;

Dugaan Kartel di Balik Mahalnya Harga Tiket Kapal Batam-Singapura

12 Jun 2024 Kompas
Dugaan Kartel di Balik Mahalnya Harga Tiket Kapal Batam-Singapura

Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU menyelidiki dugaan kartel di balik kenaikan harga tiket kapal rute Batam-Singapura. Satu dari empat perusahaan mangkir saat dipanggil KPPU untuk membahas masalah itu di Batam, Kepri. Kakanwil I KP- PU, Ridho Pamungkas, Selasa (11/6) mengatakan, ada empat perusahaan yang mengelola kapal rute Batam-Singapura, yakni Majestic, Sindo, Batam Fast, dan Horizon. Semuanya berbasis di Singapura. KPPU menyelenggarakan diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) di Gedung Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan memanggil perusahaan kapal, asosiasi pengusaha, dan perwakilan pemda.

Dari empat perusahaan yang dipanggil, hanya pengelola Horizon yang mangkir hadir. ”Ketika mereka kami panggil, itu kesempatan mereka untuk membela diri. Kalau mereka tidak memanfaatkan kesempatan tersebut, kami akan menggunakan bukti yang kami miliki,” kata Ridho. Harga tiket kapal Batam-Singapura naik sejak April 2022. Kini, tiket pergi-pulang untuk pemegang paspor negara lain Rp 915.000, naik tajam dari sebelumnya Rp 600.000. Untuk pemegang paspor Indonesia harganya Rp 760.000, sebelumnya Rp 400.000. Ridho menyatakan, ada sejumlah keanehan dalam kenaikan harga tiket itu.

Pertama, soal harga yang melambung hampir dua kali lipat. Kedua, empat perusahaan kapal itu menerapkan harga yang sama persis. ”Arahnya memang ada dugaan kartel. Sekarang kami masih dalam proses pengumpulan alat bukti. Jangan-jangan empat perusahaan ini melakukan pengaturan harga,” ujar Ridho. Saat FGD, perwakilan agen pelayaran Majestic Ferry, Victor, mengatakan, naiknya harga minyak dunia dan biaya pelabuhan menjadi faktor pendorong naiknya harga tiket. Dari harga tiket Rp 760.000 untuk pergi-pulang, perusahaan mengantongi pendapatan bersih sekitar Rp 470.000. ”Itu belum termasuk (potongan) biaya operasional, seperti onderdil dan yang lain. Hitung-hitungan, sebenarnya keuntungan bisnis ini tidak besar,” ujar Victor. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :