;

Ekspor Sawit Masih Diandalkan

Ekonomi Yuniati Turjandini 14 May 2025 Investor Daily
Ekspor Sawit Masih Diandalkan
Industri minyak sawit RI masih butuh pasar ekspor untuk menyerap produksi nasional. Karena itu, seiring rencana pengenaan tarif impor resiprokal oleh  Amerika Serikat, upaya diversifikasi pasar ekspor minyak sawit Indonesia oleh pelaku usaha bersama pemerintah kian diintensifkan, dengan menyasar negara-negara di kawasan Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tengah. Di sisi lain, pasar ekspor  tradisonal, seperti China, India, Pakistan, tetap dijaga, termasuk juga pasar AS melalui langkah negosiasi tarif. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), total ekspor minyak sawit nasional pada 2024 mencapai 29,54 juta ton. Ekspor minyak sawit terbesar di 2024 secara berurutan ditujukan ke pasar China 5,36 juta ton, India 4,83 juta ton, India 4,83 juta ton, Uni Eropa (EU-27) 3,34 juta ton, Pakistan 3,01 juta ton, AS sebesar 2,22 juta ton, Bangladesh 1,05 juta ton, Malaysia 990 ribu ton, dan Rusia 680 ribu ton. Di 2023, ekspor ke China masih 7,74 juta ton, India 5,97 juta ton juta ton, Uni Eropa 3,48 juta ton, Pakistan 2,53 juta ton, AS sebesar 2,51 juta ton, Timur Tengah 1,45 juta ton, Bangladesh 1,39 juta ton, Malaysia 1,33 juta ton, dan Rusia 604 ribu ton. Artinya, di 2024, ekspor ke hampir semua negara tujuan utama turun, kecuali Pakistan, Timur Tengah, dan Rusia yang justru naik. (Yetede)
Download Aplikasi Labirin :