;

Refleksi 10 Tahun Infrastruktur Jokowi

Refleksi 10 Tahun Infrastruktur Jokowi
Satu dekade lalu, 22 Juli 2014, dari atas kapal pinisi bernama Hati Buana Setia di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidato kemenangan di Pemilihan Presiden 2014. "Ini adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Saya berharap, kemenangan rakyat ini akan melapangkan jalan mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara kebudayaan," kata Jokowi. Berlatar pelabuhan sebagai lokasi pidato menjadi pertanda pemerintahan Jokowi siap menggenjot proyek infrastruktur di Indonesia, termasuk pelabuhan. Satu legasi yang melekat dengan Presiden Jokowi adalah proyek infrastruktur. Saban tahun, pemerintah mengalokasikan dana belanja ratusan triliun rupiah dalam Anggaran {endapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program pembangunan infrastruktur. Ada proyek tol Trans Jawa yang menghubungkan ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa. Ada pula Trans Sumatra. Bukan cuma di darat, pemerintahan Jokowi juga menggarap proyek infrastruktur kereta api, pelabuhan, bandar udara, waduk, infrastruktur energi hijau, telekomunikasi hingga kesehatan. Di ujung masa pemerintahannya, Presiden Jokowi merancang Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Dato Sri Tahir menyebut, proyek infrastruktur 10 tahun terakhir berjalan smooth. "Bapak Presiden (Jokowi) menyampaikan, ke depan food resiliency dan green energy menjadi penting, Indonesia juga punya program terkait energi bersih," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, kemarin.
Download Aplikasi Labirin :