Ramadhan Saling Memperkuat
Di tengah upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi, pedagang dan pengusaha berharap Ramadhan membawa berkah peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat. Para pengusaha pun berharap 2022 ini sebagai momentum pertumbuhan di tengah optimisme keberhasilan eradikasi tuntas penyebaran Covid-19. Dua tahun sudah geliat ekonomi melemah akibat pandemi mengikis tradisi belanja ”baju baru dan kue lebaran”. Kementerian Keuangan menyebutkan, pertumbuhan ekonomi nasional triwulan IV-2021 mencapai 5,02 % dan keseluruhan 2021 mencapai 3,69 %. Dengan pertumbuhan 2021 sebagai base-line, ada sinyal kuat prospek 2022 kian menguat seiring keberhasilan pemulihan ekonomi.
Penguatan ekonomi terjadi karena Ramadhan acap diistilahkan sebagai strong economic driver. Walau kebanyakan sedang berpuasa, rumah tangga tak mengurangi belanja konsumsi. Badan Pusat Statistik mencatat konsumsi rumah tangga 2021 tumbuh 2,02 % setelah tahun lalu minus 2,63 % akibat pandemi. Ramadhan tahun ini diyakini jauh lebih baik dibanding masa dua tahun lalu. Geliat kegiatan ekonomi terlihat dengan dibukanya pusat belanja, mal, kafe,restoran, dan fasilitas bisnis lain. Sudah tampak nyata masyarakat belanja meski tetap harus mematuhi prokes atau belanja secara digital. Ramadhan tahun ini adalah momen spesial membawa berkah bagi ekonomi nasional. Ada energy ganda, yakni bangkit spiritual memuncak di bulan Ramadhan serta adopsi digital dalam konsumsi rumah tangga. (Yoga)
Postingan Terkait
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Evaluasi atas Membengkaknya Belanja Pajak
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023