Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Peluang & Tantangan Bursa Karbon
Kehadiran Bursa Karbon di Indonesia (IDXCarbon) diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar, selain bertujuan ikut berkontribusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca. Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo yang membuka perdagangan perdana IDXCarbon pada Senin (26/9), menyampaikan bahwa kehadiran bursa karbon sebagai bentuk kontribusi nyata Indonesia dalam menangani dampak dari perubahan iklim. Dengan potensi karbon yang besar, Presiden optimistis Indonesia bisa menjadi poros karbon dunia dengan tetap konsisten membangun dan menjaga ekosistem karbon di dalam negeri. Menariknya, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang 60% pemenuhan pengurangan emisi karbonnya berasal dari sektor alam. Presiden juga menyebutkan, berdasarkan data yang dimiliki, Indonesia mempunyai potensi 1 gigaton karbon dioksida yang bisa ditangkap. Bila dikalkulasikan, potensi bursa yang bisa diraih mencapai Rp3.000 triliun. Angka yang tidak sedikit. Berdasarkan laporan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan karbon perdana kemarin sampai dengan pukul 11.30 WIB, IDXCarbon mencatatkan perdagangan karbon sebanyak 459.953 ton unit karbon, dan terdapat sebanyak 27 kali transaksi. Penyedia unit karbon pada perdagangan perdana, yaitu Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) yang menyediakan unit karbon dari Proyek Lahendong Unit 5 dan Unit 6 PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Sementara itu, perusahaan-perusahaan yang berperan sebagai pembeli unit karbon pada perdagangan perdana IDXCarbon, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas. Selain itu, untuk mendorong suksesnya penyelenggaraan perdagangan perdana unit karbon di Bursa Karbon, berdasarkan data dari Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) terdapat 99 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara, yang berpotensi ikut perdagangan. Jumlah ini setara dengan 86% dari total PLTU Batu Bara yang beroperasi di Indonesia.
PROSPEK SEKTORAL : PROYEK IKN UNGKIT EMITEN SEMEN
Akselerasi pembangunan proyek infrastruktur dan properti, serta peletakan batu pertama sejumlah proyek pionir di Ibu Kota Negara Nusantara menjadi katalis positif untuk mendorong performa emiten-emiten semen dalam jangka menengah. Akhir pekan lalu, Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama sejumlah proyek bangunan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, termasuk yang melibatkan kalangan pengusaha swasta. Dari sisi penjualan semen, menurut laporan Asosiasi Semen Indonesia (ASI), volume penjualan semen domestik tumbuh sebesar 1,9% year-on-year (YoY) menjadi 6 juta ton per Agustus 2023. Pada periode yang sama, penjualan semen di Kalimantan melesat 27,7% secara tahunan. Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Dani Handajani mengatakan bahwa priyek IKN Nusantara belum sepenuhnya mengangkat penjualan semen, terutama di Kalimantan. Hal itu lantaran pembangunan IKN masih dilakukan oleh korporasi pelat merah. Di sisi lain, INTP mencatatkan volume penjualan semen sebanyak 1,6 juta ton selama periode Agustus 2023. Volume tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 7,8% secara tahunan. Adapun secara kumulatif, volume penjualan naik 8,4% YoY per Agustus lalu. Dani mengatakan bahwa pertumbuhan itu terjadi di luar Pulau Jawa karena didukung oleh penjualan semen kantong khususnya di wilayah Sulawesi dan Indonesia Timur, sedangkan semen curah khususnya di Kalimantan. Direktur Operasi Semen Indonesia Reni Wulandari sebelumnya mengatakan kolaborasi ini nantinya diharapkan bisa memberikan layanan yang lebih komprehensif terhadap IKN. Dalam risetnya, analis Samuel Sekuritas Daniel Widjaja dan Yosua Zisokhi memaparkan SMGR mencatatkan penjualan sebesar 3,1 juta ton pada Agustus 2023. Realisasi itu naik 4,2% secara bulanan atau 13,4% secara tahunan. Dengan demikian, volume penjualan SMGR sepanjang 8 bulan 2023 mencapai 20,2 juta ton atau naik 6,2% YoY atau jauh di atas industri yang terkontraksi 3,1% YoY. Samuel Sekuritas optimistis permintaan semen terus pulih 1%—2% pada 2023 berkaca dari angka penjualan 2 bulan pertama semester I/2023 yang naik 6,1% YoY menjadi 11,8 juta ton.
Potensi Bursa Karbon RI Capai Rp 3.000 Triliun
Potensi nilai perdagangan karbon ditaksir mencapai Rp 3.000 triliun. Nilai tersebut berasal dari besaran target pengurangan emisi gas rumah kaca atau karbon yang bisa diperjualbelikan. Dananya bisa diputar kembali untuk proyek-proyek pengurangan emisi karbon. ”Di catatan saya, ada lebih kurang 1 gigaton CO2 potensi kredit karbon yang bisa ditangkap. Jika dikalkulasi, potensi karbon bisa mencapai Rp 3.000 triliun, bahkan lebih. Sebuah angka yang sangat besar, yang tentu akan menjadi kesempatan ekonomi baru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, sejalan dengan arah dunia menuju ekonomi hijau, karena memang ancaman perubahan iklim sangat bisa dan sudah kita rasakan,” kata Presiden Jokowi saat membuka Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (26/9). Presiden Jokowi berharap bursa karbon yang resmi diselenggarakan BEI dan diawasi OJK menjadi langkah konkret Indonesia untuk mengurangi emisi karbon tersebut.
Berdasarkan dokumen kontribusi nasional (nationally determined contribution/NDC) yang diperbarui pada 2022, Indonesia ditargetkan dapat mengurangi lebih dari 3 gigaton CO2 sampai tahun 2030. Pada acara yang sama, Luhut Binsar Pandjaitan, selaku Ketua Komite Pengarah Penyelenggara Nilai Ekonomi Karbon, mengharapkan potensi perdagangan karbon lewat bursa tersebut juga bisa ditangkap pelaku perdagangan karbon internasional. Bursa nasional diyakini unik karena keberagaman sektor usaha penghasil emisi, yang mayoritas berbasis alam. Pelaku usaha atau industri yang emisi karbonnya telah tersertifikasi dan masuk dalam Sistem Registrasi Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI) dapat mendaftar ke bursa. Berikutnya, kegiatan pembelian efek unit karbon bisa dilakukan oleh perusahaan yang menghasilkan banyak emisi karbon. Adapun perusahaan yang kegiatannya mampu menyerap dan menghasilkan sedikit emisi bisa menjual efek lewat proyek pengurangan emisi karbon. IDX Carbon mencatat, sampai penutupan bursa pukul 16.00 pada Selasa (26/9) sebanyak 459.953 ton unit karbon telah diperdagangkan dengan nilai Rp 29,2 miliar dalam 27 transaksi. (Yoga)
Proyek Patungan PT TCL Diluncurkan
Hilirisasi Rumput Laut Jadi Proyek Strategis Nasional
Pemerintah terus menggenjot industri hilir atau hilirisasi
rumput laut dengan tujuan meningkatkan nilai tambah. Hilirisasi rumput laut akan
dimasukkan dalam Proyek Strategis Nasional. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita
mengemukakan, program hilirisasi industri semakin digaungkan karena memberikan
peluang bagi komoditas yang awalnya diekspor dalam bentuk mentah atau bahan
baku untuk dikapalkan dalam bentuk barang setengah jadi atau produk jadi
sehingga mempunyai nilai jual lebih tinggi. ”Hilirisasi telah menciptakan sejumlah
dampak positif bagi perekonomian Indonesia, di antaranya membuka kesempatan
kerja secara signifikan,” kata Agus dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (26/9).
Salah satu sektor yang kini sedang dipacu hilirisasinya adalah rumput laut.
Industri rumput laut dinilai mampu menghasilkan banyak
produk turunan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah. Saat ini,
Indonesia menjadi penghasil rumput laut terbesar nomor dua di dunia, negara
eksportir karagenan keenam di dunia, dan negara eksportir agar ketujuh di
kancah global. Negara tujuan ekspor produk olahan rumput dari Indonesia, antara
lain, China, AS, dan Korsel. Untuk mendukung kebijakan hilirisasi industri
rumput laut, Kemenperin berupaya meningkatkan diversifikasi produk yang
diminati pasar global, serta SDM. Data KKP menunjukkan, nilai pasar rumput laut
dunia pada tahun 2022 mencapai 3,7 miliar USD atau meningkat 32 %
dibandingkan tahun 2021. Sementara nilai ekspor rumput laut Indonesia sebesar 600
juta USD atau 16 % terhadap nilai pasar rumput laut dunia. Perdagangan rumput
laut ke luar negeri didominasi dalam bentuk bahan mentah. (Yoga)
Mewujudkan Poros Karbon Dunia
Pemerintah Perketat Aturan E-dagang
Memberantas Judi Daring
Meski dinilai lamban, pemerintah akhirnya bergerak simultan
memberantas fenomena judi daring yang sudah sedemikian meresahkan dan membawa
banyak korban. Aparat penegak hukum tak hanya memburu para pemain dan
pihak-pihak yang memasarkan atau terafiliasi dengan judi daring, termasuk para
pesohor yang ikut mengiklankan. OJK menindaklanjuti laporan Kemenkominfo, memerintahkan
bank memblokir rekening yang terlibat kegiatan judi daring. Langkah ini
dilakukan dalam upaya menjaga integritas sistem keuangan dan melindungi
konsumen atau masyarakat. Judi daring bukan baru sekarang ada, tetapi kian
menjadi-jadi beberapa tahun terakhir. Keberadaan aturan yang tegas mengancam
pelaku, yaitu Pasal 27 Ayat (2) UU Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal
45 Ayat (2) UU No 19/2016, tak mampu membendung fenomena ini.
Tidak tanggung-tanggung, berbagai laman pemerintah dan perguruan
tinggi juga disusupi. Akun Youtube DPR diretas dan menayangkan siaran langsung
judi daring. Seorang anggota DPRD DKI Jakarta bahkan ”tepergok” bermain gim
judi slot saat mengikuti rapat paripurna. Jaringan judi ilegal lintas negara
ini memanfaatkan rentannya keamanan siber dari laman-laman itu untuk menyusup dan
menanam beberapa script yang langsung terindeks di mesin pencari. Masifnya
fenomena judi daring tak bisa kita biarkan karena membawa dampak sosial-ekonomi
luas bagi masyarakat dan keseluruhan ekosistem digital. Hingga 14 September
lalu, Kemenkominfo telah menutup 957.452laman internet dan konten media sosial
terkait judi. Ribuan laman pemerintahan yang terselip konten judi juga dihapus.
Perputaran uang dari aktivitas judi daring ini, menurut Pusat Pelaporan dan
Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), mencapai Rp 69 triliun tahun lalu, dari Rp
58 triliun tahun 2021. Peningkatan transaksi judi daring ini sejalan dengan kenaikan
pinjaman daring dan angka kredit macetnya. (Yoga)
Agustus 2023, Uang Beredar Tumbuh Positif
Bursa Karbon Dorong Pendanaan Hijau
Indonesia telah menyiapkan strategi pendanaan pengurangan
emisi karbon dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan secara umum melalui
bursa karbon. Mekanisme ini dinilai menjanjikan karena investasi global juga mulai
mengarah ke sana. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan,
Presiden Jokowi akan meluncurkan Bursa Karbon Indonesia, Selasa (26/9). Bursa ini
memperdagangkan unit karbon yang dihasilkan perusahaan penghasil emisi karbon
dengan proyek pengurangan emisi dari perusahaan berbasis inovasi. ”Ini
bertujuan untuk menyediakan mekanisme pasar yang akan mendukung target NDC
(Nationally Determined Contribution) pemerintah sekaligus menyeimbangkan
transisi ke ekonomi berkelanjutan,” katanya saat membuka acara Forum Penelitian
Internasional OJK 2023, Senin (25/9), di Jakarta.
NDC adalah dokumen
kontribusi nasional yang menjadi pijakan Indonesia untuk mengurangi emisi
karbon dalam rangka mengendalikan perubahan iklim. Dari hasil pembaruan pada
2022, target itu ditingkatkan sebesar 31,89-43,2 % sampai 2030 dengan total
pengurangan 3.000 juta ton lebih CO2 dari estimasi emisi pada 2010 (Kompas,
26/7). Dalam skenario itu, lima sektor penghasil emisi yang menjadi target
adalah energi, limbah, pertanian, kehutanan, dan penggunaan produk dan
pemrosesan industrial. Bursa karbon yang akan dijalankan Indonesia menyasar
sektor energi, kehutanan, dan industri. Mahendra meyakini, Indonesia berada di
jalan yang tepat. ”Perdagangan karbon ini bisa menjadi yang paling unik di dunia
karena menawarkan begitu banyak variasi unit karbon dari modal alam (60 %)
ataupun energi berdasarkan kepatuhan atau offset market,” ujarnya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









