;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Klemens Kwaman, Cahaya dari Hadakewa

14 Jun 2024

Lagu-lagu pop hit Indonesia timur menghibur pengunjung yang duduk santai menghirup udara laut di Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, Lembata, NTT, Kamis (16/5) petang. Sambil menyeruput minuman, dari kafe di pinggir pantai itu mereka memandang ke arah kawah Gunung Api Ile Lewotolok yang terus memuntahkan material vulkanik. ”Nanti malam terlihat jelas lavanya yang mengalir dari puncak,” ujar Klemens Kwaman (39). Dalam beberapa bulan terakhir, Ile Lewotolok, sedang aktif menyemburkan material vulkanik setelah erupsi besar. Pesisir pantai yang tenang dan sajian erupsi gunung api menjadi bagian dari pertimbangan Klemens menghadirkan kafe di tempat tersebut. Ada daya tarik yang bisa ”dijual”, terlebih bagi mereka yang baru pertama kali berkunjung ke Lembata.

Hanya 15 km Dari Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, ke kafe Hadakewa, dengan jalanan lebar dan mulus. Kafe itu adalah aset Desa Hadakewa. Namun, Klemens-lah pemilik ide sekaligus eksekutor. ”Kebetulan saya diberi mandat oleh masyarakat untuk memimpin Desa Hadakewa,” ujar Klemens yang kini menjalani periode kedua sebagai Kades Hadakewa. Sejak 2015, ia memimpin desa berpenduduk 1.117 jiwa itu. Kehadiran kafe sempat menuai perdebatan di kalangan masyarakat setempat. Klemens dituduh melakukan penyalahgunaan dana desa. Terlebih pembangunan kafe dilakukan tahun 2021 ketika masa pandemi Covid-19, saat perekonomian masyarakat terpukul.

Kehadiran kafe menyerap produksi masyarakat desa berupa hasil kebun dan hasil laut. Serapan terus meningkat seiring bertambahnya pengunjung yang mencapai ratusan orang setiap akhir pekan. Belum lagi kegiatan dari instansi pemerintah dan swasta. Tenaga kerja yang terserap juga bertambah, mulai dari juru masak hingga pramusaji. Belasan anak muda bekerja di sana. Penghasilan mereka dihitung berdasarkan omzet. ”Kami latih mereka agar bisa memberi pelayanan terbaik bagi pengunjung. Kualitas pelayanan akan terus ditingkatkan,” katanya. Jauh sebelum kafe, Klemens mempromosikan ikan teri asal Hadakewa ke pasar lokal hingga global. Pembeli dari luar negeri tertarik setelah ia memperkenalkan produk itu dalam sebuah acara di India pada September 2019.

Kini, produksi teri bisa dipantau lewat aplikasi penjualan dalam jaringan. Ada merang, peseng-peseng, siro, mao merah, mao putih, phada, dan gelle, dari bahasa daerah setempat, Lamaholot. Jika nelayan kesulitan menjual, BUMDes siap menyerap, lalu menjual ke pasar. Teri yang masih segar mereka olah, mulai dari dicuci, disortir berdasarkan jenisnya, hingga dijemur di bawah terik matahari paling cepat satu hari. Selanjutnya teri kering dikemas dalam berbagai ukuran, mulai dari 250 gram hingga 1 kg. Bagi Klemens, berbagai program yang ia kerjakan selama memimpin Hadakewa sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Ia juga tak mau membandingkan dirinya dengan kepala desa lain di Lembata. Ia merasa senang atas dukungan dari berbagai pihak. Dengan besaran dana desa di bawah Rp 1 miliar, ia membawa desa itu naik peringkat dari desa tertinggal tahun 2015 menjadi desa mandiri pada 2024. (Yoga)


Gelombang PHK Didepan Mata

14 Jun 2024
Keberadaan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor membuat industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) terdampak cukup parah.  Ratusan pabrik tekstil terancam tutup dan sekitar 120 ribu pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK)  karena tidak mampu bersaing dengan produk impor yang makin membanjiri pasar. Dalam Permendag Nomor 8 Tahun 2024 antara lain terkait relaksasi  impor untuk 11 kelompok komoditas. Komoditas-komoditas yang dimaksud adalah elektronik, obat, tradisional dan suplemen kesehatan rumah tangga, alas kaki, pakaian jadi, dan aksesoris pakaian jadi, tas, katup, bahan baku pelumas,  bahan kimia tertentu, tekstil dan produk tekstil, dan barang tesktil sudah jadi lainnya.  Relaksasi impor ini menyebabkan Indonesia semakin kebanjiran produk garmen dan tekstil yang sudah jadi. Hal ini mengakibatkan penurunan daya saing yang berdampak pada turunnya produksi dan kualitas produk tekstil Indonesia. (Yetede)

AstraPay Bidik Transaksi Tumbuh 30%

14 Jun 2024
PT Astra Digital Arta (AstraPay) tahun ini mengincar pertumbuhan nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV) sebesar 30% secara yoy. Selain itu, sejumlah pengguna AstraPay juga didorong hingga 15 juta user di akhir 2024. CEO AstraPay Rina Apriana mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan pengembangan. Sejak didirikan pada September 2021, saat ini terdapat 13 juta pengguna dan akan terus ditingkatkan hingga 15 juta pada akhir tahun ini. Selain itu, jumlah transaksi mencapai 138 juta dengan GTV mencapai Rp93,2 triliun hingga saat ini. AstraPay juga memiliki lebih dari 100 partner, dengan jumlah merchant UMKM mencapai 24 ribu, dimana 7.000 diantaranya merupakan channel Astra. (Yetede)

Group Astra Perkuat Dominasi, Sahamnya Bangkit

14 Jun 2024
Group Astra melalui PT Astra Internasional Tbk (ASII) memperkokoh dominasi di industri otomotif Tanah Air dengan penguasaan pasar (market share) 58% di bulan Mei 2024, naik dari 55% di bulan sebelumnya. Kenaikan penjualan yang yang mencapai 54%, dan menjadi yang  tertinggi 2024 tersebut, memberi bahan bakar baru bagi pergerakan saham perseroan di lantai bursa. Terbukti, harga saham ASII kembali bangkit, dan diyakini bakal terus melaju hingga Rp 5.900.  Pada perdagangan Kamis (13/06/2024) saham ASII ditutup menguat +2,29% ke posisi Rp 4.460 . Analis Indo Premier Sekuritas Giovanni Dustin dan Ryan Dimitry melihat bahwa pergerakan harga  saham ASII saat ini sudah mencerminkan sentimen negatif yang terjadi (price in). Di mana saham ASII telah turun -21,06% sejak awal tahun. "Kami mengulangi rekomondasi beli saham ASII dengan target harga Rp 5.900" kata Giovanni. (Yetede)

Suku Bunga Tinggi Masih Membayangi Pasar Saham

14 Jun 2024

Kegalauan pasar tentang arah suku bunga kini terjawab dalam hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC), Kamis (13/6). Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve kembali menahan tingkat suku bunga acuan di kisaran 5,25%-5,5%. Fed juga menegaskan sinyal suku bunga hanya akan dipangkas sekali pada tahun ini. Padahal sebelumnya, pelaku pasar memprediksikan ada tiga kali penurunan suku bunga tahun ini. Di awal perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di jalur hijau. IHSG baru berbalik arah ke zona merah sesaat sebelum tutup pasar, dengan koreksi 0,27% atau turun 18,53 poin ke level 6.831,56. Retail Analyst Maybank Sekuritas, Adi Wicaksono mengatakan, pasar nampaknya tak terlalu antusias merespons sikap The Fed karena sasaran inflasi di level 2% belum tercapai. Kepala Ekonom Bank Central Asia Tbk. (BCA) David Sumual menilai, arah kebijakan The Fed semakin jelas. Ini akan membawa sentimen positif terhadap pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia. Setali tiga uang, Kepala Ekonom Bank Mandiri , Andry Asmoro juga melihat potensi aliran masuk dana asing. Hal ini tentu akan memperkuat otot rupiah.

Bahkan, tak menutup kemungkinan rupiah menguat dan kembali ke bawah Rp 16.000, atau di kisaran Rp 15.813 per dolar AS pada akhir tahun ini. Lalu, imbal hasil surat berharga negara (SBN) diperkirakan berada di kisaran 6,82%. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, sentimen global masih mendukung penguatan IHSG. Menurutnya, IHSG bisa berada di 7.350-7.460 pada akhir 2024. Target ini telah memperhitungkan penurunan suku bunga Fed sebanyak satu sampai dua kali. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, penurunan suku bunga acuan The Fed diperkirakan terlaksana paling cepat pada September 2024, seiringan dengan membaiknya data CPI AS. Pengamat Pasar Modal sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Budi Frensidy menilai, ada potensi angin segar yang berhembus ke pasar obligasi. Hanya saja untuk pasar saham, dana asing kemungkinan baru masuk di bulan depan.

Investor China Akuisisi Multifinance Lokal

14 Jun 2024
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan kabar baru terkait akuisisi perusahaan pembiayaan atau multifinance oleh investor asing. OJK menyebut, per Mei 2024, terdapat satu perusahaan pembiayaan yang telah selesai diakuisisi oleh investor dari China. "Selain itu, ada satu perusahaan pembiayaan lainnya sedang dalam proses penyelesaian akuisisi," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman. Dia menerangkan, kedua perusahaan pembiayaan tersebut bergerak pada pembiayaan multiguna. Kinerja industri pembiayaan dalam negeri yang positif dinilai menjadi daya tarik tersendiri. Hingga April 2024, OJK mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance tumbuh 10,82% secara tahunan menjadi Rp 486,35 triliun. Di April, non performing financing (NPF) gross industri mencapai 2,82%, naik dari bulan sebelumnya di 2,45%.

EKSPEKTASI TINGGI KORPORASI

14 Jun 2024

Tantangan suku bunga tinggi, konflik geopolitik yang memanas, inflasi tinggi, tekanan nilai tukar rupiah, serta lesunya daya beli masyarakat masih membayangi prospek kinerja korporasi pada tahun ini. Namun, sejumlah korporasi tetap optimistis kinerja tahun ini bakal moncer seiring dengan upaya strategis yang mereka lakukan. Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI Hery Gunardi mengatakan tantangan bagi industri perbankan datang dari tren suku bunga acuan yang tinggi. Faktanya, Bank Indonesia (BI) telah menaikan suku bunga acuan atau BI Rate ke level 6,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 23-24 April 2024. Kenaikan tersebut merupakan yang pertama kali sejak Oktober 2023. Dus, keputusan BI itu pun mengerek biaya dana (cost of fund/CoF) perbankan. "Digitalisasi yang kuat ini bisa membantu bank untuk catching up customer, mendapatkan konsumen lebih banyak," katanya seusai menerima penghargaan sebagai CEO of the Year dalam ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA), Kamis (13/6). 

Selain itu, imbuh Hery, BSI memperluas eksistensi lewat pembukaan cabang di luar negeri. Menurutnya, ekspansi global itu ditempuh guna meraup potensi pasar baru demi mendongkrak kinerja. BSI sudah memiliki cabang di Dubai, Uni Emirat Arab, dan saat ini sedang mengurus perizinan di Arab Saudi. Upaya strategis juga dilakukan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR). Direktur Operasional BJBR Tedi Setiawan mengatakan perseroan terus memacu kinerja kredit, sembari menjaga kualitas kredit setelah restrukturisasi kredit Covid-19 berakhir pada Maret 2024. Setali tiga uang, optimisme juga dikemukakan Direktur Bisnis PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Prasetya Sayekti. Dia optimistis target penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha ultra mikro dalam program PNM Mekaar sebanyak Rp74,3 triliun pada 2024 dapat dicapai.

Adapun dari sektor manufaktur, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) Irwan Hidayat menyoroti dampak penguatan dolar AS terhadap biaya produksi kemasan sebagai salah satu tantangan yang dihadapi perseroan pada tahun ini. Namun menurut Irwan, SIDO terus gencar memacu kinerja bisnis dengan memperluas ekspor ke berbagai negara, inovatif mengembangkan produk, dan mengoptimalkan utilitas pabrik untuk mendongkrak kinerja perseroan. Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Panca Budi Idaman Tbk. (PBID) Lukman Hakim juga meyakini perseroan mampu mengerek kinerja pada 2024 seiring dengan pertumbuhan kebutuhan kemasan di sektor food and beverage (F&B). PBID sendiri merupakan salah satu produsen plastik di Indonesia. Dia menambahkan perseroan dapat mengantisipasi tantangan suku bunga tinggi karena rasio utang terhadap ekuitas PBID di bawah 20% dan perseroan memiliki EBITDA di atas Rp500 miliar. 

Oleh karena itu, PBID mengandalkan kas internal untuk modal kerja. Terlebih, belanja modal PBID tahun ini juga relatif kecil sekitar Rp50 miliar untuk perawatan mesin dan renovasi bangunan saja. Kepercayaan diri untuk melanjutkan ekspansi juga disampaikan oleh manajemen PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) atau Moratelindo. Chief Strategic Business Officer Moratelindo Resi Y. Bramani mengatakan perseroan fokus menggenjot ekspansi pada tahun ini. Ketua Dewan Juri Bisnis Indonesia Awards 2024 sekaligus Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017–2022 Wimboh Santoso menyampaikan korporasi di Tanah Air perlu mencermati kondisi hyperinflation, suku bunga tinggi, serta konflik Rusia-Ukraina dan Timur Tengah yang menimbulkan ketidakpastian.

Hery Gunardi Dinobatkan sebagai CEO of The Year dan BSI sebagai Bank Syariah Terbaik

14 Jun 2024

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) berhasil meraih penghargaan sebagai Bank Syariah Terbaik dan Direktur Utama BSI meraih predikat CEO of The Year dalam ajang Bisnis Indonesia Award 2024. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengungkap kan bahwa pencapaian ini membuktikan bahwa BSI tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan, tetapi juga terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian syariah nasional dan internasional.“Syukur Alhamdulillah, dengan kepemimpinan dan kerja tim yang solid serta dukungan dari seluruh pihak, BSI dapat terus tumbuh dan berkembang,” ujar Hery. “Kehadiran BSI telah mendorong pangsa pasar perbankan syariah menjadi di atas 7%,” tambah Hery. Selain itu, BSI berhasil menembus jajaran 10 besar bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar dan bertekad untuk menjadi representasi perbankan syariah Indonesia di panggung global. Berdasarkan penutupan harga saham BSI dengan kode BRIS pada perdagangan Rabu (13/3), kapitalisasi pasar BSI mencapai Rp131,47 triliun atau setara US$8,44 miliar. 

Kinerja positif BSI juga tercermin dari perolehan laba sebesar Rp1,71 triliun pada kuartal I 2024, tumbuh 17,06 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu Rp1,45 triliun. Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan dana murah dan konsistensi BSI dalam menjalankan fungsi intermediasi. Ketua Dewan Juri Bisnis Indonesia Awards 2024 sekaligus Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Periode 2017 – 2022, Wimboh Santoso, mengatakan bahwa proses seleksi yang dilakukan sangat ketat, mengingat banyaknya emiten yang memiliki kinerja luar biasa. Selain Wimboh Santoso, dewan juri Bisnis Indonesia Awards 2024 terdiri dari Wakil Menteri Keuangan Periode 2014-2019 Mardiasmo, Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Ekonomi (KSSK) 2008-2009 Raden Pardede, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Periode 2014-2019 Rudiantara, dan Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Graika (JAG) Lulu Terianto. Untuk itu diperlukan kemampuan berupa ketangkasan bagi korporasi untuk bisa terus relevan dan bertumbuh di era ketidakpastian. Saat ini, kondisi hyperinflation dan suku bunga yang tinggi menjadi tekanan bagi sejumlah negara selain permasalahan geopolitik akibat konik.

Menduplikasi ‘Kunci’ Pertumbuhan Ekonomi

14 Jun 2024

Pemerintah mesti mewaspadai risiko penurunan konsumsi masyarakat. Sebab, sektor konsumsi rumah tangga yang merupakan salah satu kunci penting pertumbuhan ekonomi, menunjukkan gelagat kelesuan. Menilik hasil survei konsumen lansiran Bank Indonesia periode Mei 2024, baik Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE), maupun Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) memang masih berada di zona optimistis alias di atas 100. Namun, jika melihat tren bulanan, maka akan tampak bahwa ada indikasi penurunan optimisme konsumen. IKK pada Mei 2024 misalnya, turun 2,5 poin jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Demikian pula dengan IKE yang melorot 4 poin, sedangkan IEK turun 1 poin dari bulan sebelumnya. Penurunan optimisme konsumen pada bulan lalu memang wajar, mengingat ada tantangan yang cukup berat, terutama kurs rupiah yang masih loyo terhadap dolar Amerika Serikat. Efeknya menjalar ke produsen, lantaran kenaikan ongkos produksi akibat harga bahan baku yang kian mahal. Imbasnya, konsumen pun menanggung kenaikan harga. Situasi tersebut berkelindan dengan kebijakan suku bunga tinggi yang membuat tantangan ke depan makin besar. 

Faktanya, bank sentral AS, Federal Reserve, belum berselera untuk menurunkan suku bunga acuan. Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berakhir Rabu (12/6) waktu AS, memutuskan mempertahankan Federal Fund Rate (FFR) di kisaran target 5,25%—5,5%. Demikian pula Bank Indonesia yang belum leluasa untuk menurunkan suku bunga acuan, sejak penaikan BI Rate menjadi 6,25% pada April lalu. Langkah itu ditempuh BI demi memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya risiko global. Kebijakan tersebut juga menjadi upaya BI untuk memastikan inflasi tetap dalam sasaran, yakni 2,5% plus minus 1% pada 2024 dan 2025. Penguatan daya beli jelas masih diperlukan, utamanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah, maupun kelas menengah. Adapun, salah satu solusinya adalah melalui kebijakan fiskal yang responsif, misalnya penguatan bantalan sosial. Demikian pula bagi sektor produksi, insentif tetap dibutuhkan oleh dunia usaha. Upaya lainnya yang perlu dilakukan adalah memastikan harga barang/jasa yang diatur pemerintah maupun harga pangan tetap stabil. Sebab, lonjakan harga keduanya, akan membuat inflasi turut melesat.

Menakar Padi Antirugi ala Penebas

13 Jun 2024
Sembari duduk di bawah pepohonan, Sadiman memandangi tanaman padi dalam sepetak sawah yang tingginya hampir mencapai 1 meter. Dari kejauhan, tanaman padi tersebut mulai menguning dan sekilas terlihat siap untuk dipanen. Namun, Sadiman berpandangan lain. Padi tersebut baru siap dipanen sekitar tiga hari lagi atau saat masuk di usia 90 hari. ”Perkiraan saya tiga hari lagi bisa dipanen dalam keadaan kering. Ini masih ada hijaunya sedikit,” ungkapnya saat ditemui di Kecamatan Patrol, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur Sabtu (30/3/2024) siang. Hanya dengan memperhatikan sawah tersebut, Sadiman bisa mengetahui jenis padi di
lahan itu adalah varietas Inpari 32.

Dia memperkirakan, bobot padi dalam 1 meter persegi bisa mencapai sekitar 7,5 ons. Jika dikalikan dengan luas lahan yang mencapai 3.000 meter persegi, produktivitasnya diperkirakan sekitar 2,25 ton gabah kering panen. Jika dikalikan dengan harga gabah pada saat itu, yakni sekitar Rp 5.900 per kilogram, maka sawah petani tersebut layak dihargai sekitar Rp 13,3 juta. Artinya, jika ingin membeli sawah petani tersebut dengan sistem borongan, harga yang ditawarkan kepada petani berkisar Rp  10 juta-Rp 11 juta. ”Yang penting masih ada selisih. Sekitar Rp 1 juta nanti buat sewa alat pemotong padi dan tenaga,” katanya. Sadiman adalah penebas asal Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Dia biasa membeli tanaman padi dari petani dengan sistem borongan. Sebelum padi dipanen, dia sudah membeli petak sawah petani dengan harga yang disepakati bersama. (Yetede)