Ditengah Gempuran Smartphone Canggih, Ponsel Jadul Tetap Memiliki Tren Bertahan
Di tengah perkembangan telepon seluler pintar (smartphone) yang makin canggih dan kekinian, ternyata pasar ponsel faeture phone atau ponsel jadul di Indonesia masih memiliki tren bertahan dan tak mudah tergerus oleh pasar smartphone. Meskipun pertumbuhannya stagnan, tetapi peminat ponsel jadul masih tinggi di Indonesia. Faktor harga yang terjangkau dan masa pakai baterai yang lama, masih menjadi pilihan konsumen, terutama di daerah terdepan, terluar tertinggal (3T). Statista, perusahaan konsultan dan riset pasar global yang berbasis di AS memproyeksikan, nilai bisnis dari penjualan feature phone di Indonesia mencapai US$ 257,9 juta atau Rp 4,24 triliunan pada 2025 ini. Bahkan, Statista memproyeksikan, total volume pasar ponsel fitur phone Indonesia mencapai 4,8 juta unit tahun 2029. Namun, pada 2026, pasarnya diperkirakan masih terjadi penurunan volume -5,2%. "Segmen pasar ini (ponsel fitur) diperkirakan tumbuh setiap tahunnya sebesar -5,54% (CAGR 2025-2029)," ungkap Tim Riset Statista, dalam risetnya. Sementara, Data reportal memperkirakan sekitar 144 juta ponsel feature phone beredar di Indonesia pada 2025. Sebagian besar pengguna, terutama orang tua dan tinggal di pedesaan. Pada awal 2025 ini, Data Reportal juga menaksir total sambungan tponsel aktif di Indonesia mencapai 356 juta, atau setara dengan 125% dari total penduduk 284,4 jutaan jiwa. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023