;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Tak Berdampaknya PHK Massal Panasonic bagi Indonesia

14 May 2025

Kemenperin menyatakan, restrukturisasi karyawan Panasonic Holdings tak akan merembet bagi karyawan yang ada di Indonesia. Indonesia tetap menjadi salah satu basis produksi penting bagi Panasonic di kawasan Asia Tenggara. ”PHK yang akan dilakukan Panasonic Holdings tidak berdampak pada operasional di Indonesia. Pabrik Panasonic di Indonesia justru masih menjadi basis ekspor ke lebih dari 80 negara,” ujar Jubir Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, dalam siaran pers, Senin (12/5) di Jakarta. Sebelumnya, sesuai pemberitaan Reuters, Panasonic Holdings pada Jumat (9/5) mengumumkan akan memangkas 10.000 orang karyawan. Rencana ini bagian dari perombakan perusahaan dan dilakukan pada sisa tahun 2025. Panasonic Holdings berharap bisa membukukan biaya restrukturisasi sebesar 896,06 juta USD.

Panasonic Holdings mempekerjakan 228.000 orang karyawan di seluruh dunia. Dari 10.000 karyawan yang akan dikurangi, pabrikan elektronik itu menyatakan bahwa setengahnya direncanakan dari Jepang dan setengahnya lainnya di luar negeri. Hampir separo dari biaya restrukturisasi yang akan dibukukan pada bisnis produk elektronik gaya hidup dan sisanya pada bisnis lainnya. Menurut Febri, Kemenperin mengakui bahwa utilisasi industri elektronik saatini sedang berada pada level yang rendah, yakni 50,64 % pada triwulan I-2025. Realita itu menjadi pengingat bagi seluruh pelaku industri dan para karyawan untuk terus beradaptasi dan melakukan transformasi agar tetap kompetitif. Persaingan global di sektor elektronik semakin ketat. (Yoga)


Alternatif Kredit bagi UMKM dengan Pinjaman Daring

14 May 2025

Di tengah kredit yang melambat, industri fintech peer to peer lending atau pinjaman daring memiliki peluang besar untuk meningkatkan pembiayaan ke sektor UMKM. Kendati demikian, industri pinjaman daring cenderung menunggu dan melihat peluang pembiayaan ke depan. Data BI menunjukkan, penyaluran kredit UMKM oleh perbankan pada Maret 2025 tercatat tumbuh 1,95 % secara tahunan, terus melambat dari setahun terakhir, dimana pada Maret 2024 berada di 8,17 %. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (Core) Indonesia, Mohamad Faisal, mengatakan, kondisi itu meningkatkan peluang bagi industri pinjaman daring untuk menyalurkan pembiayaan UMKM. Sebab, perbankan memiliki pakem kehati-hatian dan berbagai persyaratan lain yang cukup ketat, seperti agunan.

”Fintech lending bisa menawarkan kredit dengan persyaratan yang lebih mudah, tidak harus menggunakan agunan sebagaimana di perbankan dan juga proses yang lebih cepat karena mereka (pinjaman daring) relatif lebih agile dibandingkan dengan bank-bank umumnya,” kata Faisal, Selasa (13/5). Industri pinjaman daring juga dapat mengambil peluang pembiayaan berskala kecil yang notabene tidak diambil oleh industri perbankan. Dengan kemampuannya, pinjaman daring dapat memenuhi banyaknya permintaan pembiayaan berskala kecil dari sektor UMKM tersebut. (Yoga)


Beragam Masalah Mendera Daya Saing Industri Nasional

14 May 2025

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, industri dalam negeri menghadapi beragam tantangan yang tidak mudah dan menggerus daya saing nasional. Memasuki awal 2025, perekonomian Indonesia, baik dari faktor domestik maupun eksternal, pada triwulanI-2025 hanya tumbuh 4,87 % secara tahunan. Angka ini menunjukkan perlambatan yang lebih rendah dari triwulan I-2024, yaitu 5,11 %. Perlambatan juga terlihat pada triwulan IV-2024, yaitu 5,02 %. Secara triwulanan, perekonomian terkontraksi sebesar 0,98 %. Kontraksi ini menandai meningkatnya tekanan dari sisi domestik ataupun eksternal.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi itu karena melemahnya konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Pada triwulanI-2025, konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,89 %. Padahal, ada periode Ramadhan yang biasanya menjadi momentum mendorong peningkatan belanja masyarakat. ”Capaian ini terendah dalam lima triwulan terakhir, yang mencerminkan tekanan pada daya beli masyarakat, terutama di kelompok pendapatan menengah ke bawah. Tekanan inflasi dan belum optimalnya stimulus fiskal langsung, memengaruhi lemahnya konsumsi domestik,” ujar Shinta dalam acara Media Briefing Apindo Indonesia Quarterly Update, di Jakarta, Selasa (13/5).

Ada empat tantangan structural yang terus menggerus daya saing nasional. Pertama, hambatan regulasi yang masih menjadi sorotan utama dunia usaha. Kedua, tingginya biaya berusaha menjadi kendala serius. Ketiga, keamanan berusaha menjadi tantangan nyata di lapangan. Gangguan dari oknum di luar sistem hukum kerap menghambat proses produksi dan distribusi, serta menciptakan ketidakpastian operasional bagi pelaku usaha. Keempat, kualitas SDM juga jadi penghambat utama. Produktivitas tenaga kerja Indonesia masih tertinggal dari rata-rata negara di kawasan ASEAN. (Yoga)


Investor Kembali Memburu Aset Berisiko

14 May 2025
Investor kembali memburu aset berisiko  (risk on) seperti saham, seiring kesepakatan penurunan tarif Amerika Serikat (AS) dan China dalam negosiasi yang berlangsung di Jenewa, Swiss, akhir pekan lalu. Ini terlihat pada lonjakan bursa saham dunia, mulai dari Wall Street hingga Hang Seng Hong Kong. Indeks Dow Jones melejit 2,8% Nasdaq 4,3%, dan Hang Seng sekitar 3%, pada awal pekan ini, sedangkan Nikkei 1,4%, kemarin. Pada saat yang sama, investor mengurangi pembelian aset aman (safe haven) emas, selepas negosiasi tersebut. Harga emas di pasar spot sempat rontok 3%, sebelum ditutup di level US$ 3.235 per troy ounce (oz), terpangkas 2,67% pada perdagangan Senin pekan ini. Di pasar Forex, harga emas terhadap dolar AS (XAUUSD) juga sempat terkikis 3%. Namun, kemarin, harga emas perlahan bangkit, didorong kabar AS akan mengadaptasi peraturan perbankan Basel III, yang menetapkan emas sebagai aset tingkat 1. Ini artinya, bank-bank AS dapat menghitung emas fisik sebesar 100% dari nilai pasarnya sebagai bagian dari cadangan modal inti mereka. Dorongan ke pasarr saham bertambah  kuat, menyusul potensi The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan Federal Funds Rate (RRT) pada Juli 2025. Apalagi, tekanan inflasi AS ditaksir berkurang, setelah kesepakatan negara itu dengan China. (Yetede)

TIK Membeberkan Peran Operator Telekomunikasi dalam Memperkuat Konektivitas

14 May 2025
Huawei, perusahaan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) global membeberkan peran operator telekomunikasi dalam memperkuat konektivitas dan transformasi digital. Terdapat tiga nilai utama yang dikontribusikan operator telekomunikasi  untuk mendorong transformasi digital. Terdapat tiga nilai utama yang  dikontribusikan formasi digital, yakni connection value (konektivitas), industry value (dukungan bagi industri), dan era value (relevansi dengan zaman). "Dalam laju akselerasi industri TIK, tiga nilai utama yang dikontribusikan operator telekomunikasi untuk mempercepat ekonomi digital, connection, indusrty, dan Era, akan terus jadi penentu arah kemajuan, memastikan kemajuan dan mampu meraih potendi era digital sepenuhnya," kata President of Carrier Business Group Huawei Kawasan Asia Pasifik Denny Deng. Terkait connection value, berarti operator mendukung suatu eksositem yang terdiri dari individu rumah-rumah, dan internet of things (IoT) dimana  semua saling terhubung sepenuhnya. Kondisi ini mendorong perluasan layanan digital, dan di saat yang sama menegaskan adanya peluang untuk meningkatkan penetrasi 4G  guna mewujudkan konektivitas yang lebih luas. (Yetede)

Pemerintah dan Pelaku Perlu Duduk Bersama Secara Intensif

14 May 2025
Pemerintah perlu menjalin komunikasi secara intens dengan para pelaku industri media massa guna mencari solusi bersama dalam mengatasi gelombang PHK yang menerpa industri tersebut di belakangan ini. Langkah ini diyakini bisa menjadi jalan untuk mengidentifikasikan masalah yang dihadapi industri media massa, untuk kemudian dicarikan solusinya. Ketua Divisi Ketenagakerjaan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Caesar Akbar menilai, pemerintah  harus melihat lagi sebenarnya apa lagi sih. Harus ada komunikasi dengan pelaku industri media sebenarnya apa yang dibutuhkan oleh industri media," ujar Caesar. Dewan pers mencatat, pemutusan hubungan kerja di industri ,media massa Tanah Air melonjak signifikan sejak 2023 hingga 2024. Dorongan ke pasar saham bertambah kuat, menyusul potensi The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) pada Juli 2025. Apalagi tekanan inflasi AS ditaksir berkurang, setelah kesepakatan negara itu dengan China. Seiring dengan itu, dana asing diprediksi kembali masuk pasar negara berkembang (emerging market), seperti Indonesia. Ini akan melambungkan IHSG ke level 7.000. (Yetede)

Laba 14 Emiten Multifinance Menurun

14 May 2025
Sebanyak 14 emiten perusahaan pembiayaan (multifinance) pada kuartal 1-2025 membukukan laba bersih  Rp942,62 miliar. Nilai ini merosot 15,36% dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal 1-2024 yang senilai Rp 1,11 triliun. Salah satu emiten yang mengalami penurunan laba bersih adalah PT Adora Dinamika Multi Finance (Adira Finance). Di mana, pada Maret 2025 emiten bersandi saham ADMF ini meraup laba bersih Rp278,52 miliar, ambles 35,54% dibandingkan dengan maret 2024 yang sebesar Rp432,11 miliar. Mengintip laporan keuangannya, ADMF mencatatkan pendapatan dari pembiayaan konsumen senilai Rp1,47 triliun, susut 5,77% secara yoy. Jika dirinci lebih lanjut, pendapatan pembiayaan dari sepeda motor pada kuartal 1-2025 sebesar Rp722,59 miliar, menurun dari tahun sebelumnya Rp 777,92 miliar. Selain itu, pendapatan pembiayaan dari mobil juga menurun dari Maret 2024 yang senilai Rp443,61 miliar menjadi Rp 366,87 miliar. Namun, pendapatan pembiayaan durable goods dan lainnya meningkat dari 339,84 miliar menjadi Rp377,23 miliar pada kuartal 1-2025. Penurunan pendapatan ini disebabkan karena pembiayaan ADMF yang juga menyusut, lantaran industri otomotif yang juga masih lesu di kuartal 1 tahun ini akibat daya beli yang melemah. (Yetede)

Presiden Donald Trump Memulai Lawatannya ke Negara-Negara di Kawasan Teluk

14 May 2025
Presiden Donald Trump memulai lawatannya ke negara-negara di kawasan Teluk dengan fokus mencapai kesepakatan investasi besar-besaran, ketimbang menyelesaikan masalah-masalah keamanan di Timur Tengah. Arab Saudi menjadi negara pertama yang disambanginya pada Selasa (13/5/2025). Dalam kunjungan ke Saudi, Trump didampingi sejumlah pengusaha AS, termasuk Elon Musk, dan ketibaannya di bandara di Riyadh disambut oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Ada pun agenda yang dijalani Trump, memulai perjalanan dari Riyadh untuk menghadiri "Forum Investasi Saudi-AS" dan melanjutkan ke Qatar pada Rabu (14/05/2025). Ia tidak dijadwalkan singgah  ke Israel, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang posisi sekutu dekatnya itu dalam prioritas Negeri Paman Sam. "Meskipun energi tetaP menjadi landasan hubungan kami, investasi dan peluangn bisnis di kerajaan telah berkembang dan berlipat ganda berkali-kali lipat. Sebagai hasilnya ketika orang Saudi dan Amerika bergabung, hal-hal yang sangat baik terjadi, lebih sering dari ada tidak hal-hal besar terjadi ketika usaha patungan itu terjadi," ujar Menteri Investasi Saudi Khalid al-Falih, yang dilansir Reuters. Trump sendiri berharap membawa pulang investasi triliunan dolar dari para produsen minyak di Teluk. Dalam sebuah pertemuan di Istana Kerajaan, Trump menyebut putra mahkota  Saudi sebagai seorang teman dan mengatakan memiliki hubunganm yang baik. Demikian laporan Wall Street Journal. (Yetede)

Ditengah Gempuran Smartphone Canggih, Ponsel Jadul Tetap Memiliki Tren Bertahan

14 May 2025
Di tengah perkembangan  telepon seluler pintar (smartphone)  yang makin canggih dan kekinian, ternyata pasar ponsel faeture phone atau ponsel jadul di Indonesia masih memiliki tren bertahan dan tak mudah  tergerus oleh pasar smartphone. Meskipun pertumbuhannya stagnan, tetapi peminat ponsel jadul masih tinggi di Indonesia. Faktor harga yang terjangkau dan masa pakai baterai yang lama, masih menjadi pilihan konsumen, terutama di daerah terdepan, terluar  tertinggal (3T). Statista, perusahaan konsultan dan riset pasar global yang berbasis di AS memproyeksikan,  nilai bisnis dari penjualan feature phone di Indonesia mencapai US$ 257,9 juta atau Rp 4,24 triliunan pada 2025 ini. Bahkan, Statista memproyeksikan, total volume pasar ponsel fitur phone Indonesia mencapai 4,8 juta unit tahun 2029. Namun, pada 2026, pasarnya diperkirakan masih terjadi penurunan volume -5,2%. "Segmen pasar ini (ponsel fitur) diperkirakan tumbuh setiap tahunnya sebesar -5,54% (CAGR 2025-2029)," ungkap Tim Riset Statista, dalam risetnya. Sementara, Data reportal memperkirakan sekitar 144 juta ponsel feature phone  beredar di Indonesia pada 2025. Sebagian besar pengguna, terutama orang tua dan tinggal di pedesaan. Pada awal 2025 ini, Data Reportal juga menaksir total sambungan tponsel aktif di Indonesia mencapai 356 juta, atau setara dengan 125% dari total penduduk 284,4 jutaan jiwa. (Yetede)

Tantangan Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8%

14 May 2025
Bagaikan unta masuk ke lubang jarum, pemerintah tengah mengadapi tantangan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% dalam  jangka panjang. Dari sisi kebijakan fiskal, kinerja rasio pajak yang masih rendah  dan utang akan menjadi penghambat untuk mencapai target ekonomi yang  sudah ditetapkan. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, posisi utang hingga akhir Januari 2025 sebesar Rp8.909,13 triliun. Dengan angka tersebut maka rasio utang Indonesia sebesar 39,6% dari PDB. Realisasi utang yang tinggi akan menjadi beban terhadap kondisi fiskal dan menambahkan ketergantungan terhadap pembiayaan dari luar negeri. "Rasio utang di angka yang masih tinggi, sehingga banyak hal yang harus dianalist terkait sumber pembiayaan dan belanja negara," kata pakar ekonomi dari fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Airlangga Tika Widiastuti. Mengutip data BPS, pertumbuhan ekonomi pada kuartal 1-2025 sebesr 4,87%. Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumya, pertumbuhan tersebut terjadi kontraksi 0,98%. Pada kuartal 1-2025 perekonomian Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan mencapai Rp3.264,9. (Yetede)