Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Masa Depan IKN dari Mangrove Teluk Balikpapan
Menjelang gelap, Agus Bei (55) menyiapkan materi soal pemulihan lahan mangrove. ”Menjelang 26 Juli memang sedikit sibuk. Banyak undangan untuk bicara soal Hari Mangrove Sedunia,” kata Agus, Kamis (25/7) di kawasan Mangrove Center Graha Indah, Balikpapan, Kaltim. Peraih Kalpataru 2017 itu mengelola Mangrove Center sejak 2001 bersama sejumlah warga. Kawasan itu menjadi destinasi wisata di Balikpapan. 20 tahun lalu, hutan mangrove di situ menjadi tambak ikan. Akibatnya, abrasi kerap terjadi. Agus dan warga lain lantas memulihkan kawasan seluas 150 hektar itu. ”Sekarang kami tidak takut intrusi air laut atau abrasi sampai ke permukiman. Mangrovenya sudah kokoh,” katanya.
Kondisi itu juga membuat kawanan bekantan (Nasalis larvatus) kembali datang. Monyet endemic Kalimantan itu terlihat kerap melintas dan mencari makan di Mangrove Center Graha Indah. Konflik bekantan dengan manusia gara-gara berebut makanan di permukiman tidak terjadi lagi. Kawasan itu pun jadi habitat kepiting bakau, ikan, dan tempat tinggal burung-burung. Hanya 8 km dari pusat Kota Balikpapan, duduk di sana pun membuat suasana tenang dengan aneka bebunyian alam dan udara segarnya. Pada 2018, Muhammad Rizky Pratama menerbitkan artikel di The Indonesian Green Technology Journal, yang menunjukkan luas mangrove tahun 2018 di sisi Balikpapan 1.493 hektar.
Sementara pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Balikpapan Tahun 2012-2032, luas mangrove tercatat 2.223 hektar. ”Dapat disimpulkan adanya penurunan luasan mangrove 730 hektar,” tulis Rizky, yang juga pengajar di Institut Teknologi Kalimantan. Dari data tersebut dan melihat langsung kondisi lapangan, kehadiran IKN yang digadang-gadang ramah lingkungan ternyata tak serta-merta membuat mangrove di sekitarnya aman. Pemerintah memang mempersempit luas IKN dalam UU No 3/2024 dari 256.000 hektar menjadi 252.000 hektar.
Namun, kawasan mangrove Teluk Balikpapan di luar kawasan IKN berstatus area penggunaan lain. Keberadaan mangrove di sana rentan dibabat apabila terbit izin penggunaan lahan, termasuk untuk industri. Dalam pemaparan Kementerian PUPR, Kelurahan Mentawir di Penajam Paser Utara masuk Wilayah Pengembangan 4 IKN yang diproyeksikan menjadi tempat pariwisata dan hiburan, termasuk wisata mangrove. Kini sedang disusun Peraturan Kepala Otorita IKN yang berisi pengakuan, perlindungan, dan pemajuan kearifan lokal di wilayah IKN. Hari Mangrove Sedunia yang diperingati pada 26 Juli seolah menjadi asa agar mangrove tetap lestari. (Yoga)
Supriyono, Guru Lapangan Para Petani Kopi
Sembilan tahun terakhir, Supriyono (48) bergiat mengajak petani untuk merawat kebun kopi. Selama puluhan tahun, sebagian besar petani masih menggunakan cara lama dalam budidaya kopi. Mayoritas petani tidak merawat kebunnya dengan serius. Mereka membiarkan saja kebun kopinya tanpa diberi pupuk dan dibersihkan. Produksi kopi robusta petani di Lampung, pernah merosot tajam dari di atas 1 ton per hektar menjadi hanya 300-400 kg per hektar akibat musim yang kian tak menentu. Jika terus dibiarkan, petani kopi sulit menggapai sejahtera. Jangankan ditabung, uang hasil panen kopi pun tak cukup untuk biaya hidup hingga musim panen berikutnya. Supriyono yang diberi tanggung jawab mengurus kebun kopi orangtuanya merasa senasib dengan ribuan petani kopi di Lampung.
Pria lulusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu mempelajari budidaya kopi dan memilih menjadi petani. Supriyono mengikuti berbagai pelatihan di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Ia juga menimba ilmu budidaya kopi dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar. Dari situ Supriyono memahami bahwa perawatan kebun yang baik menjadi kunci utama mendongkrak produksi kopi. Perawatan tanaman kopi, mulai dari pemupukan, pemangkasan, hingga peremajaan tanaman kopi harus benar-benar diperhatikan. Dalam setahun, pemupukan tanaman kopi setidaknya harus dilakukan tiga kali, yakni saat fase sebelum berbunga, fase setelah berbunga, dan fase pengisian buah, yang menentukan banyak sedikitnya jumlah buah ceri kopi yang akan dihasilkan.
Supriyono menghitung agar tiap hektar kebun kopinya menghasilkan 2 ton biji kopi (green bean). Ia merancang agar setiap tanaman kopi setidaknya mempunyai 18 ranting produktif. Supriyono juga bereksperimen menambah populasi tanaman kopi di kebunnya. Jika petani kopi umumnya menanam 2.000-2.500 batang tanaman kopi di lahan seluas 1 hektar, dia mencoba sistem pagar dengan meningkatkan populasi tanaman kopi menjadi 4.000 batang per hektar. Dengan pola tanam intensitas tinggi tersebut, 1 hektar lahan kopi bisa menghasilkan 3-4 ton biji kopi. Supriyono yang tinggal di Kelurahan Sekincau, Lampung Barat, juga mengembangkan budidaya kopi arabika, karena tempat tinggalnya berada di ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut. Letak geografis wilayah itu mendukung pengembangan kebun kopi arabika yang jumlahnya masih sedikit di Lampung.
Setelah sukses mempraktikkan ilmu dan memberi contoh nyata kepada petani lainnya, ia membuat komunitas Kopista Indonesia pada 2015. Saat ini, ada sekitar 250 petani kopi di Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Tanggamus, dan beberapa daerah di Bengkulu yang bergabung. Lewat komunitas tersebut, Supriyono berbagi ilmu secara sukarela dengan para petani tentang budidaya kopi. Ia mengubah pola pikir para petani kopi untuk berani menargetkan hasil panen minimal 2 ton per hektar. Dengan produksi minimal 2 ton dan harga green bean kopi minimal Rp 30.000 per kg, petani setidaknya memiliki pendapatan Rp 60 juta per hektar per tahun dari hasil panen kopi. Apabila dikurangi biaya operasional perawatan kebun, 40 dari hasil panen, petani mendapatkan pendapatan bersih Rp 36 juta.
Supriyono pun menjadi guru lapangan bagi para petani kopi. Hampir setiap pekan, ia berkeliling ke kebun-kebun petani demi memberikan ilmu tentang budidaya kopi. Ia mengajari dengan cara praktik langsung cara manajemen kebun kopi dengan yang baik. Semua itu ia lakukan tanpa bayaran sepeser pun. Ia juga membuka jejaring antara petani dan beberapa perusahaan eksportir kopi. Petani dibina untuk melakukan pengolahan pascapanen dengan baik agar harga jual green bean bisa lebih tinggi. Di saat harga kopi robusta melonjak mencapai Rp 70.000 per kg seperti sekarang, para petani kopi yang rajin merawat kebunnya pun kelimpahan rezeki. Jerih payah Supriyono mengajari para petani terbayar petani-petani binaannya tersenyum bahagia. (Yoga)
Bagi-bagi Kursi Komisaris BUMN
Bancakan kursi komisaris BUMN menjadi-jadi di ujung pemerintahan Presiden Jokowi, yang menjadi alat politik Jokowi menunjukkan peran dan kontribusinya dalam menyiapkan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Sejak pemilihan presiden 2024, tercatat 17 pendukung Prabowo dan Gibran menduduki posisi penting. Yang paling anyar, dua pengurus partai politik yang dekat dengan Prabowo diangkat sebagai komisaris PLN. Keduanya adalah Burhanuddin Abdullah Harahap, yang masih tercatat sebagai Ketua Dewan Pakar Partai Gerindra, serta Andi Arief, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat.
Meski Demokrat menyebutkan bahwa Andi Arief telah dinonaktifkan dari kepengurusan partai, tak dimungkiri pemilihan Andi tidak terlepas dari tugasnya saat pilpres 2024 sebagai bagian tim sukses Prabowo-Gibran. Begitu pula Burhanuddin. Pengangkatan yang tidak mempertimbangkan aspek profesionalitas dan cenderung sebagai balas budi politik itu melanggar peraturan yang dibuat Menteri BUMN Erick Thohir sendiri. Peraturan Menteri BUMN No 3 Tahun 2023 tentang Organ dan SDM BUMN, khususnya Pasal 18, mengatur bahwa, untuk dapat diangkat sebagai anggota dewan komisaris, seseorang harus memenuhi persyaratan, antara lain bukan pengurus partai.
Penempatan kursi komisaris di sejumlah BUMN yang tidak sesuai dengan syarat dalam UU BUMN mencederai tata kelola perusahaan yang baik, merusak budaya profesionalitas, serta memicu spekulasi bisnis yang negatif. Selain itu, sebagai ujung tombak perekonomian, BUMN mesti memiliki langkah pencegahan korupsi. Pencegahan ini tidak hanya mencakup upaya menghindari korupsi dan melaporkan gratifikasi, tapi juga mengatur adanya konflik kepentingan. (Yetede)
PELUNCURAN GOLDEN VISA : Jokowi Yakin Peredaran Uang Global Kian Deras
Presiden Joko Widodo meyakini peredaran uang global ke Indonesia bakal kian deras setelah peluncuran golden visa di Tanah Air. Kepala Negara beralasan skema golden visa memang untuk menarik warga negara asing (WNA) berinvestasi di Indonesia. “Ini kan untuk mempermudah layanan kami kepada investor dan juga kepada global talent yang diberikan kesempatan untuk datang ke Indonesia dengan fasilitas golden visa,” ujarnya seusai Grand Launching Golden Visa di Jakarta, Kamis (25/7). Presiden melanjutkan golden visa bisa menarik global talent menginjakkan kaki di Tanah Air guna berkarya dan memberikan manfaat kepada negara kita. “Namun, dengan catatan saya sampaikan semuanya harus diseleksi seketat mungkin,” kata Jokowi. Dalam peluncuran itu, Kepala Negara memberikan akses golden visa kepada Pelatih Timnas Indonesia, Shin Taeyong (STY). Selain STY, sejumlah tokoh ternama dunia atau global talent telah mendapatkan golden visa, di antaranya Direktur Utama OpenAI Sam Altman, dan salah satu petinggi PT Boeing Indonesia. Skema golden visa merujuk kepada Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) No.22/2023 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.82/2023.
Golden visa diberikan untuk melakukan kegiatan penanaman modal, penyatuan keluarga, repatriasi, dan rumah kedua dengan jangka waktu paling lama 5 tahun atau 10 tahun.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan bahwa kementeriannya menggandeng lembaga internasional untuk menghindari penyelewengan kebijakan golden visa. “Kita kan ada komunikasi ada berbagai organisasi internasional,” katanya. Dirjen Imigrasi Kemenkumham Silmy Karim menambahkan telah mengantongi total investasi senilai Rp2 triliun dari 300 WNA penerima golden visa sejak pertama kali diujicobakan pada 2023 hingga 24 Juli 2024.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menyatakan skema golden visa sudah ditunggu-tunggu oleh pengusaha. “Saya rasa sebagai pengusaha, investor asing akan mengambil ini sebagai satu kesempatan,” kata Shinta.
Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira juga menilai kebijakan golden visa bisa meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi dibandingkan dengan negara lain di kawasan.
Refleksi 10 Tahun Infrastruktur Jokowi
Tanaman Kopi Butuh Peremajaan
Tingginya harga kopi di Tanah Air saat ini menjadi momentum untuk memperbaiki ekosistem kopi dari hulu ke hilir. Salah satu yang mendesak dilakukan adalah peremajaan ratusan ribu hektar tanaman kopi yang sudah tidak produktif. Saat ini, rerata nasional produktivitas kopi di Indonesia tergolong rendah lantaran banyak tanaman yang tak produktif karena telah berusia 20 tahun ke atas. Kementan mencatat, pada 2023 terdapat 9,5 % tanaman kopi di Indonesia masuk kategori tanaman tak menghasilkan dan tanaman rusak sehingga perlu peremajaan. Berdasarkan data Bidang Produksi Dinas Perkebunan Sumsel pada Juni 2024, sekitar 60.000 hektar pohon kopi tua masih ditanam di provinsi itu. Jumlah tersebut mencakup 22,5 % dari total kebun kopi di Sumsel.
”Untuk pohon-pohon yang sudah berusia di atas 25-30 tahun, produktivitasnya akan jauh menurun sehingga perlu segera diremajakan,” ujar Ketua Dewan Kopi Sumsel Zain Ismed, Kamis (25/7). Peremajaan dibutuhkan tidak hanya untuk mengganti pohon-pohon tua. Namun, juga memperbaiki pola budidaya yang belum optimal dan mengganti tanaman yang tidak jelas kualitas bibitnya. Peremajaan harus memanfaatkan varietas ataupun klon unggul sehingga menghasilkan produktivitas tinggi dan tanaman yang adaptif dengan perubahan iklim. Peremajaan ini juga untuk mengubah pola jarak tanam yang cenderung rapat menjadi lebih lapang. Dengan demikian, pohon tidak berebut nutrisi dalam tanah. Zain mendorong pemerintah mengambil momentum melonjaknya harga kopi saat ini untuk meyakinkan petani akan pentingnya peremajaan dan budidaya yang lebih baik. (Yoga)
Pameran Menjadi Upaya Pengembangan UMKM
Pengunjung melihat produk kerajinan perhiasan dalam Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (25/7/2024). Bazar tersebut diikuti 500 lebih UMKM Bhayangkari dan perajin dari seluruh Indonesia. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang ekonomi nasional karena UMKM mencakup sekitar 99 persen dari total unit usaha di Indonesia, berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 60,51 persen, dan menyerap hampir 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia. (Yoga)
Perputaran Dana Judi Daring Bisa Sentuh Rp 900 Triliun
Kemenkominfo menyebut, perputaran aliran dana judi daring atau judi online (judol) sesuai data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan pada 2023 mencapai Rp 327 triliun. Jika tak ada langkah pencegahan, seperti blokir laman judi daring, kementerian memperkirakan perputaran aliran dana bisa naik dan menyentuh Rp 900 triliun pada 2024. Apabila dibandingkan dengan belanja APBN tahun 2024 yang direncanakan Rp 3.325,1 triliun, potensi perputaran aliran dana judol yang disebut itu mencapai 27 % belanja APBN.
Menurut Budi, sepanjang 17 Juli 2023-23 Juli 2024, kementerian telah memutus 2,6 juta laman judol. Kementerian juga telah mengajukan pemblokiran 573 akun dompet elektronik yang berkaitan dengan judol kepada BI dan 6.199 rekening bank yang berkaitan dengan judol kepada OJK sejak September 2023 hingga 23 Juli 2024. Terkait penyusupan konten dan laman judol dalam laman pemerintah dan pendidikan, Kemenkominfo telah menangani 23.616 sisipan halaman judol di laman pemerintah dan 22.205 sisipan halaman judol di laman lembaga pendidikan. Budi memastikan belum ada perusahaan platform media sosial yang dikenai denda Rp 500 juta karena memfasilitas judol.
Namun, Kemenkominfo terus menjalin komunikasi dengan mereka untuk langkah pencegahan lebih jauh. Satgas Pemberantasan Judi Online yang disahkan Presiden Jokowi, menurut dia, menargetkan akses masyarakat pada situs judol dapat berkurang hingga 80 % dengan jumlah deposit dapat turun menjadi Rp 45,79 triliun. Kemenkominfo pun aktif mengingatkan pemda yang lamannya disusupi konten judol. Namun, Kemenkominfo tidak bisa serta-merta memblokir laman karena Kemenkominfo bukan pengelola laman. (Yoga)
Konsumen Cari Alternatif Belanja Murah
Menurunnya kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian nasional diindikasikan dengan penurunan atau stagnansi penghasilan masyarakat dari berbagai kalangan ekonomi, yang menyebabkan konsumen mencari alternatif belanja murah. Hal ini turut menggerus pendapatan produsen barang konsumen. Perekonomian Indonesia masih menjanjikan pertumbuhan ekonomi tinggi, di kisaran 5 %, untuk tahun 2024 dan 2025. Angka pertumbuhan ini diharapkan ditopang oleh pertumbuhan konsumsi yang memberikan kontribusi 50 %. Sayangnya, berdasarkan data BPS, pertumbuhan konsumsi belum melampaui level 5 % sejak 2022. Pada triwulan I-2024, konsumsi bahkan hanya tumbuh 4,97 % meski didukung pemilu dan Ramadhan.
Menggunakan mahadata, Mandiri Shopping Index (MSI), ekonom Bank Mandiri, Bobby Hermanus dan Andry Asmoro, mengatakan, ada hubungan antara penurunan pertumbuhan konsumsi dan penyusutan jumlah masyarakat berpendapatan menengah atau kelas ekonomi menengah. ”Dengan menggunakan definisi kelas konsumen menurut Bank Dunia, hanya kelas atas dan kelas bawah yang mengalami perubahan proporsi relatif kecil antara periode sebelum dan sesudah pandemi. Sementara proporsi kelas menengah Indonesia turun dari sekitar seperlima (21,4 %) sebelum pandemi menjadi kurang dari seperlima (17,4 %) saat ini,” kata Andry, Kamis (25/7).
Sebanyak 4 poin persentase jumlah masyarakat kelas menengah yang hilang sebagian besar berpindah ke kelas ekonomi yang lebih rendah, terlihat dari peningkatan proporsi kelas atas yang hanya 0,1 poin persentase. Adapun proporsi calon kelas menengah semakin meningkat, yaitu naik 1,3 poin persentase menjadi 49,5 %. Di sisi lain, sebagian calon kelas menengah turun ke kelas bawah atau rentan, menyebabkan jumlahnya meningkat 2,7 poin persentase sehingga pangsa kelas ini meningkat menjadi 23,3 % pada tahun 2023. ”Jika proporsi kelas menengah turun, sementara konsumsi rumah tangga secara keseluruhan turun, menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memiliki pendapatan lebih sedikit sehingga menurunkan daya beli konsumen secara keseluruhan. Hal ini dapat melemahkan kepercayaan perekonomian,” tuturnya. (Yoga)
Pemusnahan Barang Impor Ilegal
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









