Kategori
Ekonomi
( 40430 )Prospek Komoditas, Bagaimana Nasib 10 Andalan Ekspor?
06 Mar 2019
Ekspor sejumlah komoditas nonmigas utama Indonesia, diperkirakan mengalami pertumbuhan pada tahun ini. Namun, sejumlah catatan mengiringi proyeksi positif tersebut. Adapun komoditas itu antara lain minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan produk turunannya, kakao, kopi, karet dan produk dari karet, ikan dan hasil laut, kayu dan furnitur, Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), kertas dan pulp, batu bara dan lignit, serta nikel. Berbagai peluang dan tantangan membayangi kinerja ekspor 10 komoditas andalan pada tahun ini. Sebagian besar dipicu oleh kondisi permintaan dan harga internasional yang fluktuatif akibat ketidakpastian arah perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. Indonesia tidak bisa terus berharap pada peluang dari perang dagang Amerika Serikat dengan China tersebut untuk memacu ekspor. Pemerintah harus memiliki perencanaan yang matang dalam strategi memperbaiki kinerja ekspor nonmigas. Masing-masing industri harus punya roadmap yang jelas untuk jangka pendek dan jangka panjang, berikut exit stratey apabila pasar utama ekspor terganggu. Jika tidak selamanya kita akan tergantung pada kondisi di pasar global dan negara tujuan utama ekspor.
Serangan Dompet Digital Mengadang Kartu Kredit
06 Mar 2019
Persaingan layanan transaksi pembayaran lewat aplikasi kian sengit. Tawaran cashback dan diskon pada satu merchant dari dua aplikasi berbeda semakin mudah ditemukan. Aplikasi pembayaran yang mendominasi adalah PT Visionet Internasional lewat brand OVO dan Go-Pay milik PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Potensi bisnis transaksi pembayaran elektronik masih besar. BUMN juga tak mau kalah dan siap mengadang OVO dan Go-Pay dengan LinkAja.
Tren masyarakat menggunakan transaksi non tunai diyakini belum mengganggu bisnis berbasis kartu perbankan seperti kartu kredit. Kehadiran tekfin justru jadi peluang bagi perbankan berkolaborasi dan berkompetisi secara sehat. Aplikasi pembayaran OVO dan Go-Pay didominasi transaksi nilai kecil. Jadi aplikasi pembayaran itu lebih mengarah ke pengganti uang tunai.
Tren masyarakat menggunakan transaksi non tunai diyakini belum mengganggu bisnis berbasis kartu perbankan seperti kartu kredit. Kehadiran tekfin justru jadi peluang bagi perbankan berkolaborasi dan berkompetisi secara sehat. Aplikasi pembayaran OVO dan Go-Pay didominasi transaksi nilai kecil. Jadi aplikasi pembayaran itu lebih mengarah ke pengganti uang tunai.
RI Ekspor LNG 16 Kargo Per Tahun ke Singapura
06 Mar 2019
Indonesia akan mengekspor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) sebanyak 16 kargo per tahun ke Singapura sampai 2025. Pasokan LNG ini berasal dari Train-3 Kilang LNG Tangguh yang kini tengah dibangun BP Berau. Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko SIswanto menuturkan, ekspor LNG ke Singapura merupakan hasil lelang pengjualan LNG yang dilakukan BP. Total ekspor LNG ke Singapura ini, disebutnya mencapai 84 kargo, nantnya BP akan mengirimkan sebanyak 16 kargo per tahun.
Menkeu akan Investigasi Pajak Buku Impor Pameran BBW
06 Mar 2019
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan akan menginvestigasi mengenai kewajiban pajak dan bea masuk dari seluruh buku-buku impor yang dijual di pameran Big Bad Wolf 2019. Senada dengan Menkeu, Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi mengatakan akan segera memeriksa ketentuan bea masuk buku-buku Big Bad Wolf 2019. Sebagai gambaran, kewajiban bea masuk untuk buku impor bisa saja mendapat pembebasan jika buku tersebut adalah buku ilmu pengetahuan, buku pelajaran, kitab suci, dan buku pelajaran agama sesuai Surat Edaran Bea dan Cukai Nomor SE-16/BC/2013. Namun perlu diteliti lebih lanjut mengenai pajak dan bea masuk buku yang termasuk dalam kategorii fiksi seperti novel.
Astra dan Go-Jek Bersinergi
05 Mar 2019
PT Astra International Tbk dan Go-Jek membentuk perusahaan patungan. Nantinya, perusahaan patungan ini menyediakan kendaraan roda empat yang akan dilibatkan dalam sistem aplikasi transportasi Go-Car. Selain itu grup Astra telah menempatkan investasi sekitar Rp 2 triliun ke Go-Jek. Saat itu dana investasi dari Astra digunakan Go-Jek untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas teknologi sehingga menambah nilai tambahan layanan bagi mitra dan pelanggan.
Presiden Direktur Astra Indonesia Prijono Sugiarto, keikutsertaan Astra dalam putaran pertama pendanaan seri F maka total investasi Astra ke Gojek 250 juta dollar AS. Pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim menjelaskan perusahaan patungan itu menyediakan angkutan sewa khusus dari pintu ke pintu menggunakan fitur Go-Car. Calon mitra pengemudi Go-Car berkesempatan mendapatkan akses terhadap aset kendaraan berkualitas prima. Terkait dana segar dari Astra, Nadiem menyebutkan akan digunakan untuk memperdalam penetrasi pasar dan memperkuat posisi Go-Jek sebagai platform layanan bergerak dan pembayaran digital. Dana itu akan dimanfaatkan untuk membantu ekspansi di pasar regional.
Mengutip crunchbase.com, Go-Jek telah mengumpulkan total pendanaan sekitar 3 miliar dollar AS selama delapan putaran. Pada akhir Oktober 201, putaran pendanaan pada tahap seri F diperoleh dari Tencent Holdings, Google dan JD.com dengan jumlah dana yang terkumpul 920 juta AS. Pada akhir 2018, Go-Jek membukukan total transaksi kotor (GTV) lebih dari 9 miliar dollar AS dengan jumlah transaksi mencapai 2 miliar. GTV Go-Pay sebesar 6,3 miliar dollar AS dan GTV Go-Food tercatat 2 miliar dollar AS.
Presiden Direktur Astra Indonesia Prijono Sugiarto, keikutsertaan Astra dalam putaran pertama pendanaan seri F maka total investasi Astra ke Gojek 250 juta dollar AS. Pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim menjelaskan perusahaan patungan itu menyediakan angkutan sewa khusus dari pintu ke pintu menggunakan fitur Go-Car. Calon mitra pengemudi Go-Car berkesempatan mendapatkan akses terhadap aset kendaraan berkualitas prima. Terkait dana segar dari Astra, Nadiem menyebutkan akan digunakan untuk memperdalam penetrasi pasar dan memperkuat posisi Go-Jek sebagai platform layanan bergerak dan pembayaran digital. Dana itu akan dimanfaatkan untuk membantu ekspansi di pasar regional.
Mengutip crunchbase.com, Go-Jek telah mengumpulkan total pendanaan sekitar 3 miliar dollar AS selama delapan putaran. Pada akhir Oktober 201, putaran pendanaan pada tahap seri F diperoleh dari Tencent Holdings, Google dan JD.com dengan jumlah dana yang terkumpul 920 juta AS. Pada akhir 2018, Go-Jek membukukan total transaksi kotor (GTV) lebih dari 9 miliar dollar AS dengan jumlah transaksi mencapai 2 miliar. GTV Go-Pay sebesar 6,3 miliar dollar AS dan GTV Go-Food tercatat 2 miliar dollar AS.
Migrasi Tuntas di Akhir Maret
05 Mar 2019
Migrasi uang elektronik berbasis server milik BUMN ke platform LinkAja diharapkan tuntas pada akhir Maret 2019. Selama proses migrasi berlangsung, fokus utama pengelola LinkAja adalah mengakuisisi pelanggan serta mitra pedagang. LinkAja menggabungkan uang elektronik berbasis server yang diterbitkan sejumlah perusahaan BUMN seperti : TCash, e-cash, Tbank, UnikQu. uang elektronik bank BUMN sedang dalam proses migrasi, tim BUMN sedang mengatur sistem perangkat mesin pembaca kartu (EDC) agar bisa membaca transaksi berbasis QRcode LinkAja.
Manggis Bogor Banyak Diekspor ke Cina
05 Mar 2019
Republik Rakyat Cina (RRC) menjadi negara tujuan ekspor buah manggis terbesar bagi Kabupaten Bogor. Terhitung sejak November 2018 hingga awal Maret 2019, ekspor manggis ke Cina mencapai 1.039 ton. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Kabupateb Bogor, Siti Nurianty mengungkapkan saat ini ada sekitar 30% hingga 40% dari produksi manggis Kabupaten Bogor yang menyumbang total kuota ekspor manggis dari Indonesia ke Cina. Siti menambahkan, hingga kini DTPH bekerjasama dengan PT Mahkota Manggis Sejati sebagai pelaksana ekspor bagi komoditas manggis.
Niaga Daring Perlu Inovasi
05 Mar 2019
Sektor niaga daring di Indonesia terus berkembang. Beberapa perusahaan bahkan naik kelas menjadi unicorn atau perusahaan bervaluasi 1 miliar dolar AS. Namun, tidak semua mampu bertahan dalam persaingan. Menurut ekonom INDEF Andry Satrio Nugroho, perusahaan daring butuh inovasi yang kuat dalam memanfaatkan modal. Tokopedia dan Bukalapak mampu menjadi unicorn kerena mengarah menjadi aplikasi super (tidak hanya menjual barang, tapi juga mengintegrasikan jasa). Sebaliknya beberapa perusahaan daring justru meredup seperti Qlapa dan MatahariMall karena hanya mampu mengubah konsep toko luring menjadi daring.
Niaga daring yang menjual produk kerajinan lokal Qlapa mengumumkan penutupanya pada Senin, 4 Maret 2019. Perusahaan yang telah beroprasi selama 4 tahun tersebut gulung tikar meski meraih sejumlah penghargaan.
Niaga daring yang menjual produk kerajinan lokal Qlapa mengumumkan penutupanya pada Senin, 4 Maret 2019. Perusahaan yang telah beroprasi selama 4 tahun tersebut gulung tikar meski meraih sejumlah penghargaan.
AirAsia Hengkang dari Traveloka
05 Mar 2019
Maskapai berbiaya hemat (LCC) PT AirAsia Indonesia Tbk akhirnya menarik seluruh penjualan tiket pesawat melalui kanal Traveloka. Maskapai tersebut meminta calon penumpang membeli tiket melalui laman resmi atau aplikasi ponsel AirAsia. Hal tersebut disampaikan AirAsia merespons hilangnya penjualan tiket AirAsia di Traveloka beberapa waktu lalu.
Direktur Utama AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan mengatakan bahwa tiket AirAsia hilang dari Traveloka pada 14 hingga 17 Februari 2019 dan kedua kalinya pada 2 Maret 2019.Traveloka menyayangkan sikap AirAsia tersebut karena Traveloka sangat memprioritaskan kerjasama yang berkelanjutan.
Direktur Utama AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan mengatakan bahwa tiket AirAsia hilang dari Traveloka pada 14 hingga 17 Februari 2019 dan kedua kalinya pada 2 Maret 2019.Traveloka menyayangkan sikap AirAsia tersebut karena Traveloka sangat memprioritaskan kerjasama yang berkelanjutan.
Emiten Transportasi Darat, Berebut Kue Logistik <em>e-Commerce</em>
05 Mar 2019
Transaksi dagang secara elektronik di Indonesia ditaksir berpotensi meningkat dari US$12,2 miliar pada 2018 menjadi US$53 miliar pada 2025. Ekonomi digital yang terus berkembang ikut memikat perusahaan logistik untuk mencicipi kue e-Commerce. Merujuk riset Google Temasek, jaringan logistik menjadi salah satu ujung tombak untuk menangani peningkatan pengiriman barang yang dibeli lewat e-Commerce. Dalam 3 tahun saja, volume pengiriman barang e-Commerce di Asia Tenggara diestimasi meningkat dari 800.000 paket per hari pada 2015 menjadi 3 juta paket per hari pada tahun 2018. Sejumlah emiten transportasi dan logistik pun menyiapkan strategi untuk menangkap peluang dari melesatnya frekuensi kirim-mengirim barang yang dibeli secara digital. Mereka ialah PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX), PT Dewata Freight International Tbk. (DEAL), dan PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA). Kehadiran dagang-el memberikan keuntungan bisnis bagi penyedia dagang-el dan penyedia jasa logistik. Prospek bisnis logistik pada tahun ini diprediksi akan sangat baik seiring dengan berkembangnya bisnis dagang-el.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023








