Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Subsidi Motor Listrik dalam Ketidakpastian
Subsidi untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua telah habis pada tahun ini, fenomena ini justru mencerminkan adanya peningkatan minat masyarakat terhadap produk yang ramah lingkungan. Hal ini memberi angin segar bagi produsen motor listrik nasional, karena menunjukkan bahwa produk mereka diterima dengan antusias oleh pasar. Namun, ketidakpastian mengenai kelanjutan subsidi di tahun depan mengkhawatirkan beberapa produsen, karena dapat mengurangi daya tarik konsumen akibat harga yang lebih tinggi.
Beberapa produsen, seperti Purbaja Pantja dari PT Indika Energy Tbk. dan PT Electra Mobilitas Indonesia, menyatakan kesiapan untuk beradaptasi dengan berkurangnya dukungan subsidi. Mereka meyakini bahwa meskipun subsidi pemerintah sangat membantu dalam memperkenalkan motor listrik ke masyarakat, pertumbuhan jangka panjang industri ini akan bergantung pada keseimbangan antara inovasi industri dan dukungan negara. Selain itu, produsen juga berfokus pada pengembangan produk dan penawaran yang menarik, termasuk dengan menggandeng lembaga pembiayaan untuk memudahkan konsumen.
Di sisi lain, perusahaan seperti PT Smoot Motor Indonesia dan PT Electrum juga menghadapi tantangan serupa dengan habisnya kuota subsidi. Mereka berusaha untuk tetap mengembangkan strategi penjualan tanpa bergantung sepenuhnya pada subsidi, seperti memberikan diskon atau potongan harga pada momen tertentu. Namun, mereka juga berharap agar pemerintah tetap memberikan subsidi dengan syarat yang lebih ketat, seperti peningkatan komponen dalam negeri (TKDN), untuk mendukung perkembangan industri motor listrik yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan terkait berkurangnya subsidi, produsen motor listrik tetap optimis bahwa inovasi, peningkatan kualitas produk, dan kemitraan dengan lembaga pembiayaan akan menjaga momentum pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Strategi Inovatif untuk Meningkatkan Penjualan
Meskipun program subsidi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia telah membantu meningkatkan adopsi motor listrik di masyarakat, ketergantungan pada subsidi masih menjadi tantangan besar bagi produsen. Pada tahun 2024, habisnya kuota subsidi untuk motor listrik menandakan adanya minat yang besar dari konsumen terhadap kendaraan yang ramah lingkungan, namun ketidakpastian mengenai kelanjutan subsidi di masa depan dapat mengurangi antusiasme konsumen karena harga jual yang lebih mahal tanpa dukungan subsidi.
Para produsen motor listrik, seperti Purbaja Pantja dari PT Indika Energy dan PT Electra Mobilitas Indonesia (ALVA), mengakui pentingnya subsidi dalam memperkenalkan produk ke pasar. Meskipun demikian, mereka juga percaya bahwa keberlanjutan industri motor listrik memerlukan inovasi dan kualitas produk yang tinggi serta kerjasama dengan lembaga pembiayaan untuk tetap mempertahankan gairah pasar. Purbaja juga meyakini bahwa dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang manfaat kendaraan listrik bagi efisiensi dan keberlanjutan lingkungan, permintaan motor listrik akan tetap berkembang meskipun tanpa subsidi pemerintah.
Produsen lain seperti Kevin Phang dari Smoot Motor Indonesia dan Wilson Wirawan dari PT Ninetology Indonesia juga menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan subsidi dengan syarat ketat, seperti peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), agar produsen dalam negeri dapat bersaing dengan produk impor. Meskipun beberapa perusahaan, seperti Electrum, menghadapi kendala kuota subsidi yang terbatas, mereka terus fokus pada inovasi dan pengembangan produk untuk menarik konsumen tanpa mengandalkan subsidi.
Di sisi lain, Okie Octavia Kurniawan dari Volta menekankan bahwa penentuan jumlah unit yang mendapat subsidi harus berdasarkan kajian mendalam, mempertimbangkan target adopsi kendaraan listrik nasional, anggaran pemerintah, kapasitas pasar, dan strategi pengembangan industri otomotif.
Secara keseluruhan, meskipun subsidi telah memberikan dorongan awal yang signifikan bagi pasar motor listrik di Indonesia, keberlanjutan industri ini memerlukan perbaikan dalam kebijakan, inovasi produk, dan peningkatan kualitas untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang tanpa ketergantungan pada subsidi pemerintah.
9 Orang Tewas akibat Pohon Tumbang
Sembilan orang tewas akibat sebuah pohon besar tumbang di lokasi wisata Situs Bulu Matanre, Kabupaten Soppeng, Sulsel, Minggu (3/11) siang. Peristiwa pohon tumbang ini terjadi di tengah hujan deras dan petir. Berdasar laporan Kapolres Soppeng AKBP Muhammad Jusuf kepada Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 Wita. ”Kejadian tersebut bermula saat pengunjung Situs Bulu Matanre beristirahat di pondok pengunjung saat hujan deras turun. Tiba-tiba pohon yang ada di dekat pondok roboh dan menimpa pondok tersebut,” kata Jusuf dalam laporannya.
Akibatnya, pengunjung yang ada di dalam dan sekitar pondok tertimpa pohon sehingga mengakibatkan sejumlah korban meninggal dan luka-luka. Hingga Minggu sore, tercatat sembilan orang meninggal dan delapan orang lainnya dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka-luka. Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Amson Padolo membenarkan adanya peristiwa ini. Dia mengemukakan, para korban merupakan pengunjung yang datang ke Situs Bulu Matanre untuk berziarah. ”Korban adalah keluarga yang datang ke situs tersebut untuk ziarah. Mereka membawa sesajian ke sekitar pohon dengan maksud membayar hajatan.
Hujan deras yang turun disertai petir menyebabkan pohon tumbang dan menimpa korban,” kata Amson. Berdasarkan data BPBD Sulsel, sembilan korban tewas ialah Wa Menneng Sewo (60), Karyati Sewo (55), Agus, St Rabiah Sewo (50), Karyati, Rosmini (37), Marnuni Lisu Lawo (34), Nuraeni, dan Asse (40). Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, tampak sejumlah pondok di Bulu Matanre yang rusak parah karena tertimpa pohon. Pohon yang tumbang tersebut berukuran cukup besar dan tinggi. Pondok yang tertimpa itu merupakan bangunan beratap seng dengan dinding seng dan balok sebagai penyangga. Dalam video itu, juga tampak sejumlah korban yang tergeletak di sekitar pondok. (Yoga)
Negara harus lebih serius memberantas judi daring
Bandar judi daring tak mungkin hanya dilindungi oleh pegawai Kemenkomdigi. Negara harus lebih serius memberantas judi daring. Polda Metro Jaya pada akhir pekan lalu menetapkan 14 tersangka yang diduga melindungi bandar judi daring. Sebanyak 11 orang di antaranya merupakan pegawai Kemenkomdigi. Penangkapan pegawai Kemenkomdigi berarti membenarkan dugaan bahwa selama ini, banyak pihak yang seharusnya ikut memberantas judi daring, tetapi karena menerima aliran uang haramnya, malah menjadi pihak yang melindungi kejahatan tersebut. Penangkapan pegawai Kemenkomdigi seharusnya dapat membuka kotak pandora, siapa saja pihak yang semestinya memiliki otoritas untuk ikut memberantas judi daring, tetapi malah menjadi beking aktivitas tersebut.
Melihat bagaimana ekosistem judi daring bekerja, kemungkinan bandar judi daring tak hanya menyuap pegawai Kemenkomdigi untuk melindungi operasi mereka. Untuk dapat beroperasi, bandar judi daring setidaknya membutuhkan keamanan jaringan internet, kemudahan pembayaran deposit dan transaksi keuangan, serta perlindungan keamanan operasi mereka. Sebab, sampai hari ini, judi di Indonesia masih merupakan tindak pidana. Dengan ekosistem judi daring yang seperti itu, kita sebenarnya dengan mudah mengetahui siapa saja pihak yang mungkin bisa menjadi beking atau pelindung di balik aktivitas judi daring yang menyasar orang Indonesia. Bila serius, negara dapat dengan mudah memberantas judi daring.
Dengan semua sumber daya dan infrastruktur yang dimiliki, pemerintah dan aparatnya sebenarnya tahu siapa saja bandar judi daring dan para penguasa industri ini. Penangkapan pegawai Kemenkomdigi hanya contoh kecil bagaimana pemerintah sebenarnya dapat dengan mudah membongkar jaringan perjudian daring. Namun, perlu diingat bahwa bandar judi daring dan jaringan mereka tak hanya satu. Sampai hari ini, aktivitas judi daring masih dengan mudah dimainkan di Indonesia. Banyak situs judi daring yang menargetkan konsumen asal Indonesia sebagai pemain masih leluasa beroperasi. Negara jangan sampai kalah dengan bandar judi daring. (Yoga)
Anggur Impor Shine Muscat yang Menghebohkan
Anggur Shine Muscat menghebohkan ASEAN karena temuan residu pestisida di Thailand. Kasus itu menyadarkan kita tentang urgensi produksi buah lokal. Harian Kompas (Kompas.id) mengutip Bangkok Post, 25 Oktober 2024, memberitakan temuan residu pestisida pada anggur Shine Muscat di Thailand. Temuan dilaporkan Jejaring Kewaspadaan Pestisida Thailand dan Dewan Konsumen Thailand, dua organisasi nonpemerintah peduli bahaya pestisida. Mereka menemukan, sembilan dari 24 sampel yang diperiksa berasal dari China, sisanya tidak teridentifikasi asalnya. Hasil uji menunjukkan, 23 dari 24 sampel anggur mengandung residu pestisida melebihi ambang batas yang diizinkan di Thailand.
Rinciannya, satu sampel mengandung chlorpyrifos, insektisida yang dilarang di Thailand. Sebanyak 22 sampel lain mengandung 14 residu kimia berbahaya melebihi ambang batas aman dan 50 residu pestisida lain. Dari 50 residu pestisida lain yang ditemukan itu, 22 jenis pestisida belum diatur di Thailand, seperti triasulfuron, cyflumetofen, tetraconazole, dan fludioxonil. BPOM Thailand juga mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan telah memeriksa 246 ton anggur Shine Muscat impor. Namun, seperti disampaikan Direktur Pemeriksaan Makanan dan Obat-obatan BPOM Thailand Wattanasak Sornrung, hanya empat sampel yang diambil yang memiliki residu pestisida melebihi ambang batas aman.
Selain itu, semua anggur dari China yang masuk dengan kereta api juga dinyatakan aman. Kemenkes Malaysia, seperti dikutip The Star, 28 Oktober 2024, mengumumkan, anggur Shine Muscat yang ada di negaranya tidak mengandung residu kimia melebihi kadar yang diizinkan. Melalui Program Kualitas dan Keamanan Pangan, Kemenkes Malaysia memeriksa 234 sampel anggur dan ditemukan empat sampel tidak memenuhi standar, tetapi itu bukan anggur Shine Muscat. Di Indonesia, pemeriksaan dilakukan Badan Karantina Indonesia (Barantin).
Dalam siaran pers Barantin, 31 Oktober 2024, hasil pengawasan anggur impor menunjukkan residu pestisida yang ada masih di bawah ambang batas aman. Pemerintah, seperti dikemukakan Wamentan Sudaryono, masih menunggu hasil pemeriksaan BPOM Indonesia. Tiga pelajaran dari kasus anggur Shine Muscat, Pertama, standar ambang batas aman residu pestisida mesti mengikuti standar internasional. Kedua, kasus ini seharusnya menyadarkan pemerintah untuk menjaga keamanan pangan rakyat kita. Ketiga, produksi buah lokal yang sangat kaya ragamnya di Tanah Air perlu ditingkatkan untuk membatasi impor buah sehingga kesejahteraan petani buah meningkat. (Yoga)
Pemerintah Menerapkan Skrining Kesehatan Gratis Mulai Tahun 2025
Pemerintah melalui Kemenkes akan meluncurkan program penapisan atau skrining kesehatan gratis bagi masyarakat yang bisa diakses setiap hari ulang tahun. Program ini menurut rencana mulai dijalankan pada 2025. Diharapkan, lewat program ini, upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit di masyarakat bisa semakin baik. Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program skrining kesehatan gratis bisa diakses oleh seluruh penduduk pada hari ulang tahunnya mulai tahun 2025. Program ini dijalankan untuk memperkuat upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit sesuai kategori usia. ”Skrining ini adalah hadiah ulang tahun dari negara kepada masyarakat. (Skrining) ini dilakukan setiap hari ulang tahun untuk memastikan kesehatan bisa terpantau secara dini,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (2/11). Program skrining gratis ini berbeda dengan program skrining kesehatan dalam JKN.
Pada program JKN, skrining kesehatan dilakukan dengan fokus pada 14 jenis penyakit, yaitu diabetes melitus, hipertensi, stroke, jantung, kanker serviks, kanker payudara, tuberkulosis (TBC), anemia, kanker paru, kanker usus, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), talasemia, hipotiroid kongenital, dan hepatitis. Sementara skrining ulang tahun dirancang untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit sesuai golongan usia. Tujuan pemberian skrining ulang tahun ini lebih untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini serta meminimalkan risiko kematian dan kecacatan akibat penyakit pada masyarakat. Budi menjelaskan, skrining ulang tahun akan dikategorikan dalam empat golongan usia, yakni skrining usia balita, usia remaja, dewasa, dan warga lanjut usia. Pada skrining balita akan fokus pada deteksi dini penyakit bawaan lahir, seperti hipotiroid kongenital.
Penyakit ini bisa diobati jika teridentifikasi sejak dini. Pada skrining remaja usia di bawah 18 tahun akan dilakukan dengan pemeriksaan obesitas, diabetes, dan kesehatan gigi. Skrining ini bertujuan untuk mendeteksi masalah kesehatan yang sering muncul pada usia anak hingga remaja. Pada usia dewasa difokuskan pada deteksi dini kanker, termasuk kanker payudara dan serviks, penyebab utama kematian perempuan di Indonesia. Selain itu, pemeriksaan akan dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker prostat pada laki-laki. Skrining pada lansia akan dilakukan melalui deteksi dini alzheimer, osteoporosis, serta kesehatan umum lainnya yang terkait dengan penuaan. Pemeriksaan atau skrining akan dilakukan di puskesmas dan sekolah-sekolah sesuai kategori usia yang relevan. (Yoga)
Pemerintah mengkaji penyaluran subsidi Energi lewat BLT
Pemerintah tengah mengkaji skema penyaluran subsidi energi, antara lain, melalui bantuan langsung tunai. Selain itu, beberapa insentif fiskal dengan skema pajak ditanggung pemerintah kembali diusulkan tahun depan guna mendorong daya beli masyarakat. Hal ini mengemuka dalam Rakortas Kementerian Bidang Perekonomian, di Jakarta, Minggu (3/11). Rapat dihadiri Menko Ekonomi Airlangga Hartarto, Mendag Budi Santoso, dan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. Menurut Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, subsidi energi seharusnya dapat diberikan kepada warga negara yang berhak menerima. Namun, berdasar laporan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Pertamina (Persero), serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terdapat potensi penyaluran subsidi yang tidak tepat sasaran.
”20-30 % subsidi BBM dan listrik itu berpotensi tidak tepat sasaran. Itu gede. Angkanya lebih kurang Rp 100 triliun,” katanya. Rakortas tersebut merupakan tindak lanjut dari retret Kabinet Merah Putih di Magelang, Jateng, pekan lalu. Hasil rapat yang membahas target-target Presiden di bidang ekonomi akan disampaikan kepada Presiden. Karena itu, Bahlil melanjutkan, pemerintah sedang mengkaji formula penyaluran subsidi energi agar tepat sasaran. Dalam rapat terbatas, kata Bahlil, Presiden telah memintanya memimpin tim khusus yang akan menentukan formulasi penyaluran subsidi. Bahlil menambahkan, salah satu mekanisme penyaluran subsidi energi adalah dengan memberi BLT kepada masyarakat penerima manfaat. Terbuka pula pilihan lain, dengan skema campuran antara BLT dan skema subsidi seperti yang berlaku saat ini. (Yoga)
Peluang bisnis kebugaran
Seiring maraknya tren hidup sehat di kalangan urban, beragam peluang bisnis terbuka. Muncul komunitas dan pusat kebugaran dengan harga terjangkau yang menjawab kebutuhan pegiat olahraga urban. Salah satunya The Gym Pod yang menyediakan fasilitas kontainer gym privat tanpa syarat minimum keanggotaan bagi orang yang butuh privasi dalam berolahraga. Pengunjung cukup membayar Rp 27.000-Rp 30.000 untuk menyewa satu bilik container plus isinya yang bisa dipakai sendiri atau maksimal empat orang. Gym ini sepenuhnya dioperasikan secara digital dan otomatis. Mulai dari pemesanan tempat, pembayaran, hingga pemakaiannya dikendalikan via aplikasi. Lokasi container gym memanfaatkan ruang publik yang tak terpakai, seperti stasiun MRT, gedung gelanggang olahraga, dan lapangan parkir.
Chief Technology Officer The Gym Pod Lucius Andi Putra Asikin, Sabtu (26/10), menuturkan, ide awal berdirinya The Gym Pod dimulai di Singapura, yakni membuka tempat fitness dengan harga terjangkau tanpa syarat minimum keanggotaan hingga berbulan-bulan seperti gym tradisional umumnya. Sejak buka di Jakarta pada Januari 2024, The Gym Pod telah memiliki tiga cabang aktif dan akan membuka tiga cabang lain di Jabodetabek. Tingkat okupansinya 80-90 % per hari dengan pendapatan kotor per bulan Rp 30 juta per cabang, yang akan dibagi bersama pemilik lahan atau ruang publik yang dipakai. Tren hidup sehat juga memunculkan bisnis baru berbasis komunitas, seperti RoccaSpace. Berdiri sejak 2018 di Jakarta dengan banyak komunitas olahraga, RoccaSpace berkembang menjadi ajang promotor olahraga dan telah mempekerjakan lebih dari 70 instruktur olahraga.
Total anggota komunitasnya rata-rata 100.000 orang per kelas. RoccaSpace menyediakan kelas olahraga yang bisa dilakukan beramai-ramai, seperti pound fit, aerobik, zumba, yoga, dan pilates. Aktivitas komunitas ini umumnya juga memanfaatkan ruang-ruang publik yang tersedia di sejumlah kota di Indonesia. Laporan ”The Global Wellness Economy: Indonesia” yang dirilis oleh Global Wellness Institute pada 2023 menunjukkan, pasar ekonomi kebugaran di Indonesia tumbuh pesat beberapa tahun terakhir, khususnya pascapandemi. Perputaran roda ekonomi kebugaran di Indonesia pada 2022 mencapai 36,4 miliar USD, menduduki peringkat ke-19 dunia dari total 218 negara dan ranking ke-7 dari 45 negara di kawasan Asia Pasifik. Seiring dengan meningkatnya kesadaran hidup sehat di kalangan masyarakat, prospek ekonomi kebugaran di Indonesia diperkirakan terus meroket. (Yoga)
Pakaian Buatan Lokal atau Impor?
Kualitas pakaian buatan lokal tak kalah dengan buatan asing. Namun, dalam hal harga, sejumlah produk impor lebih murah dari harga lokal. Pilih mana? Berikut respons sejumlah warga. “Untuk pakaian, saya pilih produk lokal berkualitas tinggi. Pakaian lokal yang dibuat dengan baik biasanya lebih tahan lama sehingga bisa dipakai dalam jangka panjang, mengurangi kebutuhan untuk sering membeli pakaian baru. Produk lokal memiliki jejak karbon yang lebih kecil dibanding pakaian impor karena tidak memerlukan perjalanan jarak jauh. Banjirnya produk impor, terutama dari China, menjadi tantangan sekaligus peluang. Produk impor sering kali ditawarkan dengan harga murah. Namun, banyak yang tidak bertahan lama sehingga konsumen akhirnya harus membeli lebih sering,” kata Kurniawati Hasjanah (29) pekerja swasta di Jakarta.
”Untuk saya pribadi, dalam memilih pakaian tidak fanatik pada satu merek tertentu. Saya lebih fokus pada model atau desain, corak, bahan, ukuran, dan harga. Kebetulan, akhir-akhir ini ada produk lokal yang saya beli karena desain dan corak yang bagus, di mana kebanyakan coraknya mengambarkan nuansa Indonesia, ukuran yang sesuai, dan harga yang masuk akal. Semoga ke depannya semakin banyak pakaian/produk karya anak bangsa yang diapreasi oleh masyarakat Indonesia dengan kualitas yang dapat bersaing dengan produk luar negeri,” ujar Emanuella Jessirianty (29) wiraswasta di Jakarta.
Sebenarnya saya tidak terlalu memperhatikan merek lokal atau buatan luar negeri dalam membeli produk mode. Namun, memang kebanyakan outfit yang saya beli produk lokal dan dibeli via e-dagang. Alasan utama karena merek lokal lebih memahami kebutuhan tubuh orang Indonesia, terutama yang berukuran besar. Mode merek internasional kebanyakan memiliki ukuran yang lebih kecil. Selain itu, dari sisi harga juga ada beberapa merek lokal yang harganya lebih murah dibandingkan dengan merek buatan luar negeri dengan kualitas bahan yang sama atau bahkan lebih bagus. Dari sisi desain, banyak merek lokal yang desainnya unik dan khas, bisa dibilang lumayan berharga untuk membelinya,” kata Yani, profesional public relations di Jakarta. (Yoga)
Peningkatan kesejahteraan pekerja menjadi tindak lanjut pemerintah
Merespons putusan MK yang mengeluarkan kluster ketenagakerjaan dari UU No 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, Kemenaker akan menginisiasi koordinasi dengan para pemangku kepentingan, seperti kementerian/lembaga terkait, serikat pekerja/serikat buruh, Asosiasi Pengusaha Indonesia, serta Kadin. Peningkatan kesejahteraan pekerja menjadi tindak lanjut pemerintah. ”Sebagai negara hukum, pemerintah tentunya tunduk dan patuh atas putusan MK. Pemerintah segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menindaklanjuti putusan tersebut,” ujar Menaker, Yassierli dalam pernyataan resmi, Jumat (1/11) di Jakarta. Yassierli menambahkan, pihaknya akan menggunakan forum dialog, seperti di Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional dan Dewan Pengupahan Nasional.
Pemerintah berusaha memastikan peningkatan kesejahteraan pekerja dan keberlangsungan usaha. Seluruh pemangku kepentingan ketenagakerjaan perlu ambil bagian dalam penyelesaian permasalahan ketenagakerjaan. ”Persoalan ketenagakerjaan tak hanya menyangkut pekerja/buruh yang sedang bekerja, tapi berkaitan dengan tantangan yang lebih besar, seperti penciptaan lapangan kerja dan perlindungan bagi pekerja yang rentan terkena PHK,” ucapnya. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai putusan MK yang membatalkan beberapa ketentuan kunci kluster ketenagakerjaan dalam UU No 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja dapat memicu ketidakpastian regulasi yang berdampak pada iklim investasi.
Stabilitas regulasi dan kepastian hukum adalah faktor kunci bagi pelaku usaha dan investor dalam membuat perencanaan jangka panjang. Tanpa kepastian hukum, Indonesia berisiko menurunkan daya tariknya sebagai tujuan investasi, yang pada gilirannya dapat memperlambat aliran modal baru dan bahkan memengaruhi ketahanan investasi yang sudah ada. KetuaUmum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, saat ini Apindo mengkaji dampak putusan MK, terutama kebijakan yang berdampak pada kluster ketenagakerjaan. Apindo juga mendorong pemerintah untuk melibatkan dunia usaha dalam pembahasan menindaklanjuti putusan MK. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









