Ekonomi
( 40554 )Harga Nikel Tertekan, Prospek Emiten Menurun
Prospek emiten yang bergelut di bisnis komoditas nikel masih loyo. Sejumlah tantangan masih menghalangi emiten nikel dalam memacu kinerja di tahun ini. Riset terbaru RHB Sekuritas Indonesia menurunkan rekomendasi sektor ini dari overweight menjadi netral. Tingginya tingkat persediaan beberapa logam dasar telah menimbulkan kekhawatiran tentang prospek yang tidak stabil. Terlebih, harga komoditas masih menunjukkan sentimen ketidakpastian. Harga nikel sempat menembus level US$ 20.000 per ton pada periode April-Mei, sebelum kembali melandai ke level US$ 16.000-US$ 17.000 per ton. Penurunan estimasi harga rata-rata nikel ini mempertimbangkan isu surplus persediaan, antusiasme terhadap kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang turun, hingga potensi penurunan pangsa pasar baterai berbasis nikel terhadap alternatif lainnya.
Research Analyst Phintraco Sekuritas, Arsita Budi Rizqi mengamini, outlook komoditas nikel pada semester II-2024 masih oversupply dan cenderung minim sentimen. Namun harga nikel yang masih bertahan di atas level US$ 16.550 per ton pada Agustus.
Menjelang akhir tahun 2024, Arsita memprediksi, harga nikel akan menanjak di kisaran US$ 17.500 per ton. Sentimen terdekat yang dapat memengaruhi harga nikel adalah mulai masuk musim puncak produksi stainless steel pada September-Oktober 2024.
Fauzan dan Wafi memprediksi, emiten nikel khususnya pemain smelter, akan lebih fokus pada risiko penurunan margin dan akan mengejar pertumbuhan laba bersih. Dus, para pelaku di sektor ini bakal menggenjot efisiensi biaya, khususnya energi, sambil berusaha meningkatkan output untuk mempertahankan pendapatan utama.
Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya melihat, permintaan EV bakal jadi katalis positif emiten nikel. Pendongkrak lain, datang dari tren kecerdasan buatan yang butuh lebih banyak produksi cip, serta efek pemangkasan suku bunga The Fed terhadap harga komoditas logam.
Tanda-Tanda Saham Potensial Untung
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (20/8), yang memberikan sinyal kuat bagi investor untuk kembali berburu saham pilihan. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengungkapkan bahwa IHSG mencapai level 7.533,98, meningkat 3,59% secara year-to-date (YtD). Pihaknya merevisi target IHSG ke level 7.640-7.720, dengan prediksi potensi bullish hingga akhir tahun 2024.
Nico menilai bahwa kenaikan IHSG didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS dan valuasi menarik di sektor keuangan serta consumer non-cyclical. Ia menyarankan investor untuk memperhatikan saham lapis kedua yang memiliki fundamental kuat. Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham-saham seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan AMRT.
Fath Aliansyah Budiman, Senior Research Analyst Lotus Andalan Sekuritas, menambahkan bahwa IHSG berpotensi mencapai level 7.800—8.000 pada 2024, didorong oleh sentimen positif global dan domestik. Sementara itu, Ike Widiawati, Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas, melihat peluang IHSG melanjutkan penguatan hingga 7.900, dengan dukungan dari penurunan suku bunga The Fed, stabilitas politik, dan inflow asing.
Saham lapis kedua yang tergabung dalam indeks SMC Likuid dinilai lebih atraktif karena peluang rebound yang tinggi, dengan potensi dividen interim dari saham-saham seperti BBCA, BBRI, dan UNTR.
Ketahanan Fiskal: Risiko Utang Besar Jatuh Tempo
Utang jatuh tempo pemerintah sebesar Rp800 triliun pada 2025 berpotensi menimbulkan risiko besar, baik terhadap ruang fiskal pemerintahan baru maupun stabilitas nilai tukar rupiah. Sekitar Rp600 triliun dari utang tersebut akan dipenuhi melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), yang berisiko meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah. Menurut Chatib Basri, ekonom Universitas Indonesia, hal ini dapat menyebabkan investor melepas SBN, sehingga menekan nilai tukar rupiah. Chatib juga menyoroti tingginya rasio debt-service to revenue, yang mempersempit ruang fiskal untuk pembangunan infrastruktur dan program sosial.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyadari dampak suku bunga SBN yang tinggi terhadap APBN, tetapi menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas ekonomi dan fiskal. Sementara itu, Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo Subianto-Gibran, Dradjad H. Wibowo, menyampaikan bahwa pemerintahan baru akan fokus meningkatkan penerimaan negara melalui reformasi sistem perpajakan dan pengumpulan pajak yang lebih efektif.
PLTA Kayan: Izin Panjang Jadi Hambatan
Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Cascade menghadapi tantangan besar terkait proses perizinan yang rumit dan memakan waktu hingga belasan tahun. PT Kayan Hydro Energy telah mendapatkan izin lokasi sejak 2012, namun hingga kini belum ada bendungan yang terbangun. Proses perizinan yang berlapis dan belum adanya preseden untuk proyek PLTA sebesar 9.000 MW di Indonesia maupun ASEAN menjadi salah satu faktor penghambat utama.
Steven Kho, Komite Eksekutif Kayan Hydro Energi, menyatakan bahwa lebih dari 60 izin diperlukan untuk proyek ini, membuat perizinannya sangat kompleks. Selain itu, kendala lain muncul dari perlunya memastikan megaproyek tersebut tetap berada di bawah kendali Indonesia, mengingat proyek ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang. Hashim Djojohadikusumo, yang menunjukkan minat untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.
Posisi Nyaman Rupiah Bagi Pelaku Usaha
Rupiah semakin berotot terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Faktor eksternal yang mendukung dan optimisme terhadap perekonomian Indonesia menjadi penopang penguatan rupiah. Menurut data Bloomberg, rupiah spot berada di Rp 15.436 per dolar AS. Mata uang garuda menguat 0,74% secara harian. Sudah sembilan hari terakhir rupiah konsisten di bawah Rp 16.000 per dolar AS. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, secara umum mata uang emerging market menguat terhadap dolar AS. Ini didorong dari rentetan data ekonomi AS yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Sejak awal tahun, rupiah masih turun tipis dibandingkan akhir tahun 2023. Namun, penguatan ini menyiratkan mendinginnya efek ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan memudarnya ketidakpastian suku bunga The Fed. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual juga melihat positif fundamental rupiah.
Tapi, untuk sektor riil stabilitas rupiah lebih penting. "Penguatan dan pelemahan yang terlalu signifikan mengganggu kepercayaan pelaku usaha," sebutnya. Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana mengatakan, sejatinya, secara fundamental bukan rupiah yang menguat. Apresiasi rupiah lebih disebabkan indeks dolar melemah.Fikri juga mengingatkan, hasil pemilu AS dan arah kebijakannya nanti, dapat membuat rupiah kembali fluktuatif. Jika pemulihan AS lebih baik pada saat suku bunga diturunkan, rupiah bisa terdepresiasi. Yang jelas, penguatan rupiah menguntungkan bagi emiten berorientasi impor. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menilai, angin segar dari penguatan rupiah ini menguntungkan sektor konsumer primer, industri dan bank.
Membidik Cuan dari Dividen Interim
Menjelang akhir tahun, investor sudah bisa mengambil ancang-ancang untuk menadah dividen jumbo. Cara paling mudah untuk mendapatkan saham dengan imbal hasil dividen besar adalah melihat konstituen indeks IDX High Dividend 20. Direktur Reliance Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, saat ini investor sudah bisa mencicil beli saham-saham emiten yang berpotensi menyebar dividen. Biasanya, harga saham akan bergerak saat adanya pengumuman pembagian dividen sampai cum date. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, jika hanya fokus mengejar dividen, biasanya investor akan mengabaikan fundamental emiten. Menurut Nico, apabila fundamental emiten kuat, dan sektor yang menopangnya baik serta sejalan dengan tren yang sedang terjadi, maka risiko penurunan harga saham dapat diminimalisir setelah dividen dibagikan. Dia mencermati, sektor finansial dan pertambangan biasanya akan menjadi primadona dalam membagikan dividen.
Head of Proprietary Investment Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo mengatakan, saham penghuni Indeks IDX High Dividend 20 tidak bisa lagi menjadi acuan bagi investor untuk memburu saham dividen. Hal ini tercermin besaran imbal hasil (yield) dividen yang dibagikan emiten di awal tahun 2024.
Berdasarkan data Mirae Asset Sekuritas per 31 Januari 2024, dari 20 emiten hanya ada delapan saham yang memberikan dividend yield tinggi di atas 5%, yakni ADRO, ITMG, PTBA, ASII, UNTR, ANTM, BBRI, BMRI. Lalu, ada empat saham yang dividend yield-nya tergolong standar di kisaran 4%, yaitu BBNI, UNVR, TLKM, INDF.
Dari sektor perbankan, BBRI masih mampu mencetak pertumbuhan laba bersih 0,95% secara tahunan menjadi Rp 29,7 triliun. Sementara itu, laba bersih BMRI naik 5,22% secara tahunan menjadi Rp 26,55 triliun.
Dari penghuni IDX High Dividend 20, saham pilihan Handiman jatuh pada ADRO, ITMG, PTBA, UNTR, ANTM, BBRI dan BMRI untuk dicermati pembagian dividennya.
Sedangkan Reza merekomendasi beli UNTR, BBCA, TLKM, ITMG, SMGR dan BBRI. Target harga masing-masing Rp 29.600, Rp 11.900, Rp 3.350, Rp 30.450, Rp 4.530 dan Rp 5.650 per saham.
Bisnis BBM Dihadapkan pada Bayangan Lesu
Penjualan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih rendah, menyebabkan kinerja PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) di semester pertama tahun ini tidak terlalu menggembirakan. Namun AKRA masih bisa berharap, segmen penjualan lahan industri dapat mendukung pendapatan AKRA ke depan. Analis Sinarmas Sekuritas, Inav Haria Chandra mengatakan, pencapaian laba AKRA di kuartal kedua tahun 2024 meleset dari ekspektasi. Di periode ini, laba bersih AKRA sebesar Rp 408 miliar, turun 32% secara kuartalan (qoq) dan 4% secara tahunan (yoy), mengikuti pendapatan yang lebih rendah dari segmen perdagangan dan distribusi. Alhasil, laba bersih AKRA turun 2,7% yoy menjadi Rp 1 triliun pada akhir semester I-2024.
Pendapatan AKRA juga merosot 6,04% yoy menjadi Rp 18,65 triliun. Laba bersih AKRA selama semester I-2024 ini baru mewakili 30% dari estimasi setahun penuh Sinarmas Sekuritas dan 34% proyeksi konsensus tahun ini.
Analis Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer mengamati, penurunan kinerja AKRA ini juga sejalan dengan turunnya harga minyak mentah dunia.
Inav mengatakan, di segmen kawasan industri, penjualan lahan AKRA mencapai 18,1 ha di semester I-2024, yang sebagian besar berasal dari perusahaan otomotif dan baja. Namun, hasil penjualan ini hanya mencapai 14% dari target setahun penuh AKRA seluas 130 hektare (ha).
Seiring adanya tantangan yang tidak terduga di segmen distribusi BBM, AKRA telah merevisi target pertumbuhan laba tahun 2024 bakal turun dari 12%-15% menjadi 4%-7%.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Richard Jerry melihat, kinerja AKRA juga memangkas laba bersih AKRA, lebih rendah -2% yoy tahun ini menjadi Rp 2,73 triliun.
IHSG Menghijau ke Rekor Baru di 7.500
Indeks Harga Saham Gabungan kembali memecahkan rekor terbaru pada Selasa (20/8). Penguatan bersama bursa saham global menunjukkan optimism pasar pada penurunan suku bunga September mendatang. IHSG yang sehari sebelumnya melonjak ke level 7.466 melanjutkan pertumbuhan pada awal perdagangan hari ini hingga menembus level 7.500. Penguatan itu ditopang kenaikan harga saham di indeks keuangan, bahan baku, dan konsumer siklikal. Investor tercatat melakukan pembelian bersih senilai Rp 353 miliar, awal pekan ini. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai, pergerakan IHSG masih berada di fase kenaikan.
Hal tersebut sejalan dengan laporan teknikal mereka yang memprediksi IHSG akan menguji level 7.513 jika berhasil melewati harga 7.488. ”Ke depan, kami perkirakan penguatan IHSG relatif terbatas dan rawan terkoreksi,” katanya hari ini. Pengamat pasar modal, Lanjar Nafi, mengatakan, IHSG di level 7.500 belum sepenuhnya terdorong dari saham-saham berkapitalisasi besar. Peningkatan ini lebih dipengaruhi kenyamanan investor akan masa depan arah suku bunga BI dan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed). Sentimen positif dalam negeri lainnya juga dipicu RAPBN 2025 yang diumumkan pekan lalu.
Dengan RAPBN antara yang ada, Lanjar menilai, peralihan presiden di Oktober besok diperkirakan terjadi lebih terukur. Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, dalam analisisnya mencatat, sejumlah bursa global mengalami penguatan di akhir perdagangan kemarin, Senin (19/8). Indeks di pasar saham AS menguat, seperti Dow Jones menguat 0,58 % ke 40.896,53 dan indeks S&P 500 naik 0,97 % ke 5.608,25. Indeks pasar modal Eropa juga mengalami tren kenaikan. Bursa CAC Perancis naik 0,70 % ke 7.502,01 dan DAX Jerman tumbuh 0,54 % ke 1.8421,69. ”Optimisme investor tinggi karena mereka mengantisipasi potensi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve dengan pidato kunci Kepala The Fed Jerome Powell di Simposium Jackson Hole,” ujarnya. (Yoga)
Program Sejuta Rumah Jokowi
Program sejuta rumah dicanangkan Presiden Jokowi pada 29 April 2015 di Jateng. Targetnya, pembangunan rumah mencapai 1 juta unit per tahun sampai 2030. Realisasi dari klaim pemerintah selama periode 2015-2023 sebanyak 9.206.379 unit. Sementara realisasi Januari-Juli 2024 mencapai 617.622 unit atau 59,2 3 % dari target. Jumlah ini meliputi pembangunan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) 484.119 unit dan non-MBR 133.503 unit di seluruh Indonesia. Pembangunan rumah untuk MBR sebanyak 484.119 unit dikerjakan sejumlah pemangku kepentingan. Terbanyak dikerjakan Kementerian PUPR, yakni 121.738 unit. Sementara kementerian dan lembaga negara lain 8.345 unit, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) 72.582 unit dan pemda 11.898 unit.
Ada pula rumah yang dibangun pengembang non-fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebanyak 266.086 unit, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa perumahan sejumlah 66 unit, dan masyarakat sebanyak 3.404 unit. Sementara realisasi pembangunan rumah non-MBR sebanyak 133.503 unit dikerjakan oleh pengembang 129.745 unit dan masyarakat 3.758 unit. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menilai, tujuan program sejuta rumah perlu diluruskan agar program perumahan lebih tepat sasaran dalam pemerintahan periode 2024-2029. Apalagi, jika presiden terpilih Prabowo Subianto bakal mengusung program 3 juta rumah per tahun yang lebih ambisius. Program sejuta rumah awalnya didorong untuk mengatasi kekurangan (backlog) rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Namun, program itu dinilai salah sasaran karena memasukkan pembangunan rumah non-MBR yang bukan sasaran program pemerintah. Perluasan kategori program sejuta rumah itu disinyalir agar data realisasi menjangkau lebih banyak pembangunan rumah, termasuk pembangunan perumahan yang bukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Artinya, tak semua jumlah realisasi pembangunan yang diklaim pemerintah adalah perumahan untuk rakyat berpenghasilan rendah, sasaran awal program. Kekurangan kepemilikan rumah di Indonesia, menurut Indonesia Property Watch, mencapai 9,9 juta unit. Upaya mengatasinya perlu keberpihakan pembiayaan, dukungan kelembagaan, dan bank tanah. Orkestrasi dana abadi perumahan diperlukan dengan menyempurnakan peran Tapera dan kelembagaan lainnya yang mengurusi pembiayaan perumahan. (Yoga)
”E-groceries” Merambah Pasar Tradisional
Pasar e-groceries ngeri-ngeri sedap. Sejumlah pemain penyedia platform tumbang. Namun, peluang pasarnya masih terbuka lebar. Mereka yang masih berikhtiar terus memperluas jaringan mitra-mitranya. Salah satunya dengan pedagang-pedagang di pasar tradisional. E-groceries adalah layanan belanja barang kebutuhan sehari-hari secara daring, meliputi pemesanan, pengiriman, sekaligus pembayarannya. Titipku, misalnya, tengah menargetkan bisa masuk ke 1.000 pasar tradisional dalam jangka waktu lima tahun. Target itu akan menyasar pasar-pasar di kota besar luar Jabodetabek, seperti Bandung, Palembang, dan Pontianak.
”Potensi pasar grocery di Indonesia itu sesuai riset BPS dan Euromonitor sekitar 150 miliar USD dan 70 % di antaranya ada di pasar tra disional,” kata CEO Titipku Henri Suhardja saat peluncuran Impact Report 2024 di Jakarta, Senin (19/8). Henri optimistis popularitas pasar tradisional sebagai tujuan berbelanja masih tinggi di kalangan masyarakat. Sejak masuk ke Jakarta pada 2020 hingga 31 Juli 2024, Titipku sudah bermitra dengan 150 pasar di Jabodetabek dengan total pedagang mencapai 10.000 pedagang. Henri mengatakan, pada awal Titipku diperkenalkan, tidak mudah bagi pedagang pasar tradisional segera percaya pada jasa yang dikembangkan Titipku.
Yaitu menghubungkan secara daring antara konsumen yang suka titip belanja di pasar tradisional dan orang-orang yang suka belanja dan mau bekerja sebagai yang membelanjakan. Sejak 2021, Titipku membukukan nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV) tahunan yang naik 12 kali lipat. Pendapatan tahunan naik 40 kali lipat. Perbandingan pendapatan dan GTV meningkat empat kali lipat. Henri mengklaim, pedagang pasar yang bergabung dalam ekosistem Titipku meraup kenaikan omzet 3-7 kali lipat. Dengan pencapaian ini, Henri optimistis, nasib pasar tradisional tidak akan mati. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









