Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Mengejar Konsumen
Suatu saat apabila ikut kapal pesiar, Anda akan ”ditangani” sejak memesan tiket hingga lepas dari kapal. Begitu memesan tiket dan layanan lain, Anda akan ditawari berbagai hal melalui surat elektronik dan aplikasi. Namun, setelah ditawari melalui kedua kanal itu, ada tawaran dari kanal lain, seperti bertemu langsung, seminar, event, dan pesan melalui telepon di kamar. Ketika sudah di kapal, Anda akan ditawari berbagai kebutuhan dan produk serta layanan dengan harga menarik. Intinya, Anda diharapkan mengeluarkan uang dari kocek. Mereka bekerja berdasarkan data aktivitas kita di platform, seperti aktivitas harian dan pengeluaran kita hingga tersusun algoritma. Melalui algoritma ini mereka menyajikan layanan yang pas buat para tamu. Algoritma seperti telah mengatur keputusan di semua bagian kehidupan dan memungkinkan perusahaan menjadi lebih berorientasi kepada pelanggan.
Akan tetapi, peneliti menemukan kenyataan, ketika lamaran para calon pelanggan diterima, mereka bereaksi lebih positif ketika keputusan dibuat oleh manusia daripada oleh algoritma. Pelanggan juga mengevaluasi perusahaan secara lebih positif dan cenderung merekomendasikannya kepada orang lain ketika aplikasi mereka diterima oleh manusia. Permintaan saya diterima karena saya istimewa dan saya pantas mendapatkannya ketika keputusan dibuat oleh manusia daripada oleh algoritma. Oleh karena itu, berbagai data penyusun algoritma tak bisa digunakan begitu saja untuk layanan konsumen melalui surat elektronik atau tampilan di aplikasi. Komunikasi langsung melalui berbagai kanal akan membuat pemasaran lebih berhasil. (Yoga)
Kemiskinan Ekstrem Dituntaskan pada 2024
Pemerintah menargetkan dapat mengatasi sepenuhnya kemiskinan ekstrem di Indonesia tahun 2024. Terkait hal itu, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat menargetkan penanganan di 212 kabupaten/kota pada tahun 2022. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam Raker dengan Komisi V DPR RI, Selasa (12/4), menyatakan, pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem menjadi nol % pada 2024 melalui koordinasi lintas kementerian di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) serta Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kemiskinan ekstrem merujuk pada masyarakat berpenghasilan setara dan di bawah 1,9 dollar AS per kapita per hari. Kriteria lain menetapkan kemiskinan ekstrem mencakup prevalensi tengkes tinggi.
Tahun lalu, angka kemiskinan ekstrem di Indonesia tercatat 4 % dari jumlah keluarga Indonesia. Tahun ini, pemerintah mencanangkan penanganan kemiskinan ekstrem diprioritaskan pada 212 kabupaten/kota dengan menyasar total 22.386.202 keluarga. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) diarahkan untuk menangani kemiskinan ekstrem. Pada setiap kabupaten/kota akan dipilih lima kecamatan dan dua desa serta dua rukun tetangga/rukun warga (RT/RW) yang tidak memiliki rumah layak huni terbanyak sebagai lokus prioritas. Basuki menambahkan, data BKKBN menjadi basis penetapan lokus kawasan dengan kemiskinan ekstrem dan rekapitulasi jumlah keluarga dengan indikator, fasilitas lingkungan tidak sehat, keluarga tidak memiliki sumber air minum utama yang layak, tidak mempunyai jamban layak, serta rumah tidak layak huni. (Yoga)
Bantuan Subsidi Upah Dapat Memperlebar Kesenjangan Pendapatan
Jika pemerintah tidak memperbaiki sasaran penerima, program bantuan subsidi upah yang akan digulirkan untuk ketiga kali dapat memperuncing kesenjangan pendapatan di kalangan pekerja. Perluasan akses bantuan diperlukan agar program itu efektif menjaga daya beli pekerja dan mendorong konsumsi masyarakat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar mengatakan, pekerja terimpit kenaikan harga kebutuhan pokok dan energi akibat imbas persoalan ekonomi global. Laju inflasi tahunan per Maret 2022 tercatat 2,64 %, naik dari inflasi tahunan per Februari 2022 sebesar 2,06 %. BI memprediksi inflasi Indonesia 2022 berada di kisaran 2 - 4 %. Tren kenaikan inflasi ini terjadi di tengah kenaikan rata-rata upah minimum 2022 nasional yang hanya 1,09 % dan di bawah angka inflasi. Ketimpangan antara pendapatan dan biaya hidup sehari-sehari membuat upah riil dan daya beli pekerja menurun.
Di tengah kondisi ini, pemerintah mengeluarkan program bantuan subsidi upah yang sebenarnya berpotensi membantu pekerja, tetapi kurang efektif dan tidak tepat sasaran. Pasalnya, program yang akan digulirkan untuk ketiga kali itu masih menyasar kelompok pekerja formal yang merupakan peserta aktif di BP Jamsostek. Menurut rencana, bantuan akan ditujukan bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta. Besaran yang diterima Rp 1 juta per orang. Ada 8,8 juta pekerja yang akan jadi sasaran penerima. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 8,8 triliun untuk menjalankan program itu. Ia mengatakan, pekerja yang paling terdampak adalah pekerja formal yang tidak terdaftar di BP Jamsostek serta pekerja informal. Pekerja yang tidak terdaftar sebagai peserta aktif di BP Jamsostek biasanya mengalami penurunan upah, iuran jamsostek tersendat, serta pembayaran THR yang ditunda atau dicicil. (Yoga)
Indonesia Dorong Negara G20 Punya Indeks Literasi Digital
Indonesia, melalui forum Digital Economy Working Group (DEWG), Presidensi G20 Indonesia, mendorong negara-negara anggotanya memiliki indeks untuk mengukur kecakapan dan literasi digital. Pengukurannya dilakukan melalui metode survey dengan standar yang sama agar bisa saling belajar untuk meningkatkannnya. "Kemarin, waktu kita tawarkan ke negara-negara lain, sebagian besar mendukung," kata Alternate Chair DEWG dan Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (kemenkominfo) Dedy Permadi, dikutip Senin, (11/4). Pengukuruan tersebut dilakukan dalam bentuk metode survei ke warga negaranya. Indonesia mengharapkan, paling tidak negara G20 memiiki standar pengukuran yang sama untuk kecakapan dan literasi digital. Pengukuran tingkat literasi digital yang ditawarkan Indonesia pada forum DEWG mirip dengan apa yang dilakukan kemenkominfo sejak beberapa tahun belakangan. (Yetede)
Modal dan Peluang Ekowisata
Ekowisata seakan jadi jawaban atas krisis pandemi dan iklim global. Ekowisata dirancang sebagai bentuk perjalanan spesial untuk menikmati alam yang asli, unik, ramah lingkungan. Pembatasan pergerakan secara spasial dan naiknya temperatur Bumi tak menyurutkan animo dan kebutuhan orang untuk terus bersua dan dekat dengan alam, sebaliknya justru meningkat. Perjalanan warga AS ke surga destinasi ekowisata Puerto Riko naik 234 % per tahun.Jumlah ekowisatawan Eropa yang berburu destinasi karbon netral, Eslandia, naik 11 % per tahun. Destinasi ekowisata kita, Taman Nasional (TN) Komodo, menerima 221.000 wisatawan pada 2019 meski anjlok menjadi 51.000 tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Tahun 2019 industri ekowisata seluruh dunia menghasilkan devisa 181 miliar USD, equivalen 11,3 % total devisa semua sektor pariwisata tahun 2020. Dengan pertumbuhan 14,3 % per tahun, devisa tersebut akan mencapai 333,8 miliar USD pada 2027.
Fakta itu menegaskan ekowisata menjadi tren model perjalanan liburan yang diminati.Di sinilah peluang besar terbuka bagi Indonesia, yang menempati posisi kedua terkaya di dunia sebagai pemilik biodiversitas. Tak kurang dari 60 % terumbu karang di dunia ditemukan di sini. Bahkan 10 % jenis tumbuhan, 12 % spesies mamalia, 16 % spesies reptil, dan 17 % spesies unggas di planet Bumi ini memusat di wilayah Nusantara. Ribuan spesies ikan air tawar ikut menghiasi kekayaan alam negeri. Keunikan, orisinalitas, dan sifat naturalnya menyatu menjadi atraksi yang sulit diabaikan wisatawan. Dalam jarak setiap 100 kilometer saja keunikan alam mudah ditemukan dan berjejer seakan mata rantai yang tak pernah putus. Lelah dari aktivitas di pegunungan, pantai dan marina siap menyambut dengan pemandangan bawah laut mengagumkan. Hutan kita bukan hanya luas, juga kaya akan jenis flora dan fauna yang bisa dikemas jadi ajang berbagai aktivitas ekowisata. Mayoritas penikmat atraksi alam itu pemilik kantong tebal (high end-user) dari sejumlah negara. Bukan hanya dengan tarif mahal per hari, masa tinggal mereka juga lebih panjang daripada wisatawan biasa.
Tarif snorkeling di Raja Ampat dipatok 1.890 USD per orang selama tujuh hari. Pangsa pasar kalangan mlenial dalam ekowisata semakin besar, menyalip generasi baby boomer. Karakter dan selera mereka unik, misalnya menikmati hal-hal baru atau berbeda untuk meraih pengalaman bermutu. Karena itu, mereka lebih suka bepergian ke destinasi alternatif dan masih ”asli”. Budaya lokal dan peluang membuka persahabatan dengan warga setempat jadi dambaan. Daripada resor mewah gemerlapan, lokasi yang masih alami dan menawarkan pengalaman baru dan berkualitas lebih menarik mereka. Dengan ekowisata kita merawat alam, menyehatkan rasa dan raga, pun memastikan penghidupan berdurasi panjang. Karena itu, pengembangannya perlu ditempatkan dalam skala prioritas nasional hingga lokal. (Yoga)
Industri Berjibaku Siasati Imbas Perang Rusia-Ukraina
Ketegangan geopolitik akibat perang Rusia dan Ukraina terus bereskalasi dan kian mendisrupsi rantai pasok dunia. Berbagai sektor menghadapi kendala pasokan dan harga bahan baku yang meroket. Terjadi pula hambatan transaksi dagang akibat imbas sanksi ekonomi negara-negara barat terhadap Rusia. Salah satu sektor yang terdampak yakni industri makanan dan minuman yang cukup bergantung pada bahan baku gandum dari Ukraina. Pada 2021, Indonesia mengimpor 3,07 juta ton gandum dari Ukraina, mencakup 26,78 %i total impor gandum saat itu.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Adhi S Lukman memperkirakan, pasokan gandum masih tersedia sampai Mei 2022. Sejauh ini produksi belum terganggu dan kenaikan harga produk jadi olahan gandum masih bisa direm. Pelaku industri kini berjibaku mencari sumber gandum alternatif dari negara lain di tengah harga gandum dunia yang per Maret 2022 meroket hingga 486,3 USD per metrik ton akibat imbas perang, tahun lalu harganya masih 289,3 USD per metrik ton.
Kelangkaan bahan baku juga dialami sektor telekomunikasi, menurut Presdir PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini, konflik Rusia-Ukraina telah mengakibatkan kelangkaan cip semi konduktor selaku komponen terpenting dalam produksi kartu SIM. Serangan Rusia ke Ukraina membuat produksi gas neon dua perusahaan asal Ukraina, Ingas dan Cryoin, berhenti. Padahal, keduanya memasok 45-50 % kebutuhan gas neon untuk manufaktur dunia. (Yoga)
Triliunan Rupiah Siap Mengalir di Daerah
Kebutuhan uang tunai di daerah pada Ramadhan dan Idul Fitri 1443 Hijriah mencapai triliunan rupiah. Di Jabar sekitar Rp 19,26 triliun, sedang di Kalsel disiapkan Rp 2,5 triliun. Pelayanan penukaran uang pun disediakan pemerintah untuk menekan potensi persebaran uang palsu dari penukaran tidak resmi. ”Kami menyediakan lebih besar, 125 % (Rp 24,09 triliun) dari kebutuhan Rp 19,26 triliun. Jaga-jaga karena libur kali ini animonya luar biasa,” ujar Kepala Perwakilan BI Jabar Herawanto dalam pembukaan layanan penukaran kas keliling terpadu kepada masyarakat di Kantor Perwakilan BI Jabar di Bandung, Senin (11/4). Prediksi kebutuhan uang cetak Ramadhan kali ini, 10,42 % lebih tinggi dari 2021, menunjukkan perekonomian membaik di saat pandemi, yang akan berdampak pada tingginya transaksi uang sehingga kebutuhan uang cetak meningkat.
Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana, yang turut hadir, menyatakan, pemulihan ekonomi ini terjadi seiring pandemi yang mulai terkendali. Herawanto meminta masyarakat melakukan penukaran uang melalui pelayanan bank terdekat, demi menghindari uang palsu. Masyarakat juga lebih hemat karena penukaran uang di layanan resmi tidak dipungut biaya. Kantor Perwakilan BI Jabar di Jalan Braga, Kota Bandung, menyediakan layanan penukaran dengan menggaet 14 bank, berlangsung 11-26 April 2022 pada pukul 08.00-12.00. Pada layanan ini, setiap orang bisa menukarkan uang maksimal Rp 3,8 juta. Pecahan yang bisa didapat, antara lain Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. (Yoga)
Ramadhan Saling Memperkuat
Di tengah upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi, pedagang dan pengusaha berharap Ramadhan membawa berkah peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat. Para pengusaha pun berharap 2022 ini sebagai momentum pertumbuhan di tengah optimisme keberhasilan eradikasi tuntas penyebaran Covid-19. Dua tahun sudah geliat ekonomi melemah akibat pandemi mengikis tradisi belanja ”baju baru dan kue lebaran”. Kementerian Keuangan menyebutkan, pertumbuhan ekonomi nasional triwulan IV-2021 mencapai 5,02 % dan keseluruhan 2021 mencapai 3,69 %. Dengan pertumbuhan 2021 sebagai base-line, ada sinyal kuat prospek 2022 kian menguat seiring keberhasilan pemulihan ekonomi.
Penguatan ekonomi terjadi karena Ramadhan acap diistilahkan sebagai strong economic driver. Walau kebanyakan sedang berpuasa, rumah tangga tak mengurangi belanja konsumsi. Badan Pusat Statistik mencatat konsumsi rumah tangga 2021 tumbuh 2,02 % setelah tahun lalu minus 2,63 % akibat pandemi. Ramadhan tahun ini diyakini jauh lebih baik dibanding masa dua tahun lalu. Geliat kegiatan ekonomi terlihat dengan dibukanya pusat belanja, mal, kafe,restoran, dan fasilitas bisnis lain. Sudah tampak nyata masyarakat belanja meski tetap harus mematuhi prokes atau belanja secara digital. Ramadhan tahun ini adalah momen spesial membawa berkah bagi ekonomi nasional. Ada energy ganda, yakni bangkit spiritual memuncak di bulan Ramadhan serta adopsi digital dalam konsumsi rumah tangga. (Yoga)
Harga Tak Kunjung Stabil, Sejumlah Produsen Abai
Program minyak goreng curah bersubsidi sudah berjalan sebulan, tetapi harganya masih tinggi di pasaran. Hasil pemantauan pelaksanaan program minyak goreng bersubsidi menunjukkan masih ada 20 produsen minyak goreng sawit yang belum memulai produksi minyak goreng curah dan 11 produsen belum mendistribusikan hasil produksinya.Menurut data Kemenperin, 75 perusahaan minyak goreng sawit terlibat dalam program pemerintah untuk menyediakan dan mendistribusikan minyak goreng curah bersubsidi bagi masyarakat serta pelaku usaha mikro dan kecil. Mereka sudah mendapat nomor registrasi dan berkontrak dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), tapi sampai 7 April 2022 baru 55 perusahaan atau 73,3 % yang sudah mulai memproduksi minyak goreng curah bersubsidi. Sebanyak 20 perusahaan lainnya sama sekali belum memulai
Hasil pemantauan Gerakan Masyarakat Awasi Kartel (Germak) pada 1-9 April 2022 di 9 provinsi, ada 11 perusahaan minyak goreng sawit yang sama sekali belum menyalurkan minyak goreng curah bersubsidi. Koordinator Germak Fahmy Badoh, Minggu (10/4) mengatakan, hal itu menunjukkan masih rendahnya komitmen dan kepatuhan sebagian produsen minyak goreng sawit pada kontrak kewajiban. Sesuai Permenperin No 8 Tahun 2022, para produsen ini wajib memproduksi dan mendistribusikan minyak goreng bersubsidi. Terkait perusahaan yang sudah memproduksi tetapi belum menyalurkan, Febri mengatakan, ada kemungkinan minyak goreng dalam bentuk curah tidak disalurkan karena dijadikan minyak goreng kemasanRusia Kena Sanksi, Eropa Incar Batubara Indonesia
Harga batubara masih terus memanas, di tengah perang Rusia dan Ukraina memantik permintaan ekspor batubara Indonesia. Permintaan batubara ke kawasan Eropa melesat seiring larangan ekspor batubara Rusia oleh Uni Eropa. Kementerian ESDM juga mengaku siap memproses permohonan revisi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) jika ada perusahaan batubara yang mengajukan ekspor. "Akan kami evaluasi sesuai feasibility study dan amdal-nya," ujar Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Lana Saria saat dihubungi KONTAN, Minggu (10/4). Tahun ini, Kementerian ESDM memproyeksikan produksi batubara mencapai 665 juta ton. Dari rencana itu, pemerintahan menetapkan kewajiban pasokan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) batubara sebanyak 166 juta ton.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









