Ekonomi
( 40554 )Australia Kian Serius Jadikan RI Mitra Strategis
Pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat kedua negara dalam mempererat hubungan strategis di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik. PM Albanese menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra penting bagi Australia dalam mendorong kemakmuran, keamanan, dan stabilitas regional, sembari menekankan kunjungannya ke Indonesia sebagai bentuk nyata dari prioritas hubungan bilateral ini.
Presiden Prabowo menyambut baik dukungan Australia terhadap Indonesia, termasuk kemudahan visa bisnis lima tahun, fasilitas pendidikan bagi pelajar Indonesia di Australia, serta dukungan atas pencalonan Indonesia di CPTPP dan OECD. Ia juga mengapresiasi peran aktif Australia dalam mendorong keterlibatan Indonesia di kawasan Pasifik Selatan.
Kedua pemimpin menunjukkan tekad bersama untuk memperkuat kerja sama lintas bidang, menjadikan hubungan Indonesia-Australia semakin strategis dan saling menguntungkan di tengah dinamika geopolitik kawasan.
Petani Kelapa Sawit Tercekik Pungutan Ekspor
Ekspansi Jadi Senjata Utama 2025
Layanan Paylater Perbankan Tumbuh Pesat
Ratusan Kasus Korupsi Dana Desa sebagai Peringatan untuk Koperasi Merah Putih
Dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, pekan lalu, diputuskan bahwa Koperasi Merah Putih (KMP) didesain sebagai penyalur utama pupuk bersubsidi, elpiji, serta bahan pokok seperti beras dan minyak goreng. KMP juga didesain sebagai koperasi serba usaha. KMP bisa membuat gerai unit usaha simpan pinjam juga penyalur bansos dan bantuan pemerintah, dengan pembiayaan sampai Rp 3 miliar dari bank anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) per KMP. Pembiayaan bisa bertambah jika koperasi terus berkembang. Monopoli komoditas disertai pembiayaan miliaran rupiah itu memunculkan kekhawatiran akan praktik korupsi. Terlebih jika pengelola koperasi tak memahami seluk-beluk tata kelola keuangan. Berkaca pada pengelolaan dana desa, tercatat ada 591 kasus korupsi sepanjang 2014 hingga 2024, yang melibatkan 640 terdakwa dan menyebabkan kerugian negara Rp 598,13 miliar.
Terdakwa paling banyak ialah kepala desa/mantan kades/penjabat kades, mencapai 61,52 %. Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini, pada Rabu (13/5) mengatakan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi nasional. Namun, untuk menjadi lembaga ekonomi yang modern, profesional, dan mampu bersaing, koperasi tidak bisa lagi dikelola secara konvensional. Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi memahami pentingnya kapasitas pengelola koperasi agar program itu bisa sukses. Ia juga memahami potensi penyalahgunaan dana yang digulirkan untuk program tersebut. Karena itu, sejumlah langkah telah disiapkan. Pemerintah akan memberikan pelatihan dan pendampingan. Untuk mencegah potensi penyalahgunaan, kepala desa akan ditetapkan sebagai ketua pengawas. (Yoga)
Bisnis Baru Trump di Timur Tengah
Lawatan Presiden AS, Donald Trump selama empat hari sejak Selasa (13/5) ke tiga negara Arab Teluk: Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab mengejar transaksi bisnis. Keputusan Trump, seperti pada periode pertama kepresidenannya tahun 2017, memilih Arab Saudi sebagai tujuan lawatan awal periode keduanya menggarisbawahi kemitraan erat AS-Arab Saudi, namun relasi mereka lebih bersifat transaksional. Riyadh memastikan aliran minyak ke AS dengan imbalan perlindungan keamanan Washington. Dalam lawatannya ke Arab Saudi pada hari pertama, Trump meraup komitmen Riyadh untuk berinvestasi di AS dengan nilai 600 miliar USD plus membeli persenjataan senilai 142 miliar USD. Kesepakatan juga dijalin di bidang energi, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi.
Perusahaan Arab Saudi, Data Volt, akan menggelontorkan 20 miliar USD dalam proyek-proyek AI di AS. Produsen cip AS, Nvidia, akan mengirimkan 18.000 cip ke Arab Saudi guna membantu proyek pusat data baru kecerdasan buatan yang sedang dikembangkan Arab Saudi (Kompas.id, 14/5). Selama di Riyadh, hari kedua sebelum bertolak ke Qatar, Trump bertemu Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, yang sebelumnya jadi buron AS. Trump juga mengumumkan rencana pencabutan sanksi AS terhadap Suriah, imbalannya bisa berupa akses pada ladang-ladang minyak Suriah, proyek tower Trump di Damaskus, dan adanya jaminan Suriah terkait keamanan Israel (The Guardian, 14/5). (Yoga)
Kemungkinan Besar Perlambatan Ekonomi Akan Berlanjut Sepanjang Tahun 2025
Permata Bank melalui kajian Permata Institute for Economic Research (PIER) memprediksi, kemungkinan besar, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 melambat menjadi 4,5-5 %. Ketidakpastian iklim perdagangan global mendorong perusahaan untuk menunda investasi dan rencana ekspansi. Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengatakan, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) diperkirakan melambat dari 5,03 % pada 2024 menjadi 4,5 % hingga 5 % pada 2025, lebih rendah dari proyeksi awal tahun ini yang sebesar 5,11 %.
”PIER memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 akan melambat, lebih rendah dari target sebelumnya. Ketidakpastian perang dagang yang meningkat mendorong perusahaan untuk menunda investasi dan rencana ekspansi,” kata Josua, Rabu (14/5). Oleh karena itu, pemerintah harus merespons dengan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif dan stimulus yang tepat sasaran agar konsumsi dan investasi domestik kembali bergerak. Perlambatan ekonomi Indonesia sudah terlihat sejak awal tahun 2025. BPS mencatat, pertumbuhan PDB Indonesia pada triwulan I-2025 sebesar 4,87 % secara tahunan, lebih rendah dibanding 5,02 % pada triwulan sebelumnya dan menjadi laju paling lambat sejak triwulan III-2021. (Yoga)
Untuk Kejar Produksi 100 Juta Ton, Industri Sawit Wajib Adopsi AI
Transformasi digital, termasuk adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), menjadi salah satu syarat untuk mengejar target produksi 100 juta ton minyak sawit mentah Indonesia pada 2045. Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma di Kementan, Ardi Praptono mengatakan, industri sawit nasional menghadapi berbagai kendala, mulai dari iklim tidak menentu, persoalan benih unggul, hingga implementasi teknologi yang masih rendah. ”Kondisi itu perlu (diatasi dengan) transformasi digital. Ini bukan lagi menjadi pilihan, melainkan wajib kita lakukan,” ujar Ardi saat membuka Palmex Indonesia 2025 di Jakarta International Expo, Jakarta, Rabu (14/5).
Palmex ialah pameran teknologi kelapa sawit berskala internasional yang diikuti 300 perusahaan penyedia teknologi di industri sawit. Selain pameran teknologi mutakhir, kegiatan yang berlangsung hingga Kamis (15/5) ini juga menghadirkan sejumlah sesi diskusi tentang teknologi dan keberlanjutan industri sawit. ”Dengan pemanfaatan teknologi digital, baik itu IoT (internet untuk segala hal), big data (mahadata), AI, maupun blockchain (rantai blok data), ini memberikan solusi konkret untuk meningkatkan produktivitas yang akan dicapai 2045 sebesar 100 juta ton CPO,” ungkapnya.
Pada 2024, produksi CPO dan minyak inti sawit (PKO) nasional sebesar 52,76 juta ton, turun dibanding produksi 2023 sebesar 54,84 juta ton. Transformasi digital, termasuk penggunaan AI, dapat meningkatkan produksi sawit di Indonesia. AdopsiAI dan IoT itu dalam tahap budidaya di kebun, operasional di pabrik, hingga pengambilan keputusan bisnis. Dengan kamera yang terintegrasi AI, misalnya, petani dapat mendeteksi kematangan sawit dan potensi produksinya. Pemupukan juga bisa menggunakan drone. Ardi memastikan penggunaan teknologi itu dapat membuat biaya operasional lebih efisien sekaligus meningkatkan produksi. (Yoga)
Danantara Sebagai Penyedia Likuiditas
Badan Pengelola Investasi atau BPI Danantara menjajaki peluang kerja sama lintas negara, termasuk potensi sebagai penyedia likuiditas di sektor swasta. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat peran Indonesia dalam pembentukan modal jangka panjang, baik di pasar domestik maupun global. Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir mengatakan, Danantara tengah menjajaki peluang untuk menjadi penyedia likuiditas, bukan hanya di pasar modal, melainkan juga bagi pasar privat di Indonesia. Opsi ini dipertimbangkan seiring potensi alokasi dana dari hasil dividen sejumlah BUMN. Ia memandang saat ini terdapat minat yang sangat besar dari pasar privat, terutama dalam pembentukan modal. Di AS, antusiasme para pengelola dana dan investor terhadap sektor energi terbarukan lebih tinggi ketimbang antusiasme para pelaku sektor tersebut.
Kini, banyak dana yang berbentuk terbuka (open-ended), yang dianggap hampir setara dengan IPO pasar modal karena dapat langsung dijual. ”Mereka juga tertarik terhadap potensi imbal hasil dividen jangka panjang sehingga menjadikan struktur dana ini semakin menarik,” ujarnya dalam diskusi bertajuk ”Indonesia Economic & Strategic Update 2025: Navigating Uncertainties in a Borderless Era” di Jakarta, Rabu (14/5). Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyampaikan, saat ini telah terdapat berbagai proyek energi baru dan terbarukan yang siap ditawarkan oleh Indonesia dan membutuhkan kerja sama pendanaan dari pemerintah dan swasta. ”Secara sederhana, Danantara bisa dikatakan berfungsi sebagai semacam ’asuransi’, yakni memberikan jaminan agar sebuah proyek dapat berjalan dan mendorong peran serta pemerintah dalam proyek tersebut,” ujarnya. (Yoga)
Penurunan Daya Beli Pukul Multifinance
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









