Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Cegah Sebaran PMK, Hewan Ternak Kena Lockdown
Pemerintah nampaknya gagal menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang makin meruyak dan memantik kekhawatiran. Sebab, wabah ini sudah menyerang hewan ternak hingga 19 provinsi.
Celakanya, wabah ini menyerang jelang perayaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 9 Juli 2022 ini. Saat perayaan umat Islam ini, masyarakat membutuhkan pasokan hewan ternak sapi, kambing dan domba. Berbulan-bulan tanpa penanganan dan hasil yang jelas, pemerintah akhirnya mengambil tindakan. Pertama, membentuk Satgas Penanganan PMK di tingkat Nasional. Kedua, pemerintah akan memberikan ganti rugi Rp 10 juta bagi hewan ternak yang harus dimusnahkan karena PMK. Ketiga, pemerintah melakukan pembatasan lalu lintas hewan ternak alias lockdown lewat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 500.1/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Mulut dan Kuku (PMK) yan diteken oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limbo per 25 Juni 2022 kemarin. Pengamat Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Bayu Krisnamurthi menilai efek lockdown akan membuat pasokan berlebih daging sapi di 8 provinsi sentra peternakan. Efeknya, harga daging di wilayah itu jatuh.
Dompet Tebal Berkat Segmen Digital
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) diperkirakan melanjutkan kinerja positif di tahun ini. MNCN akan terbantu segmen digital, yang bakal mendorong kinerja emiten media ini.
Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan, salah satu pendorong kinerja MNCN di kuartal I-2022 datang dari segmen digital yang tumbuh hingga 102,1% menjadi Rp 648 miliar. Kontribusi segmen ini mencapai 23,2% dari total pendapatan.
Apiknya kinerja segmen digital ini berasal dari pertumbuhan RCTI+. Kini pengguna aktif bulanan RCTI+ telah mencapai 64 juta pengguna, naik 124% secara tahunan.
"Kami meyakini, kontribusi segmen digital terhadap total pendapatan MNCN akan terus tumbuh seiring dengan adanya pergeseran permintaan dari para pengiklan ke iklan digital," tulis Christine dalam riset 20 Juni 2022.
Ke depan, manajemen MNCN akan mematangkan segmen digital dengan membuat video games.
Argon Group Bangun Pabrik Alat Kesehatan
Distributor produk farmasi dan alat kesehatan, PT Medela Potentia yang dikenal dengan Argon Group, terus menggelar ekspansi bisnis di sepanjang tahun 2022. Mereka akan membangun pabrik manufaktur alat kesehatan.
Pada 2020 silam, Argon Group mendirikan PT Deca Metric Medica sebagai produsen alat kesehatan. Langkah mendirikan perusahaan ini bertujuan mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan alat-alat kesehatan buatan dalam negeri. "Saat ini 90% alat kesehatan di Indonesia diimpor dari luar negeri. Bahkan, masker saja di awal pandemi Covid-19 lalu masih banyak yang diimpor," ungkap Presiden Direktur Argon Group, Krestijanto Pandji ketika ditemui KONTAN, Kamis (30/6). Salah satu produk alat kesehatan yang akan menjadi fokus untuk diproduksi Argon Group adalah kain kasa dan pembalut luka.
Muda, Beda, dan Berkasidah
Rampak bunyi rebana, darbuka, ketipung, dan tamborin mengiringi cengkok vokal Saniya (21) berdendang tembang ”Ya Khoiro Hadi” di kompleks Universitas PGRI Semarang, Kamis (23/6) malam. Kasidah akrab di telinganya sejak bayi karena sering diputar di rumahnya. Tak pelak, mahasiswi jurusan Pendidikan Matematika Universitas PGRI Semarang itu jatuh cinta pada kasidah. Asatid (RNA) adalah unit kegiatan mahasiswa di bidang seni kasidah di kampusnya. Bersama RNA, Saniya puluhan kali pentas di panggung.
Kasidah, musik bergenre religi, juga memikat hati Makhi (21) sejak belia. Mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, IAIN Pekalongan itu rajin berlatih menyanyi kasidah sejak SD. Makhi awalnya tak terpikir berkarier di dunia musik kasidah. Hingga di tahun 2014, ia mendengar pengumuman di radio lokal. Nasida Ria, kelompok kasidah legendaris asal Semarang yang dia idolakan, menggelar audisi untuk mencari bintang-bintang baru. Empat tahun setela lolos audisi, salah satu pimpinan Nasida Ria datang ke rumahnya untuk menawari bergabung dengan Ezzura, kelompok kasidah ”yunior” Nasida Ria. Sejak bergabung dengan Ezzura, Makhi sudah ratusan kali manggung. Hingga akhirnya pentas dengan Nasida Ria, termasuk pada acara pembukaan Documenta Fifteen di Kassel, Jerman, Sabtu (18/6).
Road Manager Nasida Ria, Zuhad Mahdi, mengungkapkan, Nasida Ria yang tahun ini berumur 47 tahun terus mengupayakan regenerasi melalui kelompok-kelompok penerusnya, yakni Ezzura dan Qasidah Tanpa Nama (QTN). Anak-anak muda yang berminat belajar kasidah direkrut menjadi anggota QTN. Kemampuan mereka diasah hingga ”naik kelas” menjadi personel Ezzura, lalu Nasida Ria. Riset berjudul ”Eksistensi Grup Musik Kasidah Nasida Ria Semarang dalam Menghadapi Modernisasi” oleh Umi Cholifah dalam Jurnal Komunitas Universitas Negeri Semarang (2011) menunjukkan, Nasida Ria tetap eksis karena masih tampil di televisi ataupun di berbagai acara. (Yoga)
Pengaturan Pertalite Cegah Subsidi Jebol
Pendaftaran data pengguna BBM jenis pertalite, yang dijual Rp 7.650 per liter, untuk menertibkan subsidi agar tepat sasaran. Apabila tidak diatur, konsumsi pertalite berpotensi mencapai 28 juta kiloliter tahun ini, melampaui kuota yang sebanyak 23 juta kiloliter. Pendataan dikhususkan bagi kendaraan roda empat atau lebih. Pengguna dapat mendaftarkan kendaraannya di situs subsiditepat.mypertamina.id mulai 1 Juli 2022. Pendaftar akan diminta memasukkan sejumlah data, seperti nama, nomor telepon, KTP, nomor polisi dan kapasitas mesin (cc) kendaraan, serta foto kendaraan. Setelah mendaftar, pengguna akan mendapat kode QR yang melekat pada kendaraan, bukan orang.
Tak harus di ponsel, kode QR juga dapat dicetak. Semua kendaraan dapat didaftarkan. Akan tetapi, transaksi dengan pemindaian kode QR tersebut masih akan diuji coba di Kota Bukittinggi, Padang Panjang, Kabupaten Agam, Tanah Datar (Sumbar); Banjarmasin (Kalsel); Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi, Ciamis (Jabar); Manado (Sulut); dan Yogyakarta (DIY). Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting (30/6) mengatakan, pendataan itu sebagai upaya memastikan agar alokasi subsidi tepat sasaran. Pasalnya, saat ini BBM subsidi, yakni pertalite dan biosolar, masih banyak dikonsumsi oleh golongan menengah ke atas atau yang tak berhak mendapat subsidi. (Yoga)
Dirut Damri: Angkutan Perintis Terkendala Pola Pemberian Subsidi
Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moemin mengungkapkan, pola pemberian subsidi menjadi salah satu kendala angkutan perintis. Tahun ini, Perum Damri meraih kontrak hasil lelang angkutan perintis senilai Rp123 miliar untuk melayani 336 trayek dengan 597 armada di 32 provinsi serta kontrak angkutan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) senilai Rp24 miliar untuk melayani 32 trayek di 10 KSN dan sembilan provinsi dengan 66 armada. "Jadi ada penerapan tarif dengan perbandingan 70% disubsidi, dan 30% operator harus mendapatkan pendapatan tersendiri. Tidak full recovery. Padahal load factor pada angkutan perintis dan KSPN seperti biasa, sulit untuk mencapai 30%, karena daerah tersebut di Indonesia Timur, dimana di distrik tertentu dan daerah terluar, populasi juga sedikit," kata Milatia dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komidi V DPR RI di Jakarta, Rabu. (Yetede)
Menaker Lepas 150 Perawat Profesional ke Arab Saudi
Menteri Ketenagakerjaan (menaker) Ida Fauzyah melepas 150 pekerja migran Indonesia (PMI) profesional di bidang kesehatan itu ke Arab Saudi untuk memenuhi permintaan pemerintah Arab Saudi. Mereka akan ditempatkan dan bekerja di klaster-klaster kesehatan di Arab Saudi. "Kalian semua duta bangsa. Bekerjalah dengan penuh rasa syukur sehingga saudara sekalian dapat mencerminkan citra bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar, bangsa yang santun, bangsa yang taat aturan dan bangsa yang unggul sumber daya manusianya. Jagalah marwah diri dan jaga kehormatan bangsa Indonesia." ucap Ida Fauzyah dalam siaran pers, Rabu (29/6). Keberadaan 150 PMI profesional di bidang kesehatan itu harus diglorifikasikan kepada masyarakat Indonesia secara luas. Ida berharap, pelepasan PMI ini dapat membuka cakrawala masyarakat tentang besarnya peluang kerja di luar negeri. Sehingga mereka berpacu untuk membekali diri dengan kemampuan dan keahlian khusus sejak dibangku sekolah. (Yetede)
Pindah Komando Penanganan Wabah
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, langsung memimpin rapat koordinasi penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) setelah tongkat komando beralih ke lembaga tersebut. Dalam forum itu, dia mengatakan strategi penanganan wabah PMK tak akan jauh berbeda seperti menghadapi Covid-19. Dengan pengalaman tersebut, dia berharap BNPB bisa membantu mempercepat penanganan penyakit itu. Kepada para juru warta, dua hari lalu, Suharyanto menyebutkan penanganan wabah PMK akan melibatkan sejumlah pakar yang kompeten dalam menangani penyakit hewan. Ia meminta pemerintah daerah memastikan dokter hewan dan otoritas veteiner sebagai pejabat otoritas veteriner (POV). Hingga kemarin sore lebih dari 290 ribu hewan terjangkit penyakit ini. Setelah terdeteksi di Jawa Timur pada akhir April lalu, wabah PMK sudah menyebar di 19 provinsi. "Kami mendorong pemerintah daerah mereaktivasi satgas, yang dulu di era satgas Covid-19 sampai ke tingkat satgas PPKM mikro, karena PMK ini ada ditingkat desa," katanya Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. (Yetede)
Daging Terjangkit untuk Stok Pangan
Para peternak meminta pemerintah membeli dari daging sapi yang terkena penyakit kuku dan mulut (PMK). Usul tersebut diajukan untuk menekan kerugian akibat turunnya harga daging yang bergejala ataupun terjangkit virus. Selain itu, jika sapi mati peternak harus mengeluarkan biaya pemusnahan. Ketua Umum Himpunan Ternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI). Nanang Purus Subendro, menyatakan daging sapi yang diserap bisa dimanfaatkan sebagai stok pangan nasional. "Kami sudah bertemu dengan Badan Pangan Nasional. Sedang dibuatkan skema penyerapan daging ternak yang terjangkit," tuturnya saat dihubungi kemarin. Anggota Komunitas Sapi Indonesia (KSI) Jombang, Rahardi Gautama, mengatakan penyerapan oleh pemerintah bisa membantu memutus rantai penularan PMK. "Karena tidak terjadi lagi pemotongan di belakang rumah ataupun ternak mati sia-sia. Dengan adanya rumah potong hewan yang menampung sapi terjangkit PMK, penyebaran wabah dapat dicegah," katanya. (Yetede)
Aman di Konsumsi Manusia
Para praktisi kesehatan hewan dan peternak menjamin daging hewan ternak yang tertular wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) masih aman di konsumsi manusia. Dosen dari Divisi Kesehatan dan Masyarakat Veteriner dan Epidemiologi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis di Institutut Pertanian Bogor (IPB), Denny Widada Lukman, virus mematikan pada ternak berkaki belah, seperti sapi, kambing, domba, dan babi, itu tidak akan menular ke manusia. "Jika PMK ibarat kunci, tidak ada lubang kunci yang pas bagi PMK pada sel manusia. Artinya, mustahil menular," kata dia kepada Tempo. Denny, yang juga dokter hewan, tak menampik soal imbauan pemerintah di berbagai daerah soal prosedur pengkonsumsian daging hewan yang terjangit PMK. Namun kaidah yang juga diakui Organisasi Kesehatan Hewan Dunia itu dibuat untuk menahan laju penularan PMK pada hewan, alih-alih melindungi kesehatan manusia.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









