Ekonomi
( 40554 )Kekuatan Super dalam Genggaman
Gojek menjadi bagian dari aplikasi yang telah diunduh oleh lebih dari 155 juta pengguna (per juni 2019). Bermula dari call centre layanan transportasi di 2010 dan meluncurkan aplikasinya di tahun 2015, GoJek telah bertransformasi menjadi aplikasi dengan berbagai layanan on demand. GoJek berkembang menjadi platform teknologi dengan tiga aplikasi super (supper app) untuk konsumen, mitra driver dan mitra merchant yang tergabung di dalamnya.
Cerita Mitra
Fery Affianto (Mitra Pengemudi, Pekan baru)
Diceritakanya penghasilan paling sedikit Rp 6 juta per bulan sebagai pengemudi. Kalau sedang tinggi bisa mencapai Rp 3 juta per hari. Fery juga bergabung dengan program swadaya BPJS TK dari GoJek karena merasa risiko pekerjaanya tinggi.
Maria Agatha (Mitra Bisnis Cireng Krispi, Jakarta)
bergabung dengan GoFood sejak 2015 karena tertarik dengan teknologi dan kemudahan dalam pengirimanya. Pada 2016 mendapat best seller di kategori snack dan oleh-oleh. Sekarang sudah buka 4 cabang di GoFood festival. Sebelum GFF omzet sudah naik 10 kali lipat setelah GFF bisa sampai 20 kali lebih tinggi.
GoJek Milestone
- 2010 dimulai sebagai call centre pemesanan layanan ojek
- 2015 memiliki lebih dari 30 ribu mitra pengemudi, hadir di 10 kota, peluncuran aplikasi GoJek
- 2016 penambahan layanan baru, mitra pengemudi lebih dari 250 ribu, ekspansi hadir di 15 kota dan meluncurkan program swadaya
- 2017 memiliki mitra pengemudi 900 ribu, mitra merchant lebih dari 150 dan tersedia di 50 kota
- 2018 adanya gofood festival, memiliki mitra pengemudi 1 juta, mitra merchant 250 ribu, 30 ribu mitra GoLife dan tersedia di 167 kabupaten/kota, go internasional hadir di Vietnam
- 2019 meluncurkan GoGive, ,meluncurkan logo baru, merambah Singapura dan Thailand
KPK Membidik Puluhan Perusahaan Batubara
KPK mengendus praktik tidak lazim dalam transaksi jual beli batubara di Indonesia selama tiga tahun terakhir, termasuk dugaan transfer pricing untuk menghindari kewajiban pembayaran pajak dalam transaksi jual beli batubara. KPK berkirim surat setidaknya kepada empat kementerian, termasuk Kementerian ESDM. Ditjen Minerba pun menindaklanjuti dengan mengirim surat kepada 51 pemegang izin PKP2B untuk melaporkan rekapitulasi data kontrak penjualan batubara dan realisasi harga sesuai invoice selama 2017, 2018 hingga semester I-2019.
Direktur Centre for Indonesian Resources Strategic Studies (Ciruss) menilai praktik transfer pricing sudah lama terjadi. Hampir semua perusahaan menjual produknya tidak langsung ke end user. Dus, selisih harga bisa cukup besar jika dilihat dari sisi trader yang memiliki hubungan afiliasi dengan pemilik PKP2B.
Tekan Rokok Ilegal 3%, DJBC Gencar Operasi Pasar
Ditjen Bea dan Cukai Kemkeu aktif melakukan operasi pasar alias penindakan peredaran rokok ilegal di sejumlah daerah sepanjang Juli 2019. Hal ini dilakukan untuk menekan peredaran rokok ilegal hingga 3%. Salah satu lokasi penindakan adalah Kabupaten Minahasa Selatan. Kantor Bea Cukai Manado berhasil mengamankan sekitar 8.000 batang rokok ilegal. Sementara di Sumatera, petugas berhasil menyisir 5.192 batang rokok ilegal. Begitu juga dengan operasi di Lamongan, Kantor Bea Cukai Gresik berhasil menyita 169.600 batang rokok ilegal. Selain itu, Kantor Bea Cukai Malang berhasil mengamankan ratusan ribu batang rokok ilegal dan barang kena cukai lainnya.
Uni Eropa Bikin Susah Ekspor Indonesia
Kebijakan Uni Eropa yang akan mengenakan bea masuk imbalan sementara (BMIS) terhadap produk biodiesel Indonesia mulai September 2019, menambah hambatan atas kinerja ekspor. Hambatan tarif akan berlaku sementara, sebelum berlaku permanen selama lima tahun sejak Januari 2020. Kelompok barang lemak dan minyak hewani/nabati (di dalamnya termasuk biodiesel) selama ini menjadi kontributor terbesar kedua dalam ekspor non migas, yakni 10,89% pada semester I-2019. Sebagai catatan, Eropa merupakan peringkat terbesar kedua dalam penjualan biodiesel, yakni berkontribusi 15,48%.
[Opini] Ada Apa dengan Garuda Indonesia?
oleh : Ibrahim Kholilul Rohman dan Harya S Dillon
Maskapai penerbangan plat merah, Garuda Indonesia, sedang dirundung berbagai masalah. Selain krisis kehumasan dalam menangani keluhan penumpang, yang paling pelik tentu saja koreksi laporan keuangan. Berdasarkan perbandingan dengan industri sejenis, biaya sewa pesawat sebesar 24,7% dinilai cukup tinggi. Artinya, setiap US$ 100 penerimaan Garuda, US$ 25 sudah harus dialokasikan untuk biaya sewa. Porsi ini jauh lebih tinggi daripada rata-rata industri sebesar 9,7%.
Garuda perlu melakukan terobosan. Salah satunya adalah penyederhanaan rute. Rute-rute ke Eropa yang tidak memenuhi load factor bisa ditiadakan dan lebih mengintensifkan rute Timur Tengah yang memang banyak diminati tenaga kerja Indonesia dan jamaah wisata religi (umrah). Selain itu, penyediaan catering yang minimalis layaknya maskapai Eropa bisa menjadi pertimbangan untuk menurunkan biaya operasional.
Terobosan yang lebih radikal seperti yang dilakukan maskapai Ryanair. Sebagian dari pesawatnya memiliki tangga yang bisa keluar dari puntu depan, sehingga bisa menghemat biaya sewa garbarata atau tangga pesawat dari operator. Fakta bahwa perusahaan hanya mengoperasikan satu jenis pesawat juga menyebabkan biaya perawatan lebih murah.
Sektor Hilir Lesu, Industri Kimia Dasar Tertekan
Industri kimia dasar domestik diproyeksi akan tertekan sepanjang tahun ini. Ada dua faktor yang membuat penekanan tersebut yakni menurunnya volume impor bahan baku dan serangan impor pada industri hulu dan hilir. Lesunya kegiatan produksi di industri hilir salah satunya disebabkan oleh daya beli masyarakat yang cenderung melemah pasca-Lebaran. Selain itu, industri hilir lokal juga berkompetisi dengan barang-barang impor. Selain serangan di industri hilir, katanya, industri kimia dasar pun menghadapi bahan kimia dasar impor yang membanjiri pasar. Hal tersebut disebabkan oleh implikasi perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Alhasil, banyak bahan kimia murah China yang diekspor ke dalam negeri.
Pembiayaan Tekfin Sentuh Rp 44,8 Triliun
Bisnis perusahaan tekfin peer to peer lending (P2PL) semakin menanjak. Merujuk data OJK, akumulasi pinjaman yang telah disalurkan tekfin P2PL per Juni 2019 sebesar Rp 44,8 triliun. Nilai ini tumbuh 97,68% year to date di banding akhir Desember 2018. Angka itu didominasi peminjam dari pulau Jawa mencapai Rp 38,48 triliun.
Hingga saat ini sudah ada 113 entitas tekfin P2P lending yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, namun baru tujuh entitas yang mendapatkan izin dari regulator. Di sisa tahun ini, tekfin tetap menggeber pembiayaan. Beberapa perusahaan fintek P2PL menyasar pasar kredit UMKM.
Banjir Produk Impor, Pabrikan Baja Lokal Makin Terimpit
Pabrikan besi dan baja nasional makin terimpit oleh produk impor yang makin membanjir. Baja impor tersebut tidak hanya berupa produk hulu tetapi juga berupa produk hilir, seperti baja lapis atau coated sheet. Membanjirnya produk impor berupa besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya ke pasar dalam negeri masih menjadi masalah utama produsen baja nasional. Peningkatan impor telah membuat industri baja nasional semakin tidak sehat, yang mana utilisasi produsen baja nasional terus mengalami penurunan.
Properti : Keseimbangan
Insentif pajak bagi hunian mewah membawa harapan kebangkitan bagi pasar di segmen atas. Dari sisi komposisi, keberadaan proyek huian mewah sangat terbatas jumlahnya terhadap keseluruhan proyek properti. Colliers International Indonesia merilis, pasokan baru unit apartemen sampai dengan tahun 2022 sebanyak 248.790 unit. Dari jumlah itu, kelas aparetemen mewah hanya 999 unit atau 0,4% diantaranya.
Akan tetapi, jika dikaitkan dengan kondisi di Indonesia , pasar properti mewah belum berdampak luas bagi masyarakat Indonesia. Selama ini segmen kelas menengah mengalami berbagai kendala dalam menjangkau hunian. Kelas menengah serba nanggung ini tidak memenuhi persyaratan kepemilikan rumah bersubsidi. Akan tetapi mereka kesulitan menjangkau harga rumah segmen menengah yanh harganya berkisar Rp 500 juta sd Rp 2 miliar per unit. Sejauh ini belum ada insentif dari pemerintah.
Dibutuhkan terobosan baik dari aspek fiskal maupun suplai. Terobosan itu, diantaranya kemudahan skema cicilan dan insentif suku bunga KPR. Dari sisi suplai, kemudahan pembebasan lahan dan harga tanah diharapkan lebih banyak menjangkau kelas menengah.
Proyek Sejuta Rumah Berlanjut 2019-2024
Pemerintahan baru Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amien 2019-2024 akan melanjutkan Program Sejuta Rumah (PSR). Kementerian PUPR mengklaim realisasi program sejuta rumah mencapai 1,25 juta unit. Hanya saja, hingga Juli 2019 realisasinya baru 48,09%. Agar optimal pada PSR lima tahun ke depan, pemerintah harus mengatasi sejumlah kendala. Pertama, terbatasnya lahan dengan harga terjangkau. Kedua, mahalnya bahan bangunan untuk membangun perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ketiga, penerapan regulasi belum efektif. Keempat, terbatasnya kemampuan pendanaan pemerintah.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









