;

Pemerintah Pelajari Investasi Beras di Kamboja

Ekonomi Yoga 12 Jun 2024 Kompas
Pemerintah Pelajari
Investasi Beras di Kamboja

Bapanas masih akan mempelajari dan menjajaki terlebih dahulu rencana akuisisi sumber-sumber beras di Kamboja. Dengan memiliki pabrik di Kamboja, Indonesia bisa memiliki cadangan beras di luar negeri. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi mengaku Bapanas akan mempelajarinya terlebih dahulu sebelum menjajaki dan kemudian merealisasikan rencana akuisisi itu. ”Hal itu bisa menjadi solusi saat Indonesia kekurangan beras dan kesulitan memperoleh beras impor serta ketika harga beras dunia mahal,” kata Arief saat menghadiri peresmian pabrik penggilingan padi modern PT Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Petani Sejahtera Nusantara (PSN) di Desa Kalensari, Indramayu, Jabar, Selasa (11/6).

Sebelumnya, seusai menghadiri Hari Ulang Tahun Ke-52 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta, Senin lalu, Presiden Jokowi meminta Bulog mengakuisisi sumber-sumber beras di Kamboja. Presiden menyatakan, investasi Bulog di Kamboja diperlukan guna memberikan kepastian stok cadangan beras nasional dalam posisi aman. ”Daripada beli (impor beras), ya lebih bagus investasi,” kata Presiden. Selama ini Indonesia mendapatkan beras impor, salah satunya dari Kamboja. Ketua Umum AB2TI Dwi Andreas Santosa mengatakan, pihaknya mendukung langkah Presiden Jokowi yang meminta Bulog mengakuisisi perusahaan penggilingan beras di Kamboja. Dengan memiliki cadangan beras di luar negeri, pemerintah bisa dengan mudah mendatangkan beras itu pada saat terjadi kekurangan beras di dalam negeri. Jika tidak dibutuhkan, pemerintah bisa menjual beras tersebut di Kamboja atau negara lain. Kendati begitu, pemerintah tetap perlu memprioritaskan meningkatkan produksi dalam negeri. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :