Ekonomi
( 40460 )Sistem Keuangan Terjaga, Ekonomi Tetap Tumbuh Tinggi
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengakui, peningkatan ketidakpastian dan gejolak geopolitik telah menaikkan tekanan di pasar keuangan global dan domestik. Kendati demikian, stabilitas sistem keuangan (SSK) Indonesia pada kuartal I-2024 masih dalam kondisi terjaga karena didukung oleh kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang stabil. Bahkan perekonomian Indonesia diyakini tetap resilen dan mampu tumbuh di atas 5% pada tahun ini. "Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 diperkirakan (juga) tetap berada diatas 5%, lebih baik dibandingkan kuartal V-2023," kata Menteri Ekonomi (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Menurut Sri Mulyani, penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini adalah permintaan domestik yang tetap kuat, baik dari sisi konsumsi pemerintah, konsumsi rumah tangga, maupun konsumsi lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT). Ini juga seiring momentum penyelenggaraan Pemilu 2024, serta dorongan dari kebijakan APBN yang menaikkan gaji ASN, pemberian THR. "THR dengan tunjangan kerja 100% memberikan dukungan pada belanja pemerintah yang memperkuat belanja masyarakat atau daya beli masyarakat," ujar dia. (Yetede)
GoTo Gelar Private Placement Bernilai Rp 7,69 Triliun
PT GoTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana menerbitkan saham baru melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD)/private placement). Rencananya emiten teknologi tersebut akan meminta persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham pada 11 Juni mendatang, untuk menggelar private placement sebanyak maksimal 10% dari jumlah saham Seri A saat ini, atau sekitar 120,14 miliar. Untuk tujuan performa analis dan pembahasan mengenai kondisi keuangan ini, perseroan memakai asumsi harga penutupan saham pada tanggal 3 April 2023 sebesar Rp 64 per saham. Dengan jumlah baru diasumsikan sebanyak 120.140.966.283 lembar saham," kata manajemen GOTO. Manajemen GOTO menyebutkan, dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja serta pelunasan melalui konversi atas utang perseroan di kemudian hari (jika ada). Dengan rincian pembagian untuk perseroan sebesar 35% dari dana private placement, dan anak perusahaannya termasuk PT Dompet Anak Bangsa (20%) dan/atau PT Mulitfinance Anak Bangsa (25%) dan/atau PT GoTo Solusi Niaga (Sebelumnya adalah PT Multi Adiprakarsa Manunggal) dan setiap bisnis groceries yang dimiliki perseroan (20%). (Yetede)
Suku Bunga Naik, Fintech Makin Terdampak
Kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) sebesar 0,25 basis poin menjadi 6,25% pada April 2024 dinilai turut mempengaruhi pertumbuhan industri fintech peer to peer lending (P2P Lending). Pasalnya, kenaikan suku bunga BI tersebut kemungkinan bakal diikuti dengan perubahan portfolio investasi calon lender. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) yang juga pengamat ekonomi digital Nailul Huda mengatakan, kenaikan suku bunga BI tersebut harus disikapi dengan bijak oleh industri fintech, Termasuk jalan keluar terbaik agar industri ini tetap tumbuh. "BI menaikkan suku bunga acuan yang semakin menaikkan rate return dari instrumen investasi pemerintah. Calon lender mempunyai kesempatan untuk investasi pemerintah dan rasa akan meninggalkan fintech P2P lending," kata Nailul Huda. Selain itu, aturan OJK tentang penurunan suku bunga di industri fintech yang berlaku sejak Januari 2024 juga dianggap sebagai salah satu tantangan bagi industri fintech kedepannya. (Yetede)
Mempercepat Investasi di Industri Gula
Pemerintah mendorong percepatan swasembada gula dan bioetanol. Hal ini guna menjamin ketahann pangan nasional, menjamin ketersediaan bahan baku dan bahan penolong industri. Selain itu, untuk mendorong perbaikan kesejateraan petani tebu, serta mewujudkan ketahanan energi dan pelaksanaan energi bersih melalui penggunaan bahan bakar nabati (biofuel). Percepatan swasembada gula nasional dan peneydiaan bioetanol sebagai bahan bakar nabati mencakup pemenuhan kebutuhan gula konsumsi dan industri, serta peningkatan produksi bioetanol yang berasal dari tebu sebagai bahan bakar nabati. Adapun pemerintah melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sedang mendorong percepatan investasi komoditas tebu. Dalam hal ini Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadhlia bertugas menjadi ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol. (Yeted)
Investor Uni Eropa Siap Suntik Modal di IKN
Minat investor asing untuk menyuntikkan modalnya kedalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi kalimantan Timur makin masif pasca diselenggarakannya pemilihan umum 2024 yang berjalan lancar dan aman. Pada pekan ini saja dua negara dari Uni Eropa (UE) yakni Belanda dan Jerman menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam pembangunan di IKN saat delegasi dan kedua negara tersebut mengunjungi langsung IKN. "Kunjungan kami ke IKN menjadi bekal untuk melihat, apakah para pakar Belanda dapat membantu pembangunan IKN," kata Wakil Menteri Kerja Sama Ekonomi Luar Negeri Belanda Michiel Sweers seperti dikutip Antara. Seewrs mengatakan sejumlah perusahaan dan lembaga peneliti di Belanda, telah memberikan dukungan secara langsung atau lewat organisasi dunia kepada Indonesia, termasuk terkait IKN. "Secara umum, kami melihat banyak ketertarikan dari perusahaan-perusahaan Belanda untuk bekerja bersama di Indonesia," katanya. Belanda, lanjutnya, telah memiliki pakar dan pengetahuan pada sektor manajemen pengelolaan air, agrikultur dan pengolahan pangan, dan energi terbarukan yang dapat diterapkan di IKN. (Yetede)
Permodalan Bank Kuat Hadapi Ketidakpastian Global
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi perbankan nasional masih cukup kuat di tengah ketidakpastian global saat ini. Terlihat dari bantalan permodalan yang tebal dengan capital adequacy ratio (CAR) di level 26% pada Maret 2023. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, OJK cukup percaya diri industri perbankan bisa menghadapi situasi saat ini dan kedepan, sejalan dengan bantalan permodalan yang kuat sebagai bentuk mitigasi risiko yang solid. "OJK juga telah melakukan uji ketahanan industri jasa keuangan untuk memastikan berbagai risiko penguatan dolar Amerika Serikat dan suku bunga tinggi termitigasi dengan baik. Namun demikian, OJK senantiasa mencermati dinamika global dan potensi dampak negatif terhadap IJK (Industri Jasa Keuangan ) agar bisa mengambil langkah antisipatif," papar Mahendra. Di sisi kualitas kredit juga terjaga dengan baik, dimana non performing loan (NPL) net dan gross masing-masing 0,77% dan 2,25% pada Maret 2024. Seiring dengan pemulihan ekonomi nasional, kredit restrukturisasi per akhir Maret 2024 melanjutkan tren penurunan menjadi Rp 228,03 triliun dari 859 ribu nasabah. (Yetede)
Waspada Manufaktur Terus Melambat
Mencapai rekor tertinggi pada Maret 2024 di level 54,2, Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada April 2024 anjlok ke angka 52,9. Artinya, ekspansi sektor manufaktur di Tanah Air melambat. PMI Manufaktur merupakan indikator ekonomi yang mencerminkan keyakinan manajer bisnis di sektor manufaktur. Skor PMI di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur berada di level ekspansi. Sebaliknya, jika angkanya di bawah 50, industri berada di fase kontraksi.
Pada Maret lalu, PMI Manufaktur Indonesia, berdasarkan survei S&P Global Indonesia, mencetak rekor 54,2 atau yang tertinggi sejak dua tahun terakhir. Namun, pada April, PMI anjlok ke angka 52,9. Ekspansi manufaktur pada April 2024 terjadi akibat turunnya penjualan ekspor, tingkat pertumbuhan produksi, dan permintaan baru. Menurut data Badan Pusat Statistik, ekspor industri pengolahan pada Januari-Maret 2024 mencapai US$ 45,2 miliar atau turun 4,92 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu: US$ 47,5 miliar. Direktur Ekonomi S&P Global Market Intelligence Paul Smith mengatakan melambatnya ekspansi manufaktur mendorong perusahaan mengurangi jumlah tenaga kerja. Fenomena tersebut dianggap sebagai menurunnya optimisme perusahaan. Bahkan kepercayaan diri perusahaan turun ke tingkat terendah selama hampir empat tahun terakhir pada April ini.
Survei S&P Global Market Intelligence itu sejalan dengan data Kementerian Perindustrian yang mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada April 2024 menurun 0,75 poin dibanding pada Maret 2024 yang sebesar 53,05. Jumlah subsektor yang mengalami ekspansi pada April 2024 tercatat sebanyak 19 subsektor, menurun dari Maret 2024 yang sebanyak 21 subsektor. Jumlah subsektor yang mengalami peningkatan IKI pada April 2024 sebanyak tujuh subsektor, anjlok dari 15 subsektor pada Maret 2024. IKI adalah indikator derajat keyakinan atau tingkat optimisme industri manufaktur terhadap kondisi perekonomian. IKI juga memberi gambaran kondisi industri pengolahan. (Yetede)
Berharap Pada Dividen Bank BUMN
Beberapa emiten pelat merah di Indeks IDX BUMN20 berhasil mencetak pertumbuhan kinerja positif pada kuartal I-2024. Tercermin dari pendapatan dan laba bersih anggotnya. Berdasarkan data KONTAN, PTPP memimpin lonjakan laba bersih. Laba bersih PTPP melesat 176,44% secara tahunan menjadi Rp 9,56 miliar per Maret 2024. Menyusul PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 109,58% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 9,16 miliar pada periode Januari–Maret 2024. Sedangkan besarnya nilai keuntungan masih dipegang big banks BUMN. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencetak keuntungan Rp 15,89 triliun di kuartal I-2024. Berikutnya Bank Mandiri (BMRI) dengan keuntungan Rp 12,7 triliun, serta Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp 5,33 triiun. Di luar perbankan, laba jumbo diraih PT Telkom Indonesia (TLKM) dan PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS).
Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat masih menjagokan emiten perbankan untuk urusan dividen. Terlebih Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan BUMN bisa menyetotorkan dividen Rp 85,5 triliun tahun ini, bahkan diharapkan lebih,
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas sependapat emiten perbankan berpeluang kembali mencatatkan pertumbuhan. Jika nanti terjadi pelemahan, penurunan kinerja sektor ini tidak akan signifikan.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus sependapat.
Di sisi lain, tingginya bunga berpotensi memperbesar kredit bermasalah alias non performing loan (NPL). Jika NPL naik, bank harus memperbesar pencadangan alias provisi. Bila biaya provisi membesar, laba bank bisa berkurang. Ujungnya, dividen bisa mengecil. Target pemerintah dari divicen bank bisa terancam.
Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal II 2024 Terjaga
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan, stabilitas sistem keuangan Indonesia selama kuartal pertama tahun ini masih terjaga di tengah tantangan dan dinamika pasar keuangan global.
Laporan tersebut berdasarkan hasil rapat KSSK kedua 2024, yang terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Stabilitas sistem keuangan Indonesia pada triwulan I-2024 masih dalam kondisi yang terjaga, yang didukung oleh kondisi dari APBN, kebijakan fiskal, kebijakan moneter dari Bank Indonesia dan sektor keuangan yang stabil," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, Jumat (3/5).
Sri Mulyani memastikan, KSSK akan terus melakukan
forward looking
atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini, seiring dengan risiko ketidakpastian ekonomi global dan keuangan global yang meningkat serta gejolak geopolitik yang semakin eskalatif.
TGUK JalIn Investasi dengan Aice Senilai Rp 700 Miliar
PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) membidik pendapatan yang lebih tinggi dari produk berbasis es krim. Emiten makanan dan minuman ini menargetkan kontribusi produk berbasis es krim bisa mencapai 30%-40% dari total pendapatan tahun 2024 ini. Saat ini, kontribusi segmen tersebut baru 20% terhadap total penjualan TGUK. TGUK menjalin investasi bersama atau joint venture dengan produsen es krim Aice untuk memperluas pasar di Indonesia. Aksi korporasi ini merupakan tindak lanjut kerja sama strategis yang sudah terjalin antara kedua belah pihak sejak September 2023 lalu. Dalam kerjasama kali ini, Aice sepakat turut berinvestasi dalam pengembangan Mobile Esgrim (Mogrim) dan Esgrim Island yang sudah mulai digarap oleh TGUK sejak akhir 2023 lalu.
"Total investasi ini Rp 700 miliar, dengan target penambahan 10.000 Mogrim dan 1.500 Esgrim Island dalam empat hingga lima tahun ke depan," ujar Direktur Utama TGUK Maulana Hakim, di Jakarta, Jumat (3/5).
Hingga saat ini, jumlah Mogrim yang beroperasi sekitar 124 unit, sedangkan gerai Esgrim Island sudah ada 30
outlet
yang tersebar di area Jabodetabek. "Target 1.000 Mogrim dan 300 Esgrim Island harapannya bisa tercapai di kuartal III-2024," ujarnya.
Hingga akhir kuartal I-2024, TGUK mengantongi pendapatan sebesar Rp 34,65 miliar. Angka ini naik 16,84% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan laba bersihnya melonjak 83,56% menjadi Rp 1,08 miliar per 31 Maret 2024, dibandingkan Rp 590,97 juta di periode yang sama tahun lalu.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









