Pasar Perangkat Lunak Sistem Keamanan Tumbuh 10,8%
JAKARTA,ID- Lembaga riset Internasional Data Corporation (IDC) melaporkan, pasar perangkat lunak keamanan endpoint Indonesia tumbuh 10,8% year on year (yoy) pada semester II-2022. Pemicunya, karena perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai menyadari pentingnya investasi dibidang keamanan untuk melindung perangkat dan aset perusahaan, seperti perangkat destop, laptop, perangkat seluler, server, dan perangkat lainnya yang terhubung ke jaringan. Pasalnya, keamanan siber dinilai penting, karena Indonesia sering menjadi target serangan siber oleh pelaku yang tidak bertanggung jawaba. Kasus terbaru, misalnya dialami oleh BSI. BSI mengalami serangan perangkat keras perusak atau yang dilakukan oleh kelompok peretasLockbit 3.0. Pelaku mengklaim berhasil mencuri 1,5 terbite data nasabah, dokumen finansial, dokumen legal, perjanjian kerahasiaan serta kata kunci (password) akses internal dan layanan perusahaan. "Dalam peralihan perusahaan ke pangaturan kerja yang lebih fleksibel dan adopsi teknologi cloud, mobile, dan Internet of Things (IoT), terjadi peningkatan kesadaran perusahaan akan pentingnya memperkuat keamanan endpoint untuk mengatasi resiko keamanan siber terhadap bisnis mereka," kata Sandika Putra, associate Market Analyst IDC Indonesia dalam keterangan persnya, Jumat (9/6/2023). (Yetede)
Tags :
#InovasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023