;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Sedikit Kenaikan Kredit Bermasalah di Sektor Properti

16 Aug 2024

Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) melaju kencang sepanjang paruh pertama tahun ini. Laju pertumbuhannya terus menunjukkan tren kenaikan sejak awal tahun. Namun, kualitas aset KPR perbankan mengalami sedikit penurunan, meski masih di level aman. Data Bank Indonesia (BI) mencatat oustanding KPR per Juni 2024 tumbuh 14,36% secara tahunan, naik dari laju bulan Mei yang tumbuh 14,34% dan dari akhir 2023 yang baru meningkat 12%. Adapun posisi non performing loan (NPL) atau KPR bermasalah per Juni mencapai Rp 18,82 triliun. Rasio NPL KPR ini ada di level 2,49%. Angka tersebut meningkat tipis dari posisi Desember 2023 yang tercatat Rp 17,01 triliun atau sebesar 2,39%. Walau meningkat dari tahun lalu, KPR bermasalah menyusut dari Mei yang jumlahnya sempat tembus Rp 19,12 triliun dengan rasio 2,55%. BTN, penguasa KPR terbesar di Tanah Air, mencatatkan perbaikan rasio NPL properti secara tahunan, tetapi mulai meningkat dibanding akhir tahun lalu. NPL per Juni 2024 ada di level 3,3%, turun dari 3,7% pada Juni 2023 dan naik dari 3,2% pada Desember. 

Rasio NPL kredit properti terbesar BTN berasal dari kredit konstruksi mencapai 24,4%, tapi sudah turun dari 26,3% pada Juni tahun lalu. Direktur Manajemen Risiko BTN Setiyo Wibowo mengungkapkan kualitas kredit BTN secara keseluruhan membaik. Tahun ini, BTN menargetkan rasio NPL di bawah 3%. "NPL tetap terjaga sesuai target," ujarnya, Sabtu (10/8). Adapun BCA tak merinci NPL kredit propertinya. Hanya saja, NPL kredit konsumernya masih terjaga rendah meski naik secara tahunan. Per Juni 2024, NPL konsumer BCA mencapai Rp 3,94 triliun dengan rasio NPL 1,87%, naik dari Rp 2,67 triliun pada Juni 2023 atau dengan rasio 1,5%. Hera F. Haryn, EVP Corporate Communica tion BCA mengatakan, BCA selalu melakukan analisis pengajuan KPR secara pruden demi menjaga kualitas aset. "Kami memanfaatkan analisis data serta pengenalan nasabah secara lebih dekat guna memastikan terjaganya kualitas kredit," ujarnya.

Tingginya Beban Biaya Perlindungan Diri

15 Aug 2024

Iuran premi asuransi kesehatan sedang dalam tren menanjak. Dampak perang tarif hingga inflasi kesehatan yang meninggi dianggap sebagai biang keladi. Menurut perhitungan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), secara rata-rata kenaikan iuran premi pada tahun ini mencapai 20%-30%. Ketua AAUI, Budi Herawan, mengatakan bahwa belum pernah terjadi kenaikan rata-rata iuran premi sebesar itu. Paling tinggi, katanya, kenaikan iuran hanya 10%.

Iuran premi asuransi kesehatan mengalami kenaikan signifikan pada tahun ini, dengan rata-rata kenaikan mencapai 20%-30%, yang disebabkan oleh perang tarif antar perusahaan asuransi dan inflasi kesehatan yang tinggi. Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, mencatat bahwa kenaikan ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kenaikan premi ini bukan hanya akibat meningkatnya jumlah peserta asuransi, tetapi juga akibat tingginya inflasi biaya medis dan meningkatnya klaim asuransi kesehatan. Industri asuransi kesehatan kini tengah berupaya menyesuaikan diri dengan kondisi ini melalui strategi efisiensi dan inovasi produk, seperti yang dilakukan oleh Prudential Indonesia. Selain itu, OJK sedang menyusun regulasi untuk memperkuat lini usaha asuransi kesehatan, sementara pengamat asuransi, Abitani Taim, menyarankan perusahaan asuransi untuk lebih efisien dan menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, guna mengimbangi daya beli yang menurun.

Daya Tarik Pinjaman Online Kian Menguat

15 Aug 2024

Bisnis pinjaman online di Tanah Air kedatangan banyak pemodal asal luar negeri. Potensi pasar yang besar, diikuti dengan berbagai regulasi pendukung menjadi magnet para pemilik dana asing untuk masuk ke sektor usaha ini. Dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2024, pemberi pinjaman teknologi finansial (tekfin) peer-to-peer (P2P) lending yang berasal dari luar negeri saat ini sebanyak 739 rekening atau melonjak hingga 195% dibandingkan dengan periode yang sama 2023 sebanyak 250. Peningkatan itu berdampak pada tumbuhnya outstanding pinjaman hingga 13,23% menjadi Rp11,82 triliun.

Bisnis pinjaman online di Indonesia terus menarik minat investor asing, terlihat dari peningkatan jumlah rekening pemberi pinjaman asing yang signifikan. Berdasarkan data OJK per Juni 2024, jumlah rekening pemberi pinjaman asing di sektor teknologi finansial P2P lending meningkat 195% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan outstanding pinjaman mencapai Rp11,82 triliun. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut pertumbuhan sektor ini, terutama dalam pembiayaan UMKM dan ultra mikro, sebagai faktor pendorong masuknya investor asing. Di sisi lain, tantangan yang dihadapi sektor ini meliputi maraknya pinjaman online ilegal, kredit macet, dan persyaratan modal minimum. Upaya kolaboratif antara pemerintah, OJK, dan pelaku usaha diperlukan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan memastikan industri ini tumbuh dengan sehat.

Industri Keuangan di Era Jokowi: Literasi & Inklusi Masih Terbatas

15 Aug 2024

Sejumlah besar pencapaian di bidang literasi dan inklusi keuangan menjadi prestasi yang patut dibanggakan selama satu dekade pemerintahan Presiden Jokowi. Namun, tingkat inklusi dan literasi ini belum merata di semua produk keuangan. Pemerintahan Presiden Jokowi berhasil mencapai banyak prestasi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan selama satu dekade terakhir. Meskipun demikian, tantangan masih ada, terutama dalam mencapai target inklusi keuangan nasional sebesar 90% di tahun 2024, karena hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbaru menunjukkan tingkat inklusi baru mencapai 75,02%. 

Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, menekankan bahwa meski pencapaian literasi keuangan sudah memuaskan, masih diperlukan upaya ekstra keras untuk meningkatkan inklusi keuangan, terutama di wilayah pedesaan, di antara kelompok remaja, lansia, dan masyarakat dengan pendidikan rendah. Pengamat seperti Nailul Huda dan Irvan Rahardjo juga mengkritik rendahnya literasi dan inklusi di sektor non-bank serta asuransi, menyoroti bahwa peningkatan literasi perlu menjadi fokus, termasuk melalui integrasi ke dalam kurikulum pendidikan dasar.

Euforia Pasar: Indeks Saham Cetak Rekor Baru

15 Aug 2024

Tersengat euforia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengukir rekor penutupan tertinggi baru di level 7.436,04 pada penutupan perdagangan Rabu (14/8). Sejumlah indikator ekonomi dalam negeri yang kurang meyakinkan, serta penurunan kinerja emiten saham pada semester I-2024 membuat laju pasar saham masih rentan goyah di masa mendatang. Pada penutupan perdagangan saham kemarin, IHSG naik 1,08% sejalan dengan arah mayoritas bursa saham dunia yang memang kompak menghijau. Hanya Shanghai Composite Index dan Hang Seng yang berada di zona merah.

Dari dalam negeri, satu-satunya faktor yang bisa dianggap sebagai pendorong indeks adalah rupiah yang terus menguat dan menjauhi level Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Dari AS, data terbaru menunjukkan indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI) pada Juli naik 0,2% secara bulanan. Sementara secara tahunan, CPI tumbuh sebesar 2,9%. Sejumlah analis melihat, melesatnya IHSG dalam beberapa hari terakhir didorong euforia oleh sentimen perbaikan ekonomi global, terutama di AS. Rupiah juga menguat karena melemahnya dolar AS. Pukul 23.21 WIB semalam indeks dolar turun 0,08% ke 102,48. Dalam sebulan, indeks dolar melorot 1,21%.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mencermati, penguatan IHSG belakangan ini ditopang data inflasi AS. Inflasi AS tahunan diprediksi menurun dari sebelumnya 3% menjadi 2,9%. Penurunan suku bunga AS akan menjadi sentimen positif bagi perekonomian dan IHSG. Nico memprediksi, IHSG akan bergerak di 7.350-7.460 pada akhir 2024. "Jika 7.460 terpenuhi, level psikologis IHSG di 7.500. Bila konsisten berada di atas level itu, IHSG berpotensi ke 7.640," imbuh Nico. 

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan juga menilai saham perbankan menjadi primadona investor. Selain BBRI, BMRI, dan BBNI yang berpotensi menjadi tulang punggung laju IHSG, ada BBCA yang bisa menopang pergerakan IHSG. Porsi kapitalisasi pasar empat bank besar itu mencapai 22% total kapitalisasi pasar. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta melihat, prospek cerah masih menaungi saham trio bank pelat merah ke depan. Kemarin, saham BBRI, BMRI dan BBNI jadi mesin pendorong utama penguatan IHSG.

Tantangan Berat dalam Memulihkan Ekonomi Nasional

15 Aug 2024

Tantangan yang dihadapi pemerintah untuk menyehatkan perekonomian semakin berat. Lihat saja, sejumlah indikator makro memperlihatkan perekonomian Indonesia melambat. Pada Juni 2024, pertumbuhan ekonomi tersendat menjadi 5,05% year-on-year (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan Juni 2023 di level 5,17% yoy. Daya beli masyarakat, terutama kelas menengah, terus melorot. Di saat yang sama, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa industri terus membesar. Berdasarkan Laporan LPEM FEB UI, pada 2023, konsumsi kelompok calon kelas menengah dan kelas menengah adalah 82,3% dari total konsumsi rumah tangga di Indonesia. Dari sini, calon kelas menengah menyumbang 45,5% dan kelas menengah berkontribusi 36,8%. Ini menandai peningkatan dari 2014, di mana kelompok ini masing-masing menyumbang 41,8% dan 34,7% dari konsumsi. "Penurunan ini menunjukkan pengurangan konsumsi kelas menengah, yang mencerminkan potensi penurunan daya beli mereka," ujar Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, belum lama ini. 

Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip menilai, kunci mengatasi pelemahan daya beli masyarakat menengah adalah lapangan pekerjaan. Hal ini karena pelemahan daya beli masyarakat terjadi karena banyak kelompok menengah kehilangan pekerjaan atau tidak memperoleh pekerjaan. "Kapasitas produksi industri turun, investasi menurun. Jadi, kalau ingin menciptakan lapangan kerja, hidupkan industri. Ciptakan pekerjaan baru untuk mengganti pekerjaan yang hilang," ujar dia, kemarin. Menurut Sunarsip, isu penurunan daya beli jangan dijadikan alasan untuk pemerintah jor-joran menyalurkan bantuan sosial (bansos). Hal ini karena penyaluran bansos bukan satu-satunya solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sementara itu, Dekan FEB UI Teguh Dartanto menyarankan pemerintah mempercepat realisasi dan distribusi anggaran pemerintah pusat maupun daerah untuk berbagai kegiatan. Selain itu, program padat karya musiman (baik melalui program kementerian maupun dana desa) di masa musim kemarau dapat dilakukan untuk menggerakkan perekonomian lokal.

Emiten Tetap Royal Berbagi Dividen

15 Aug 2024

Musim pembagian dividen belum berakhir hingga memasuki semester dua tahun ini. Dalam waktu dekat, masih ada beberapa emiten yang siap membagikan dividen interim kepada para pemegang saham. Contohnya PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). Emiten pelayaran ini akan membayarkan dividen interim sebesar Rp 32,75 miliar pada 28 Agustus 2024. Setiap pemegang saham SMDR akan memperoleh dividen Rp 2 per saham. Meski nilainya mini, dividen SMDR menambah catatan positif pembagian dividen emiten di sepanjang tahun ini. Sektor keuangan dan perbankan menjadi pembagi dividen terbesar senilai Rp 58,24 triliun. Angka ini naik dari 2023 sebesar Rp 50,57 triliun. Data KSEI tersebut bersifat nett alias sudah dipotong pajak. Data itu hanya mencakup pembagian dividen scripless. 

"Keseluruhan, sektor keuangan dan perbankan yang paling aktif dalam memberikan imbal hasil signifikan bagi perekonomian Indonesia," kata Samsul Hidayat, Direktur Utama KSEI, belum lama ini.  Head of Proprietary Investment Mirae Asset Sekuritas, Handiman Soetoyo berpendapat, sejauh ini cukup banyak emiten yang sudah membagikan dividen dengan porsi 60% hingga nyaris 100% dari perolehan laba semester I-2024. Dalam catatannya, dividen interim yang sudah diumumkan baru mencapai Rp 4,3 triliun. Padahal, total dividen interim di sepanjang 2023 nilainya Rp 65 triliun. Dus, kata Handiman, masih banyak emiten yang berpotensi menyebar dividen interim. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus memproyeksi, ada peluang sektor perbankan akan kembali menebar dividen jumbo. Ini mengingat kinerja emiten perbankan positif hingga pertengahan tahun 2024. Nico melihat, seiring pembagian dividen, emiten dengan nilai mini menarik. Seperti dividen PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Prima Global Logistik Tbk (PPGL), PT Pam Mineral Tbk (NICL) dan PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA).

Rapuhnya Kelas Menengah

15 Aug 2024

Kelas menengah Indonesia makin rapuh, dihantui PHK dan masalah keluarga yang menggerogoti keuangan dan kesehatan mentalnya. Laporan jurnalisme data harian Kompas pada awal pekan ini memaparkan bahwa gangguan kesehatan mental telah bergeser dari pekerja kelas bawah ke kelas menengah. Berdasar analisis data mikro Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS tahun 2017 dan 2022, pergeseran ini dipengaruhi penurunan penyerapan tenaga kerja formal, PHK dan peningkatan angka pengangguran. Pada 2022, sebanyak 49 % pekerja kelas menengah merasakan gangguan kesehatan mental level tinggi. Sesuai Sakernas, definisi gangguan itu adalah pekerja dengan gangguan emosional/perilaku, mengingat/berkonsentrasi, serta mengurus diri dengan intensitas rendah, sedang, dan tinggi.

Analisis data berbeda berdasarkan Susenas BPS tahun 2022 menunjukkan 1,7 juta warga yang tinggal bersama keluarga utuh mengalami tekanan. Jumlah itu setara 58,6 % dari 2,9 juta orang yang mengalami stres di Indonesia. Hasil analisis data mikro Sakernas dan Susenas tersebut mempertebal fakta bahwa kelas menengah tidak baik-baik saja. Laporan Kompas, yang juga berdasarkan data Susenas 2022, menunjukkan jumlah kelas menengah merosot menjadi 52 juta orang pada 2023 dari 60 juta orang pada 2018. Kini, calon kelas menengah mendominasi dengan jumlah separuh populasi di Indonesia, karena daya beli calon kelas menengah dan kelas menengah menurun dipicu pekerjaan tidak layak berupah rendah, cenderung stagnan, serta minim kepastian kerja.

Di luar itu, ternyata ada faktor masalah keluarga yang ikut merongrong. Keluarga tidak harmonis karena berbagai sebab, termasuk karena tekanan ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga, menyebabkan anggotanya tertekan. Angka 1,7 juta jiwa terlihat kecil dibanding 280 juta penduduk Indonesia. Namun, jumlah itu mungkin baru seujung kecil dari bongkahan besar masalah gangguan kesehatan mental di Indonesia. Padahal, keluarga adalah fondasi negara. Ketika keluarga tak berfungsi baik hingga kesehatan mental anggotanya terganggu, negara bisa goyah. Dibutuhkan sejumlah intervensi kebijakan pemerintah untuk mengatasinya. (Yoga)


Ritel Modern Tergerus Daya Beli dan Barang Ilegal

15 Aug 2024

Kinerja ritel modern tengah tergerus pelemahan daya beli serta peredaran barang ilegal dan bekas. Kondisi itu menjadi beban bagi para peritel modern di tengah tantangan perubahan perilaku belanja konsumen di era perkembangan teknologi digital. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memperkirakan kinerja ritel modern semester I-2024 hanya tumbuh 4,8-4,9 % secara tahunan. Pada semester II-2024, pertumbuhannya diperkirakan stagnan, bahkan berpotensi turun. Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey, Rabu (14/8) mengatakan, perlambatan pertumbuhan kinerja ritel pada 2024 dipengaruhi pelemahan daya beli serta peredaran barang ilegal dan bekas. Lesunya daya beli masyarakat itu terlihat dari sejumlah indikator.

Salah satunya adalah deflasi yang terjadi tiga bulan beruntun. Dari data BPS, Indonesia mengalami deflasi pada Mei, Juni, dan Juli 2024 masing-masing 0,03 %, 0,08 %, dan 0,18 %. Menurut Roy, deflasi tersebut lebih mencerminkan penurunan permintaan, bukan kelebihan penawaran. Permintaan turun lantaran banyak pekerja yang mengalami PHK, yakni sekitar 30.000 orang sejak awal 2024. Selain itu, jumlah pekerja informal juga semakin bertambah. ”Mereka yang di-PHK tidak akan memprioritas belanja makanan dan minuman ketimbang belanja lainnya. Para pekerja informal juga kurang lebih sama,” katanya dalam Gambir Trade Talk #15 bertajuk ”Transformasi Ritel Modern di Era Digitalisasi: Peluang dan Tantangan” yang digelar Badan Kebijakan Perdagangan, Rabu, di Jakarta.

”Selain deflasi, pelemahan daya beli juga terindikasi dari tergerusnya tabungan kelas menengah. Tidak mengherankan jika muncul istilah mantab atau makan tabungan,” kata Roy. Di samping lesunya daya beli, Roy juga menyebutkan peredaran barang ilegal dan bekas turut menggerus kinerja ritel modern. Barang-barang impor tersebut masuk ke Indonesia tanpa terpantau dengan baik. Barang-barang itu juga dijual dengan harga relatif murah, baik secara daring maupun luring. Aprindo berharap ada penguatan daya beli, terutama bagi kelas menengah dan bawah. Di sisi lain, pemerintah juga perlu meningkatkan pengawasan perdagangan barang-barang ilegal dan pakaian bekas agar tidak merugikan pelaku usaha dalam negeri. (Yoga)


Sentimen Positif Perdagangan Saham Akibat Penurunan Suku Bunga

15 Aug 2024

Saham beberapa sektor industri di pasar modal diyakini akan tumbuh positif di semester II-2024. Pelaku pasar percaya diri, sentimen penurunan suku bunga akan memperbaiki kinerja keuangan perusahaan tercatat di bursa. Senior Portofolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Samuel Kesuma dalam webinar, Rabu (14/8) membaca ada tiga sektor saham yang akan memiliki kinerja lebih positif di paruh kedua tahun ini dibanding sebelumnya. Sektor itu adalah telekomunikasi, keuangan, dan konsumer. Hal ini dimungkinkan jika prediksi penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, Federal Reserve, terjadi sesuai ekspektasi di September 2024.

Suku bunga acuan AS sejak Juli 2023 hingga Agustus 2024 bertengger di level 5,5 %. Kebijakan di AS akan menjadi katalis seiring tren normalisasi inflasi dan penurunan suku bunga di banyak negara pascapandemi. ”Sektor telekomunikasi cukup stabil secara pendapatan. Kalau suku bunga turun, saham-saham ini akan mengalami apresiasi. Kedua, sektor keuangan yang likuiditasnya akan terbantu penurunan suku bunga. Sektor konsumer juga karena perusahaan yang mengalami tekanan nilai tukar rupiah akan membaik,” katanya. Penurunan suku bunga AS menjadi salah satu faktor yang menguatkan nilai tukar rupiah terhadap USD.

Dari data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Rabu, rupiah menguat 2,6 % ke Rp 15.691 per USD dari Rp 16.100 pada pekan sebelumnya. Ekspektasi pelonggaran moneter AS juga membuat investor asing kembali ke Indonesia setelah melakukan penjualan 2 miliar USD di semester I-2024. Per Juli, investasi 400 juta USD telah kembali masuk ke pasar saham Indonesia. Per 14 Agustus, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melejit ke level 7.400, tertinggi selama tiga bulan terakhir. MAMI, kata Samuel, memproyeksikan IHSG akan tumbuh hingga 7.800 di akhir tahun. (Yoga)