dalam ekowisata semakin besar, menyalip generasi baby boomer. Karakter dan selera mereka unik, misalnya menikmati hal-hal baru atau berbeda untuk meraih pengalaman bermutu. Karena itu, mereka lebih suka bepergian ke destinasi alternatif dan masih ”asli”. Budaya lokal dan peluang membuka persahabatan dengan warga setempat jadi dambaan. Daripada resor mewah gemerlapan, lokasi yang masih alami dan menawarkan pengalaman baru dan berkualitas lebih menarik mereka. Dengan ekowisata kita merawat alam, menyehatkan rasa dan raga, pun memastikan penghidupan berdurasi panjang. Karena itu, pengembangannya perlu ditempatkan dalam skala prioritas nasional hingga lokal. (Yoga)
Industri Berjibaku Siasati Imbas Perang Rusia-Ukraina
Ketegangan geopolitik akibat perang Rusia dan Ukraina terus bereskalasi dan kian mendisrupsi rantai pasok dunia. Berbagai sektor menghadapi kendala pasokan dan harga bahan baku yang meroket. Terjadi pula hambatan transaksi dagang akibat imbas sanksi ekonomi negara-negara barat terhadap Rusia. Salah satu sektor yang terdampak yakni industri makanan dan minuman yang cukup bergantung pada bahan baku gandum dari Ukraina. Pada 2021, Indonesia mengimpor 3,07 juta ton gandum dari Ukraina, mencakup 26,78 %i total impor gandum saat itu.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Adhi S Lukman memperkirakan, pasokan gandum masih tersedia sampai Mei 2022. Sejauh ini produksi belum terganggu dan kenaikan harga produk jadi olahan gandum masih bisa direm. Pelaku industri kini berjibaku mencari sumber gandum alternatif dari negara lain di tengah harga gandum dunia yang per Maret 2022 meroket hingga 486,3 USD per metrik ton akibat imbas perang, tahun lalu harganya masih 289,3 USD per metrik ton.
Kelangkaan bahan baku juga dialami sektor telekomunikasi, menurut Presdir PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini, konflik Rusia-Ukraina telah mengakibatkan kelangkaan cip semi konduktor selaku komponen terpenting dalam produksi kartu SIM. Serangan Rusia ke Ukraina membuat produksi gas neon dua perusahaan asal Ukraina, Ingas dan Cryoin, berhenti. Padahal, keduanya memasok 45-50 % kebutuhan gas neon untuk manufaktur dunia. (Yoga)
Triliunan Rupiah Siap Mengalir di Daerah
Kebutuhan uang tunai di daerah pada Ramadhan dan Idul Fitri 1443 Hijriah mencapai triliunan rupiah. Di Jabar sekitar Rp 19,26 triliun, sedang di Kalsel disiapkan Rp 2,5 triliun. Pelayanan penukaran uang pun disediakan pemerintah untuk menekan potensi persebaran uang palsu dari penukaran tidak resmi. ”Kami menyediakan lebih besar, 125 % (Rp 24,09 triliun) dari kebutuhan Rp 19,26 triliun. Jaga-jaga karena libur kali ini animonya luar biasa,” ujar Kepala Perwakilan BI Jabar Herawanto dalam pembukaan layanan penukaran kas keliling terpadu kepada masyarakat di Kantor Perwakilan BI Jabar di Bandung, Senin (11/4). Prediksi kebutuhan uang cetak Ramadhan kali ini, 10,42 % lebih tinggi dari 2021, menunjukkan perekonomian membaik di saat pandemi, yang akan berdampak pada tingginya transaksi uang sehingga kebutuhan uang cetak meningkat.
Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana, yang turut hadir, menyatakan, pemulihan ekonomi ini terjadi seiring pandemi yang mulai terkendali. Herawanto meminta masyarakat melakukan penukaran uang melalui pelayanan bank terdekat, demi menghindari uang palsu. Masyarakat juga lebih hemat karena penukaran uang di layanan resmi tidak dipungut biaya. Kantor Perwakilan BI Jabar di Jalan Braga, Kota Bandung, menyediakan layanan penukaran dengan menggaet 14 bank, berlangsung 11-26 April 2022 pada pukul 08.00-12.00. Pada layanan ini, setiap orang bisa menukarkan uang maksimal Rp 3,8 juta. Pecahan yang bisa didapat, antara lain Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









