Ekonomi
( 40554 )Kisah Miris Petani di Negeri Agraris
Tak ada yang lebih tabah dari petani padi seperti Yana (53) dan Warsitem (49). Terpuruk saat paceklik, tetapi tak dapat untung ketika panen. Saat harga beras melambung, hidup mereka justru limbung. Kisah Yana dan Warsitem adalah cerminan miris petani yang hidup di negara agraris. Hampir sepanjang hidupnya Yana dan Warsitem bergelut dengan padi. Dia mengenal padi melebihi keluarganya dan menganggap sawah menjadi rumah kedua. Sejak tiga tahun lalu, mereka menggarap sawah seluas 3.500 meter persegi di Desa Kalensari, Indramayu, medio Maret 2024, yang disewa Rp 10 juta per tahun atau dua kali masa panen dari salah satu petani pemilik lahan di desa mereka. ”Bayar sewanya setiap kali panen pakai gabah. Biaya beli pupuk atau obat-obatan saya pinjam dulu,” kata Warsitem.
Hasil panen berupa gabah kering panen (GKP) yang diperoleh dari lahan mungil itu kerap habis untuk membayar sewa lahan. Setiap panen, ibu tiga anak itu lebih dahulu membayar biaya sewa yang dilunasi dengan gabah. ”Setiap kali bayar utang, gabah masih lebih 2 kuintal buat makan,” ucap Warsitem. Hasil panen sawah mungil Warsitem hanya bertahan dua bulan. Pada 2023, misalnya, seusai panen di Oktober 2023, stok gabah tersisa untuk makan sehari-hari hanya bertahan dua bulan. ”Setelah habis, mau enggak mau, harus nempur (beli) beras,” ucapnya. Keluarga Yana atau Warsitem biasanya membeli beras minimal 10 kg, untuk kebutuhan makan keluarga selama 10 hari. Saat masa paceklik tiga bulan terakhir, mereka membeli beras Rp 15.000 sampai Rp 16.000 per kg.
Anjloknya harga gabah saat panen raya padi tak dapat dihindari. Petani tak berdaya saat gabahnya dibeli tengkulak dengan harga di bawah Rp 6.000 per kg. Saat panen raya atau musim hujan, misalnya, tengkulak bisa menekan harga gabah di tingkat petani. Biasanya petani memilih melepas gabah karena tak punya penyimpanan gabah. Sedang harga pembelian gabah Bulog jauh kalah dengan harga yang ditawarkan para tengkulak. Padahal, biaya produksi petani tidak sedikit. Beberapa petani mengurangi beban biaya produksi dengan membuat pupuk alami dari kotoran ternak, kotoran unggas, hingga sampah organik sisa dapur. Jika tak mengatur strategi, petani bisa semakin boncos. (Yoga)
Pemuda yang Jadi Beban
Berdalih lowongan pekerjaan tidak sesuai kualifikasi pendidikan, banyak orang muda Korsel memilih menganggur. Mereka mengandalkan orangtua untuk hidup sehari-hari. Harian South China Morning Post, Selasa (11/6) menyebutkan, semakin banyak kakek-nenek di Korsel yang menghabiskan banyak waktu dan uang untuk cucu-cucu mereka. Inflasi yang tinggi membuat orangtua semakin sulit mengurus anak-anak mereka sendiri sehingga butuh bantuan kakek-nenek. Sementara, banyak orang muda menganggur atau tidak mampu mandiri. Layanan Informasi Ketenagakerjaan Korsel mencatat, pada 2020, 66 % warga Korsel berusia 25-34 tahun tinggal bersama orangtua atau hidupnya dibiayai orangtua meski ta tinggal serumah. Mereka disebut sebagai ”generasi kanguru,” mengacu pada anak kanguru yang terus tinggal di kantong induknya.
Harian The Korea Times, Kamis (6/6) menulis pada 2020, 73,4 % generasi kanguru tidak tamat kuliah dan 69,4 % di antaranya berasal dari Seoul dan sekitarnya, dan 66 % di antara mereka menganggur. Salah satunya Kim Young-joon (30) yang setiap hari ribut dengan orangtuanya karena perkara sepele. Pria yang lulus S-2 itu tersinggung setiap kali orangtuanya menasihati dia untuk mencari pekerjaan. Ia tidak mau bekerja karena lowongan kerja dianggap tidak sesuai pendidikannya. Kim mengatakan, dirinya bukan tidak mau bekerja. Namun, sekarang semakin sulit mendapatkan pekerjaan yang layak hingga bisa membuatnya mandiri secara finansial. Banyak orang muda tidak keluar dari rumah orangtuanya untuk hidup mandiri karena memang menganggur. (Yoga)
Bangkitkan Kembali Lada Bangka Belitung
Di tengah godaan komoditas tanaman keras seperti karet dan sawit serta komoditas tambang timah, para petani lada di Belitung Timur tetap bertahan menanam rempah. Mereka memiliki secercah harapan agar sejarah kejayaan lada di pulau jalur rempah ini kembali terulang. Badan Pengelolaan, Pengembangan, dan Pemasaran Lada (BP3L) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat, ekspor lada putih tahun 2023 mencapai 4.000 ton, naik dibanding 2022 di 3.600 ton. Secara nasional, ekspor lada putih menurun setiap tahun hingga terakhir 12.944 ton pada 2022. Produksi lada kini masih jauh dari catatan sejarah ekspor yang pernah mencapai 80.000 ton pada abad ke-16 atau pra-Indonesia.
Luas perkebunan lada di Bangka Belitung menyusut dalam 25 tahun terakhir. 1990-an, luas perkebunan lada di Bangka Belitung masih 90.000 hektar. Pada 2008, menyusut menjadi 33.000 hektar. Sempat ada penambahan luas lahan menjadi 44.494,56 hektar pada 2012. Pada 2022, luas lahan hanya bertambah menjadi 53.44 hektar. Ekspansi tambang timah menjadi salah satu pemicunya (Kompas.id, 25 April 2024). Padahal Lada Bangka Belitung telah memiliki sertifikat indikasi geografis (SIG) yang diakui dunia, yaitu Muntok White Pepper. Dengan begitu, lada yang ada pada label tersebut dapat dipastikan sebagai lada yang berasal dari tanah perkebunan petani Bangka Belitung. Dulhadi (44), Ketua Kelompok Tani Bina Lestari II, Desa Lintang, Belitung Timur, mengungkapkan, saat ini petani lada kian terpuruk karena harga pasar global yang tak mampu mereka kendalikan.
Padahal, mereka ingin menanam lada demi menjaga Bangka Belitung sebagai pulau rempah. Upaya mereka terkendala harga pupuk yang mahal. Terlebih sejak Kementan membatasi kuota pupuk subsidi hanya untuk 9 komoditas pertanian, tidak termasuk lada. ”Kalau dulu pupuk subsidi, untuk urea seharga Rp 100.000-Rp 120.000 (per karung isi 50 kg). Tanpa subsidi, harga urea Rp 400.000-an. Belum lagi harga NPK, bisa Rp 500.000 lebih. Itu yang susah kami kendalikan,” tutur Dulhadi. Selain itu, mereka juga menghadapi tantangan harga pasar, dimana saat ini, harga lada di tengkulak masih cukup tinggi, yakni Rp 120.000 per kg. Namun, harga ini baru naik setelah beberapa tahun stagnan di angka Rp 50.000 per kg. (Yoga)
Perumahan Bersubsidi Mangkrak
Lanskap perumahan bersubsidi Vila Kencana Cikarang di Karangbahagia, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (12/6/2024). Perumahan bersubsidi yang telah diresmikan penggunaannya pada tahun 2017 tersebut, pada saat ini sebagian besar terlihat dalam keadaan tidak terawat karena tidak dihuni. Hal ini disebabkan banyak hal, mulai dari covid 19, kondisi ekonomi yang sulit dan lokasi perumahan yang dirasa kurang strategis bagi para calon pembeli. (Yoga)
Kenapa Tambang?
Pertanyaan kenapa tambang? Perlu dilakukan terhadap kebijakan pemerintah yang memberi privilese penawaran izin tambang batubara secara prioritas kepada badan usaha organisasi kemasyarakatan keagamaan yang diatur dalam PP No 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP No 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Batubara. Sebelumnya, Kementerian Investasi / BKPM menyebut, pemerintah akan memberi izin pengelolaan tambang kepada ormas keagamaan, karena mereka turut berjasa memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan menjadi benteng penjaga keutuhan bangsa. Presiden Jokowi, dalam pembukaan Muktamar Ke-34 NU di Lampung, Desember 2021, bahkan telah menjanjikan konsesi lahan, termasuk mineral dan batubara kepada NU.
Presiden mendorong anak muda NU dibuatkan kelompok usaha untuk itu. Dalam waktu 2,5 tahun, Presiden pun mewujudkan janji itu lewat PP No 25/2024. Lantas, apakah hal itu bisa menghadirkan kesejahteraan? Tentu bisa. Namun, belum tentu berdampak luas dan berujung pada kesejahteraan masyarakat di daerah. Alih-alih fokus terhadap pembenahan tata kelola pertambangan, pemerintah memunculkan badan usaha ormas keagamaan sebagai pihak baru pengelola tambang. Badan usaha ormas keagamaan selama ini bisa saja bermain tambang, tetapi, sesuai aturan, yakni melalui proses lelang. Jangan sampai, berbagai problem dalam dunia tambang seakan dinormalisasi dengan narasi ormas keagamaan. Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan ormas keagamaan tak harus melalui tambang. (Yoga)
Pendiri Ramai-ramai Keluar dari GoTo, Investor ”Wait and See”
Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berada di zona terendah sepanjang perusahaan itu tercatat di bursa pada April 2022. Perombakan jajaran direksi sampai komisaris di gabungan perusahaan start up itu masih membuat investor wait and see terhadap rencana perusahaan ke depan. Pada pembukaan perdagangan bursa, Rabu (12/6) saham GoTo dibuka pada harga Rp 53 per lembar, berkurang nyaris 100 % dibanding rata-rata harga pada 2024, juga jauh lebih rendah daripada harga penawaran saham perdana mereka Rp 388. Analis Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer, memprediksi, dalam waktu dekat harga saham GoTo masih ada di fase terendahnya. Ia menilai, investor masih menanti rencana kinerja GoTo seusai perombakan struktur kepengurusan di perusahaan tersebut.
”Saham GoTo akhir-akhir ini terus mengalami tekanan, salah satunya datang dari sentiment perombakan jajaran direksi dan komisaris GoTo. Kami sendiri belum melihat adanya rencana bisnis di balik aksi tersebut,” tuturnya, Rabu. Perubahan struktur pejabat tinggi GoTo resmi diumumkan pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan RUPS luar biasa (RUPSLB), di Jakarta, Selasa (11/6). Rapat itu memutuskan bahwa masa jabatan pendiri gabungan Go-Jek dan Tokopedia yang tersisa telah selesai. Dua orang di antaranya adalah pendiri Tokopedia, William Tanuwijaya, dan eks Presiden Tokopedia Melissa Siska Juminto, masing-masing terakhir menjabat komisaris dan direktur. Pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri pendiri Go-Jek, Andre Soelistyo, yang sebelumnya komisaris perseroan.
Rapat juga menyetujui pengalihan saham seri B dari pejabat yang pergi kepada Patrick Sugito Walujo, yang saat ini menjadi Dirut GoTo. Saham seri B adalah saham dengan hak suara multipel (multiple voting shares) yang dibuat oleh OJK. Saham seri adalah saham untuk mengakomodasi perusahaan yang ingin menciptakan ekonomi baru dan bertujuan melindungi visi-misi perusahaan mengembangkan usahanya. Pada rapat Selasa, Patrick menyampaikan persetujuan rencana pembelian kembali atau buyback saham GoTo di publik. Perseroan berencana mengeluarkan maksimal 200 juta USD atau Rp 3,2 triliun untuk membeli sebagian kecil dari kapitalisasi saham mereka yang saat ini senilai Rp 63 triliun, 78 % dikuasai masyarakat. Pembelian kembali saham dilakukan maksimal 12 bulan setelah 11 Juni 2024. (Yoga)
Dongkrak Penjualan, 55 Merek Otomotif Hadir di GIIAS 2024
Sebanyak 55 merek otomotif akan meramaikan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2024 di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang, Banten, 18-28 Juli 2024. Otomotif yang dipamerkan meliputi kendaraan roda empat, roda dua, kendaraan penumpang, dan komersial. Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Rizwan Alamsjah mengatakan, 55 merek otomotif itu mencakup 31 merek kendaraan roda empat penumpang, 4 merek kendaraan komersial, dan 20 merek kendaraan roda dua, BBM maupun berbasis listrik. Merek otomotif yang akan dipamerkan, dari Jepang, China, Korsel, dan Eropa. Untuk segmen roda empat penumpang, berpartisipasi merek dari Jepang, antara lain Toyota, Honda, Mitsubishi, Nissan, dan Suzuki.
Dari China, BYD, Chery dan Wuling. Dari Korsel, KIA dan Hyundai. Pabrikan Eropa, seperti BMW dan Mercedes-Benz. Hadir pula pendatang baru di dunia otomotif, pabrikan mobil listrik asal Vietnam, Vinfast. Untuk segmen kendaraan roda dua akan tampil, Honda, Royal Enfield, dan Vespa. Di segmen motor listrik berpartisipasi, antara lain, Alva, ION Mobility, dan Polytron. ”Kami melihat dunia otomotif Indonesia sangat potensial dan terus berkembang, baik dari sisi pasar maupun industrinya. Jumlah merek yang berpartisipasi sangat memberikan pengaruh positif bagi publik karena akan makin banyak disajikan alternatif pilihan,” ujar Rizwan dalam jumpa pers persiapan GIIAS, di Jakarta, Rabu (12/6). Tingkat partisipasi merek otomotif naik dari 49 merek pada GIIAS 2023 menjadi 55 merek pada GIIAS 2024.
Tambahan ini membuat area pameran pun ikut bertambah. GIIAS 2024 digelar di area seluas 112.000 meter persegi alias bertambah 12.000 meter persegi dibanding penyelenggaraan 2023 seluas 100.000 meter persegi. Rizwan berharap penambahan jumlah merek otomotif akan meningkatkan jumlah pengunjung dan omzet penjualan mobil. Pada GIIAS 2023, tercatat 465.000 pengunjung dengan omzet penjualan Rp 15 triliun, meningkat ketimbang GIIAS 2022 senilai Rp 12 triliun dan GIIAS 2021 senilai Rp 7 triliun. Rizwan berharap penyelenggaraan GIIAS 2024 bisa ikut mendongkrak penjualan mobil nasional. Mengutip data Gaikindo, penjualan mobil Januari-Mei 2024 mencapai 361.698 unit, menurun14,4 % ketimbang periode sama 2023 sebanyak 422.514 unit. (Yoga)
Rupiah dan Indeks Saham Makin Terpukul
Pergerakan kurs rupiah hingga Indeks Harga Saham Gabungan bergerak ke titik terendah sepanjang 2024. Pengamat menilai, tren suku bunga tinggi, gejolak politik dalam negeri, sampai musim semi dividen saham menjadi faktor pelemahan. Mengutip data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), pada perdagangan Rabu (12/6) rupiah ditutup di level Rp 16.297 per USD atau melemah 5,26 % dibanding penutupan akhir 2023, sekaligus menjadi kurs rupiah terlemah sepanjang kalender berjalan 2024. Sementara IHSG sampai penutupan perdagangan hari Rabu berada di posisi 6.850, jatuh 5,7 % dibanding level IHSG di awal tahun di atas 7.300.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Edi Susianto mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen data tenaga kerja AS yang masih di atas ekspektasi pasar. Rilis data ketenagakerjaan AS belum lama ini mencatat kenaikan non-farm payroll, Mei lalu, hingga 272.000 pekerjaan. Data ini lebih tinggi dari 165.000 lapangan kerja di bulan April dan jauh melebihi ekspektasi 185.000 lapangan kerja. Non-farmpayrolls merupakan laporan penggajian sektor tenaga kerja di AS di luar pertanian yang mencakup 80 % tenaga kerja di bidang manufaktur, konstruksi, dan barang.
Hal ini mengakibatkan mata uang negara kawasan Asia, termasuk rupiah, melemah di pasar kontrak derivatif (non-deliverable forward/NDF). Rupiah di pasar NDF pada Senin (10/6) sempat berada di level Rp 16.320 per USD, kini sudah di Rp 16.300 per USD. Hal ini menyebabkan nilai tukar rupiah di pasar spot selama Senin-Rabu melemah. ”Saat ini, rupiah relatif terkendali di bawah Rp 16.300 per USD. BI memastikan berada di pasar untuk menjaga jangan sampai ada gejolak yang ekstrem dan menjaga keseimbangan supply-demand valas agar confidence pasar tetap terjaga,” katanya, Rabu. (Yoga)
Taksi Terbang Digarap untuk IKN
Pesawat Intercrus Sola yang dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT Intercrus Aero Indonesia ditargetkan mengudara di langit Indonesia. Ibu Kota Nusantara atau IKN menjadi salah satu opsi pengoperasian perdana taksi terbang yang diklaim ramah lingkungan. Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Kota Bandung, Jabar, Rabu (12/6). Kesepahaman itu ditandatangani oleh CEO PT Intercrus Aero Indonesia Jeremy Hasian Saragih dan Direktur Niaga, Teknologi, dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) M Arif Faisal. Momen penandatanganan ini disaksikan Dirut PTDI, Gita Amperiawan. Menurut Gita, nota kesepahaman itu terkait pengembangan teknologi transportasi udara yang bernama Intercrus Sola.
”Pemikiran bersama dengan PT Intercrus Aero Indonesia ini menghasilkan produk advanced air mobility (AAM). Kebetulan Jeremy dan tim sudah mulai menginisiasi rancangannya dan akan kami coba dengan serius. Dengan dukungan dari pemerintah, kepercayaan diri kami makin naik,” tuturnya. Produk berupa pesawat bertenaga listrik sehingga ramah lingkungan denan baling-baling menghadap vertikal atau multicopter ini memiliki kapasitas empat penumpang dan daya angkut hingga 1.200 kilogram. Menurut Gita, lingkup kerja sama yang dijalin ini mulai dari pengembangan, sertifikasi, manufaktur, hingga komersialisasi produk. Setiap unit akan diproduksi oleh PTDI sebagai pabrik pesawat satu-satunya di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.
Jeremy menyatakan, pesawat yang mampu terbang dengan ketinggian 1.000 meter ini telah dirancang agar mudah dioperasikan dan kompak. ”Harga pesawat multicopter ini, belum bisa dipastikan. Estimasinya sekitar 600.000 USD dan akan kami coba tekan. Operasionalisasi cruising altitude (jelajah ketinggian) bisa sampai 1.000 meter. Nanti, saat pengoperasian perdana, mungkin berkisar 300-500 meter dan itu sudah diperhitungkan bisa di langit kota-kota Indonesia,” ujarnya. Pengoperasian penuh taksi terbang ini dilaksanakan tahun 2028. Sebelumnya, serangkaian tes hingga pemenuhan sertifikasi produk dilakukan untuk memastikan keamanan. Pembentukan tim teknis juga diharapkan bisa mengembangkan AAM untuk memenuhi kebutuhan sipil hingga pertahanan. IKN menjadi salah satu opsi untuk pengoperasian per-dana taksi terbang ini.(Yoga)
El Nino dan Kegagalan Impor Meredam Gejolak Harga Beras
Meski pemerintah acapkali meyakinkan stok beras aman, lonjakan harga beras yang biasanya terjadi di akhir tahun hingga awal tahun berikutnya seolah menunjukkan kondisi sebaliknya. Pemerintah seakan tak kuasa menstabilkan harga. Ketika terjadi El Nino pada 2023 silam, Bulog sudah mengimpor beras dengan mempertimbangkan penurunan produksi gabah akibat El Nino. BPS mencatat, Indonesia mengimpor 3,06 juta ton beras sepanjang 2023, melompat 613,61 % dibanding pada 2022 (429.000 ton) tertinggi dalam rentang waktu 25 tahun terakhir. Pemerintah juga memutuskan kuota impor beras 2 juta ton tahun 2024 berdasarkan hasil rakortas di Kemenko Bidang Perekonomian pada 7 Desember 2023.
Tak cukup di situ, pada Februari 2024 pemerintah menambah kuota impor beras tahun 2024 menjadi 3,6 juta ton yang dilaksanakan Bulog mempertimbangkan penurunan produksi padi akibat El Nino. Namun, tetap saja kebijakan impor itu tak berkutik terhadap kenaikan harga beras. Pada akhir tahun 2023 hingga awal tahun 2024, harga beras melonjak tajam. Pada Oktober 2023, harga beras medium menjadi Rp 13.852 per kg, lebih tinggi dibanding dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah berdasarkan zonasi kisaran Rp 10.900 per kg-Rp 11.800 per kg.
Bulog berupaya menurunkan harga dengan melepas beras ke pasar induk sebanyak 23.559 ton. (Kompas, 24/10/2023). Nyatanya, hingga awal tahun 2024, harga beras masih tinggi. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi mengatakan, impor beras dilakukan supaya cadangan beras pemerintah tetap aman. Sebab, produksi beras yang rendah akan diikuti kenaikan harga beras. Kebijakan impor beras yang tak kuasa meredam kenaikan harga beras itu membuat petani gelisah. ”Gini nasib petani, ya? Gabah dihargai murah saat panen raya. Ada impor beras dan bantuan beras pasar murah juga,” ucap Yanto, petani di Ngawi, Jatim, Maret. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









