;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

EFEK COVID-19 SUDAH BERAKHIR?

07 May 2024

Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin, Senin (6/5), telah melansir pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2024 mencapai 5,11% (year-on-year/YoY), tertinggi dalam tiga kuartal terakhir. Sekilas, angka itu cukup menggembirakan lantaran produk domestik bruto (PDB) mampu melaju sesuai proyeksi di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global. Apalagi, beberapa mesin utama pendorong ekonomi berkinerja cukup ciamik sepanjang kuartal I/2024. Konsumsi pemerintah misalnya yang melesat hingga 19,9% (YoY), tertinggi sejak 2006. Pun dengan konsumsi rumah tangga maupun konsumsi lembaga non profi t yang melayani rumah tangga atau LNPRT. Akan tetapi, jika ditelusuri lebih dalam, data ekonomi tersebut banyak dipengaruhi oleh faktor yang tidak berulang secara tahunan, salah satunya belanja untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) meski ada kontribusi dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA), juga terdorong dengan optimalisasi investasi pemerintah. Di sisi lain, jumlah pengangguran pada periode tersebut tercatat masih cukup tinggi. Per Februari 2024 jumlah pengangguran tercatat mencapai 7,2 juta orang, lebih tinggi dibandingkan dengan 2020 atau tahun pertama pandemi Covid-19 yang hanya 6,93 juta orang. Efek dari pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya hilang, membuat pemangku kebijakan masih mempertahankan belanja guna penebalan daya beli meski Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berakhir. 

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azzam, mengatakan data ketenagakerjaan dan pertumbuhan mesin PDB yang tidak sejalan mencerminkan adanya kendala dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Senada, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta W. Kamdani, menambahkan Indonesia membutuhkan kebijakan ekonomi yang responsif, adaptif, dan prudent terhadap penciptaan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Menanggapi dinamika ekonomi Indonesia terkini, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti, memandang Indonesia belum berhasil lepas dari efek pandemi Covid-19 terutama dalam komponen konsumsi. 

Sementara itu, Presiden Joko Widodo, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbang) 2024 kemarin, tak menampik bahwa dampak pandemi Covid-19 masih belum sepenuhnya berhasil diberangus. Menurutnya, dampak runtutan akibat pandemi Covid-19 masih terasa sampai sekarang. Hal ini menyebabkan beberapa negara masuk ke tahap resesi. Misalnya, seperti Jepang, Inggris, dan beberapa negara Eropa lainnya. Oleh sebab itu, Kepala Negara mengingatkan agar pemerintah harus hati-hati dalam mengelola belanja yang teralokasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. Wanti-wanti Presiden bukannya tanpa alasan. Fakta bahwa gejolak geopolitik yang melahirkan ketidakpastian cukup terasa ditandai dengan volatilitas harga minyak, kenaikan infl asi, suku bunga tinggi, gangguan perdagangan global, hingga pelemahan mata uang.

Terus Melaju, Kredit Bank Mandiri Naik 19,14% YoY di Kuartal I 2024

07 May 2024

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Bank Mandiri) berhasil menyalurkan kredit senilai Rp1.435 triliun pada Kuartal I/2024 atau tumbuh 19,1% secara tahunan (year-on-year/YoY). Apabila dibandingkan dengan pertumbuhan kredit industri, capaian ini berhasil melampaui pertumbuhan industri secara tahunan yang mencapai 12,4% pada akhir Maret 2024. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan bahwa pertumbuhan kredit ini mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan tangguh. “Melalui pencapaian fungsi intermediasi ini, Bank Mandiri memperkuat peranannya sebagai agen pembangunan yang berupaya berkontribusi maksimal terhadap perekonomian Indonesia,” katanya. 

Pertumbuhan kredit yang mampu tumbuh double digit tersebar merata di semua segmen, kredit segmen wholesale tumbuh 25,2% YoY menjadi Rp751 triliun, dan kredit ritel naik 10,9% YoY menjadi Rp363 triliun. Kualitas aset Bank Mandiri juga unggul dibandingkan lima bank besar lainnya, dengan rasio non performing loan (NPL) Gross yang berhasil dipertahankan pada level 1,02% per Maret 2024, turun 68 basis poin dari tahun sebelumnya. Selain itu, Bank Mandiri juga sangat prudent dalam pencadangan kredit dengan coverage ratio bank only mencapai 368%. Sejalan dengan strategi bisnis yang konsisten dan optimalisasi kanal digital, Bank Mandiri juga berhasil mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp12,7 triliun di kuartal I 2024, naik 1,13% YoY. 

Aplikasi Super App Livin’ by Mandiri tercatat telah mengelola 846 juta transaksi pada kuartal I/2024, meningkat 41,7% YoY, dengan pengguna mencapai 24,4 juta, naik 40% YoY. Nilai transaksi Livin’ by Mandiri pada kuartal I 2024 mencapai Rp921 triliun, tumbuh 27,4% YoY. Livin’ dan Kopra by Mandiri juga berkontribusi pada pertumbuhan dana pihak ketiga, khususnya dana murah. Selain kinerja keuangan yang positif, Bank Mandiri juga berkomitmen pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Portofolio hijau Bank Mandiri telah tumbuh 19,3% YoY menjadi Rp130 triliun, dan total portofolio sosial mencapai Rp134 triliun, meningkat 9% YoY. Bank Mandiri berkomitmen pada keberlanjutan melalui tiga pilar, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking. Bank ini menargetkan Net Zero Emissions in Operations by 2030 dan memimpin transisi Indonesia ke ekonomi karbon rendah untuk mencapai SDG’s.

Sinyal Pelemahan Konsumsi Usai Pilpres

07 May 2024

Setelah melampaui ekspektasi dengan me nyabet pertumbuhan ekonomi 5,11% pada kuartal I/2024, ekonomi Indonesia terindikasi akan berjalan gontai dan berada di persimpangan. Penurunan konsumsi seusai gelaran Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 diproyeksi menjadi tan tangan yang harus segera diantisipasi. Jika penurunan konsumsi menjadi nyata, hal tersebut bisa menjadi realitas pahit yang bakal dihadapi bangsa ini. Soliditas laju produk domestik bruto (PDB) yang selama ini terjaga bisa terjerembap ke titik nadir jika tak ada resep mujarab untuk mengatasinya pada sisa tahun 2024. 

Kita bisa melihat bahwa peran konsumsi selama Pilpres 2024 tak dapat disepelekan dalam mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional. Terlepas dari unsur politis, faktor pemilu secara nyata menjadi arena terbuka dalam penggelontoran bantuan sosial (bansos) besar-besaran. Total anggaran yang dialokasikan bahkan mencapai sekitar Rp496 triliun. Angka ini naik signifikan dari tahun sebelumnya Rp439,1 triliun. Anggaran itu mencakup berbagai jenis bantuan, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino, untuk meningkatkan daya beli masyarakat dengan memberikan Rp400.000 kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat. 

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi, khususnya inflasi pangan, dengan target menjaga inflasi di bawah 5% . Kita dapat melihat efek dari gelontoran masif bantalan sosial ini dengan kado realisasi pertumbuhan ekonomi di atas ekspektasi pemerintah pada kuartal I/2024. Dari sisi domestik, negeri ini terlilit oleh tingginya suku bunga acuan, stagnasi perdagangan, dan pelemahan rupiah, yang bisa membuyarkan peningkatan investasi serta menghambat ekspansi usaha. Hal ini sangat kontraproduktif terhadap pertumbuhan berkelanjutan. Sudah pasti bahwa konsumsi, investasi, dan ekspor akan menghadapi ujian berat akibat inflasi barang impor lantaran depresiasi rupiah, suku bunga tinggi, bahkan risiko penurunan harga komoditas. 

Jika sektor usaha melemah, naiknya pengangguran menjadi faktor pemberat ekonomi yang tak terhindarkan. Dalam situasi penting ini, kebijakan moneter harus ditata ulang, seperti mempertimbangkan penurunan suku bunga acuan untuk memudahkan pembiayaan dan memacu investasi. Pada saat yang sama, otoritas harus kreatif mencari cara agar hal tersebut tetap tak membahayakan inflasi. Oleh karena itu, dalam jangka pendek ini, bantalan sosial seperti bansos perlu kembali dikucurkan agar konsumsi yang mendorong pergerakan sektor riil tetap terlihat nyata. Dari sisi fiskal, stimulus yang ditargetkan untuk mendukung sektor-sektor kritikal serta memperkuat infrastruktur dan kemampuan produksi domestik menjadi kunci.

STRATEGI PERBANKAN : BANK DIGITAL MENGHALAU ARAL

07 May 2024

Kinerja sejumlah bank digital pada kuartal I/2024 menjadi modal bagi bank penantang itu untuk menyiapkan strategi menghalau aral sepanjang tahun ini. Berdasarkan data yang diolah Bisnis, pertumbuhan laba bersih pada kuartal I/2024 dipimpin oleh PT Bank Digital BCA yang tumbuh signifi kan dari nominal jutaan ke miliaran. Kemudian, terdapat PT Bank Jago Tbk. (ARTO) yang membukukan pertumbuhan 24,01% secara tahunan (year-on-year/YoY). Kemudian, PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) dengan pertumbuhan 23,19% YoY. 

Kontras terlihat pada Superbank, bank digital besutan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang membukukan pertumbuhan rugi bersih pada periode yang sama. Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo menuturkan realisasi kinerja pada tiga bulan pertama tahun ini sejalan dengan momen perbaikan kinerja bank digital. Perbaikan kinerja ini berasal dari kesadaran masyarakat terhadap layanan bank digital. 

Sebagai contoh, dia menyebut kolaborasi ARTO dengan GoTo Group dan PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) yang bersinergi dengan BRI Grup. Begitu juga dengan BBHI dengan gurita bisnis milik Chairul Tanjung dan BCA Digital dengan Grup BCA. Dihubungi terpisah, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan kinerja moncerbank digital terdorong oleh suku bunga tinggi. “Lalu kalau ditanya mengapa masih ada bank digital yang membukukan bank kerugian, ya itu biasanya beban operasional masih tinggi, karena ada peningkatan transformasi digital,” katanya. 

Dari kalangan perbankan, Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung optimistis bahwa strategi kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya bisa menghalau aral pada sisa tahun. Dia mengakui bisnis perbankan pada tahun ini harus menghadapi tantangan dari ketidakpastian. Tak mau kalah, Direktur Utama Allo Bank Indonesia Indra Utoyo mengtakan perusahaan mengoptimalkan fungsi intermediasi di tengah iklim suku bunga tinggi melalui produk dan jasa berbasis digital, dalam menghasilkan dan menumbuhkan laba. 

Kendati belum menyampaikan laporan kinerja kuartal I/2024, Presiden Direktur SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley memupuk pencadangan yang besar untuk mengantisipasi sederet risiko pada tahun ini. Oleh karena itu, perusahaan merilis fitur pinjaman langsung bagi seluruh nasabah pada pengujung tahun ini. Fitur tersebut nantinya bisa dimanfaatkan oleh semua nasabah Seabank di aplikasi. Terdapat pilihan untuk mengajukan pinjaman di aplikasi tanpa melalui pihak ketiga. Dalam menyediakan layanan tersebut, Seabank pun menawarkan bunga cicilan rendah. Sebagai gambaran, selama ini, Seabank menyalurkan 90% kredit melalui ekosistem Shopee. Terdapat sejumlah layanan kredit di Shopee yang mana Seabank menjadi lender, seperti SPayLater, SPinjam, atau cashloan untuk merchant.

DAYA SAING INDUSTRI : Sinyal Perpanjangan Harga Gas Khusus

07 May 2024

Pemerintah memastikan bakal terus berupaya menjaga daya saing industri dalam negeri dengan memberikan harga gas khusus, meski pasokan komoditas tersebut kerap tersendat akibat penurunan produksi alamiah di sejumlah lapangan minyak dan gas bumi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan bahwa pemerintah bakal melanjutkan program harga gas bumi tertentu atau HGBT pada tahun depan, sembari membangun dan memperkuat infrastruktur gas bumi di Tanah Air. Menurutnya, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap daya saing industri nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Hal itu menjadi alasan bagi pemerintah untuk kembali memberikan insentif harga gas khusus untuk beberapa sektor industri seperti tahun ini.

Program HGBT belakangan memanas karena PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) harus mengatur pasokan gas untuk industri, karena penurunan produksi di sejumlah lapangan minyak dan gas bumi atau migas. Perusahaan kemudian meminta tambahan alokasi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk menambal kekurangan pasokan tersebut. Hanya saja, gas yang berasal dari LNG memiliki nilai jual yang lebih mahal, karena harganya mengikuti harga di pasar global dan membutuhkan proses regasifikasi untuk bisa dialirkan melalui pipa.

Persoalan mengenai pasokan gas bumi tersebut kemudian mendapatkan keluhan dari sejumlah pelaku industri, termasuk Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) yang mengaku produksi anggotanya mulai terancam akibat gangguan tersebut. Ketua Umum Asaki Edy Suyanto mengkhawatirkan gangguan pasokan gas bumi bakal berdampak kepada gangguan iklim investasi di Indonesia. Musababnya, Asaki telah menerima keluhan dari salah satu produsen sanitary ware terbesar di dunia yang telah membangun fasilitas produksinya di Indonesia.

Sekretaris Perusahaan PGAS Rachmat Hutama menerangkan, keputusan itu diambil untuk menjaga reliabilitas dan keselamatan jaringan gas yang berisiko tinggi. Di sisi lain, SKK Migas telah menyepakati penambahan dua kargo LNG untuk PGAS untuk tahun ini. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro mengatakan, tambahan dua kargo LNG tersebut rencananya berasal dari Tangguh Train 3.

IZIN USAHA PERTAMBANGAN : ANGIN SEGAR UNTUK FREEPORT

07 May 2024

Pemerintah terus memberikan kabar menggembirakan terkait dengan operasional PT Freeport Indonesia di Tanah Air. Setelah memberikan sinyal bakal mendorong perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga, kini pemerintah kembali memastikan akan mengabulkan perpanjangan izin perusahaan hingga 2061. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Freeport Indonesia hingga 2061, meski revisi Peraturan Pemerintah No. 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara belum rampung. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengamini bahwa pemerintah kemungkinan besar bakal mengakomodasi percepatan permohonan perpanjangan kontrak Freeport Indonesia. Dalam kesempatan itu, Arifin juga membeberkan bahwa revisi Peraturan Pemerintah No. 96/2021 sudah sampai pembahasan di Sekretariat Negara. 

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga mendorong dikeluarkannya perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga yang saat ini hanya berlaku hingga 31 Mei 2024. “Yang penting kami akan commit dengan target commercial operation date [COD] dulu, setelah COD nanti kami akan minta assesment dari Kementerian ESDM untuk berikan license kapan boleh mulai ekspor,” kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo beberapa waktu lalu. 

Di sisi lain, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia sempat mengatakan bahwa perpanjangan izin Freeport Indonesia bakal disertai dengan penambahan porsi kepemilikan pemerintah di perusahaan tersebut menjadi 61%. Sejak menjadi bagian dari MIND ID, kata Bahlil, Freeport Indonesia telah memberikan kontribusi signifi kan. Misalnya saja kontribusinya terhadap laba konsolidasi tahun berjalan MIND ID sepanjang 2023 yang mencapai Rp27,52 triliun. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian MIND ID 2023, laba tersebut naik 22,36% dibandingkan dengan capaian 2022 yang hanya mencapai Rp22,49 triliun.

Naiknya laba MIND ID tersebut ditopang oleh kontribusi bagian laba neto dari Freeport Indonesia yang mencapai Rp24,69 triliun. Bagian laba dari Freeport Indonesia pada 2023 itu melesat 172,52% dibandingkan dengan realisasi pada 2022 yang sebesar Rp9,06 triliun. Pendapatan terbesar perseroan dikontribusikan dari komoditas batu bara yang mencapai Rp41,52 triliun atau turun 14,13% dibandingkan dengan realisasi pada 2022 yang mencapai Rp48,35 triliun. Kontribusi pendapatan terbesar kedua berasal dari komoditas emas yang mencapai Rp26,12 triliun atau turun 17,39% dibandingkan dengan Rp31,62 triliun pada 2022. Selanjutnya, kontribusi terbesar berasal ketiga berasal dari aluminium yang senilai Rp9,29 triliun, turun dari sebelumnya Rp13,15 triliun pada 2022.

TRANSPORTASI UMUM MASSAL : Penaikan Tarif KRL Belum Perlu

07 May 2024

Pemerintah diminta mempertimbangkan ulang rencana penyesuaian tarif kereta rel listrik Jabodetabek sebelum PT Kereta Commuter Indonesia memenuhi standar pelayanan minimum angkutan orang dengan kereta api. Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Suryadi Jaya Purnama mengatakan bahwa ada beberapa catatan terhadap rencana penaikan tarif kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek. Salah satu catatan yang harus diperhatikan oleh pemerintah dan PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) sebagai operator KRL Jabodetabek adalah peningkatan kualitas pelayanan dengan ketentuan dalam Permenhub No 63/ 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api.

Suryadi juga menyoroti pembangunan berbagai sarana prasarana KRL yang masih belum optimal. Beberapa contohnya seperti revitalisasi stasiun Pondok Rajeg dan pembangunan stasiun baru di Sukaresmi Kota Bogor yang terkatung-katung. Padahal, hal itu sudah diamanatkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 55/2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek Tahun 2018-2029. Selain itu, penyesuaian tarif tersebut juga jangan sampai membebani mayoritas dari penumpang KRL. Mengutip survei dari Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 2021 menunjukkan bahwa sebanyak 56,06% penumpang KRL berpenghasilan kurang dari Rp4 juta per bulan, dan 43,94% berpenghasilan lebih dari Rp4 juta per bulan.

Suryadi menyebutkan tarif KRL tidak dapat langsung dinaikkan meski skema subsidi atau public service obligation (PSO) KRL Jabodetabek sebanyak Rp1,6 triliun pada 2023 dianggap tidak tepat sasaran. Sebelumnya, Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter Broer Rizal mengatakan penyesuaian tarif KRL Jabodetabek memang telah direncanakan. KAI Commuter dan pihak terkait lain masih terus membahas rencana tersebut.

MASUKNYA VINFAST DAN BYD : Bisnis Kawasan Industri Makin Bersinar

07 May 2024

Sektor kawasan industri nasional berpotensi terus berkembang menyusul masuknya raksasa otomotif asal China yakni BYD dan produsen mobil listrik asal Vietnam VinFast mendirikan pabrik di Indonesia. Head of Industrial & Logistics Services Colliers Indonesia Rivan Munansa menuturkan bahwa kesempatan itu diproyeksi dapat berdampak positif pada sektor kawasan industri nasional ke depan. Data Bisnis mencatat BYD bakal membangun pabriknya di Kawasan Industri Subang Smartpolitan Jawa Barat dengan nilai investasi mencapai lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp16 triliun. Lebih besar lagi, VinFast juga sempat menyampaikan komitmennya untuk menyuntik investasi senilai US$1,2 miliar atau setara Rp19,20 triliun. 

Oleh karena itu, Rivan menekankan pemerintah tidak menyianyiakan kesempatan tersebut, salah satu caranya yakni lewat pemberian kemudahan pengurusan proses investasi. Pada kesempatan berbeda, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Sanny Iskandar juga menekankan bahwa komitmen BYD hingga VinFast masuk ke Indonesia bakal menyuburkan bisnis kawasan industri lokal ke depan. Secara umum, industri assembling atau perakitan kendaraan bermotor banyak memiliki rantai pasok yang luas. 

Dia memprediksi terdapat banyak industri pendukung lain yang bakal masuk ke Indonesia seiring dengan rencana pembangunan pabrik BYD dan VinFast di Indonesia. “Kalau BYD dan VinFast masuk, pasti vendor rantai pasoknya yang tier 1 dan tier 2 juga akan berdatangan, khususnya yang ada afi liasi langsung perusahaan China dan Vietnamnya itu.” Untuk menentukan letak atau lokasi dari industri di sebuah negara, dia menekankan perlunya insentif dan fasilitas yang mendukung termasuk kepastian hukum itu sangat dibutuhkan.

Nyaris Rp 10 Triliun Dana Buyback Siap Masuk Bursa

06 May 2024

Pasar saham akan dibanjiri dana dari aksi pembelian kembali ( buyback ) saham emiten. Buyback ini dilakukan di tengah kondisi pasar saham yang memang cenderung sideways. Sejumlah emiten yang akan menggelar aksi korporasi ini merupakan emiten berkapitalisasi pasar besar ( big caps ) yang harga sahamnya sedang jeblok. Berdasarkan hitungan KONTAN, sejumlah emiten menyiapkan sekitar Rp 9,5 triliun atau nyaris Rp 10 triliun untuk membiayai buyback saham. Salah satu emiten yang akan melakoni buyback adalah Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), yang menyiapkan Rp 1,5 triliun untuk buyback. BBRI telah mendapatkan restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 13 Maret 2023, dan akan berlangsung 18 bulan sejak persetujuan diperoleh dari pemegang saham. Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Sunarso mengatakan pihaknya melakukan buyback untuk memberikan sinyal bahwa kondisi BBRI jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang dipersepsikan pasar. 

Menyusul harga saham BBRI yang mengalami koreksi signifikan pasca publikasi laporan keuangan kuartal I-2024. Dari sisi pergerakan harga saham secara bulanan maupun Year to Date (YtD), saham-saham emiten di atas punya kinerja yang beragam. Ada yang bergerak naik, tapi ada juga yang sedang melandai, seperti BBRI yang dalam sebulan terakhir melemah hingga 24,6% atau mengakumulasi penurunan 17,03% secara YtD. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada mengamati tren harga saham yang sedang melandai sering menjadi momentum bagi emiten untuk menggelar buyback. Terutama bagi emiten yang memiliki posisi kas yang kuat di samping untuk keperluan ekspansi. Aksi ini sekaligus untuk menarik kepercayaan pelaku pasar, menjadi sinyal dari manajemen bahwa emiten punya fundamental keuangan dan prospek kinerja yang apik. 

Di sisi yang lain, Reza melihat ramainya aksi buyback tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pasar saham secara umum. Sekalipun banyak emiten big caps yang akan menggelar buyback, tapi aksi ini dilakukan secara bertahap dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto sepakat, aksi buyback tidak akan memberi dampak signifikan terhadap kondisi pasar saham. Buyback lebih memberikan dorongan positif untuk saham tersebut, karena berpotensi menahan laju penurunan atau mendorong kenaikan harga saham saat tren sedang menguat. Di sisi lain, Analis Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mencermati rencana buyback BBRI akan memberikan dampak positif, baik itu kepada harga saham maupun kepada permintaan ke depan. Nafan yakin, kondisi penurunan harga saham BBRI ini hanya bersifat sementara. 

Ia mengingatkan, prospek fundamental emiten perbankan besar cukup menjanjikan, terutama dengan melihat kinerja perbankan. Adapun pada kuartal I-2024, BBRI telah menyalurkan kredit sebanyak Rp 1.308,6 triliun, atau tumbuh 10,89% yoy. Untuk investasi jangka panjang, Nafan menargetkan harga saham BBRI bisa mencapai kisaran Rp 7.350 per lembar. Target investasi jangka panjang darinya adalah di atas satu tahun. Equity Analyst OCBC Sekuritas Budi Rustanto dan Farrell Nathanael juga merekomendasikan membeli saham BBRI, dengan target harga di kisaran Rp 6.000 per lembar, dengan asumsi Return on Equity (ROE) sebesar 18,4% dan cost of equity sebesar 10,7%. Hanya, Budi dan Farrell mengingatkan, tetap ada risiko investasi di saham BBRI, yaitu terkait pertumbuhan kredit yang tak setinggi dari perkiraan dan juga kondisi Net Interest Margin (NIM) dari BBRI).

Pertumbuhan Ekonomi Berkutat di Kisaran 5%

06 May 2024

Di tengah gejolak pasar global, perekonomian Indonesia diproyeksikan masih bisa bertumbuh, meski terbatas. Sejumlah lembaga meramal perekonomian Indonesia di kuartal I-2024 tumbuh tipis di atas 5% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Sembilan lembaga memproyeksikan ekonomi Indonesia di kuartal I-2024 berada di rentang 4,9% hingga 5,17%. Adapun mediannya di level 5,06%. Angka tersebut di bawah estimasi pemerintah yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 di level 5,17%. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 5,17% pada kuartal I-2024. "Kinerja konsumsi yang baik, kegiatan manufaktur positif, capital cukup baik," kata dia, Jumat (3/5) pekan lalu. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,15% (yoy) pada kuartal I 2024. 

Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai kondisi perekonomian domestik dipenuhi berbagai peristiwa selama tiga bulan pertama 2024. Ia menyebutkan penyelenggaraan pemilu dibarengi adanya beberapa periode libur panjang berpotensi mendorong konsumsi secara umum. Momentum Ramadan juga dapat memantik pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, realisasi investasi yang jauh melampaui target mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. "Kami memproyeksikan PDB tumbuh 5,15% yoy di kuartal I 2024. Untuk sepanjang 2024, kisaran proyeksi 5,0%-5,1%," kata Riefky, Minggu (5/5). Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro juga melihat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini sebagian besar didorong konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang lebih tinggi selama pemilu. 

Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2024 sebesar 5,06%, atau lebih rendah dari prediksi pemerintah di level 5,17%. Proyeksi Bank Mandiri masih di atas realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2023 yang sebesar 5,04% (yoy). Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita juga melihat, beberapa faktor pendorong pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi di masa Ramadan dan Lebaran, meskipun dorongan itu tidak terlalu besar karena sebagian tertahan kenaikan sejumlah barang kebutuhan pokok dan pelemahan kurs rupiah. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menaksir pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar 4,9% sampai 5% pada kuartal I 2024. Hal tersebut juga dipicu oleh momentum Ramadan Idulfitri yang turut mendorong konsumsi rumah tangga secara musiman.