Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Perlindungan Hukum bagi Perempuan yang Berkonflik dengan Hukum
Perkenalkan, nama saya Shita, buruh perempuan di Kawasan Industri Cikarang, Jawa Barat. Saya sering mendampingi buruh perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual di pabrik, atau yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari suaminya. Saat ini, saya mendampingi salah satu kawan buruh perempuan yang dilaporkan oleh pihak pabrik karena diduga mencuri barang produksi seharga Rp 4 juta. Ia sudah mengembalikan barang yang dicuri itu dan meminta maaf. Satpam pabrik menginformasikan bahwa sebentar lagi buruh perempuan tersebut akan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Buruh itu baru sekali ini mencuri karena dalam kondisi terjepit. Anaknya yang berumur 3 tahun dirawat di rumah sakit. Gajinya tidak mencukupi untuk membayar biaya rumah sakit karena ia juga harus membiayai dua anaknya yang lain yang masih bersekolah. Suaminya kawin lagi, tidak pernah pulang ke rumah, dan tidak memberikan nafkah ekonomi kepada keluarga.
Semoga kawan-kawan advokat di Klinik Hukum bagi Perempuan dapat menjelaskan penyelesaian kasusnya dan upaya yang harus saya lakukan untuk membantunya sebagai paralegal pendamping. Terima kasih. (Yetede)
Belanja Kini Bayar Nanti Bukan Solusi
Sebagai seorang penggemar teknologi atau tech enthusiast, Ditya selalu "gatal" ingin memiliki serangkaian konsol permainan video terbaru. Gajinya tentu tak cukup untuk membeli semua barang yang ia inginkan. Karena itu, jalan pintas yang ia tempuh adalah menggunakan paylater, layanan menunda pembayaran, sejak 2018.
Dengan paylater, pria berusia 32 tahun asal Bekasi itu membeli sejumlah perangkat elektronik, seperti monitor, Xbox Series, controler Nintendo, dan perintilan game lainnya. "Paling mahal beli laptop Rp 8 juta sampai dua kali karena yang pertama beli malah rusak," kata Ditya kepada Tempo, Rabu, 7 Juni lalu.
Ada tiga paylater yang diaktifkan Ditya, antara lain GoPayLater untuk membayar tagihan listrik, air, dan Internet. Kemudian Kredivo, yang tagihannya bakal lunas dan tidak akan digunakan lagi, serta Traveloka, paylater yang digunakan Ditya untuk membayar biaya liburan. Limit pada salah satu paylater-nya ada yang mencapai Rp 20 juta.
Ditya mengaku tertarik menggunakan paylater karena dana instan yang nominalnya menggiurkan serta opsi pengembalian dana yang bisa dicicil.
Meski tak pernah bermasalah dalam membayar tagihan, pegawai swasta di Jakarta ini sempat merasakan gaji satu bulannya hanya numpang lewat. "Untungnya masih ada tabungan dan fee tambahan dari kerja sampingan," ucapnya. (Yetede)
Ikhtiar Awet Muda dengan Sel Punca
Artis dan YouTuber kondang Deddy Corbuzier membuat heboh lini masa media sosial dalam beberapa hari terakhir. Musababnya, pria yang bernama asli Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo itu menunjukkan perbedaan pada wajahnya.
Wajah Deddy Corbuzier terlihat lebih tirus, cerah, dan tampak muda. Selain itu, dagu pria berusia 46 tahun tersebut lebih lebar dan menonjol. Walhasil, ramai warganet yang kaget hingga menyindir Deddy telah menjalani prosedur operasi plastik.
Lewat video pada akun YouTube miliknya yang diunggah pada 1 Juni lalu, pria yang menjabat duta Komponen Cadangan dan berpangkat letnan kolonel tituler itu bercerita bahwa dirinya telah menjalani prosedur terapi stem cell alias sel punca. "Yang stem cell-nya jenis tali pusat," kata Deddy.
Lagi-lagi warganet ramai membahas tentang terapi sel punca jenis tali pusat sebagai perawatan kecantikan. Maklum, harga yang harus dikeluarkan untuk menjalani prosedur tersebut bisa mencapai ratusan juta rupiah. Meski begitu, ada saja orang yang semakin tertarik untuk mengikuti prosedur stem cell demi kecantikan.
Salah satunya Stella, 40 tahun. Ia berencana menjalani terapi stem cell agar awet muda. Bahkan, ia sudah punya rujukan klinik kecantikan yang bakal didatangi. Stella rupanya mulai tidak percaya diri karena banyak kerutan halus yang muncul di wajahnya. Selain itu, ia merasa kulit wajahnya tak selembut beberapa tahun lalu.
Namun ia mengaku masih ada sedikit keraguan. Salah satunya tentang harga perawatan yang bisa mencapai ratusan juta rupiah. "Masih bingung sih. Kadang sekilas terpikir untuk perawatan jenis lain," ujar dia. (Yetede)
Inspirasi dari Putri Ariani
Gesekan biola Francis Denada Artista (16) mengalun pelan di Ruang Praktik Musik, SMK Negeri 2 Kasihan, atau SMM Yogyakarta, di Kabupaten Bantul, DIY, Jumat (9/6) siang, yang lama-lama semakin cepat. Latihan musik individu sepulang sekolah biasa dilakukannya. Ia semakin termotivasi berlatih setelah mendengar kabar mengenai salah seorang kakak kelasnya, Putri Ariani, yang baru saja mendapat golden buzzer ketika mengikuti audisi America’s Got Talent. Dalam audisi tersebut, Putri membawakan lagu ciptaannya sendiri berjudul ”Loneliness”. Penampilannya itu membuat juri yang paling keras, Simon Cowell, terkesima. Bahkan, Simon meminta difabel netra itu membawakan satu lagu lagi. Putri memenuhi media sosial dan menjadi tema sentral grup-grup Whatsapp. Seluruh negeri bangga. Tak terkecuali sesama murid di tempat Putri bersekolah, seperti Denada.
”Pastinya, kami juga ingin bisa mencapai level dunia seperti Mbak Putri. Kami ikut terdorong biar semakin rajin berlatih. Kami kagum dengan beliau yang punya keterbatasan, tetapi bisa meraih prestasi semacam itu,” ucap Denada. Wali kelas XIB SMM Yogyakarta, Ema PutriYuwana, menyebut Putri sebagai murid yang cerdas dan berwawasan luas. ”Jadi, dia dari awal mendaftarkan ke sekolah ini sudah bisa vokal dan piano. Dia pilih instrumen yang memang dia belum bisa, flute. Jadi penguasaan instrumennya bisa semakin luas di sini,” kata Ema. Sebelum bepergian ke luar kota, Putri selalu merampungkan tugas-tugas sekolahnya terlebih dahulu. (Yoga)
Target Pertumbuhan 2024 Dibuat Lebih Realistis
Pemerintah dan DPR sepakat untuk memangkas asumsi dasar pertumbuhan ekonomi tahun 2024. Pemangkasan target itu dinilai lebih realistis dengan melihat proyeksi perekonomian global dan berbagai faktor ketidakpastian domestik tahun depan. Dengan target asumsi pertumbuhan ekonomi lebih moderat, pemerintah diharapkan lebih fokus menempuh strategi kebijakan yang efisien untuk mendorong belanja lebih berkualitas serta menjaga stabilitas harga untuk mempertahankan laju konsumsi rumah tangga. Pemangkasan asumsi pertumbuhan ekonomi itu diambil dalam rapat kerja Komisi XI DPR dengan Kemenkeu, Kementerian PPN, BI, OJK, dan BPS di Jakarta, Kamis (8/6).
Sebelumnya, dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2024, pemerintah mengusulkan target pertumbuhan ekonomi 5,3-5,7 %. Namun, kesepakatan terbaru pemerintah dan DPR, asumsi batas bawah itu diturunkan menjadi 5,1 %, sedangkan asumsi batas atas tetap dipertahankan 5,7 %. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Jumat (9/6), mengatakan, target 5,1 % itu lebih realistis jika melihat kondisi perekonomian tahun depan yang masih diliputi ketidakpastian. Dengan rentang asumsi yang lebih lebar pemerintah lebih mudah memenuhi target pertumbuhan ekonomi. (Yoga)
Sejalan Pandemi yang Mereda, Bisnis Pertemuan Menggeliat Lagi
Bisnis pertemuan, insentif, konvensi, dan ekshibisi diyakini bakal bertumbuh seiring dengan meredanya pandemi Covid-19 serta perekonomian yang semakin pulih. Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024 juga dinilai bisa membuka peluang bagi pelaku industri ini. Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira saat dihubungi, Jumat (9/6) berpendapat, sector industri pertemuan, insentif, konvensi, pameran atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) berpotensi terus bertumbuh seiring pandemi Covid-19 yang mereda. Di sisi lain, animo untuk menggelar pameran atau ekshibisi semakin besar.
”Sekarang ruang rapat di hotel-hotel mulai penuh dan kebangkitan industri MICE ini mungkin akan terus berlanjut. Meski tetap ada tantangan, anggaran belanja MICE yang sempat tertahan sekarang sudah mulai dicairkan oleh korporasi maupun pemerintah,” ujarnya. Menurut Bhima, perhelatan pemilu yang akan berlangsung dapat turut mendukung pertumbuhan MICE. Sebab, agenda itu sering memanfaatkan tempat-tempat ekshibisi di hotel. Selain itu, kepanitiaan Indonesia di sejumlah acara internasional memberikan peluang bagi industri MICE untuk tumbuh lebih tinggi. Situasi positif itu, tecermin pada kinerja PT Dyandra Media International tbk atau Dyandra, pelaku industri MICE, yang membukukan laba bersih Rp 55,9 miliar pada triwulan I-2023, naik 533 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (Yoga)
Hilirisasi Perlu Sejalan dengan Penguatan Pasar Domestik
Investasi yang berhasil direalisasikan untuk hilirisasi hasil tambang perlu dipastikan sejalan dengan penguatan pasar domestik. Kedua hal ini mesti diupayakan berlangsung secara paralel sehingga tak terjadi ketimpangan. Kementerian Investasi/BKPM mencatat, total investasi Rp 328,9 triliun per triwulan I-2023, setara 23,5 % target Presiden Jokowi, yakni Rp 1.400 triliun. Sebanyak Rp 177 triliun berasal dari penanaman modal asing dan Rp 151,9 triliun dari penanaman modal dalam negeri. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, upaya pemerintah yang gencar menarik investor, baik dari dalam maupun luar negeri, harus diapresiasi. Sebab, kebijakan hilirisasi hasil tambang membutuhkan modal besar untuk bertahan dalam jangka panjang.
”Hilirisasi ini tidak terbatas pada nikel, ada juga komoditas lainnya, seperti timah, tembaga, emas, dan lainnya,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (9/6). Pemanfaatan sumber daya mineral Indonesia yang melimpah, butuh dana besar. Smelter yang telah beroperasi akan terus bertambah dalam waktu dekat. Kendati begitu, pekerjaan rumah yang tersisa adalah penguatan pasar domestik untuk menampung olahan tambang mineral. Hal itu mesti berjalan paralel dengan investasi untuk hilirisasi hasil tambang. ”Hulu yang berupa investasi tetap dicari. Pada saat bersamaan, hilirnya, yakni pembeli atau pasar, juga disiapkan,” ujarnya. (Yoga)
EKSPOR PASIR LAUT Daerah Minta KKP Jamin Kelestarian Laut
Pemerintah serta warga di Kepulauan Riau meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan menjamin pengerukan sedimentasi laut tidak akan merusak lingkungan pesisir.Pembukaan keran ekspor pasir laut harus disertai sistem perizinan yang ketat dan pemantauan hukum yang kuat. Pada 15 Mei 2023, Presiden Jokowi menandatangani PP No 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut. Dengan regulasi itu, pemerintah kembali mengizinkan ekspor pasir laut yang sebelumnya dilarang pada era Presiden Megawati Soekarnoputri. Anggota Komisi II DPRD Kepri, Onward Siahaan, Jumat (9/6) mengatakan, pemanfaatan sumber daya laut harus berkontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir. Nelayan tidak boleh dirugikan akibat kebijakan itu.
”Penambangan pasir laut atau jika menggunakan istilah pemerintah disebut pembersihan sedimentasi laut, harus dilakukan secara selektif. Pemerintah harus memastikan jangan sampai karena tambang, nelayan jadi kehilangan mata pencarian dan jangan sampai karena tambang pulau-pulau kecil jadi (mengalami) abrasi,” katanya. Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri Said Sudrajat, keluarnya PP No 26/2023 memancing reaksi yang beragam dari warga. Sebagian ada yang menganggap itu adalah peluang bagi daerah untuk menambah pendapatan, tetapi sebagian merasa khawatir karena berkaca terhadap dampak buruk tambang pasir laut pada 20 tahun lalu. ”Yang paling khawatir adalah pelaku usaha perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Karena itu, kami mohon agar dibuat peraturan turunan guna menjamin nantinya sarana yang digunakan (untuk mengambil pasir) benar-benar ramah lingkungan,” ujar Said dalam diskusi kelompok terfokus (FGD) tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut yang diadakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Batam, 8 Juni lalu. (Yoga)
UANG RECEH, BERNILAI PENTING DAN PENYELAMAT DI KALA SULIT
Pemilik warung itu tidak menerima pelanggannya yang bernama Yudha (27) membayar bungkusan makanan berisi sayur, tempe, telur dadar, dengan uang receh pecahan Rp 100, Rp 200, dan Rp 500 senilai total Rp 20.000. ”Orang itu hanya menerima koin Rp 500 dan Rp 1.000, yang Rp 100 dan Rp 200 enggak mau terima karena dibilang tidak laku. Bungkusan makanan itu akhirnya dikembalikan. “Enggak apa-apa biarin cari tempat makan lain yang mau terima. Biar dia tahu uang receh ini berharga dan berlaku,” katanya kesal. Adrian (34) mengalami hal yang sama saat berbelanja di salah satu toko kelontong di Palmerah Selatan, Jakpus, Senin (5/6). Uang receh senilai Rp 12.000 miliknya langsung ditolak oleh penjual karena dia bilang tidak laku. Seenaknya mengatur dan menolak uang yang sah ini. BI dan negara belum menarik uang ini. Uang ini masih berlaku,” ujar Adrian. ”Kami ini pejuang uang receh. Kami kumpulkan dan gunakan jika uang sudah tipis. Uang darurat yang sangat menolong di waktu tertentu, tapi malah ditolak. Uang receh itu sangat berarti untuk menyambung hidup. Saya tersinggung dengan penolak pembayaran menggunakan uang receh karena ini uang negara yang sah,” lanjutnya.
Alo (25), pedagang warung makan, dan Syukur (34), pedagang toko kelontong, sepakat mengatakan, uang receh Rp 100 dan Rp 200 tidak laku, karena mereka menjual produk dengan harga genap atau bulat untuk memudahkan transaksi, misalnya Rp 1.500, Rp 2.000, Rp 2.500 dan seterusnya. ”Karena pelanggan kadang tidak terima dikasih kembalian uang receh seratusan dua ratusan. Biar enggak repot harganya dibuletin. Enggak pakai uang itu karena susah nyarinya, peredarannya sedikit, enggak kayak uang Rp 1.000 ke atas. Kami repot untuk memenuhi dan mencari uang pecahannya,” kata Syukur. Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mengatakan, berdasarkan hasil survei BI terkait preferensi penggunaan instrumen pembayaran di masyarakat tahun 2022, sekitar 40 % responden masih memerlukan uang rupiah logam pecahan Rp 100 dan Rp 200 dalam transaksi jual beli secara tunai. BI berkewajiban menyediakan uang tunai dalam jumlah yang cukup, sesuai kebutuhan, dan kualitas layak edar, sesuai dengan amanat UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Sebagian kalangan mungkin menganggap uang pecahan Rp 100 dan Rp 200 tidak bernilai. Namun, di mata Yudha, Adrian, dan sebagian warga lain, uang receh yang mereka kumpulkan adalah penyelamat untuk menyambung hidup di kala terdesak dan berharga bagi mereka yang sangat membutuhkan. (Yoga)
Pasar Perangkat Lunak Sistem Keamanan Tumbuh 10,8%
JAKARTA,ID- Lembaga riset Internasional Data Corporation (IDC) melaporkan, pasar perangkat lunak keamanan endpoint Indonesia tumbuh 10,8% year on year (yoy) pada semester II-2022. Pemicunya, karena perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai menyadari pentingnya investasi dibidang keamanan untuk melindung perangkat dan aset perusahaan, seperti perangkat destop, laptop, perangkat seluler, server, dan perangkat lainnya yang terhubung ke jaringan. Pasalnya, keamanan siber dinilai penting, karena Indonesia sering menjadi target serangan siber oleh pelaku yang tidak bertanggung jawaba. Kasus terbaru, misalnya dialami oleh BSI. BSI mengalami serangan perangkat keras perusak atau yang dilakukan oleh kelompok peretasLockbit 3.0. Pelaku mengklaim berhasil mencuri 1,5 terbite data nasabah, dokumen finansial, dokumen legal, perjanjian kerahasiaan serta kata kunci (password) akses internal dan layanan perusahaan. "Dalam peralihan perusahaan ke pangaturan kerja yang lebih fleksibel dan adopsi teknologi cloud, mobile, dan Internet of Things (IoT), terjadi peningkatan kesadaran perusahaan akan pentingnya memperkuat keamanan endpoint untuk mengatasi resiko keamanan siber terhadap bisnis mereka," kata Sandika Putra, associate Market Analyst IDC Indonesia dalam keterangan persnya, Jumat (9/6/2023). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









