Ekonomi
( 40554 )Regulasi Telko Perlu Diperbaharui agar Tidak Stagnan
Bisnis Kartu Kredit Masih Menjanjikan
Industri perbankan masih mencatatkan kinerja bisnis kartu kredit yan tumbuh positif pada tiga bulan pertama tahun ini, ditengah daya beli masyarakat yang melemah. Meski demikian, perbankan tetao mewaspadai kondisi perekonomian ke depannya. Seperti PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang hingga Maret 2025, kartu kredit masih menjadi salah satu alat pembayaran andalan bagi nasabah BCA. Jumlah kartu kredit yang beredar mencapai 4,91 juta. Nilai transaksi kartu kredit tumbuh 9% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 32 triliun, didukung ativitas masyarakat di berbagai sektor. Totak outstanding pinjaman konsumer lainnya (mayoritas berasak dari kartu kredit) meningkat 13,9% (yoy) menjadi Rpp 23,3 triliun.
"Di di sisi kualitas portfolio, NPL (non performing loan) kartu kredit BCA pada kuartalk pertama 2025 tetap terjaga, sejalan dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan menejmen resiko yang disiplin. Kami berharap kualitas portfolio kartu kredit BCA tetap terjaga di level yang mana di level yang manageable hingga akhir tahun," tutur Vice President Corporate Communication and Social Responsbility BCA Hera F Haryn kepada Investor Daily. Dari sisi transaksi, penggunaan kartu kredit BCA di merchant semakin mudah dengan hadirnya fitur contactless, sehingga nasabah cukup unutk menyelesaikan transaksi. BCA juga secara konsisten berupaya memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra bisnis serta menghadirkan beragam promo menarik di berbagai segmen, untuk mendukung nasabah yang semakin beragam. (Yetede)
Tembus 7.000 IHSG Kembali Masuki Tren Bullish
Kolaborasi Jaga Iklim Investasi tetap Kondusif Bagi Investor
Grab Indonesia Memberikan Tanggapan Soal Isu Merger
Investor Asing ke IKN Terus Bergulir
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan minat investor asing untuk menanamkan modalnya di IKN di kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, masih terus bergulir. Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono mengatakan perusahaan asal Uni Emirat Arab, Ayedh untuk berinvestasi di IKN setelah melalui penandatanganan Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) dengan Otorita IKN. “Kami menyambut baik niat investasi dari Dejem Group yang sejalan dengan visi pembangunan IKN seagai kota berkelanjutam dan saya perlu sampaikan bahwa ini adalah saat yang tepat untuk berinvestasi di IKN,” kata Basuki. Penandatanganan NDA ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Kepala Otorita IKNm Basuki Hadimuljono, dan delegasi Ayedh Dejem Group yang dipimpin oleh Chairman Ayedh Dejem Group. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung WIcaksono, dan CEO Dejem , Zed Ayesh serta turut disaksikan oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Manurut Basuki, Dejem Group menyatakan minat untuk berinvestasi di atas lahan seluas 10 hektare di wilayah IKN. “Lahan tersebut dirancanakan untuk dikembangkan menjadi pusat perbelanjaan dan kawasan campuran (mixed-use) yang terletak secara strategis di area tanpa pusat perbelanjaandan kawasan campuran (mixed-use) yang tercetak secara strategis di area tanpa pusat 5 km," papar Basuki. (Yetede)
Kemkomdigi Melakukan Gerakan masif Lawan Judol
Saham Bank Himbara Terus Mencorong
Meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China memicu gelombang optimisme baru di pasar modal global, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat investor asing kembali masuk ke pasar saham domestik, terutama pada saham-saham perbankan pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Saham seperti PT Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) menjadi penopang utama penguatan IHSG dan IDXBUMN20 dalam dua hari terakhir.
Menurut Ekky Topan, Investment Analyst dari Infovesta Kapital Advisori, saham bank Himbara yang sebelumnya tertinggal (lagging) kini mengalami pembalikan tren karena valuasinya menarik dan fundamentalnya kuat. Hal ini diperkuat oleh pernyataan M. Adityo Nugroho, Senior Investment Information dari Mirae Asset, yang menyebut investor asing aktif kembali memburu aset-aset berpotensi tinggi di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menyambut baik apresiasi pasar terhadap saham Himbara dan menyatakan bahwa tren positif ini mencerminkan optimisme terhadap fundamental sektor perbankan nasional. Bank Mandiri sendiri mencatat pertumbuhan kredit 16,5% YoY di kuartal I/2025, menunjukkan performa yang solid.
Sementara itu, Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI, menegaskan bahwa perseroan terus menjaga kinerja yang positif untuk menjaga kepercayaan investor. Dengan arus masuk dana asing yang sudah mencapai Rp4,51 triliun dalam dua hari, serta meningkatnya minat risiko dan likuiditas pasar, outlook sektor perbankan pelat merah ke depan dinilai sangat menjanjikan dan berpotensi terus menopang kebangkitan IHSG dan indeks BUMN.
Indeks Komposit Berada di Jalur Positif
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level psikologis 7.000 pada Kamis (15/5), didorong oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik yang memberikan sentimen positif terhadap pasar saham Indonesia. Salah satu pendorong utama adalah kesepakatan sementara tarif dagang antara Amerika Serikat dan China, yang menetapkan tarif resiprokal sebesar 115% selama 90 hari. Hal ini memberi sinyal positif kepada pasar global, termasuk Wall Street yang mengalami reli signifikan, dan berdampak menular ke bursa saham Asia, termasuk Indonesia.
Di dalam negeri, penguatan IHSG dipimpin oleh saham-saham Bank BUMN seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Bank Tabungan Negara (BBTN), yang dalam dua hari terakhir mencatat kenaikan signifikan. Menurut analis, valuasi saham-saham ini masih tergolong murah, dan menjadi incaran investor institusi.
Salah satu sentimen positif utama datang dari potensi aliran dana besar dari dua lembaga keuangan strategis. BPI Danantara, pengelola dividen bank BUMN, diperkirakan akan mengalokasikan dananya ke saham bank BUMN sebagai portofolio jangka panjang. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan berencana menaikkan porsi investasi saham dari 10% menjadi 20%, yang bisa mengalirkan dana hingga Rp25 triliun per tahun ke pasar modal.
Penguatan ini tercermin dari kinerja indeks IDXBUMN20, yang sejak awal tahun 2025 menjadi satu-satunya indeks yang mencatatkan kinerja positif sebesar 3,92%, melampaui IHSG yang masih terkoreksi 0,56%. Hal ini menunjukkan bahwa saham-saham BUMN tengah menjadi primadona investor di tengah dinamika pasar global.
Kufpec Siap Tanam Investasi di Blok Anambas
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menyetujui rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) 1 Blok Anambas oleh Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (Kufpec), menandai langkah penting dalam investasi sektor hulu migas Indonesia.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyambut baik persetujuan ini dan menilai bahwa keterlibatan Kufpec—perusahaan minyak besar dari Timur Tengah—menjadi sinyal kuat bahwa iklim investasi migas di Indonesia tetap menarik bagi pelaku industri global. Ia menegaskan bahwa proyek ini akan meningkatkan ketahanan energi nasional, terutama setelah mencapai keputusan investasi akhir (FID) dan memasuki tahap produksi (onstream) yang ditargetkan pada awal 2028.
Blok Anambas akan dikelola Kufpec selama 30 tahun hingga 2049 berdasarkan skema kontrak gross split. Proyek ini diharapkan menghasilkan 55 juta kaki kubik gas per hari (MMscfd) dan 2.000 barel kondensat per hari, dengan total cadangan mencapai 185 BCF gas dan 7 juta barel kondensat. Nilai investasinya diproyeksikan mencapai US$1,54 miliar, dengan komitmen pasti selama tiga tahun pertama sebesar US$35,2 juta, serta bonus tanda tangan sebesar US$2,5 juta.
Langkah ini tidak hanya memperkuat kerja sama internasional, tetapi juga mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga kelangsungan pasokan energi dalam negeri.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









