Ekonomi
( 40554 )Pemerintah Sodorkan Sejumlah Kemudahan untuk Industri Otomotif
Kementerian Perindustrian berencana memberikan sejumlah stimulus tambahan kepada industri otomotif untuk meredam dampak lesunya pasar akibat penyebaran Covid-19. Kemudian pemerintah berencana memberikan pelonggaran tarif dasar listrik, air, hingga gas. Aturan pembayaran tarif sertifikat registrasi uji tipe (SRUT) sedang dipertimbangkan untuk dilonggarkan.
Direktur Marketing ADM, Amelia Tjandra, Marketing Communication Department Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Puti Annisa, dan Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal bersamaan menyatakan bahwa adanya penurunan angka penjualan dan tengah mengkaji pemangkasan target penjualan 2020.
Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan kendaraan bermotor diperkirakan mengalami kontraksi hingga 50 persen akibat menurunnya permintaan dari dalam dan luar negeri. Target penjualan yang dipatok 1,05 juta unit dikurangi menjadi 600 ribu saja. Pemerintah memberikan sejumlah stimulus untuk membantu kinerja perusahaan, diantaranya:
- Insentif Fiskal
- Pelonggaran PPh Pasal 21, 22, dan 25 selama enam bulan.
- Percepatan restitusi PPh selama enam bulan.
- Pengurangan bea masuk impor.
- Pembebasan bea masuk impor untuk 539 pos tarif dalam 27 kelompok sektor.
- Insentif Non-Fiskal
- Penyederhanaan atau pengurangan larangan terbatas ekspor dan impor untuk bahan baku.
- Percepatan proses ekspor-impor untuk reputable trader
- Penyederhanaan proses ekspor-impor melalui National Logistic Ecosystem.
- Insentif Moneter
Dampak Pandemi Corona, Tugas Berat Memulihkan Pariwisata
Industri Pariwisata menjadi yang paling terdampak di antara 12 sektor lainnya. Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI belum lama ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memperkirakan industri pariwisata Tanah Air baru dapat pulih pada 2022.
Mohammad Faisal (Ekonom Center of Reform on Economics), turut meng-amini bahwa ada faktor sentimen dan psikologi yang memengaruhi sektor pariwisata dan dalam skenario positif ketika perkembangan kasus COVID-19 melambat di kuartal II/2020, jumlah perjalanan wisata disebutnya bisa mulai terjadi pada 2021.
Pandemi ini berdampak pada 40 juta pekerja informal dan 13 juta pekerja formal di sektor pariwisata. Kerugian diproyeksi mencapai US$15 miliar dihitung dari potensi hilangnya devisa pariwisata. Ketika ditanyai perihal strategi yang dirancang untuk memulihkan sektor ini, Sekretaris Jenderal Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno mengatakan salah satu upaya penyelamatan sektor pariwisata adalah perluasan kartu prakerja bagi program PHK maupun pekerja yang terpaksa dirumahkan tanpa gaji.
Namun saat ini pemerintah masih berfokus pada upaya tanggap darurat seperti dikatakan Asisten Deputi Investasi Pariwisata Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Hengky Manurung.
Tebar Dividen di Tengah Pandemi
Meski sudah mengalokasikan dana khusus untuk rencana pembelian kembali saham atau buyback di tengah pandemi COVID-19, sejumlah emiten berkomitmen tetap menebar dividen kepada para pemegang saham.
Seperti diketahui, otoritas Bursa memberikan relaksasi periode penyelenggaraan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang agendanya mencakup pembahasan dividen tahun buku 2019. Sedikitnya ada 61 emiten yang berencana buyback dalam kondisi pasar berfluktuasi signifkan dengan total pagu dana Rp 47,7 triliun, diantaranya WSKT ( PT Waskita Karya Tbk ), WIKA (PT Wijaya Karya Tbk ), PT Jasa Marga (Persero) Tbk , AKRA ( PT AKR Corporindo Tbk ) termasuk emiten yang berencana melakukan buyback, beberapa data terkait buyback ada sebagai berikut :
- WSKT Rp 300 miliar (laba bersih 2019 sebesar Rp 938,14 miliar )
- WIKA Rp 300 miliar (laba bersih 2019 sebesar Rp 2,28 triliun )
- Jasa Marga Rp 500 miliar.
- AKRA laba bersih 2019 sebesar Rp 713,62 miliar
Sedangkan rencana pembagian dividen berdasarkan laba bersih tahun 2019, diantaranya:
- WSKT sebesar Rp 938,14 miliar
- WIKA sebesar Rp 2,28 triliun (dividen 20 % dari laba bersih)
- AKRA sebesar Rp 713,62 miliar
Direktur Keuangan dari masing – masing perusahaan menegaskan komitmen dan keyakinan serupa, menurut mereka komitmen ini dapat terjaga karena dana sudah dialokasikan sebelumnya. kalau pun nanti berkurang bukan karna buyback melainkan karena cash perusahaan tertekan akibat turunnya pendapatan semenjak COVID-19.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa dalam kondisi seperti saat ini, target dividen 2020 senilai Rp 49 triliun dapat dipastikan meleset dan diharapkan 2022 bisa kembali stabil.
Kementerian Siapkan Insentif bagi Produsen Ventilator
Kementerian Perindustrian (KemenPerin) memacu pembuatan alat bantu pernapasan atau ventilator di dalam negeri untuk membantu penanganan Covid-19. Sejumlah stimulus dipersiapkan untuk mempercepat produksi.
DirJen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil KemenPerin, Muhammad Khayam, pihaknya akan berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan sekaligus menyiapkan beberapa kemudahan diantaranya:
- Pembiayaan untuk pengembangan purwarupa ventilator standar medis
- Memberikan kemudahan ketentuan larangan terbatas impor bahan baku atau komponen ventilator
- Pelonggaran uji performa ventilator produk lokal
Pemerintah saat ini mengandalkan tim gabungan dari institusi pendidikan dan pelaku industri untuk mewujudkan produksi ventilator lokal. Salah satunya, tim yang terdiri dari Universitas Gadjah Mada, PT Yogya Presisi Teknikatama Industri dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia sedang mempersiapkan pengujian dan evaluasi purwarupa mereka.
Harga Turun, Pertamina Tingkatkan Impor Minyak Mentah dan Produk
Menyusul turunnya konsumsi dan harga minyak mentah dunia imbas dari pembatasan wilayah (lockdown) di berbagai negara, PT Pertamina (Persero) saat ini dalam proses pengadaan untuk menambah volume impor minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG). Hal ini sebagaimana dikonfirmasi oleh Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, Pertamina melakukan langkah ini untuk mengamankan pasokan energi nasional di tengah pandemi Covid-19.
Sebagai gambaran, situasi konsumsi di masyarakat selama masa aktifitas bekerja dari rumah (work from home) ini adalah sebagai berikut:
- Konsumsi harian BBM mengalami penurunan sebesar 16% menjadi 113 juta liter dari rata rata konsumsi normal harian sebesar 134 juta liter
- LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi untuk konsumsi rumah tangga cenderung meningkat, tercatat konsumsi naik hampir 1% menjadi 22.117 metrik ton dari normalnya 21.927 metrik ton.
- LPG non subsidi merek Bright Gas kemasan 5,5 kg dan 12,5 kg mengalami peningkatan mencapai 9% dalam tiga pekan
Meski demikian, Pertamina menjamin tetap akan menjaga level stok sebagian besar kebutuhan nasional di atas 22 hari. Adapun gambaran-nya sebagai berikut:
- Premium, Pertalite, dan Pertamax dapat memenuhi ketersediaan di atas 22 hari
- Pertamax Turbo dapat memenuhi ketersediaan sampai 42 hari
- Minyak tanah dapat memenuhi ketersediaan sampai 89 hari.
- Solar dan Dexlite dapat memenuhi ketersediaan di atas 24 hari.
- Pertamina Dex secara nasional dapat memenuhi ketersediaan sampai 53 hari
- LPG mencukupi untuk kebutuhan hingga 16 hari
Emiten Tekstil Ditopang Hedging Alami
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melandai dalam sebulan terakhir, dari Rp14.113 per dolar AS pada 4 Maret 2020 menjadi Rp16.430 akhir pekan lalu. Secara year to date, rupiah melemah 18,49%. Meski demikian, pendapatan ekspor menjadi natural hedge atau lindung nilai alami bagi sejumlah emiten tekstil Tanah Air dalam menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah.
Hal ini sebagaimana dikonfirmasi Direktur Utama PT Trisula International Tbk. (TRIS) Kris S Widjojo, Corporate Communication PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) Joy Citradewi serta Wakil Direktur Utama PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) Anne Patricia Sutanto di tempat terpisah. Ketiganya menyampaikan pendapat senada bahwa penurunan nilai tukar rupiah ini tidak akan berdampak signifikan meski senantiasa mewaspadai pergerakan nilai tukar rupiah terhadap berbagai mata uang lainnya.
Sekitar 70% penjualan TRIS ke pihak adalah penjualan ekspor dengan mengantongi penjualan bersih Rp687 miliar berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2019, kontribusi paling besar adalah nilai ekspor kepada pihak ketiga senilai Rp423,80 miliar. Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2019, SRIL melaporkan penjualan US$1,18 miliar, tumbuh 14,30% dari US$1,03 miliar periode 2018. Kontribusi penjualan terbesar berasal dari ekspor US$704,88 juta pada 2019. Joy mengatakan perseroan sejauh ini masih menjadi net exporter.
Begitu juga dengan PBRX yang sebagian besar pendapatannya dalam denominasi dolar AS. Di lain sisi, PBRX memiliki rencana untuk melakukan pembiayaan kembali (Refinancing) fasilitas modal kerja senilai US$138 juta yang akan jatuh tempo 2021 menjadi lebih panjang sampai dengan 2023, fasilitas ini diperkirakan akan berasal dari enam perbankan.
Moody's Investors Service baru-baru ini menurunkan outlook PBRX dari stabil menjadi negatif dikarenakan rencana Refinancing di tengah kondisi yang menantang dan meningkatnya gejolak global serta regional. Saldo kas PBRX senilai US$64 juta per kuartal III/2019 dinilai akan cukup menutupi kebutuhan kas operasional, pengeluaran modal yang direncanakan, dan pembayaran utang jangka pendek serta dividen yang diproyeksikan selama 12 bulan-18 bulan ke depan. Namun di perkirakan tidak cukup untuk menutupi fasilitas kredit bergulir senilai US$138 juta yang jatuh tempo Februari 2021. Meski demikian, Anne menyebut penjelasan Moody's hanya dipakai sebagai persyaratan karena saat ini perseroan tidak memiliki isu permasalahan arus kas.
Stimulus Logistik Mendesak
Ekonomi sedang bergerak dalam kondisi tak normal seiring dampak pandemi COVID-19 di Tanah Air. Pelaku usaha bidang logistik juga mulai merasakan dampak serius sehingga berharap ada stimulus dan insentif dari pemerintah. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan penyedia jasa logistik setidaknya melibatkan tenaga kerja hampir 7 juta orang, mulai dari tingkatan pengemudi, operator, petugas lapangan hingga administrasi yang jenis pekerjaannya bergantung pada pemilik barang atau selaku subkontraktor dari pelaku logistik lainnya, ada yang menerima pembayaran tunai tapi sebagian besar lainnya harus menjalani pembayaran bertempo, mulai masa pembayaran 30 hari hingga 90 hari setelah terima tagihan.
Sebagai wajib pajak, penyedia jasa logistik pun harus membayar kewajiban meski belum terima pembayaran dari pengguna jasa. Yukki mengusulkan beberapa poin usulan terkait relaksasi dan stimulus bagi pelaku logistik, yaitu:
- Relaksasi sektor perpajakan, seperti PPh pasal 21, PPh pasal 25, dan pajak karyawan
- Dukungan arus kas, yang akan sangat membantu modal kerja bagi penyedia jasa logistik, seperti perusahaan forwarder, truk angkutan barang, dan jasa pergudangan bahan baku penunjang manufaktur
- Pemberian masa bebas penumpukan di pelabuhan 5-7 hari untuk barang ekspor dan bahan baku impor penunjang industri pengolahan
- Diskon tarif tol laut untuk distribusi barang antarpulau
- Mengurangi atau menghapus biaya progresif penumpukan barang di terminal
Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Ilham Masita menyatakan bahwa permintaan di sektor logistik sudah turun sebesar 50% sebagai dampak penyebaran COVID-19. Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association Denon Prawiratmadja juga menyatakan upaya maskapai untuk mempertahankan bisnisnya membutuhkan insentif, karena kondisi bisnis semakin sulit. Sementara ini, masalah insentif tersebut masih dalam tahap pembahasan, ujar Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian Bambang Adi Winarso.
Pencairan FLPP Dinilai Lamban
Pengembang hunian bersubsidi mempertanyakan keterlambatan dana pencairan kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan yang berimplikasi hukum pada pihak ketiga seperti kontraktor atau supplier bangunan. Marzuki, Komisaris PT Wahyu Inulgi Mandiri Marzuki, pengembang hunian bersubsidi di luar Pulau Jawa, menyatakan bahwa proses pencairan kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) masih kerap terlambat, padahal Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR menjanjikan bahwa verifikasi pencairan maksimal 3 hari, bahkan bisa lebih cepat. Marzuki menyayangkan respons lambat dari para pihak terkait menyangkut pencairan KPR FLPP.
Ketua DPD Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Jawa Barat Joko Suranto menilai proses penyederhanan penyaluran FLPP perlu dilakukan mengingat setiap daerah memiliki kultur yang berbeda-beda. Sementara itu, Direktur Utama PPDPP Kementerian PUPR Arief Sabarudin menyatakan pihaknya rata-rata mampu menyelesaikan penyaluran FLPP hingga 500 debitur per hari selama bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Arief menjamin penyaluran FLPP tetap berjalan maksimal kendati virus corona mewabah di Indonesia. Rencananya, PPDPP bisa menyalurkan FLPP hingga Rp11 triliun sepanjang tahun ini dengan menyasar 102.500-unit rumah.
Pembatasan Sosial Berskala Besar, Dunia Usaha Siaga
Dunia usaha siap menyesuaikan kegiatan bisnisnya di tengah penerapan
pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di DKI Jakarta yang mulai
berlaku pada Jumat (10/4). Di tengah sempitnya ruang gerak tersebut,
pebisnis menjamin kelancaran arus barang dan jasa yang dibutuhkan oleh
masyarakat.
Gubernur menyatakan sejak dilakukan pembatasan sosial maka sejumlah
aktivitas penting di Ibu Kota ditutup kecuali delapan sektor yakni
kesehatan, pangan, energi, sektor komunikasi, sektor keuangan dan
perbankan, logistik termasuk penjual kebutuhan keseharian, dan industri
strategis.
Dunia usaha menyatakan dukungan atas keputusan tegas yang diambil oleh
Pemprov DKI Jakarta.Guna mempersiapkan penerapan PSBB tersebut,
pengusaha sudah melakukan beberapa hal.
Waketum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Hubungan
Internasional Shinta W. Kamdani mengatakan, sejauh ini penerapan sistem
bekerja dari rumah atau work from home cukup baik. Beberapa sektor masih
menjalankan bisnisnya melalui mekanisme ini.
Selain itu, koordinasi antarwilayah
daerah penyangga di luar Jakarta yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi
menjadi penting untuk menjaga agar distribusi bahan pangan tidak terganggu.
Salah satu syarat yang perlu dipenuhi adalah perizinan agar proses
distribusi dipermudah sehingga pengusaha dapat beraktivitas dengan
baik.
Terkait dengan ketersediaan bahan pangan di Jabodetabek, Ketua Umum
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey menjamin
bahwa selama PSBB, sejumlah gerai ritel tetap beroperasi untuk memenuhi
kebutuhan pokok masyarakat.
Dampak Pandemi COVID-19, Jalan Terjal Tangkal Krisis Pangan Global
Pemerintah Indonesia harus menghitung secara akurat stok pangan impor untuk 3-4 bulan ke depan, seiring dengan makin maraknya aksi restriksi ekspor bahan pangan yang dilakukan banyak negara untuk mengamankan kebutuhan domestik masing-masing. Tren restriksi ini mulai diperlihatkan oleh sejumlah negara Eropa Timur yang menjadi pemasok gandum utama global. Mengutip Bloomberg, Kazakhstan bakal menerapkan batas ekspor gandum pada April di angka 200.000 ton dan 70.000 ton untuk tepung terigu. Hal serupa dilakukan Rusia yang membatasi ekspor gandum sepanjang April sampai Juni di angka 7 juta ton. Ukraina pun berencana membatasi ekspor selama periode 2019-2020 di angka 20,2 juta ton, meski perkiraan awal Departemen Pertanian Amerika Serikat menyebutkan ekspor gandum Ukraina pada rentang tersebut bakal mencapai 20,5 juta ton.
Laporan analis pasar Fitch Solutions menyebutkan pasokan pangan global sejatinya aman untuk periode 2020—2021. Namun, jika pandemi COVID-19 makin meluas, sehingga kian banyak negara produsen pangan yang memberlakukan pembatasan dan penimbunan secara agresif, pasokan global dipastikan terganggu. Food and Agriculture Organization (FAO) pun memperkirakan pasokan global berpotensi terganggu pada April atau Mei. Hal ini akan dipengaruhi oleh terbatasnya jumlah pekerja di sektor pertanian yang bekerja akibat kebijakan karantina, penurunan produksi ternak pun berpotensi terjadi akibat gangguan pada logistik pakan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









