Ekonomi
( 40460 )CUAN Dapatkan Pinjaman Rp 700 Miliar dari BMRI untuk Ekspansi
Emiten pertambangan batubara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) kembali meraih fasilitas pinjaman dari perbankan. Kali ini, CUAN telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit hingga Rp 700 miliar dengan Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Sekretaris Perusahaan Petrindo Jaya Kreasi, Robertus Maylando Siahaya bilang, CUAN bersama entitas anak usahanya dan BMRI telah meneken akta perjanjian fasilitas kredit pada 13 September 2024.
Berdasarkan perjanjian fasilitas tersebut, emiten batubara yang dikendalikan oleh taipan Prajogo Pangestu ini mendapatkan fasilitas kredit berjangka senilai Rp 700 miliar. Pinjaman berdasarkan perjanjian fasilitas itu jatuh tempo pada 12 September 2029.
Seluruh pinjaman tersebut akan digunakan CUAN untuk membiayai gap cashflow perusahaan. "Pinjaman dari BMRI menyebabkan bertambahnya kewajiban keuangan, sekaligus membantu perseroan membiayai kegiatan usaha," ungkap Robertus dalam keterbukaan informasi, Rabu (18/9).
Rajin Ekspansi, Kinerja Emiten Semakin Kuat
Bisnis rumah sakit PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) diproyeksi semakin bugar. Penambahan rumah sakit baru dan partisipasi yang kuat dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan mempertebal pendapatan emiten pengelola RS Hermina ini. Analis Maybank Sekuritas Indonesia Paulina Margareta mengatakan, di sektor rumah sakit, HEAL diunggulkan. Ini karena volume pasien yang tinggi serta partisipasi kuat di program JKN. Meskipun di antara emiten rumah sakit besar lainnya HEAL memiliki pendapatan per pasien terendah dan kontribusi JKN tertinggi, emiten ini dinilai mampu meningkatkan dan menstabilkan margin EBITDA pada 28%-30% di tahun 2024-2026. Margin EBITDA HEAL diproyeksi akan terus meningkat dari 26,8% pada tahun 2023 menjadi 29,9% pada tahun fiskal 2026. Menurut Paulina, pertumbuhan pendapatan HEAL termasuk paling unggul dibandingkan dengan perusahaan sejenis, terutama setelah terjadinya pandemi. tingkat pertumbuhan tahunan majemuk HEAL berada di atas 17% pada tahun 2022-2024. Angka ini lebih tinggi ketimbang yang dicatatkan pesaingnya yakni PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dan PT Siloam International Hospital Tbk (SILO), yakni 11% dan 15%.
Paulina juga menyoroti, pendapatan per tahun HEAL dipengaruhi oleh adanya model kemitraan dokter. Seperti diketahui, HEAL menawarkan kepemilikan saham 0,5%-1% kepada dokternya di rumah sakit masing-masing. Sehingga mendorong perluasan bisnis dan mempertahankan dokter yang berkualitas.
Investment Consultant
PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada mengatakan, penambahan RS Hermina tentunya dapat menambah kontribusi pendapatan HEAL. "Meskipun, akan ada beban biaya tambahan yang timbul," sebut Reza.
Analis MNC Sekuritas Rudy Setiawan menilai, kontribusi rumah sakit baru HEAL kemungkinan baru akan terasa pada kuartal I-2025 mendatang. Rumah sakit yang baru beroperasi ini masih akan meningkatkan biaya awal, karena kebutuhan personel baru, termasuk staf medis dan dukungan kantor pusat.
Rudy menyarankan
buy
saham HEAL dengan mengerek target harga lebih tinggi, menjadi Rp 1.680 per saham. Reza juga merekomendasikan
buy
saham HEAL dengan target harga Rp 1.550 per saham. Begitu juga Pauline yang menyarankan
buy
HEAL dengan target harga Rp 1.850. Kemarin, harga HEAL naik 4,63% ke Rp 1.470 per saham.
Suku Bunga BI Turun, Perbankan Genjot Pertumbuhan Kredit
Perbankan mendapat angin segar baru. Bank Indonesia (BI) telah menurunkan bunga acuannya 25 basis point (bps) ke level 6%. Kebijakan tersebut bakal mengurangi tekanan biaya dana yang menjadi tantangan utama bank tahun ini. Tingginya biaya dana menjadi salah satu penyebab tingkat profitalitas perbankan tahun ini melambat. Data Bank Indonesia (BI) mencatat suku bunga simpanan berjangka mengalami tren peningkatan selama era suku bunga tinggi. Per Juli 2024, bunga simpanan berjangka tenor 1 bulan mencapai 4,75%. Sedangkan pada Juli 2023 masih di level 4,54% dan di Desember sebesar 4,71%. Penurunan bunga acuan tentu akan segera direspon bank-bank dengan menurunkan bunga dana mahalnya. Bank CIMB Niaga, misalnya, akan fokus menurunkan biaya dana atau cost of fund (CoF) dengan adanya penurunan BI rate. Artinya, bunga simpanan bank berkode saham BNGA ini akan lebih dulu turun agar likuiditas semakin baik dan bank selanjutnya bisa memberikan bunga kredit lebih murah. “(Dengan penurunan CoF) margin bisa tetap sehat. Bank juga bisa membiayai kredit, termasuk resiko NPL,” kata Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan, Rabu (18/9).
Namun, Lani belum bisa memastikan bunga simpanan bisa langsung turun setelah pasca penurunan BI rate yang diputuskan pada Rabu (18/9). Menurutnya, penyesuaian bunga dana itu akan tergantung juga dengan perkembangan kondisi industri dan rate instrumen investasi lain.
Sementara itu, Direktur Keuangan Bank Mandiri Sigit Prastowo melihat penurunan BI rate akan lebih berdampak pada likuiditas ketimbang permintaan kredit. Kebijakan itu akan lebih cepat bedampak pada penurunan bunga dana.
Adapun Direktur Keuangan Bank Raya Rustati Suri Pertiwi melihat bahwa penuruna bunga acuan akan menurunkan biaya bank, terutama biaya dana. “Efisiensi biaya dana akan mendorong peningkatan efisiensi industri perbankan Indonesia.” ujarnya.
Sebagai informasi, Tiwi bilang sejauh ini belum melakukan kenaikan suku bunga. Ia bilang untuk saat ini bunga kredit di Bank Raya beragam tergantung jenis kreditnya, tapi untuk SBDK mikro di kisaran 15% dan SBDK ritel di kisaran 11%.
Dominasi Asuransi Syariah dalam Bisnis Patungan Kian Meningkat
Perusahaan patungan berpotensi makin menancapkan kukunya di industri asuransi jiwa dalam negeri. Berkat kekuatan modal yang dimiliki, perusahaan joint venture dianggap bakal mampu memenuhi sejumlah aturan baru yang bakal berlaku mulai tahun depan. Aturan anyar itu di antaranya penerapan PSAK 117 yang akan mulai berlaku pada Januari 2025. Aturan ini mengadopsi IFRS 17 yang sudah berlaku secara global. Selain itu, perusahaan joint venture juga dianggap lebih siap memenuhi aturan ekuitas yang dituangkan dalam POJK nomor 23 tahun 2023. Berdasarkan kajian IFG Progress, implementasi PSAK 117 akan berdampak pada ekuitas asuransi yang secara paralel sedang melakukan persiapan memenuhi POJK 23/2023. Kondisi ini diprediksi akan membuat landscape industri asuransi cenderung lebih ramping dengan aksi merger dan akuisisi guna memenuhi ketentuan ekuitas.
Pengamat asuransi Irvan Raharjo menilai tak mengherankan bila ekuitas perusahaan asuransi jiwa patungan mendominasi. Pasalnya sejak didirikan bertahun-tahun lalu, ada ketentuan permodalan perusahaan asuransi asing yang memang dipatok lebih tinggi dibanding perusahaan swasta nasional.
Sejumlah perusahaan asuransi
joint venture
pun menegaskan kesiapan memenuhi dua ketentuan ini. CEO PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk Wianto Chen bilang pihaknya sudah menggunakan standar pencatatan PSAK 117 untuk pelaporan kepada grup usahanya. Meski ia mengaku penerapan PSAK 117 memang perlu tambahan tenaga ahli hingga komponen teknis baru.
Sementara
Chief Financial Officer
PT Prudential Life Assurance Adit Trivedi bilang pihaknya telah menyelaraskan proses internal dengan standar baru tersebut sejak 2022. Terutama soal pelaporan yang dikirim ke perusahaan induk. "Kami melihat penerapan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan manajemen risiko serta transparansi keuangan," ungkap Adit.
Percepatan Pembangunan Angkutan Perkotaan dengan Kolaborasi
Legislasi RUU Kepariwisataan Ditolak Pemerintahan Jokowi
BRT, Mengurangi Potensi Kemacetan Bandung Raya
Persyaratan Kredit UMKM yang Rumit
Integritas Panitia KPK Tidak Meyakinkan
Polemik Kadin Masih Berlanjut
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









