;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Properti Bisa Jadi Pilihan

14 Oct 2019

Pemilik dana repatriasi yang menjadi peserta program pengampunan pajak bisa masuk ke sektor properti. Kebutuhan hunian yang masih besar merupakan jaminan dari sektor ini untuk menguntungkan bagi pemilik dana. 

Marketing Director Paramount Land Alvin Andronicus mengatakan presepsi investor atau pemilik dana terhadap kondisi perekonomian Indonesia amat menetukan keputusan investasi mereka. Menurutnya kondisi ekonomi Indonesia baik, menginvestasikan dana di Indonesia saat ini lebih menguntungkan. Sebagai instrumen investasi, harga properti di Indonesia tidak pernah turun. 

Direktur Ciputra Harun Hajadi mengungkapkan, untuk berinvestasi di sektor properti pemilik dana repatriasi tidak perlu menunggu masa repatriasi berakhir. Namun, Harun mengingatkan tantangan properti di satu kota atau daerah mungkin tidak terjadi di kota/daerah lainnya. 

Banyak Hal Perlu Dikerjakan

11 Oct 2019

Pengumpulan dan pengolahan data dari sejumlah kementerian/lembaga menunjukan luas tutupan sawit Indonesia kini mencapai 16.381.959 hektar. Namun, kemajuan dari setahun pelaksanaan moratorium sawit ini belum mencakup jumlah izin atau pemegang izin hingga jenis kebun. Berbagai data perizinan yang sebagian besar berada di pemerintah itu masih terus dikumpulkan.

Inpres Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit dan Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit ini pun bekum meyentuh penyelesaian berbagai dugaan pelanggaran serta keterlanjuran kebun sawit yang dibangun di kawasan hutan. Ketidakharmonisan sejumlah peraturan menteri membuat penyelesaian acap kali mentok.

Untuk mengatasi ketidaksinronan peraturan, pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pelenggaraan Usaha Perkebunan. PP ini membahas perizinan perusahaan perkebunan. Rancangan PP memasuki harmonisasi dan diarapkan terbit tahun ini.

Krisis Bawang Merah

11 Oct 2019

Di akhir Sepetember lalu pemerintah India melarang ekspor bawang merah yang harganya melonjak 63,3 dollar AS per 100 kg (harga tertinggi 6 tahun terakhir). Pemerintah India juga menindak para penimbun bawang. Jumlah stok bawang milik pedagang pengecer dan grosir dibatasi ketat. Pos-pos perbatasan juga dijaga ketat agar tidak ada bawang yang diselundupkan keluar India.

Jika menilik situasi di akhir tahun 2018, situasi di India kali ini sebenarnya serba bertolak belakang. Pada 28 Desember 2018, Reuters melaporkan Pemerintah India menggandakan insentif bagi petani bawang menjadi sebesar 10% untuk mendorong ekspor. Langkah ini ditempuh untuk mendongkrak harga.

Berkaca pada krisis India, Indonesia perlu melakukan perbaikan teknologi pascapanen. Produksi bawang merah diyakini terus naik, terlihat dari impor yang turun dari rata-rata 97.744 ton per tahun pada 2012-2014 menjadi 5.283 ton per tahun pada 2015-2018. Perbaikan penanganan stok pascapanen perlu ditempuh untuk memastikan keberlanjutanya.

Prospek Ekonomi Dilihat

10 Oct 2019

Pembalikan dana repatriasi setelah masa penempatan usai diantisipasi. Pemerintah sedang memikirkan langkah tepat. 

Presepsi wajib pajak mengenai prospek perekonomian Indonesia merupakan salah satu hal yang menentukan dalam penempatan dana repatriasi. Dana repatriasi diyakini tetap berada di dalam negeri sejauh memberikan hasil yang menarik. Dana yang dideklarasikan pada pengampunan pajak senilai Rp 4.866 triliun, dan Rp 146,7 triliun diantaranya direpatriasi.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani, penempatan dana repatriasi terutama berupa portofolio dipengaruhi presepsi wajib pajak dalam memandang prospek ekonomi Indonesia. Selain itu, sepanjang regulasi betul-betul mampu menjamin arah perkembangan ekonomi mendatang lebih solid, dana repatriasi akan tetap bertahan di RI.

Menurut Direktur Core Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengatakan pemilik dana memikirkan cara untuk meningkatkan hasil dana tersebut. Piter menilai keterbatasan instrumen investasi merupakan salah satu isu terkait pemanfaatan dana repatriasi. 

Peluang Pasar Dimanfaatkan

10 Oct 2019

Laporan Colliers International Indonesia triwulan III-2019 menunjukan, pasar perkantoran dan apartemen masih tertekan. Kendati permintaan atau pencarian ruang perkantoran tetap ada, pasokan ruang kantor besar. 

Senior Director of Office Services Departement Colliers International Indonesia Bagus Adikusumo menambahkan, rata-rata permintaan ruang perkantoran sekitar 300.000 meter persegi pertahun. Sedangkan pasokanya melebihi permintaan. Jika dulu gedung perkantoran hanya seluas 30.000 meter persegi, kini sebuah gedung perkantoran dapat memasok hingga 100.000 meter persegi. Kondisi kelebihan pasokan yang terjadi sampai 2021. Jika suplai berhenti atau berkurang pada 2022 baru bisa seimbang antara suplai dan permintaan. Tingkat hunian perkantoran dipastikan membaik seiring perbaikan kondisi ekonomi. 

Sementara pasar apartemen saat ini juga lesu. Total stok 209.286 unit sedangkan serapanya hanya 87% dan diperkirakan stagnan sampai akhir tahun ini.

Bukalapak-Google Garap Potensi Warung

09 Oct 2019

Bukalapak menjalin kerjasama dengan Google Bisnisku dalam mengembangkan pelaku UMKM luring yang tergabung dalam Mitra Bukalapak; dengan kerjasama tersebut warung Mitra Bukalapak bisa muncul dipencarian Google (seperti : akses lokasi, foto dan penilaian konsumen).

Potensi warung dinilai masih sangat besar karena mayoritas transaksi belum melalui digital. Pengembangan ritel luar jaringan (luring) masih akan menjadi fokus Bukalapak ke depan. Bukalapak berupaya mengintegrasikan ritel luring melalui Mitra Bukalapak dengan ritel daring lewat pelapak di platform e-dagang.

Rintisan Bidang Teknologi Tetap Dibidik Investor

09 Oct 2019

Pendanaan bagi pelaku usaha ekonomi digital Asia Tenggara diperkirakan mencapai 37 miliar dollar AS dalam 4 tahun terakhir. Sebagian besar suntrikan investasi itu diterima perusahaan teknologi berskala besar.

Sesuai laporan studi e-Economy SEA 2019, saat ini perusahaan yang berstatus unicorn di Asia Tenggara adalah Bigo, Bukalapak, Gojek, Grab, Lazada, Razer, OVO, SEA Group, Traveloka, Tokopedia, dan VNG. Adapun aspiring unicorn adalah Carousell, Zilingo, Carro, dan PropertyGuru.

Laporan itu juga menyebutkan ketegangan perdagangan AS-China yang meningkat telah menurunkan perdagangan dan membatasi pengeluaran investasi. Situasi ini berdampak terhadap pendanaan bagi pelaku usaha ekonomi digital global. Menurut data Crunchbase, pendanaan ventura global diprediksi turun 17,5% pada triwulan II-2019 meskipun ke Asia Tenggara tetap lancar.

Kupon Menjadi Daya Tarik

09 Oct 2019

Investor memeprtimbangkan tingkat kupon atau imbal hasil untuk berinvestasi pada surat berharga negara ritel. Tingkat kupon yang semakin rendah membuat investor berpikir ulang.

Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman  fokus pemerintah bukan meningkatkan nilai investasi generasi milenial pada SBN ritel melaikan membentuk kebiasaan berinvestasi. Daya tarik SBN ritel akan ditingkatkan melalui penambahan berbasis dalam jaringan.

Lebih lanjut menurut Luky, SBN ritel tetap diminati meski imbal hasilnya berangsur turun. SBN ritel memiliki keunggulan misalnya kemungkinan gagal bayar kecil karena dijamin undang-undang imbal hasil relatif lebih tinggi dibandingkan instrumen lainnya.

Terdongkrak Jasa Makanan

08 Oct 2019

Jasa pesan antar makanan signifikan mendongkrak nilai ekonomi yang digerakan oleh transportasi daring di Asia Tenggara. Sesuai laporan e-Conomy SEA 2019 diperkirakan tahun ini nilai ekonominya ditaksir 13 miliar dolar AS atau naik 4 kali lipat dari tahun 2015 yang sekitar Rp 3 miliar dolar AS. 

Secara khusus di Indonesia, nilai ekonomi internet sektor ride hiiling mencapai sekitar 0,9 miliar dolar AS pada 2015 dan diperkirakan tumbuh 6,6 kali lipat jadi 6 miliar dolar AS tahun 2019. Tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) selama 2015 sd 2019 mencapai 57%. 

Jabodetabek menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi internet di Indonesia. Pengguna yang tinggal di area itu membelanjakan uang sekitar 555 dollar AS per kapita. Nilai itu lebih tinggi dibandingkan pengguna yang tinggal di kabupaten/kota di luar Jabodetabek yaitu sekitar 103 dolar AS per kapita.

Akses Daring Memudahkan

08 Oct 2019

Mitra distribusi berupaya memudahkan calon investor untuk berinvestasi surat berharga negara ritel. Kemudahan itu membuat investor membeli SBN berulang. Data Kementerian Keuangan menunjukan berdasarkan profesi, pegawai swasta paling banyak memiliki SBN ritel dalam setiap penerbitan. Pada 2018 sebanyak 10.103 pegawai swasta tercatat sebagai investor yang meningkat menjadi 13.806 investor pada September 2019. 

Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rohan Hafas menyebutkan, SBN ritel kian diminati investor sebagai salah satu instrumen investasi. Di sisi lain, di tengah kekhawatiran terhadap resesi ekonomi, investor cenderung memilih instrumen investasi dalam jangka menengah dengan suku bunga yang tetap.