Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )PEMILU AS : Trump Akan Hapus Mandatori EV
Dalam pidato kampanyenya di Milwaukee, Donald Trump berjanji akan menghapus mandat electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik jika terpilih menjadi presiden Amerika Serikat. Percepatan EV merupakan kebijakan dari presiden Joe Biden. “Langkah [mencabut mandatori EV] ini akan menghasilkan penyelamatan industri otomotif AS dari kehancuran total, yang sedang terjadi saat ini, dan menghemat ribuan dolar per mobil bagi pelanggan AS,” kata Trump. Jika benar seperti itu, tentunya itu jadi ancaman buat raksasa kendaraan listrik Tesla yang dimiliki Elon Musk. Padahal, Elon Musk merupakan salah satu donatur besar bagi Trump lewat America Political Action Committee (APAC). Musk disebut-sebut merogoh kocek hingga US$45 juta atau sekitar Rp700 triliun untuk Trump.
America PAC telah didukung oleh sejumlah teman dan sekutu Musk di dunia teknologi, di antaranya Joe Lonsdale, yang mendirikan perusahaan perangkat lunak Palantir bersama Peter Thiel, donor politik utama untuk calon wakil presiden baru Trump, senator Ohio JD Vance. Selain itu, ada juga si kembar Winklevoss, pengusaha mata uang kripto yang menyerang Joe Biden karena melancarkan apa yang mereka sebut perang terhadap mata uang kripto melalui regulasi. Winklevoss memuji Trump sebagai “pro-Bitcoin, pro-kripto, pro-bisnis.”
Pemeriksaan Menteri Sakti Terkait Kasus Telkom
KPK memeriksa Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono selama dua setengah jam sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi di PT Telkom. KPK dalam pemeriksaan tersebut menelusuri aliran dana terkait dugaan korupsi di PT Telkom. Seusai diperiksa KPK di Jakarta, Jumat (26/7) Sakti mengatakan, sebagai warga negara yang baik, dirinya harus membantu KPK. ”Artinya, yang saya ketahui terhadap peristiwa itu. Itu, kan, terjadi pada 2017-2018. Yang saya tahu, saya sampaikan,” katanya. Sakti menjelaskan, peristiwa dugaan korupsi pada tahun 2017-2018 tersebut terjadi di PT Telkom.
Sakti terkejut ketika ditanya atas dugaan penerimaan uang dari pengadaan di PT Telkom. Ia mengaku tidak menerima uang dari perkara di PT Telkom. Jubir KPK Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan belum memperoleh perkembangan materi penyidikan terhadap Sakti. Sakti dimintai keterangan terkait pengetahuannya saat menjabat komisaris. ”(Dimintai keterangan) tentang pengadaan yang dilakukan perusahaan tersebut kerja sama dengan PT Telkom. Jadi, prosesnya seperti apa dan ditelusuri terkait aliran dananya,” ujar Tessa.
Menurut Tessa, penyidik akan mendalami penerimaan yang diperoleh Sakti dan digunakan untuk apa. Perkembangan dari perkara ini akan disampaikan kepada publik. Dua pekan lalu, Sakti telah dipanggil KPK sebagai saksi dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa kerja sama antara PT Telkom dan PT Telemedia Onyx Pratama. Sakti diperiksa sebagai pemegang saham atau pengurus PT Teknologi Riset Global Investama, tapi, Sakti tidak memenuhi panggilan KPK tersebut dengan alasan sedang mengikuti agenda dinas. (Yoga)
Putar Otak Warung Kopi di Tengah Pesta Petani
Diprediksi harga kopi tetap tinggi hingga tiga tahun ke depan. Pemilik warung kopi menjaga bisnisnya dengan menaikkan harga secangkir kopi, subsidi silang dari produk nonkopi, dan beralih ke kopi impor. Furqan Alfadhli (35) menyambut hangat para tamu di tengah dinginnya cuaca pegunungan kawasan Besemah Serasan, Kecamatan Pagar Alam Selatan, Sumsel, Rabu (3/7/2024) malam. Pemilik Warung Zaks Coffee by Kopi Ngobrol itu tak panik meski biji beras (greenbean) kopi premium telah menembus Rp 100.000-Rp 120.000 per kg, meningkat tiga kali lipat dibanding tahun lalu.
Ia telah mengantisipasi sejak harga kopi mulai merangkak naik, dengan menaikkan harga jual produk minumannya 10-20 % dalam dua bulan terakhir. Dia berkomunikasi dengan para pemilik warung kopi lainnya di Pagar Alam. Kenaikan harga disepakati bersama-sama. ”Demi kelangsungan usaha, harga produk minuman kami tak mungkin tak naik. Kalau tak naik, kami bisa gulung tikar,” ujar Furqan yang kini menjual produk minumannya Rp 10.000-Rp 25.000 per cangkir. Sejauh ini, tingkat penjualan Zaks Coffee tetap stabil di kisaran 10-15 gelas per hari. Untuk ukuran warung kopi di Pagar Alam, itu sudah baik. Di sana, hampir semua warga punya kebun kopi sendiri sehingga budaya yang berkembang adalah ngopi di rumah.
”Bahkan, ada anekdot, ngapain beli kopi di warung kalau bisa ngopi gratis di rumah,” kata pengusaha warung kopi sejak 2016 itu. Terkait pasokan bahan baku, menurut dia, tidak ada masalah karena para pemilik warung kopi punya rekanan petani masing-masing. Tinggal pemilik warung saja mau segera membeli atau tidak. Penyuplai kopi sekaligus pemilik Warung Pempek dan Kopi (Peko) di kawasan Bangun Jaya, Kecamatan Pagar Alam Utara, Iwan Ridwan (43) tengah menghadapi dilema. Seiring berkurangnya stok kopi dan harus membeli bahan baku berharga tinggi, Iwan sempat dua kali menaikkan harga jual produknya 20-30 % sebulan terakhir.
Paling tidak, kopi robusta bubuk dari petik buah asalan naik dari Rp 90.000-Rp 100.000 per kg menjadi Rp 120.000 per kg sebulan lalu dan naik lagi menjadi Rp 140.000 per kg sepekan terakhir. Produk itu kebanyakan disuplai kepada penjual selanjutnya (reseller) di Palembang, Jakarta, dan Bekasi. Akibatnya penjualan kopi bubuk merosot 50 kg dari biasanya 100 kg-150 kg per bulan, karena menghilangnya pembeli yang mengisi warung kopi untuk segmentasi konsumen menengah ke bawah. Tak sedikit pembeli beralih pada kopi campur jagung yang harganya jauh lebih murah. ”Mereka rela menurunkan kualitas bahan baku ketimbang harus kehilangan konsumen,” ujar Iwan. (Yoga)
Masa Depan IKN dari Mangrove Teluk Balikpapan
Menjelang gelap, Agus Bei (55) menyiapkan materi soal pemulihan lahan mangrove. ”Menjelang 26 Juli memang sedikit sibuk. Banyak undangan untuk bicara soal Hari Mangrove Sedunia,” kata Agus, Kamis (25/7) di kawasan Mangrove Center Graha Indah, Balikpapan, Kaltim. Peraih Kalpataru 2017 itu mengelola Mangrove Center sejak 2001 bersama sejumlah warga. Kawasan itu menjadi destinasi wisata di Balikpapan. 20 tahun lalu, hutan mangrove di situ menjadi tambak ikan. Akibatnya, abrasi kerap terjadi. Agus dan warga lain lantas memulihkan kawasan seluas 150 hektar itu. ”Sekarang kami tidak takut intrusi air laut atau abrasi sampai ke permukiman. Mangrovenya sudah kokoh,” katanya.
Kondisi itu juga membuat kawanan bekantan (Nasalis larvatus) kembali datang. Monyet endemic Kalimantan itu terlihat kerap melintas dan mencari makan di Mangrove Center Graha Indah. Konflik bekantan dengan manusia gara-gara berebut makanan di permukiman tidak terjadi lagi. Kawasan itu pun jadi habitat kepiting bakau, ikan, dan tempat tinggal burung-burung. Hanya 8 km dari pusat Kota Balikpapan, duduk di sana pun membuat suasana tenang dengan aneka bebunyian alam dan udara segarnya. Pada 2018, Muhammad Rizky Pratama menerbitkan artikel di The Indonesian Green Technology Journal, yang menunjukkan luas mangrove tahun 2018 di sisi Balikpapan 1.493 hektar.
Sementara pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Balikpapan Tahun 2012-2032, luas mangrove tercatat 2.223 hektar. ”Dapat disimpulkan adanya penurunan luasan mangrove 730 hektar,” tulis Rizky, yang juga pengajar di Institut Teknologi Kalimantan. Dari data tersebut dan melihat langsung kondisi lapangan, kehadiran IKN yang digadang-gadang ramah lingkungan ternyata tak serta-merta membuat mangrove di sekitarnya aman. Pemerintah memang mempersempit luas IKN dalam UU No 3/2024 dari 256.000 hektar menjadi 252.000 hektar.
Namun, kawasan mangrove Teluk Balikpapan di luar kawasan IKN berstatus area penggunaan lain. Keberadaan mangrove di sana rentan dibabat apabila terbit izin penggunaan lahan, termasuk untuk industri. Dalam pemaparan Kementerian PUPR, Kelurahan Mentawir di Penajam Paser Utara masuk Wilayah Pengembangan 4 IKN yang diproyeksikan menjadi tempat pariwisata dan hiburan, termasuk wisata mangrove. Kini sedang disusun Peraturan Kepala Otorita IKN yang berisi pengakuan, perlindungan, dan pemajuan kearifan lokal di wilayah IKN. Hari Mangrove Sedunia yang diperingati pada 26 Juli seolah menjadi asa agar mangrove tetap lestari. (Yoga)
Supriyono, Guru Lapangan Para Petani Kopi
Sembilan tahun terakhir, Supriyono (48) bergiat mengajak petani untuk merawat kebun kopi. Selama puluhan tahun, sebagian besar petani masih menggunakan cara lama dalam budidaya kopi. Mayoritas petani tidak merawat kebunnya dengan serius. Mereka membiarkan saja kebun kopinya tanpa diberi pupuk dan dibersihkan. Produksi kopi robusta petani di Lampung, pernah merosot tajam dari di atas 1 ton per hektar menjadi hanya 300-400 kg per hektar akibat musim yang kian tak menentu. Jika terus dibiarkan, petani kopi sulit menggapai sejahtera. Jangankan ditabung, uang hasil panen kopi pun tak cukup untuk biaya hidup hingga musim panen berikutnya. Supriyono yang diberi tanggung jawab mengurus kebun kopi orangtuanya merasa senasib dengan ribuan petani kopi di Lampung.
Pria lulusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu mempelajari budidaya kopi dan memilih menjadi petani. Supriyono mengikuti berbagai pelatihan di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Ia juga menimba ilmu budidaya kopi dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar. Dari situ Supriyono memahami bahwa perawatan kebun yang baik menjadi kunci utama mendongkrak produksi kopi. Perawatan tanaman kopi, mulai dari pemupukan, pemangkasan, hingga peremajaan tanaman kopi harus benar-benar diperhatikan. Dalam setahun, pemupukan tanaman kopi setidaknya harus dilakukan tiga kali, yakni saat fase sebelum berbunga, fase setelah berbunga, dan fase pengisian buah, yang menentukan banyak sedikitnya jumlah buah ceri kopi yang akan dihasilkan.
Supriyono menghitung agar tiap hektar kebun kopinya menghasilkan 2 ton biji kopi (green bean). Ia merancang agar setiap tanaman kopi setidaknya mempunyai 18 ranting produktif. Supriyono juga bereksperimen menambah populasi tanaman kopi di kebunnya. Jika petani kopi umumnya menanam 2.000-2.500 batang tanaman kopi di lahan seluas 1 hektar, dia mencoba sistem pagar dengan meningkatkan populasi tanaman kopi menjadi 4.000 batang per hektar. Dengan pola tanam intensitas tinggi tersebut, 1 hektar lahan kopi bisa menghasilkan 3-4 ton biji kopi. Supriyono yang tinggal di Kelurahan Sekincau, Lampung Barat, juga mengembangkan budidaya kopi arabika, karena tempat tinggalnya berada di ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut. Letak geografis wilayah itu mendukung pengembangan kebun kopi arabika yang jumlahnya masih sedikit di Lampung.
Setelah sukses mempraktikkan ilmu dan memberi contoh nyata kepada petani lainnya, ia membuat komunitas Kopista Indonesia pada 2015. Saat ini, ada sekitar 250 petani kopi di Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Tanggamus, dan beberapa daerah di Bengkulu yang bergabung. Lewat komunitas tersebut, Supriyono berbagi ilmu secara sukarela dengan para petani tentang budidaya kopi. Ia mengubah pola pikir para petani kopi untuk berani menargetkan hasil panen minimal 2 ton per hektar. Dengan produksi minimal 2 ton dan harga green bean kopi minimal Rp 30.000 per kg, petani setidaknya memiliki pendapatan Rp 60 juta per hektar per tahun dari hasil panen kopi. Apabila dikurangi biaya operasional perawatan kebun, 40 dari hasil panen, petani mendapatkan pendapatan bersih Rp 36 juta.
Supriyono pun menjadi guru lapangan bagi para petani kopi. Hampir setiap pekan, ia berkeliling ke kebun-kebun petani demi memberikan ilmu tentang budidaya kopi. Ia mengajari dengan cara praktik langsung cara manajemen kebun kopi dengan yang baik. Semua itu ia lakukan tanpa bayaran sepeser pun. Ia juga membuka jejaring antara petani dan beberapa perusahaan eksportir kopi. Petani dibina untuk melakukan pengolahan pascapanen dengan baik agar harga jual green bean bisa lebih tinggi. Di saat harga kopi robusta melonjak mencapai Rp 70.000 per kg seperti sekarang, para petani kopi yang rajin merawat kebunnya pun kelimpahan rezeki. Jerih payah Supriyono mengajari para petani terbayar petani-petani binaannya tersenyum bahagia. (Yoga)
Bagi-bagi Kursi Komisaris BUMN
Bancakan kursi komisaris BUMN menjadi-jadi di ujung pemerintahan Presiden Jokowi, yang menjadi alat politik Jokowi menunjukkan peran dan kontribusinya dalam menyiapkan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Sejak pemilihan presiden 2024, tercatat 17 pendukung Prabowo dan Gibran menduduki posisi penting. Yang paling anyar, dua pengurus partai politik yang dekat dengan Prabowo diangkat sebagai komisaris PLN. Keduanya adalah Burhanuddin Abdullah Harahap, yang masih tercatat sebagai Ketua Dewan Pakar Partai Gerindra, serta Andi Arief, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat.
Meski Demokrat menyebutkan bahwa Andi Arief telah dinonaktifkan dari kepengurusan partai, tak dimungkiri pemilihan Andi tidak terlepas dari tugasnya saat pilpres 2024 sebagai bagian tim sukses Prabowo-Gibran. Begitu pula Burhanuddin. Pengangkatan yang tidak mempertimbangkan aspek profesionalitas dan cenderung sebagai balas budi politik itu melanggar peraturan yang dibuat Menteri BUMN Erick Thohir sendiri. Peraturan Menteri BUMN No 3 Tahun 2023 tentang Organ dan SDM BUMN, khususnya Pasal 18, mengatur bahwa, untuk dapat diangkat sebagai anggota dewan komisaris, seseorang harus memenuhi persyaratan, antara lain bukan pengurus partai.
Penempatan kursi komisaris di sejumlah BUMN yang tidak sesuai dengan syarat dalam UU BUMN mencederai tata kelola perusahaan yang baik, merusak budaya profesionalitas, serta memicu spekulasi bisnis yang negatif. Selain itu, sebagai ujung tombak perekonomian, BUMN mesti memiliki langkah pencegahan korupsi. Pencegahan ini tidak hanya mencakup upaya menghindari korupsi dan melaporkan gratifikasi, tapi juga mengatur adanya konflik kepentingan. (Yetede)
PELUNCURAN GOLDEN VISA : Jokowi Yakin Peredaran Uang Global Kian Deras
Presiden Joko Widodo meyakini peredaran uang global ke Indonesia bakal kian deras setelah peluncuran golden visa di Tanah Air. Kepala Negara beralasan skema golden visa memang untuk menarik warga negara asing (WNA) berinvestasi di Indonesia. “Ini kan untuk mempermudah layanan kami kepada investor dan juga kepada global talent yang diberikan kesempatan untuk datang ke Indonesia dengan fasilitas golden visa,” ujarnya seusai Grand Launching Golden Visa di Jakarta, Kamis (25/7). Presiden melanjutkan golden visa bisa menarik global talent menginjakkan kaki di Tanah Air guna berkarya dan memberikan manfaat kepada negara kita. “Namun, dengan catatan saya sampaikan semuanya harus diseleksi seketat mungkin,” kata Jokowi. Dalam peluncuran itu, Kepala Negara memberikan akses golden visa kepada Pelatih Timnas Indonesia, Shin Taeyong (STY). Selain STY, sejumlah tokoh ternama dunia atau global talent telah mendapatkan golden visa, di antaranya Direktur Utama OpenAI Sam Altman, dan salah satu petinggi PT Boeing Indonesia. Skema golden visa merujuk kepada Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) No.22/2023 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.82/2023.
Golden visa diberikan untuk melakukan kegiatan penanaman modal, penyatuan keluarga, repatriasi, dan rumah kedua dengan jangka waktu paling lama 5 tahun atau 10 tahun.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan bahwa kementeriannya menggandeng lembaga internasional untuk menghindari penyelewengan kebijakan golden visa. “Kita kan ada komunikasi ada berbagai organisasi internasional,” katanya. Dirjen Imigrasi Kemenkumham Silmy Karim menambahkan telah mengantongi total investasi senilai Rp2 triliun dari 300 WNA penerima golden visa sejak pertama kali diujicobakan pada 2023 hingga 24 Juli 2024.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menyatakan skema golden visa sudah ditunggu-tunggu oleh pengusaha. “Saya rasa sebagai pengusaha, investor asing akan mengambil ini sebagai satu kesempatan,” kata Shinta.
Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira juga menilai kebijakan golden visa bisa meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi dibandingkan dengan negara lain di kawasan.
Refleksi 10 Tahun Infrastruktur Jokowi
Tanaman Kopi Butuh Peremajaan
Tingginya harga kopi di Tanah Air saat ini menjadi momentum untuk memperbaiki ekosistem kopi dari hulu ke hilir. Salah satu yang mendesak dilakukan adalah peremajaan ratusan ribu hektar tanaman kopi yang sudah tidak produktif. Saat ini, rerata nasional produktivitas kopi di Indonesia tergolong rendah lantaran banyak tanaman yang tak produktif karena telah berusia 20 tahun ke atas. Kementan mencatat, pada 2023 terdapat 9,5 % tanaman kopi di Indonesia masuk kategori tanaman tak menghasilkan dan tanaman rusak sehingga perlu peremajaan. Berdasarkan data Bidang Produksi Dinas Perkebunan Sumsel pada Juni 2024, sekitar 60.000 hektar pohon kopi tua masih ditanam di provinsi itu. Jumlah tersebut mencakup 22,5 % dari total kebun kopi di Sumsel.
”Untuk pohon-pohon yang sudah berusia di atas 25-30 tahun, produktivitasnya akan jauh menurun sehingga perlu segera diremajakan,” ujar Ketua Dewan Kopi Sumsel Zain Ismed, Kamis (25/7). Peremajaan dibutuhkan tidak hanya untuk mengganti pohon-pohon tua. Namun, juga memperbaiki pola budidaya yang belum optimal dan mengganti tanaman yang tidak jelas kualitas bibitnya. Peremajaan harus memanfaatkan varietas ataupun klon unggul sehingga menghasilkan produktivitas tinggi dan tanaman yang adaptif dengan perubahan iklim. Peremajaan ini juga untuk mengubah pola jarak tanam yang cenderung rapat menjadi lebih lapang. Dengan demikian, pohon tidak berebut nutrisi dalam tanah. Zain mendorong pemerintah mengambil momentum melonjaknya harga kopi saat ini untuk meyakinkan petani akan pentingnya peremajaan dan budidaya yang lebih baik. (Yoga)
Pameran Menjadi Upaya Pengembangan UMKM
Pengunjung melihat produk kerajinan perhiasan dalam Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (25/7/2024). Bazar tersebut diikuti 500 lebih UMKM Bhayangkari dan perajin dari seluruh Indonesia. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang ekonomi nasional karena UMKM mencakup sekitar 99 persen dari total unit usaha di Indonesia, berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 60,51 persen, dan menyerap hampir 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









