Dirut Damri: Angkutan Perintis Terkendala Pola Pemberian Subsidi
Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moemin mengungkapkan, pola pemberian subsidi menjadi salah satu kendala angkutan perintis. Tahun ini, Perum Damri meraih kontrak hasil lelang angkutan perintis senilai Rp123 miliar untuk melayani 336 trayek dengan 597 armada di 32 provinsi serta kontrak angkutan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) senilai Rp24 miliar untuk melayani 32 trayek di 10 KSN dan sembilan provinsi dengan 66 armada. "Jadi ada penerapan tarif dengan perbandingan 70% disubsidi, dan 30% operator harus mendapatkan pendapatan tersendiri. Tidak full recovery. Padahal load factor pada angkutan perintis dan KSPN seperti biasa, sulit untuk mencapai 30%, karena daerah tersebut di Indonesia Timur, dimana di distrik tertentu dan daerah terluar, populasi juga sedikit," kata Milatia dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komidi V DPR RI di Jakarta, Rabu. (Yetede)
Postingan Terkait
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
RI Kembangkan Industri Pesawat Amfibi
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023