;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

BMTH Jadi Jangkar Konektivitas Pariwisata RI

07 May 2024
Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) ditargetkan akan resmi beroperasi pada tahun 2025 dan menjadi salah satu gerbang wisata internasional Indonesia melalui jalur laut. Dalam mendukung hal tersebut, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus mengawal perkembangan proses pembangunan proyek BMTH. Direktur Strategis  Pelindo Prasetyo menyatakan pengembangan dan pembangunan BMTH telah melalui tahapan Rencana Induk Pelabuhan (RIP). Dia juga menjelaskan BMTH melalui pengembangan Kawasan Pelabuhan Benoa merupakan pelabuhan umum, bukan pelabuhan perikanan. "Salah satu dampak dari pengembangan BMTH adalah saat ini beberapa kapal cruise berukuran besar yang memiliki panjang lebih dari 300 meter dengan penumpang rata-rata 3.000 penumpang sudah mulai sandar di Pelabuhan Benoa," ujarnya. (Yetede)

Kisruh Pembatasan Barang Bawaan dari Luar Negeri

07 May 2024
BARU sebulan berlaku, pemerintah mengembalikan regulasi batas barang bawaan penumpang dari luar negeri ke aturan lama setelah dihujat publik. Membuat aturan sembarangan dan latar belakangnya tak jelas rupanya menjadi ciri khas pemerintahan Presiden Joko Widodo selama sepuluh tahun. Hujatan publik bermula ketika Menteri Perdagangan menerbitkan Peraturan Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2023 tentang kebijakan dan pengaturan impor yang berlaku mulai 10 Maret 2024.

Sebelumnya, pembatasan barang bawaan dari luar negeri mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203/PMK.04/2017 tentang ketentuan ekspor dan impor barang yang dibawa penumpang dan awak sarana pengangkut. Setiap penumpang bebas membawa barang—kecuali barang berbahaya dan terlarang. Barang-barang itu juga bebas bea masuk serta pajak impor selama nilainya tak lebih dari US$ 500 per orang, tak lebih dari 200 batang sigaret, 25 batang cerutu, 100 gram tembakau iris, dan 1 liter minuman beralkohol.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengubah pembatasan tak lagi berdasarkan nilai barang, melainkan berdasarkan jenis dan jumlahnya dalam perjalanan selama setahun. Zulkifli membatalkan Peraturan Nomor 3/2024 tersebut pada 16 April 2024 dengan menerbitkan Peraturan Nomor 7/2024 pada 29 April 2024 yang berlaku pada 6 Mei 2024. Pembatasan barang bawaan penumpang kembali ke Peraturan Menteri Keuangan 203/PMK.04/2017. Revisi peraturan setelah dihujat publik menunjukkan pemerintah tak punya keterpaduan membuat regulasi antarkementerian. Peraturan juga dibuat tanpa memikirkan cara melaksanakannya. Bagaimana bisa membatasi barang bawaan penumpang dari luar negeri berdasarkan jenis dan jumlah? Aturan ini hanya memberi diskresi kepada petugas bea dan cukai membongkar tas setiap penumpang dengan dalih memeriksa barang bawaan.

Setiap peraturan, apalagi yang disertai pungutan, mesti memiliki mekanisme komplain. Penumpang tahu cara melaporkan keluhan dengan mudah dan pembuat aturan menanganinya secara terstruktur. Selain tak memiliki semua mekanisme itu, aturan pembatasan barang bawaan dibatalkan setelah dihujat banyak orang. Setelah itu, dengan enteng pula, pemerintah merevisinya tanpa penjelasan yang masuk akal.  Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203/PMK.04/2017 juga bukan tanpa cacat. Batas nilai barang bebas bea masuk dan pajak impor tak berubah sejak tujuh tahun lalu, US$ 500 per orang atau sekitar Rp 8 juta. Batasan ini jelas tak masuk akal. Pemerintah seperti ingin memoroti penumpang pesawat karena nilainya sangat rendah. (Yetede)

Pesta Berlalu, Ekonomi Butuh Bahan Bakar Baru

07 May 2024

Sesuai perkiraan, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi di level 5% pada kuartal I-2024. Ke depan, pemerintah perlu mewaspadai dan mengantisipasi sejumlah tantangan yang semakin kompleks dan berpotensi menahan laju ekonomi nasional hingga akhir 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin mengumumkan perekonomian Indonesia pada kuartal I 2024 tumbuh 5,11% year-on-year (yoy). Pertumbuhan ini meningkat dari kuartal IV 2023 sebesar 5,04%, juga lebih baik ketimbang kuartal I-2023 sebesar 5,04%. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia dapat menunjukkan daya tahannya, terlihat dari pertumbuhan pada kuartal I-2024. Kualitas pertumbuhan juga meningkat, tecermin pada penciptaan lapangan kerja sehingga mampu menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) ke level di bawah pra pandemi Covid-19. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengingatkan, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi pada kuartal I-2024 belum tentu terulang di kuartal-kuartal selanjutnya. 

Sebab, pada kuartal selanjutnya tidak ada momentum seperti Pemilu 2024 dan Ramadan. Momentum pemilu memang menyebabkan belanja pemerintah meningkat untuk menunjang pesta politik tersebut. Selama ini, pertumbuhan ekonomi masih ditopang konsumsi. Belanja pemerintah juga naik karena ada tunjangan hari raya (THR) Ramadan bagi ASN, TNI/Polri dan pensiunan, serta ada kenaikan gaji di awal 2024. Belanja pemerintah pada kuartal I -2024 naik 18% dibanding periode sama tahun lalu menjadi Rp 611,9 triliun. 

"Belanja negara tumbuh 18%, tapi pendapatan turun 4,1% (menjadi Rp 620 triliun). Ini berarti kapasitas pemerintah untuk mendorong pertumbuhan lebih terbatas (ke depannya). Apalagi ada tren kenaikan harga minyak dan pelemahan rupiah," ungkap David, kemarin. Di saat yang sama, harga bahan bakar minyak (BBM) berpeluang naik akibat konflik panas di Timur Tengah. "Tantangan lain adalah stabilitas rupiah, inflasi pangan di Juli-Agustus (faktor alam) dan Desember," tutur Eko. Belum lagi ada risiko gangguan rantai pasok akibat konflik di Timur Tengah.

Insentif PPh Baru Disiapkan untuk Eksportir

07 May 2024

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pemerintah sedang menyiapkan rencana pemberian insentif pajak penghasilan (PPh) untuk para eksportir yang menyimpan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE-SDA), selain dalam bentuk deposito. Kelak, beleid tersebut akan tertuang dalam peraturan pemerintah (PP). Dia bilang, rancangan peraturan pemerintah (RPP) terkait ketentuan DHE-SDA masih dalam proses penyelesaian. "RPP saat ini sedang dalam proses administrasi penetapan," ujar Menteri Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Jumat (3/5) pekan lalu. Dia menjelaskan, sebetulnya saat ini sudah ada insentif PPh yang berlaku bagi eksportir yang menyimpan DHE-SDA di dalam negeri, yakni diskon PPh Final untuk penyimpanan DHE menggunakan instrumen doposito. Ketentuan tersebut telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 123 Tahun 2015. Beleid tersebut baru mengatur insentif pajak atas penempatan DHE SDA dalam instrumen deposito.

Lebih Seksi Anak Ketimbang Emak

07 May 2024

Emiten holding dari sejumlah konglomerasi membukukan kinerja yang bervariasi pada kuartal I-2024. Top line dan bottom line sebagian emiten holding mampu menanjak, tapi ada juga yang justru melandai. Dari grup bisnis Astra, PT Astra International Tbk (ASII) mengalami penurunan kinerja Pendapatan mencapai Rp 81,2 triliun, turun 2,14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy). Laba bersih ASII ikut menyusut 14,35% menjadi Rp 7,46 triliun dalam tiga bulan pertama 2024. Dari Grup Barito milik taipan Prajogo Pangestu, pendapatan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) merosot 4,93% menjadi US$ 618,59 juta di periode serupa. Secara bottom line, BRPT masih sanggup meraup laba bersih US$ 8,85 juta meski anjlok 61,98% secara tahunan. Sementara itu, perusahaan investasi milik Edwin Soeryadaya dan Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mampu menyusutkan kerugian. 

Rugi bersih SRTG di kuartal I-2024 menciut 41,45% secara tahunan menjadi Rp 2,57 triliun. Analis Stocknow.id Abdul Haq Alfaruqy menyoroti kinerja emiten holding yang bervariasi mencerminkan dinamika bisnis dari anak-anak perusahaannya. Secara umum, kinerja emiten konglomerasi juga akan dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi, kebijakan suku bunga, nilai tukar, hingga harga komoditas di pasar global. Sedangkan untuk perusahaan investasi seperti Saratoga Investama, kinerjanya akan lebih dipengaruhi oleh dinamika saham dan pembagian dividen dari anak-anak usahanya. Performa saham sebagian emiten holding cenderung kurang diminati oleh para pelaku pasar. 

Tengok saja BNBR dan BHIT yang masih terlelap sebagai saham seharga gocap. Secara year to date. MLPL juga merosot ke level Rp 50-an, meski dalam dua perdagangan terakhir mulai menunjukkan tanda penguatan. Pengamat Pasar Modal dan Pendiri WH-Project, William Hartanto menambahkan, saham anak usaha lebih diminati ketimbang holding lantaran perolehan pendapatan dan laba hingga besaran dividen emiten holding juga tergantung kontribusi dari anak-anak usahanya. Abdul Haq turut menyarankan buy on weakness ASII dan beli SRTG. Rekomendasi dia, buy on weakness ASII di harga Rp 5.100 dengan target Rp 5.275 - Rp 5.425, dan pertimbangkan stoploss jika menembus Rp 4.910.

Kinerja Emiten Properti Tergantung Arah Kebijakan Suku Bunga Acuan

07 May 2024

Bisnis properti masih melaju di awal 2024. Terlihat dari kinerja emiten properti di kuartal I-2024. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp 2,31 triliun di kuartal I-2024. Ini naik 8,69% secara tahunan alias year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 2,13 triliun. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk CTRA tercatat Rp 483,39 miliar di kuartal I 2024, naik 17,08% yoy dari Rp 412,86 miliar. Head of Investor Relation CTRA Aditya Ciputra Sastrawinata mengatakan, pertumbuhan kinerja CTRA didorong kedua segmen bisnis. Yaitu segmen pengembangan properti dan properti investasi. "Meski ada aktivitas pemilihan umum presiden dan bulan puasa," ujarnya kepada KONTAN, Jumat (3/5). PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) juga mencatat kenaikan pendapatan 13,64% menjadi Rp 366,46 miliar di kuartal I-2024. 

Laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk naik 2,35% menjadi Rp 69,77 miliar di kuartal I-2024. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencetak lonjakan pendapatan 42,30% menjadi Rp 2,13 triliun di kuartal I-2024. Begitu juga laba ke entitas induk SMRA melesat 62,40% di periode serupa menjadi Rp Rp 441,39. Jemmy Kusnadi, Sekretaris Korporat SMRA menyebut, kenaikan pendapatannya di kuartal I-2024 berasal dari unit usaha property development serta  investment property. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Vicky Rosalinda melihat, emiten properti yang mencatatkan kinerja baik di kuartal I 2024 adalah LPCK, BSDE, ASRI dan CTRA. Sementara yang kurang baik yaitu PANI dan PWON. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta meramal kinerja emiten properti masih akan bergantung kebijakan pelonggaran moneter.

Berharap Harga Bisa Menanjak Lagi

07 May 2024

Kinerja emiten produsen batubara kurang mentereng pada periode kuartal pertama tahun ini. Meski tetap mampu meraup keuntungan, tapi pendapatan dan laba bersih mayoritas emiten batubara kompak merosot. Beberapa emiten batubara big caps seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sama-sama harus menelan penurunan kinerja. Secara operasional, sebenarnya produksi dan penjualan emiten masih naik. Tapi, harga jual rata-rata atau ASP batubara yang menciut lebih menekan kinerja emiten. Analis Mirae Asset Sekuritas, Rizkia Darmawan mengatakan, nvestor sudah cenderung priced in terhadap katalis penurunan harga batubara yang menekan kinerja. Namun, Rizkia masih optimistis harga batubara tahun ini masih bisa berada dalam rentang US$ 101–US$ 150 per ton, dengan asumsi dasar di harga US$ 126 per ton. Equity Research Analyst Panin Sekuritas, Felix Darmawan juga menilai, ada sejumlah sentimen yang bisa mengangkat prospek emiten batubara, terutama dalam jangka pendek. Di samping eskalasi geopolitik, ada gelombang panas di Asia yang berpotensi mendorong penggunaan alat pendingin. Dus, situasi mendorong konsumsi listrik. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Arsita Budi Rizqi menyarankan, agar pelaku pasar menerapkan time frame jangka pendek hingga menengah sebagai strategi mengoleksi saham batubara. Arsita menjagokan saham PTBA, ADRO dan ADMR.

Kemilau Emas Bikin HRTA Cemerlang

07 May 2024

Permintaan dan harga emas yang semakin berkilau menyebabkan kinerja PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) cemerlang selama tiga bulan pertama 2024. Top line dan bottom line emiten perdagangan emas ini kompak tumbuh. Merujuk laporan keuangan, HRTA meraih laba bersih sebesar Rp 102,69 miliar pada kuartal I-2024. Keuntungan ini melonjak 47,05% dibandingkan hasil di periode yang sama tahun lalu. Kala itu sebesar Rp 69,83 miliar. Penjualan HRTA pada kuartal I-2024 hampir seluruhnya dari segmen perhiasan dan logam mulia senilai Rp 4 triliun, melonjak 90,47% secara tahunan. 

Seiring lonjakan penjualan, beban pokok pendapatan HRTA melejit 96,33% secara tahunan menjadi Rp 3,75 triliun. Walhasil, laba bruto HRTA Rp 258,6 miliar, tumbuh 26,05% dari Rp 205,15 miliar pada Maret 2023. Direktur Hubungan Investor Hartadinata Abadi, Thendra Crisnanda menerangkan, lonjakan pendapatan HRTA didorong lonjakan volume penjualan emas murni. Yakni meningkat 73,92% dari sebelumnya 2,16 ton menjadi 3,76 ton pada kuartal I-2024. "Sebanyak 82,96% dari penjualan dilakukan grosir, termasuk ekspor. Diikuti penjualan ritel 16,66% dan bisnis pegadaian 0,32%," terangnya ke KONTAN, Senin (6/5).

Risiko Nilai Tukar Menghantui KLBF

07 May 2024

Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diproyeksi bakal tetap tumbuh tahun ini. Rencana ekspansi bisnis seperti mengeluarkan produk baru serta strategi meminimalisir efek pelemahan rupiah akan mendorong pertumbuhan kinerja KLBF. Equity Research Analyst Ciptadana Sekuritas, Alif Ihsanario, mengatakan, jika mengulas performa KLBF pada kuartal I-2024 saja, run rate sudah mencapai 27,7% dari estimasi. Bahkan, sepanjang tahun lalu, segmen obat resep sudah mencapai 26,5%, consumer health mencapai 32%, produk nutrisi mencapai 25,5% dan distribusi dan logistik mencapai 23,3%. Selain itu, beberapa sentimen yang akan membuat kinerja KLBF tumbuh positif di tahun ini yaitu, adanya strategi pertumbuhan pada segmen high-growth specialty products yang meliputi oncology, biologics dan obat generik unbranded. 

Saat ini, KLBF sebagai pangsa pasar teratas di Indonesia pada segmen tersebut. Kemudian, perubahan sistem tender pada BPJS Kesehatan, yang tidak lagi berlaku pemenangan tender oleh pemasang harga terendah, namun diberlakukan juga parameter screening lain seperti Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). KLBF salah satu perusahaan dengan portfolio produk TKDN tinggi. Itu tecermin pada kuartal I-2024 ketika ada peningkatan harga rata-rata (ASP) 3%-5% pada segmen farmasi, consumer health dan nutrisi yang tetap diiringi performa penjualan kuat. "Mampu melampaui performa pasar keseluruhan pada masing-masing segmen," kata Alif. 

Sementara Analis Bahana Sekuritas, Robert Sebastian menyebut, depresiasi mata uang rupiah akan mempengaruhi kinerja KLBF di semester II-2024. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, mencermati, secara prospek kinerja KLBF masih berpotensi mengalami pertumbuhan positif seiring rencana ekspansi bisnis seperti mengeluarkan produk baru. Di antaranya produk biologis serplulimab untuk kanker, produk kesehatan dalam kategori olahraga, dan produk susu kemasan, serta obat resep lainya. Dengan begitu, Azis memproyeksikan Kalbe Farma bisa mencapai target pendapatan sebesar 6%-7% dibandingkan tahun lalu, dengan laba bersih yang diharapkan juga tumbuh 13%-15% di 2024.

Restrukturisasi Berakhir, Biaya Kredit Bank Susut

07 May 2024

Kalangan bankir optimistis, biaya kredit atau cost of credit (CoC) perbankan akan melanjutkan tren penurunan di tahun ini. Salah satu penopangnya adalah sentimen kredit restrukturisasi Covid-19 yang terus melandai. Selain itu, semakin berkurangnya jumlah kredit berisiko atau loan at risk (LAR). Penurunan nilai kredit restrukturisasi Covid-19 tercermin dari melandainya biaya kredit sejumlah bank di kuartal I-2024. Contohnya PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Di kuartal I-2024, rasio biaya kredit BCA turun ke level 0,4% dari 0,8% di kuartal I-2023. Setali tiga uang, CoC PT Bank Mandiri Tbk turun menjadi 1,05% di kuartal I-2024 dari 1,18% di periode yang sama tahun 2023. 

Pada periode yang sama, penurunan biaya kredit juga terjadi di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dari 1,4% jadi 1,0% di kuartal I-2024. Sementara itu, rasio CoC PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menjadi 0,8% dari 1,1% di kuartal I-2023 dan PT Bank CIMB Niaga Tbk turun dari level 1,48% ke level 0,82% di kuartal I-2024. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan bilang, faktor biaya kredit, ditopang habisnya sisa kredit restrukturisasi Covid-19 CIMB Niaga.  

Senada, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menyebut penurunan biaya kredit terjadi karena kualitas kredit baru terus membaik. Jumlah kredit yang direstrukturisasi juga melandai. Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai, melandainya biaya kredit lebih disebabkan adanya penurunan LAR dan efisiensi operasional bank. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto berpendapat, biaya kredit di tahun ini kemungkinan akan meningkat. Hal ini seiring risiko geopolitik.