Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Pengusutan Aliran Dana Kasus Impor Gula
Kejagung mengusut aliran dana kasus dugaan korupsi impor gula setelah menetapkan bekas Mendag, Thomas Trikasih Lembong sebagai tersangka. Penyidik Kejagung akan memeriksa sejumlah pihak guna menelusuri aliran dana dalam kasus dugaan korupsi yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp 400 miliar tersebut. ”Aliran dana akan kami dalami juga. Karena kalau kami lihat, kan, tersangka sebagai regulator. Apakah ada, unsur aliran dana ke perusahaan-perusahaan, tentu akan didalami,” kata Kapuspen Hukum Kejagung, Harli Siregar, di Kejagung, Rabu (30/10). Selasa malam, Kejagung menetapkan bekas Mendag, Thomas Trikasih Lembong serta Direktur Pengembangan Bisnis PT PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia) yang juga Komisaris Independen PT PLN (Persero) Charles Sitorus sebagai tersangka kasus dugaan korupsi izin impor gula tahun 2015-2016.
Akibat dugaan korupsi itu, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 400 miliar. Harli mengatakan, penyidikan kasus dugaan korupsi impor gula di Kemendag periode 2015-2016 sudah dimulai sejak Oktober 2023. Tersangka yang dikenal sebagai Tom Lembong itu sudah tiga kali diperiksa penyidik Kejagung. Tom Lembong ditetapkan menjadi tersangka karena memberikan izin persetujuan impor (PI) gula kristal mentah sebanyak 105.000 ton kepada PT AP untuk mengolah gula kristal mentah (GKM) menjadi gula kristal putih (GKP). Padahal, berdasar rakor antar kementerian pada 12 Mei 2015 telah disimpulkan bahwa Indonesia mengalami surplus gula sehingga tidak membutuhkan impor gula.
Pada Januari 2016, Tom menandatangani surat penugasan pada PT PPI untuk memenuhi stok gula nasional dan menstabilkan harga gula melalui kerja sama dengan produsen gula dalam negeri untuk memasok atau mengolah GKM impor menjadi GKP sebanyak 300.000 ton. Selanjutnya, PT PPI membuat perjanjian kerja sama dengan delapan perusahaan gula swasta, yakni PT PDSU, PT AF, PT AP, PT MT, PT BMM, PT SUJ, PT DSI, dan PT MSI, ditambah satu perusahaan swasta lainnya, yaitu PT KTM. Persetujuan impor dari Kemendag disebut diterbitkan tanpa rekomendasi dari Kemenperin dan tanpa rakor dengan instansi terkait.
Setelah kedelapan perusahaan swasta tersebut mengimpor dan mengolah GKM menjadi GKP, PT PPI seolah-olah membeli gula tersebut. Padahal, gula tersebut dijual oleh perusahaan swasta kepada masyarakat melalui distributor dengan harga Rp 16.000 per kg, lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 13.000 per kg dan tidak melalui operasi pasar. Dari pengadaan dan penjualan GKM yang diolah menjadi GKP, PT PPI mendapatkan fee dari delapan perusahaan yang mengimpor dan mengolah GKM sebesar Rp 105 per kg. Terkait kemungkinan adanya fee bagi Tom Lembong, menurut Harli, hal itu tergantung dari keterangan para saksi. Harli memastikan bahwa sampai saat ini pemeriksaan dalam kasus impor gula belum usai. (Yoga)
Uang, Antara Kepercayaan dan Keresahan Masyarakat Indonesia
Setiap tahun tanggal 30 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Uang Nasional, dari peristiwa bersejarah diterbitkannya Oeang Republik Indonesia atau ORI, yang menjadi cikal bakal mata uang rupiah di Indonesia. Di balik acara seremonial itu, sebagian warga selalu dibuat resah oleh uang ketika uang sebagai sarana untuk mendapatkan sesuatu itu kurang atau bahkan tidak ada, sedangkan kebutuhan terus bergulir. Damianus Suryo (26), pekerja swasta di DI Yogyakarta, kerap resah ketika salah satu teman lamanya menghubungi secara tiba-tiba. Sebab, hanya sekali dua kali ia dihubungi oleh temannya saat hendak meminjam sejumlah uang.
”Uang bisa menjadi cerminan karakter seseorang. Rata-rata memang hampir selalu berujung merusak pertemanan, tetapi bisa juga untuk melihat sejauh mana orang itu bisa dipercaya,” kata Damianus, Rabu (30/10). Damianus lebih resah ketika pundi-pundi penghasilannya tidak pasti. Sebagai karyawan tidak tetap, ia kerap waswas sewaktu-waktu kontraknya tidak diperpanjang. Sebab itu, Damianus harus memutar otak mengelola uangnya.
Setiap bulan, ia mampu menyisihkan uang hingga sepertiga penghasilannya untuk ditabung. Selebihnya, gajinya habis untuk kebutuhan sehari-hari, seperti membeli makanan, membeli bensin, serta kebutuhan pribadi lain, seperti peralatan mandi. ”Tanpa perlu diperingati sebagai Hari Uang, setiap hari orang pasti ingat untuk terus mencari uang. Apalagi, di zaman yang serba susah, harga-harga pada mahal. Kadang mencarinya setengah mati, tetapi habisnya setengah sadar,” ujarnya. (Yoga)
Pemprov DKI mengantisipasi potensi banjir
Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan antisipasi menjelang musim hujan yang diperkirakan tiba bulan depan. Upaya tersebut mencakup pembenahan saluran drainase di berbagai lokasi, memastikan kesiapan infrastruktur pengendali banjir, dan pemetaan area rawan genangan. Plt Kadis Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum pada Rabu (30/10) menyatakan, pihaknya mengoptimalkan pengoperasian dan pemeliharaan serta perawatan sarana dan prasarana pengendali banjir sebagai antisipasi menghadapi musim hujan. Hingga Oktober 2024, Pemprov DKI telah memiliki 577 unit pompa stasioner di 202 titik dengan kondisi yang terawat baik. Selain itu, terdapat 557 unit pompa mobile dan 254 unit alat berat yang siap digunakan untuk menghadapi potensi banjir.
Pompa stasioner berfungsi mengalirkan air di wilayah yang tidak bisa dialirkan seca-ra gravitasi, yang disebabkan penurunan muka tanah di sebagian wilayah DKI Jakarta. Sementara, pompa mobile digunakan untuk mempercepat penanganan genangan di jalan raya, permukiman, serta area tanpa pompa stasioner. ”Kami juga memiliki 6.941 petugas yang siap siaga, termasuk operator pompa dan satgas di lapangan,” ujarnya. Pemetaan lokasi rawan banjir juga dilakukan untuk mempercepat penanganan di area yang rentan terdampak. Jaksel tercatat terdapat lokasi rawan banjir terbanyak, yakni 10 kelurahan, disusul Jaktim ada 7 kelurahan, Jakbar 5 kelurahan, dan Jakut 3 kelurahan. Pihak Dinas SDA DKI rutin mengeruk sedimen lumpur di sungai, waduk, dan saluran air. Pembenahan puluhan saluran drainase di Jakarta juga terus dilakukan. (Yoga)
Dugaan Korupsi Impor Gula Tom Lembong
SETELAH sembilan tahun, Kejaksaan Agung mengusut dugaan korupsi impor gula kristal yang terjadi pada 2015-2023. Namun, baru Menteri Perdagangan Thomas Lembong yang menjadi tersangka dan langsung ditahan serta importir gula Direktur PT Perusahaan Perdagangan Indonesia Charles Sitorus. Tom Lembong menjadi Menteri Perdagangan pada 2015-2016. Saat itu dia mengeluarkan kebijakan impor gula kristal mentah. Kebijakan serupa dijalankan Menteri Perdagangan lain penggantinya, bahkan dalam jumlah yang lebih besar. Selama 2015-2023 ada lima Menteri Perdagangan. Setelah Tom Lembong, kursi menteri ini dijabat Enggartiasto Lukita, politikus Partai NasDem. Ia tercatat mengimpor gula kristal sebanyak 13,97 juta ton pada 2017-2019. Setelah Enggartiasto, Agus Suparmanto dari Partai Kebangkitan Bangsa juga mengimpor gula sebanyak 5,53 juta ton.
Setelah Agus, Menteri Perdagangan pindah kepada Muhammad Lutfi, yang pernah menduduki jabatan ini pada 2014. Lutfi mengimpor gula kristal sebanyak 11,49 juta ton selama dua tahun menjabat dengan volume 2022 paling tinggi dibanding menteri lain. Setelah itu Zulkifli Hasan, politikus Partai Amanat Nasional yang membuat kebijakan impor gula sebanyak 5,06 juta ton. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Abdul Qohar, membantah tudingan adanya politisasi dalam penetapan Tom Lembong sebagai tersangka. Penyidik sudah menelusuri dugaan korupsi ini sejak Oktober 2023 dan menemukan bukti-bukti yang kuat. “Ketika ditemukan bukti yang cukup, penyidik menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka," kata Abdul, Selasa, 29 Oktober 2024. Abdul mengklaim selama setahun ini penyidik telah memeriksa 90 saksi. Adapun barang bukti yang telah dikumpulkan, antara lain, adalah catatan-catatan, dokumen, dan keterangan ahli. "Ini (barang bukti) sudah kami dapat semuanya,” katanya. (Yetede)
Kian Banyak Warga Indonesia Melajang
Menikah jadi babak penting perjalanan hidup manusia. Namun, menikah memiliki konsekuensi tanggung jawab pada kebahagiaan keluarga dan pendidikan anak. Hasil peliputan tim jurnalisme data yang dimuat di harian Kompas pada 27-28 Oktober 2024 mengungkap kian banyak warga Indonesia hidup melajang dan usia warga yang menikah menua. Keputusan menunda menikah merupakan puncak gunung es persoalan ekonomi. Beberapa alasan menunda menikah ialah mahalnya harga rumah, biaya pendidikan, pengasuhan anak, bahan pangan, ongkos transportasi, dan ancaman PHK. Alasan lain, selektif memilih pasangan, belum prioritas, belum siap mental, dan nyaman sendiri. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS tahun 2012-2022 menunjukkan proporsi penduduk lajang naik 5,4 %.
Warga lajang pada 2012 sebanyak 40,3 juta jiwa atau 30,1 % dari kelompok usia 15-49 tahun dan pada 2022 naik menjadi 52,6 juta jiwa atau 35,5 %. Tren ini berlanjut pada tahun 2023. Jumlah warga lajang naik menjadi 37,2 % atau 55,8 juta orang. Berarti pada tahun 2012 ada tiga dari 10 warga usia 15-49 tahun yang melajang dan pada 2023 angkanya naik menjadi empat dari 10 warga melajang di kelompok usia yang sama. Seiring banyaknya warga Indonesia yang melajang, jumlah pernikahan dan angka kelahiran pun ikut turun. Selama 2012-2022, usia menikah warga Indonesia makin tua. Persentase penduduk menikah pada usia 20-29 tahun merosot paling tajam daripada kelompok usia lain, yakni 13,4 %. Dalam satu dekade terakhir, angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) menurun.
TFR adalah rata-rata anak yang dilahirkan perempuan di masa produktifnya (15-49 tahun). Pada tahun 2022 TFR Indonesia mencapai 2,13, turun disbanding tahun 2012 yang masih 2,51. Hal ini sejalan dengan Laporan Proyeksi Penduduk Indonesia 2020-2050 yang dirilis Bappenas, yakni laju pertumbuhan penduduk pada 2020-2050 melambat. TFR Indonesia diprediksi akan menjadi 2,02 dan tahun 2045 turun lagi menjadi 1,95. Untuk menjaga pertumbuhan penduduk seimbang, angka fertilitas total mesti dijaga di angka 2. Hal ini berarti setiap satu pasangan diharapkan melahirkan dua anak. Karena itu, pemerintah perlu menyusun kebijakan keluarga berencana era baru agar memiliki anak bermutu. (Yoga)
Kebijakan Seribu Bakat China, untuk Pengembangan Riset
Gerard Mourou, fisikawan Perancis peraih Nobel Fisika, pindah ke Universitas Peking, China. China makin percaya diri mengembangkan risetnya. Mengutip South China Morning Post 24 Oktober 2024, Kompas.id melaporkan, sejak 12 Oktober 2024, Gerard Mourou memainkan peran penting mengembangkan fasilitas berbasis sinar laser, proyek kerja sama Universitas Peking, Ecole Polytechnique Paris, dan perusahaan teknologi global Thales. Risetnya mencakup bidang fisika laser, fisika partikel dan nuklir, fisika medis, serta astrofisika. Sebelum memutuskan berkarya di China, Mourou pernah bekerja di AS. Lulus dari Universitas Pierre dan Marie Curie Paris pada 1973, ia bekerja di Universitas Rochester di AS, tempat ia melakukan karyanya yang meraih hadiah Nobel tahun 2018 bersama fisikawan AS, Arthur Ashkin, dan Donna Strickland, fisikawati Kanada.
Mourou kemudian bekerja di Universitas Michigan, AS, tempat ia mendirikan Pusat Sains Optik Ultracepat, kemudian di Ecole Polytechnique, sebelum pindah ke Beijing. Perhatian Mourou terhadap keseriusan China mengembangkan sains dikemukakan pada acara publik di Beijing, setelah menerima hadiah Nobel Fisika. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap kemajuan sains China. Ia mengatakan, Pemerintah China melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam memprioritaskan ilmu pengetahuan daripada AS, yang saat itu dipimpin oleh Presiden Donald Trump. Keseriusan China atas sains tidak kurang disampaikan Presiden China Xi Jinping pada Juli 2024. Dalam suatu Kesempatan, ia berpidato mengenai wacana untuk mengeluarkan izin tinggal permanen bagi para ilmuwan asing yang berkarier di China.
Kebijakan ini diharapkan mampu menarik minat pakar-pakar dari luar negeri mengembangkan ilmu mereka di China. Berdasar data Statista, pada 2022 AS membelanjakan 761,58 miliar USD untuk riset dan pengembangan, diikuti China yang membelanjakan 620,38 miliar USD. Ambisi China mengembangkan riset ini tak terlepas dari kebijakan Rencana Seribu Bakat pada 2008. Skema itu diluncurkan Beijing untuk menindaklanjuti kekurangan anggota komunitas intelektual di dalam negeri. Pada 2011, melalui program ini, Pemerintah China menawarkan skema bekerja paruh waktu. Ilmuwan yang sudah memiliki pekerjaan tetap di luar negeri bisa melakukan proyek paruh waktu di China. Cara ini menarik para ilmuwan China di luar negeri. Mereka tak perlu mengorbankan karier mereka. Berkembangnya riset akan melahirkan inovasi yang berperan penting dalam kemajuan China. (Yoga)
Roti Jadul Gelora, bangkit Setelah Viral
Pekerja mencetak kue speculaas dengan mesin tua yang didatangkan dari Jerman di pabrik Roti Gelora yang terletak di Gang Obat, Kelurahan Balimester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Kue speculaas merupakan kue khas Jerman yang memiliki kekhasan rasa aroma kayu manis yang kuat. Pabrik roti tua yang berada di dalam gang ini telah berdiri sejak tahun 1951 dan kini kembali menggeliat dan dicari banyak pelanggan setelah viral di media sosial, (Yoga)
Pengadaan Mobil dinas Maung untuk Menteri
Mensesneg, Prasetyo Hadi menegaskan, penggantian mobil dinas anggota Kabinet Merah Putih dengan mobil Maung masih dalam perencanaan, dengan memperhitungkan kemampuan produksi PT Pindad (Persero) sebagai produsen mobil tersebut. Untuk jenis kendaraan Maung yang akan dipilih sebagai mobil dinas, Prasetyo mengaku tidak hafal spesifikasi yang akan dipilih. Namun, sejauh ini Presiden Prabowo tampil beberapa kali ke tengah publik menggunakan mobil Maung seri MV3 Garuda Limousine hingga Maung MV3 Inspektur Upacara (Irup). ”Ya, jadi dong, semangatnya adalah kita harus punya mobil buatan sendiri,” ujar Prasetyo terkait rencana penggunaan Maung sebagai mobil dinas, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/10).
Mobil Maung dipilih karena tingkat komponen dalam negerinya sudah 70 %. ”Gini lho, Maung ini adalah beliau (Presiden Prabowo) ingin semangatnya itu kita harus punya mobil buatan sendiri. Enggak ada juga yang perlu diramaikan. Doain aja, doain biar Pindad bisa segera memproduksi dengan kualitas yang baik,” tambah Prasetyo. Ketika ditanya apakah seluruh menteri dan wamen akan langsung berganti mobil dinas Maung, Prasetyo menegaskan, hal itu masih bergantung pada kemampuan produksi PT Pindad. Prasetyo menegaskan, pengadaan mobil dinas Maung ini akan dilakukan dengan skema membeli, bukan menyewa. Dengan membeli mobil produksi dalam negeri dari PT Pindad, pemerintah sekaligus berinvestasi. (Yoga)
Nola Marta, Menyejahterakan Perajin dengan Tapis
Nola Marta (43) terpincut dengan keindahan kain tapis Lampung. Desainer kelahiran Jakarta ini lantas mengembangkan pesona tapis yang elegan ke pasar dunia. Terlebih itu, ia menciptakan ekosistem yang berdampak positif pada kesejahteraan perempuan perajin lokal. Cerita bermula ketika Nola bergabung dalam program Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara atau Ikkon inisiatif Badan Ekonomi Kreatif 2016. Dia dan sejumlah desainer lainnya ditempatkan di Lampung untuk residensi dengan pelaku kreatif lokal. Di sana, dia berkenalan dengan kain tapis. Menurut buku Tapis: Kain Tradisional Masyarakat Lampung (2012) kain tapis adalah jenis tenunan berbentuk seperti kain sarung yang dipakai kaum hawa.
Terbuat dari benang kapas dengan hiasan sulaman benang emas, benang perak, atau sutra pada bidang tertentu yang menggunakan sistem sulam. Di Lampung, Nola berkolaborasi dengan sembilan ibu perajin di Desa Negeri Katon, Pesawaran, 1 jam dari ibu kota provinsi. Bersama mereka, Nola membuat kain tapis dari bahan baru, seperti kain organza, sutra, dan kulit. Waktu itu, pembuatan tapis masih tradisional. ”Proyek di sana cuma 4 bulan. Saya kembali ke Lampung tahun berikutnya untuk mengembangkan tapis dengan sentuhan modern dan bisa untuk sehari-hari tanpa menghilangkan konteks budaya,” kata Nola, Rabu (23/10). Nola memperkenalkan kain tapis dengan inovasi baru itu dalam berbagai kesempatan.
Contohnya, koleksi bertajuk A Journey yang merupakan hasil kolaborasi dengan perajin di Desa Negeri Katon dalam acara Indonesia Fashion Week 2018 dan 2019. Lalu ke tingkat Internasional.Nola memperkenalkan kain tapis dalam koleksi A Season of Change berkolaborasi dengan dua desa di Lampung pada Couture Fashion Week New York 2019. ”Saya coba membawa tapis ke pasar internasional agar bisa diterima sama orang lokal. Pasar lokal itu biasanya mau lebih menerima ketika produk tersebut sudah mendapat eksposur di luar negeri. Hal ini untuk mendorong anak-anak muda di Lampung bangga meneruskan profesi ibu mereka,” ucap Nola.
Pengembangan tapis oleh Nola tak sebatas pakaian uniseks. Kain tapis disulap menjadi dompet, taplak meja, tatakan gelas, dan tatakan piring. Benang yang digunakan pun bervariasi, mulai dari benang katun, wol, kasur, kulit, sampai serat daun. Sekarang, Nola tengah menyiapkan koleksi tapis untuk Paris Fashion Week tahun depan sembari mengembangkan aplikasi mode bernama Et Voila! Seiring waktu, proyek Nola merambah ke perajin di desa-desa kabupaten lainnya, seperti Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, Pesisir Barat, danTanggamus. Hingga kini dia telah berkolaborasi dengan 47 perajin. Nola melatih mereka cara membuat kain tapis sesuai tuntutan pasar. Ilmu ini juga sering dia bagikan. (Yoga)
Diduga Korupsi Impor Gula, Tom Lembong ditahan
Bekas Mendag Thomas Trikasih Lembong ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi impor gula tahun 2015-2016. Pria yang dikenal sebagai Tom Lembong itu diduga memberi izin impor gula saat dalam negeri mengalami surplus gula. Kejagung telah menyidik kasus tersebut sejak Oktober 2023. Penetapan Tom Lembong sebagai tersangka diumumkan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar dalam jumpa pers di kantor Kejagung, Jakarta, Selasa (29/10). Abdul mengungkap, penyidik menetapkan dua tersangka perkara dugaan korupsi importasi gula di Kemendagn pada 2015-2016 setelah memeriksa 90 saksi. Selain Tom Lembong, satu tersangka lain ialah Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia 2015-2016 Charles Sitorus.
”Pada hari ini, penyidik pada Jampidsus menetapkan status saksi dua orang menjadi tersangka karena telah memenuhi alat bukti bahwa yang bersangkutan telah melakukan tinda pidana korupsi,” kata Abdul. Menurut Abdul, saat menjadi Mendag, Tom Lembong memberi izin persetujuan impor gula Kristal mentah sebanyak 105.000 ton kepada PT AP untuk gula Kristal putih. Izin impor diberikan untuk menstabilkan harga gula. Padahal, Kepmendag dan Perindustrian No 257 Tahun 2004 mengatur, hanya BUMN yang boleh mengimpor gula kristal putih dalam rangka stabilisasi harga. ”Dan, impor gula Kristal tersebut tidak ditetapkan melalui rakor dengan instansi terkait serta tanpa adanya rekomendasi dari Kemenperin guna mengetahui kebutuhan riil gula di dalam negeri,” ucap Abdul. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









