Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Menteri Erik Ajak Swasta Ikuti Jejak PTPN Bereskan Soal Migor
Menteri BUMN Erick Thohir, mengajak pelaku usaha sawit swasta mengikuti jejak Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (persero) atau PTPN Group, yakni membangun pabrik dan mengalokasikan seperempat produksi minyak goreng yang dihasilkan untuk rakyat dengan harga terjangkau. PTPN Group yang hanya menguasai 4% dan total luas kebun kelapa sawit RI tetapi berani membuat perubahan demi membantu mengatasi permasalah migor di Tanah Air. Kepada wartawan Menteri Erik menjelaskan, "PTPN yang hanya memiliki 4% dari luas lahan sawit saja berani melakukan perubahan , seperti pada produksinya untuk rakyat, dari yang tadinya tidak produksi migor kepada rakyat. Sudah sempat beberapa bulan yang lalu saya mengetuk hati swasta mengenai hal ini."
Bantalan Sosial Baru Kelas Menengah
Pemerintah mengkaji program bantuan sosial baru yang menyasar masyarakat kelas menengah. Program bansos itu akan melengkapi program bantuan subsidi upah (BSU) dan bantuan produktif usaha mikro (BPUM) yang sudah mengalir. Bantalan tersebut disiapkan untuk memperkuat daya beli masyarakat ditengah kenaikan harga berbagai komoditas. Sekretaris Kementerian Koordinator, Susiwijono Moegiarso menuturkan ada beberapa skema program bantuan yang tengah dibahas. Dalam pembahasan itu, kata dia, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengundang pemimpin kementerian dan lembaga serta asosiasi pengusaha. "Kami mendiskusikan penduduk level menengah yang juga rentan terhadap dinamika global dan kenaikan harga. Kami sedang siapkan skema bantuan yang lain," ujar dia, kemarin. Selain itu, ia juga mengimbuhkan, Kementerian Keuangan telah menerima permohonan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk penyaluran BPUM. Program ini merupakan bantuan permodalan dari pemerintah untuk para pelaku usaha mikro. (Yetede)
Kemendag Tetapkan HPP Baru Gula Petani
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan (8/4) mengatakan, harga patokan petani (HPP) gula akan ditetapkan Rp 11.500 per kg, lebih tinggi dari HPP gula yang ditetapkan sejak enam tahun lalu Rp 9.100 per kg. Kebijakan itu diambil setelah Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) menyampaikan usulan kenaikan HPP gula kepada Mendag Muhammad Lutfi pada 31 Maret 2022. APTRI meminta pemerintah menaikkan HPP gula dari Rp 9.100 per kg menjadi Rp 12.000 per kg. Waktu itu, Sekjen DPN APTRI M Nur Khabsyin menyatakan,HPP gula perlu dinaikkan lantaran biaya pokok produksi semakin tinggi. Biaya itu mencakup ongkos pengolahan lahan, upah tenaga kerja, ongkos tebang angkut, biaya irigasi, pestisida, dan beban biaya pupuk. Selama ini, petani juga menggunakan pupuk nonsubsidi yang harganya lebih mahal lantaran jumlah pupuk bersubsidi terbatas sehingga menambah biaya produksi 15 %. Selain HPP, pemerintah juga mewajibkan peritel modern menjual gula kristal putih Rp 13.500 per kg di tingkat konsumen. Hal itu berdasarkan Surat Edaran Dirjen Perdagangan dalam Negeri No 6 Tahun 2022 tentang Harga Jual Gula Kristal Putih. (Yoga)
Jerat Investasi Bodong di Kalteng
Tergiur keuntungan hingga 20% setiap bulan dari investasi yang ditanam, ribuan warga Kalimantan Tengah menjadi korban penipuan dengan modus investasi abal-abal. Dana yang dihimpun dua pelaku mencapai Rp 125 miliar. Pasangan suami istri, VS (60) dan BC (42), ditangkap aparat Polda Kalimantan Tengah. Lewat platform investasi digital abal-abal, mereka diduga menipu sedikitnya 2700 orang dengan total dana investasi ilegal mencapai Rp 125 miliar. "Kedua tersangka ditangkap di Jakarta pada akhir Fberuari 2022. Saat ini,mereka ditahan di rumah Tahanan Negara Kelas II A Kota Palangkaraya. Mereka tengah diperiksa sebelum kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalteng Komisaris Besar Eko Saputro di Palangkaraya, Jumat. VS dan BC menggunakan modus skema piramida. Aktivitas mereka juga tidak dilengkapi izin perdagangan. Ketiga platform tersebut, digunakan untuk perdagangan kripto oleh PT Toward Research Business. Di perusahaan itu, kedua tersangka menjabat direktur utama dan Komisaris. (Yetede)
Telusuri Gratifikasi CPO, Pejabat Tinggi Diperiksa
Penyidik Kejagung meyakini ada gratifikasi kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO dan turunannya ke beberapa perusahaan. Untuk itu, penyidik akan memeriksa pejabat tinggi terkait. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Supardi, Rabu (6/4) mengatakan, pejabat itu adalah penyelenggara negara atau PNS instansi fasilitas ekspor CPO. (Yoga)
FOMC Dukung Kenaikan Suku Bunga 50 Basis Point
Risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 15-16 Maret 2022 menunjukkan bahwa beberapa pejabat The Federal Reserve (The Fed ) Amerika Serikat (AS) mendukung kenaikan suku bunga 0,2 persentase poin di masa depan untuk memerangi inflasi. Saat menghadiri pertemuan FOMC Maret, para pejabat The Fed memutuskan menaikkan suku bunga 0,25 poin persentase. Ini adalah kenaikan pertama, sejak memangkas suku bunga menjadi nol karena pandemi Covid-19 melanda dua tahun lalu. "Namun, sejumlah peserta ini mengindikasikan, mengingat ketidakpastian jangka pendek yang lebih besar terkait dengan invasi Rusia ke Ukraina, mereka menilai kenaikan 25 basis poin akan sesuai pada pertemuan ini. Para pejabat juga percaya, bahwa komunikasi komite sebelumnya telah berkontribusi pada pengetatan kondisi keuangan, sebagaimana terbukti dalam peningkatan suku bunga berjangka selama beberapa bulan terakhir," demikian menurut risalah. (Yetede)
Kesiapan Angkutan Mudik Lebaran
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Menko PMK Muhadjir Effendy dan Dirut PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo menyaksikan calon penumpang kereta mencetak tiket secara mandiri di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (7/4). Peninjauan tersebut untuk melihat secara langsung kesiapan angkutan mudik Lebaran 2022.
Pulihkan Kerugian Negara, Kejagung Buru Aset ke Luar Negeri
Sebagian besar kerugian negara akibat kasus korupsi PT Garuda Indonesia disinyalir mengalir ke penyedia pesawat di luar negeri. Untuk memaksimalkan pemulihan kerugian negara, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Supardi, Selasa (5/4) mengatakan, Kejagung akan menggunakan mekanisme arbitrase di luar negeri. (Yoga)
Daya Tahan RI Kembali Diuji
Pemulihan ekonomi Asia, termasuk Indonesia, terus membaik lantaran ditopang ekspor dan peningkatan permintaan domestik. Namun, pada tahun ini, pemulihan tersebut juga diselimuti ketidakpastian yang besar. Daya tahan RI yang cukup tinggi kembali diuji. Dalam Asian Development Outlook 2022 yang dirilis Rabu (6/4), Bank Pembangunan Asia (ADB) menyebutkan, ketidakpastian itu disebabkan perang Rusia-Ukraina, masih berlanjutnya pandemi Covid-19, dan pengetatan kebijakan moneter oleh Bank Sentral AS. Harga-harga sejumlah komoditas juga masih bergejolak tinggi sehingga bakal membuat inflasi meningkat. ADB memperkirakan, ekonomi Indonesia tumbuh 5 % pada 2022 dan 5,2 % pada 2023. Tingkat inflasi di Indonesia yang pada 2021 sebesar 1,6 % diperkirakan naik menjadi 3,6 % pada 2022. Kemudian, pada 2023, tingkat inflasi diperkirakan turun menjadi 3 .
”Ekonomi memang terus memulih dari imbas pandemi. Namun, pada tahun ini, pemulihan itu diselimuti ketidakpastian yang besar. Kenaikan inflasi juga bakal menjadi tantangan,” kata ekonom senior ADB untuk Indonesia, Henry Ma.
Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Abdurohman berpendapat konflik Rusia-Ukraina telah menyebabkan sejumlah harga komoditas global naik. Hal itu akan memberikan dampak positif sekaligus negatif bagi Indonesia, pendapatan Indonesia bisa meningkat, di sisi lain, kenaikan harga tersebut ditransmisikan pada kenaikan harga di dalam negeri sehingga berpotensi mengerek tingkat inflasi. (Yoga)
Harga Minyak Serba Naik, Hidup Pun Serba Pelik
Abdul Rohim (59) waswas setiap memasuki SPBU di Kota Cirebon, Jabar. Sopir angkot D2 itu khawatir jika pertalite tidak tersedia setelah kenaikan BBM nonsubsidi jenis pertamax. Selasa pagi, ia masih mendapati pertalite di SPBU Perjuangan. Namun, siangnya, pertalite kosong. SPBU Bima juga tidak menyediakan pertalite waktu itu. Beberapa hari sebelum PT Pertamina (Persero) menaikkan harga pertamax dari Rp 9.200 menjadi Rp 12.500-Rp 13.000 per liter, Jumat (1/4), Rohim bahkan harus ke tiga SPBU. Saat itu, angkotnya bersaing dengan sepeda motor dan mobil pribadi demi dapat pertalite. Samid (52), sopir angkot jurusan D3, berharap masih mendapatkan pertalite. Ia pernah mengisi angkotnya dengan pertamax seharga Rp 50.000 atau sekitar 4 liter. Dengan BBM sejumlah itu, ia hanya dapat dua putaran, kalau diisi pertalite angkotnya bisa dapat tiga putaran. Kenaikan harga pertamax juga dikeluhkan sejumlah warga Kota Bandung, Jabar. Mereka melakukan penghematan hingga terpaksa menguras tabungan untuk menutupi pengeluaran yang membengkak.
Pengeluaran rumah tangga Perdana (27), warga Bandung Kulon, melonjak hingga Rp 100.000 karena kenaikan harga pertamax. Kebutuhan bahan bakar hingga 23 liter sebulan tidak bisa dikurangi untuk transportasi ke tempat kerjanya. Ia tidak beralih ke pertalite yang nilai oktannya lebih rendah ketimbang pertamax karena bakal mengurangi kemampuan mesin hingga menambah ongkos perawatan. Kondisi ini kian memberatkannya karena sebelumnya harga bahan pokok, termasuk minyak goreng, juga melonjak. Bahkan, pengeluaran bulanannya bertambah Rp 200.000 untuk mengimbangi kondisi itu.
Di Jalan Pangeran Drajat, Cirebon, sejak pagi hingga siang, puluhan warga antre membeli minyak goreng curah seharga Rp 15.500 per kg, Rabu. Entin (55) termasuk yang antre berjam-jam di sana. untuk minyak goreng milik orang lain. Perempuan paruh baya ini hanya menunggu 4 jeriken terisi. Setelah sahur dan shalat subuh, warga Kangraksan Utara ini telah berbaris mengantre. Upah bagi warga yang menunggu antrean beragam, dari Rp 20.000 hingga Rp 50.000 per dua jeriken, tergantung pakai perantara atau tidak.
Kisah Rohim, Samid, Perdana, Entin, hanyalah potret kehidupan warga yang kian pelik di tengah kenaikan harga minyak dan sejumlah bahan kebutuhan pokok. Tak hanya membuat ekonomi keluarga tergerus, kondisi ini rentan membuat mereka terjatuh ke jurang kemiskinan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









