;

Kian Banyak Warga Indonesia Melajang

Kian Banyak Warga Indonesia Melajang

Menikah jadi babak penting perjalanan hidup manusia. Namun, menikah memiliki konsekuensi tanggung jawab pada kebahagiaan keluarga dan pendidikan anak. Hasil peliputan tim jurnalisme data yang dimuat di harian Kompas pada 27-28 Oktober 2024 mengungkap kian banyak warga Indonesia hidup melajang dan usia warga yang menikah menua. Keputusan menunda menikah merupakan puncak gunung es persoalan ekonomi. Beberapa alasan menunda menikah ialah mahalnya harga rumah, biaya pendidikan, pengasuhan anak, bahan pangan, ongkos transportasi, dan ancaman PHK. Alasan lain, selektif memilih pasangan, belum prioritas, belum siap mental, dan nyaman sendiri. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS tahun 2012-2022 menunjukkan proporsi penduduk lajang naik 5,4 %.

Warga lajang pada 2012 sebanyak 40,3 juta jiwa atau 30,1 % dari kelompok usia 15-49 tahun dan pada 2022 naik menjadi 52,6 juta jiwa atau 35,5 %. Tren ini berlanjut pada tahun 2023. Jumlah warga lajang naik menjadi 37,2 % atau 55,8 juta orang. Berarti pada tahun 2012 ada tiga dari 10 warga usia 15-49 tahun yang melajang dan pada 2023 angkanya naik menjadi empat dari 10 warga melajang di kelompok usia yang sama. Seiring banyaknya warga Indonesia yang melajang, jumlah pernikahan dan angka kelahiran pun ikut turun. Selama 2012-2022, usia menikah warga Indonesia makin tua. Persentase penduduk menikah pada usia 20-29 tahun merosot paling tajam daripada kelompok usia lain, yakni 13,4 %. Dalam satu dekade terakhir, angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) menurun.

TFR adalah rata-rata anak yang dilahirkan perempuan di masa produktifnya (15-49 tahun). Pada tahun 2022 TFR Indonesia mencapai 2,13, turun disbanding tahun 2012 yang masih 2,51. Hal ini sejalan dengan Laporan Proyeksi Penduduk Indonesia 2020-2050 yang dirilis Bappenas, yakni laju pertumbuhan penduduk pada 2020-2050 melambat. TFR Indonesia diprediksi akan menjadi 2,02 dan tahun 2045 turun lagi menjadi 1,95. Untuk menjaga pertumbuhan penduduk seimbang, angka fertilitas total mesti dijaga di angka 2. Hal ini berarti setiap satu pasangan diharapkan melahirkan dua anak. Karena itu, pemerintah perlu menyusun kebijakan keluarga berencana era baru agar memiliki anak bermutu. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :