Ekonomi
( 40554 )Pengusaha Kelapa Minta Perhatian
Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo) meminta pemerintah memperhatikan industri perkelapaan nasional. Mereka menilai sektor ini memiliki potensi ekspor, namun banyak kendala sehingga sulit berkembang. Salah satu kendala adalah tidak adanya standardisasi harga kelapa. Kemudian, tidak adanya jaminan penampungan dan pemasaran hasil panen.
Perpekindo meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah mendirikan BUMN dan BUMD berupa industri terpadu pengolahan kelapa. Selain itu, pengusaha berharap ada perjanjian dengan negara lain agar produk kalapa Indonesia mendapat kemudahan ekspor dan keringanan bea masuk. Pemerintah juga harus melanjutkan program penyaluran bibit kelapa dan replanting perkebunan kelapa rakyat secara terpadu dan terintegrasi.
Investor Asing Agresif Suntikkan Modal Start-up Indonesia
Sebagai negara dengan jumlah perusahaan rintisan digital (start-up) terbesar kelima di dunia, Indonesia menjadi incaran investor-investor besar internasional untuk masuk ke bisnis ini. Investor asing mulai agresif menyuntikkan modal ke start-up dengan pertumbuhan yang tinggi. Salah satu investor asing yang tertarik adalah SoftBank asal Jepang. CEO SoftBank, Masayoshi Son, saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana, Senin (29/7), berkomitmen untuk menanamkan investasi US$ 2-3 Milyar hingga lima tahun ke depan. Dengan komitmen itu, SoftBank memastikan total investasi yang ditanamkan di Indonesia senilai US$ 5 miliar. Softbank sendiri siap mengucurkan dana invesasi sebesar lebih dari US$ 100 miliar melalu program Vision Fund tahap kedua. Program tersebut nantinya akan membiayai sejumlah perusahaan teknologi di berbagai negara.
Investasi Sektor Digital, Softbank Buru Unicorn Baru
Potensi bisnis perusahaan teknologi di dalam negeri yang begitu besar, mendorong Softbank Group mengalokasikan dana khusus bagi Grab untuk menggarap pasar Indonesia. Targetnya, Grab Indonesia menjadi unicorn kelima di Tanah Air. Pada tahap awal, Softbank berkomitmen menggelontorkan dana senilai US$2 miliar melalui Grab Indonesia. Di Indonesia, dua portofolio utama Softbank adalah Tokopedia dan Grab. Kedua perusahaan tersebut juga berkolaborasi sebagai investor perusahaan teknologi pembayaran, Ovo. Softbank berinvestasi melalui dana kelolaan senilai US$200 juta bernama EV Growth, yang dibentuk oleh East Ventures, Sinarmas Group, dan Yahoo Japan. Selama Januari—Juni 2019, investasi yang masuk ke perusahaan berbasis digital di Indonesia sudah melebihi US$541 juta. Proyeksi tersebut tidak termasuk pendanaan ke perusahaan teknologi yang memutuskan untuk tidak memublikasikan nilai investasi yang dikantongi.
Industri Ramah Lingkungan, Produk Semen Menghijau
Para pabrikan secara bertahap akan mengurangi produksi semen jenis Ordinary Portland Cement atau OPC, sekaligus meningkatkan produk hijau atau yang lebih ramah lingkungan. Untuk mendorong industri melaksanakan aktivitas bisnis secara berkelanjutan, Kementerian Perindustrian sedang memperjuangkan insentif bagi pelaku yang mendapatkan sertifikasi industri hijau. Setidaknya terdapat dua jenis insentif bagi perusahaan yang menerapkan standar industri hijau dalam aktivitas produksinya dan mendapatkan sertifikasi. Pertama, pemerintah pusat dan pemerintah daerah memprioritaskan untuk membeli dan menggunakan hasil produk dari perusahaan yang mendapatkan sertifikasi hijau. Kedua insentif fiskal, bisa berupa potongan pajak.
Duh, Fintech Ilegal Masih Tetap Sulit Dibendung
Alih-alih berkurang, jumlah financial technology (fintech) lending ilegal malah tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) menerima 4.500 aduan mengenai fintech ilegal alias naik tajam dibanding 2018 sebanyak 1.330 aduan. LBH berharap OJK dan Satgas Investasi bisa tegas dalam menindak perilaku rentenir online.
RI Siap Tanggapi Bea Biodiesel oleh Eropa
Pemerintah memiliki waktu satu bulan untuk memberikan tanggapan atas proposal atau notifikasi bea masuk imbalan sementara (BMIS) produk biodiesel asal Indonesia yang dikeluarkan oleh Uni Eropa (UE). Pemerintah bersama seluruh stakeholders akan memanfaatkan seluruh pendekatan yang memungkinkan, termasuk menyampaikan argumentasi legal dan teknis agar terbebas dari tuduhan subsidi oleh UE atas produk biodiesel Indonesia.
Investasi Mobil Listrik Masih Terhambat Regulasi
Payung hukum dan insentif fiskal untuk sektor industri kendaraan bermotor berbahan bakar listrik belum juga kelar. Hyundai, BYD, Grab, hingga Softbank berminat meramaikan industri ini. Sayangnya, pemerintah tidak menjelaskan kendala yang menghambat keluarnya beleid itu.
KPPU Membidik Kartel Tiket Pesawat Terbang
KPPU menyiapkan jadwal sidang perdana dugaan kartel tiket pesawat yang menyeret PT Garuda Indonesia Tbk, Lion Air Group dan maskapai penerbangan lainnya. KPPU mengklaim tim investigator menemukan dua alat bukti. KPPU menduga ada pelanggaran Pasal 5 UU Nomor 5/1999. Mereka menemukan kesepakatan antara Garuda Indonesia dan Batik Air untuk mengerek harga tiket pesawat domestik kelas full service. Namun KPPU tidak memerinci temuan alat bukti tersebut. Dirjen Perhubungan Udara menilai pemerintah bakal menunggu proses hukum terhadap beberapa maskapai tersebut.
Target Inklusi Terkendala Infrastruktur
Inklusi keuangan menurut Bank Dunia berarti setiap individu mempunyai akses ke produk dan layanan keuangan. Indonesia dinilai mengalami lonjakan signifikan selama kurun 2011-2017. Namun upaya mengejar target inklusi 75% itu menghadapi kendala terkait keterbatasan infrastruktur khusunya sinyal telepon seluler dan listrik di sebagian daerah.
Pengguna uang elektronik berbasis peladen (server) yang terdaftar dalam sistem pengenalan nasabah masih sedikit. Alasan utamanya, mereka masih nyaman memakai uang elektronik untuk layanan dasar sehari-hari. CEO Finarya Danu Wicaksana menyatakan porsi pengguna LinkAja yang terdaftar dengan pengenalan nasabah secara elektronik (eKYC) kurang dari 50% sampai dengan Juni 2019 dengan jumlah penguna terdaftar LinkAja sekitar 23 juta orang.
Head of Public Relation OVO sinta Setyaningsih menyebutkan OVO telah dipakai di 115 juta gawai. Namun, enggan menyebutkan secara rinci posi pengguna terdaftar eKYC. Chef Communication Officer DANA Chrisma Albandjar menyebutkan pertumbuhan pengguna yang melakukan eKYC tak secepat pengguna umumnya.
Ekspor Melati Menjajikan
Peluang ekspor bunga melati dari Kabupaten Tegal terus dimaksimalkan. Data Dinas Pertanian dan Ketahanan {angan (DPKP) Kabupaten Tegal menunjukan kuasan lahan tanam melati mencapai 250 ha yang tersebar di Kecamatan Karmat, Suradadi dan Warureja. Tahun ini DPKP berencana menambah lahan tanam melati sekitar 3 ha di daerah kecamatan Lebaksiu.
Produksi melati kabupaten Tegal mencapai 3.201 ton per bulan. Dari jumlah itu, 110 ton diekspor ke Malaysia, Singapura, Thailand dan Arab Saudi. Harga melati ekspor berkisar antara Rp 20.000 sd Rp 150.000 per kilogram. Sedangkan harga untuk pasar lokal (pabrik teh) berkisar antara Rp 20.000 ad Rp 30.000 per kilogram.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









