;

Harga Tak Kunjung Stabil, Sejumlah Produsen Abai

Lingkungan Hidup Yoga 11 Apr 2022 Kompas
Harga Tak Kunjung Stabil,
Sejumlah Produsen Abai

Program minyak goreng curah bersubsidi sudah berjalan sebulan, tetapi harganya masih tinggi di pasaran. Hasil pemantauan pelaksanaan program minyak goreng bersubsidi menunjukkan masih ada 20 produsen minyak goreng sawit yang belum memulai produksi minyak goreng curah dan 11 produsen belum mendistribusikan hasil produksinya.Menurut data Kemenperin, 75 perusahaan minyak goreng sawit terlibat dalam program pemerintah untuk menyediakan dan mendistribusikan minyak goreng curah bersubsidi bagi masyarakat serta pelaku usaha mikro dan kecil. Mereka sudah mendapat nomor registrasi dan berkontrak dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), tapi sampai 7 April 2022 baru 55 perusahaan atau 73,3 % yang sudah mulai memproduksi minyak goreng curah bersubsidi. Sebanyak 20 perusahaan lainnya sama sekali belum memulai

Hasil pemantauan Gerakan Masyarakat Awasi Kartel (Germak) pada 1-9 April 2022 di 9 provinsi, ada 11 perusahaan minyak goreng sawit yang sama sekali belum menyalurkan minyak goreng curah bersubsidi. Koordinator Germak Fahmy Badoh, Minggu (10/4) mengatakan, hal itu menunjukkan masih rendahnya komitmen dan kepatuhan sebagian produsen minyak goreng sawit pada kontrak kewajiban. Sesuai Permenperin No 8 Tahun 2022, para produsen ini wajib memproduksi dan mendistribusikan minyak goreng bersubsidi. Terkait perusahaan yang sudah memproduksi tetapi belum menyalurkan, Febri mengatakan, ada kemungkinan minyak goreng dalam bentuk curah tidak disalurkan karena dijadikan minyak goreng kemasan

Download Aplikasi Labirin :