Ekonomi
( 40460 )BPS: Ekspor Pertanian Tumbuh hingga 14, 03% Selama Covid -19
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto menyampaikan apresiasi atas capaian ekspor dan peningkatan produksi sektor pertanian selama pandemi Covid-19, yakni pada periode tahun 2019 hingga memasuki awal tahun 2021.
Ia mengungkap, berdasarkan catatannya ekspor pertanian tumbuh sebesar 14,03 persen. Dengan subsektor tanaman pangan sebagai penyumbang tertinggi dalam distribusi dan pertumbuhan ekonomi subsektor pertanian tahun 2020.
Suhariyanto pun menjelaskan bahwa berdasarkan subsektornya tampak sejumlah kenaikan, di antaranya pada subsektor tanaman pangan yang tumbuh 3,54 persen, tanaman hortikultura 4,37 persen dan tanaman perkebunan tumbuh sebesar 1,33 persen. Akan tetapi, lanjutnya, ada subsektor peternakan yang minus sebesar 0,33 persen.
Gubernur Sumut Resmikan Pembangunan PLTGU Milik Investor Korea di Batubara
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melakukan groundbreaking proyek pembangunan PLTGU berkapasitas 2x800 MW (megawat) di Desa Perupuk Kabupaten Batubara, Rabu (17/2).
Proyek yang dikerjakan di lahan 200 hektare oleh PT Hanlim Energy Power dengan nilai investasi USD 2 miliar itu, proses pembangunannya ditargetkan selama tiga tahun.
Disebutkan, pembangunan PLTGU tiga tahap dan tiga tahun harus selesai, karena di bulan Mei dan Juni mulai akan dibangun kegiatan industri dan wisata di atas lahan 23 ribu hektare, semua terbangun di Batubara.
Dia menambahkan, PLTGU itu diperuntukkan untuk perusahan dan industri besar. Mr Kim, Lee Korea dan Amerika akan mendatangkan ratusan investor ke Batubara, setelah pembangunan proyek tahap pertama ini.
Bantuan Donatur Diduga Disalahgunakan
Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar, mencurigai ada penyalahggunaan anggaran yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar.
Kepala BPBD Sulbar, Darno Majid juga telah diperiksa BPKP terkait dugaan tersebut. Darno diperiksa menyusul adanya dugaan dana penanganan bencana, bersumber dari donatur sebesar Rp1,2 miliar yang tidak jelas penggunaannya.
Ketua Pansus Pengawasan Anggaran dan Penyaluran Logistik DPRD Sulbar, Sudirman mengatakan, anggaran dari donasi pihak luar harusnya digunakan untuk kebutuhan pengungsi, bukan digunakan sebagai biaya operasional.
Pertumbuhan Sektoral, Pertanian Sulit Melejit
Bisnis, JAKARTA — Kendati telah terbukti mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19, sektor pertanian Indonesia diproyeksikan tidak akan tumbuh signifikan pada tahun ini.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Ahmad Tauhid meramalkan pertumbuhan sektor pertanian tahun ini berkisar antara 2%—3%. Hal itu disebabkan sektor ini masih diliputi oleh beragam tantangan.
Adapun sepanjang tahun lalu, dari sisi investasi, sektor ini memiliki catatan yang cukup baik. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada tahun lalu realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) sektor pertanian naik menjadi US$1,27 miliar dari periode 2019 senilai US$1,04 miliar.
Penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga turut mencatatkan kenaikan menjadi Rp53,21 triliun dari periode 2019 senilai Rp33,82 triliun.
Sementara itu, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria merekomendasikan sejumlah langkah untuk meningkatkan peran sektor pertanian dalam menunjang ketahanan pangan masyarakat.
Salah satunya dengan peningkatan produktivitas dan mutu komoditas pertanian.
(Oleh -HR1)Ekspor UMKM, Standar Produk Jadi Tantangan
Bisnis, JAKARTA — Kendati memiliki potensi yang besar, optimalisasi ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah masih terganjal oleh sejumlah kendala, khususnya terkait dengan standardisasi produk.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki mengatakan banyak produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang potensial untuk diekspor. Berbagai produk dari sejumlah subsektor seperti pertanian, perikanan, furnitur, herbal, dan pakaian memiliki permintaan yang tinggi di luar negeri.
Kemenkop UKM pun akan fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan daya saing. Meski jumlah UMKM tercatat mencapai 64 juta unit, skala usaha masih didominasi oleh usaha kecil dengan kemampuan ekspor yang terbatas.
Publikasi Indonesia Eximbank bahkan menunjukkan bahwa usaha kecil hanya mengekspor sekitar 39,3% produk yang dihasilkan.
Senada, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan kesesuaian standar produk menjadi kendala kendala yang dihadapi UMKM yang hendak melakukan ekspor. Di sisi lain, pengusaha nasional harus menghadapi rumitnya perizinan ketika pasar telah diperoleh.
Data Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan menunjukkan bahwa kontribusi UKM selama Januari sampai September 2020 hanya mencapai 9,7% dari total ekspor periode tersebut atau sekitar US$11,36 miliar.
Adapun, menurut data Kemenkop UKM, kontribusi UMKM terhadap ekspor secara keseluruhan mencapai 14,37%. Namun, jumlah ini masih tertinggal dibandingkan dengan negara Asia Pasifik lain yang bisa mencapai 35%.
OPTIMISTIS
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani mengatakan usaha skala kecil dan menengah menjadi salah satu yang terdampak selama pandemi Covid-19. Namun, serapan tenaga kerja di sektor ini masih tinggi, yakni mencapai 97% dari total tenaga kerja nasional.
Optimisme pun disampaikan Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun. Menurutnya, kontribusi ekspor dari usaha skala kecil dan menengah diperkirakan masih bisa tumbuh pada tahun ini meskipun pandemi masih berlangsung.
Oleh karena itu, dia mengusulkan agar pemerintah dapat meningkatkan peran perwakilan Indonesia di negara tujuan. Para perwakilan di kedutaan besar diharapkan bisa menjadi penghubung dengan calon pembeli atau importir.
Mengandalkan kehadiran perwakilan dagang, lanjut Ikhsan, perlu didukung pula dengan kehadiran sebuah platform yang khusus menjadi etalase produk Indonesia.
Ekonom Senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Enny Sri Hartati menilai peningkatan kontribusi ekspor UMKM bisa dicapai dengan mengoptimalisasi pemasaran pada produk-produk dengan keunikan khusus. Kelompok produk ini cenderung masih memiliki permintaan yang terjaga karena menyasar kelompok menengah ke atas.INA Langsung Beroperasi
JAKARTA-Menteri Keuangan (Menkeu), Sri
Mulyani Indrawati memastikan Lembaga Pengelola
Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority
(INA) sudah bekerja. Setelah diperkenalkan
Presiden Jokowi kepada publik, Selasa (16/2),
lembaga yang kerap disebut sovereign wealth
fund (SWF) itu langsung beroperasi.
“Struktur INA sudah diumumkan
Presiden dan langsung beroperasi.
Kami langsung bekerja, bahkan
kami sudah mulai melakukan pertemuan dengan para calon mitra
fund,” kata Sri Muyani yang juga
menjabat sebagai Ketua Ex-Officio Dewan Pengawas INA, dalam
pertemuan virtual dengan para
pemimpin redaksi (pemred) media
massa di Jakarta, Selasa (16/2)
malam.
Menurut Menkeu, INA sudah
dibekali modal Rp 30 triliun lewat
penyertaan modal negara (PMN)
dari APBN yang masing-masing disuntikkan tahun lalu dan awal tahun
ini. Presiden Jokowi pada Selasa
(16/2) pagi memperkenalkan jajaran Jajaran Dewan Pengawas dan
Direksi INA. Dewan Pengawas INA
terdiri atas Menkeu Sri Mulyani
dan Menteri BUMN Erick Thohir
masing-masing sebagai Ketua Ex-officio dan anggota Ex-Officio, yang
dibantu tiga anggota dari profesonal,
yaitu Darwin Cyril Noerhadi Yozua
Makes dan Haryanto Sahari.
Adapun jajaran Direksi INA meliputi Ridha Wirakusumah (Direktur
Utama), Arief Budiman (Wakil
Direktur Utama), Stefanus Ade Hadiwidjaja (Direktur Investasi), Marita
Alisjahbana (Direktur Risiko), dan
Eddy Porwanto (Direktur Keuangan).
INA berstatus badan hukum Indonesia yang sepenuhnya dimiliki
pemerintah Indonesia. Lembaga
yang bertanggung jawab kepada
presiden ini diberi kewenangan
khusus (sui geneis) dalam rangka
pengelolaan investasi pemerintah pusat sebagaimana diatur Undang-Undang (UU) No 11 Tahun
2020 tentang Cipta Kerja.
Dipercaya Investor
Presiden Jokowi yakin INA akan
memperoleh kepercayaan investor,
baik domestik maupun asing. Selain
menjadi mitra strategis bagi para
investor dalam maupun luar negeri,
INA akan menyediakan pembiayaan
yang cukup untuk program pembangunan, khususnya program pembangunan infrastruktur nasional.
“Pertama, pembentukan INA mempunyai dasar hukum yang kuat, yaitu diperintah langsung oleh UU Cipta Kerja. Kelembagaan dan cara kerjanya juga jelas sebagaimana diatur dalam PP Nomor 74 Tahun 2020,” ujar dia.
Kedua, kata Presiden, INA dijamin menjadi institusi profesional yang dilindungi UU dan menggunakan pertimbangan-pertimbangan profesional dalam menentukan langkah-langkah kerjanya. Ketiga, INA dikelola oleh putra-putri terbaik bangsa yang berpengalaman di kancah profesional internasional, yang telah dijaring oleh panitia seleksi, dibantu para head hunter profesional.
Presiden menjelaskan, keberadaan
INA juga akan mengurangi kesenjangan kemampuan pendanaan domestik
dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan. INA akan menjadi
mitra strategis bagi para investor, baik
dari dalam negeri maupun luar negeri, agar tersedia pembiayaan yang
cukup untuk program pembangunan,
khususnya program pembangunan
infrastruktur nasional.
Sangat Strategis
Presiden Jokowi memperkenalkan
satu per satu jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direktur INA. Di
jajaran Dewan Pengawas, dari unsur
profesional ada tiga orang, yakni
Haryanto Sahari, Yozua Makes, dan
Dar win Cyril Nurhadi. Har yanto
Sahari merupakan ahli di bidang tata
kelola perusahaan dan manajemen
risiko. Ia telah berpengalaman lebih
dari 30 tahun sebagai akuntan senior
yang mengaudit berbagai perusahaan
besar kelas dunia.
Haryanto juga anggota komite
audit Unilever Indonesia 2016 hingga
sekarang. Sebelumnya, ia pernah menempati posisi sebagai senior auditor
di PricewaterhouseCoopers (PwC)
Australia dan partner PwC Indonesia.
Selanjutnya Yozua Makes, ahli di
bidang hukum, korporasi, dan keuangan. Pendiri dan managing partner
firma hukum Makes and Partner ini
berpengalaman lebih dari 30 tahun
di bidang hukum dengan spesialisasi
menangani merger dan akuisisi, corporate finance, termasuk penanaman
modal asing.
Adapun Dar win Cyril Noerhadi
merupakan ahli di bidang pasar modal
yang punya pengalaman dalam fundraising dan investasi hingga US$ 1,5 miliar di Indonesia, Malaysia, India, dan
Vietnam. Ia pun berpengalaman sebagai komisaris dan direksi di berbagai
entitas ternama, antara lain corporate
finance dan partner PwC Indonesia
serta chairman Cradel Capital.
Jokowi juga memperkenalkan jajaran Direktur INA yang terdiri atas
Ridha Wirakusumah (Direktur Utama), Arief Budiman (Wakil Direktur
Utama), Stefanus Ade Hadiwidjaja
(Direktur Investasi), Marita Alisjahbana (Direktur Risiko), dan Eddy
Pur wanto (Direktur Keuangan).
Presiden mengungkapkan, Ridha
Wirakusumah ditetapkan sebagai
Direktur Utama/Chief Executive
Officer (CEO) INA karena sangat
berpengalaman sebagai eksekutif
senior di perbankan, jasa keuangan,
dan investasi.
Langsung Bergerak
Menurut Menkeu Sri Mulyani, INA langsung bergerak. Lembaga itu sudah menyiapkan sejumlah langkah dan rencana kerja awal. “Kami sudah mulai bekerja. Pak Ridha sebagai Dirut INA nanti menyampaikan langkah-langkah awal yang disiapkan,” tutur dia.
Sri Mulyani menjelaskan, Indonesia
masih memiliki masalah struktural
fundamental, salah satunya di bidang
pembiayaan infrastruktur. Jika pemerintah tak mengambil langkah terobosan, Indonesia bisa terperangkap dalam
jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
Penuh Integritas
Sementara itu, Direktur Utama LPI/ INA, Ridha Wirakusumah menyatakan siap bekerja secara profesional dan penuh integritas. “Kami akan menjalankan tugas ini dengan integritas tertinggi dan sesuai tata kelola yang berlaku,” tegas dia.
Ridha berjanji akan menciptakan
iklim investasi yang nyaman bagi para
investor, sehingga mereka tertarik
berpartisipasi dalam program pembangunan di Indonesia.
Menurut Menkeu Sri Mulyani,
banyak fund manager yang menyatakan ketertarikannya terhadap INA.
“Sudah ada beberapa fund manager
yang melakukan expression of interest dengan menulis surat langsung
kepada saya dan Pak Erick (Menteri
BUMN). Sebelum Dewas selesai
pun, mereka sudah menyampaikan
keinginannya, bahkan menyampaikan
indikatif angka yang mereka ingin
masukkan dalam INA,” papar dia.
Di sisi lain, Kementerian PUPR dan
Kemenhub menyambut positif mulai
bekerjanya LPI/INA. Anggota BPJT
Kementerian PUPR, Koentjahjo Pamboedi berharap INA berperan mengurangi beban badan usaha jalan tol
(BUJT), terutama BUMN.
Dirjen Pembiayaan Infrastruktur
Kementerian PUPR, Eko Djoeli Heripoerwanto mengungkapkan, pada
skema pembiayaan pembangunan
jalan tol ke depan, Kementerian PUPR
menyiapkan beberapa instrumen, salah satunya land value capture (LVC)
yang diterapkan dalam pembangunan
Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Menurut pengamat BUMN, Toto
Pranoto, INA adalah berita baik
bagi dunia usaha, terutama BUMN,
yang aktif berinvestasi atau ditunjuk
pemerintah mengerjakan proyek
infrastruktur. Sebab, alternatif pembiayaan terdiversifikasi bukan saja pada
instrumen utang, tetapi mulai masuk
ke ekuitas.
Kedepankan Transparansi
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani menyambut positif terbentuknya INA.
“INA bisa menjadi trigger positif untuk
iklim usaha dan investasi di Indonesia
apabila betul-betul dijalankan sesuai
konsepsi awal, independen, profesional, dan akuntabel,” tegas dia.
Ekonom Core Indonesia, Yusuf Rendy mengatakan, susunan organisasi INA yang lengkap harus diikuti akuntabilitas, terutama menyangkut transparansi pengelolaan dana. “Lembaga pemeriksa maupun masyarakat harus ikut mengawasi dari mana dana kelolaan didapatkan dan akan digunakan untuk proyek mana,” jelas dia. Yusuf menilai INA juga memiliki risiko terkait pemilihan instrumen investasi kelak
(oleh - HR1)
UU Cipta Kerja Siap Diimplementasikan Bulan Ini
JAKARTA – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja siap diimplementasikan bulan ini, karena berbagai aturan turunan telah diselesaikan.
"Dari sisi ekonomi kita juga punya
pendorong atau game changer yaitu
pemberlakuan UU Cipta Kerja yang
bulan ini sudah mulai diberlakukan
se muanya, terutama peraturan-peraturan pelaksanaannya," kata Susiwijono
dalam diskusi 'Daya Ungkit Ekonomi
untuk Bangkit' secara virtual, Selasa
(16/2).
Di sisi lain, beberapa necessary
condition yang harus dipenuhi terkait
pemulihan ekonomi yakni dari sisi
penanganan Covid-19 yang harus
terpenuhi lebih dulu. Oleh karena itu
pemerintah mengandalkan keberhasilan program vaksinasi.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa
untuk mencapai target pertumbuhan
ekonomi tahun ini, pemerintah akan
mengandalkan konsumsi rumah tangga dengan melakukan langkah untuk
meningkatkan daya beli masyarakat,
khususnya bagi kalangan masyarakat
menengah bawah melalui berbagai
program perlindungan sosial.
Kemudian, pemerintah akan mendorong investasi tahun ini sejalan
dengan diberlakukannya UU Cipta
Kerja dengan 54 aturan turunan. Adapun aturan turunan UU Cipta Kerja
yang disusun berupa 49 rancangan
peraturan pemerintah (RPP) dan 5
rancangan peraturan presiden (RPerpres)
(oleh - HR1)
Tesla Pilih Investasi Sistem Penyimpanan Energi
JAKARTA -Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat (AS) berencana untuk melakukan investasi sistem penyimpanan energi atau Energy Storage System (ESS) di Indonesia. Di sisi lain, pemerintah juga sedang melakukan pendekatan untuk menggaet mitra yang akan bekerja sama untuk membangun industri baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.
Ketua Tim Percepatan Proyek EV Battery Nasional
Agus Tjahajana Wirakusumah mengatakan, pemerintah
tidak keberatan dengan pilihan Tesla. Dia menilai Tesla
berpeluang terlibat dalam industri baterai kendaraan
listrik di sektor hulu. Peluang yang sama juga bisa didapatkan oleh Tesla dengan terlibat dalam sektor hilir
industri baterai kendaraan listrik.
“Kami tidak keberatan jika Tesla masuk di hulu, karena
kami sudah hitung berapa cadangan nikel yang ada. Kalau
masuk ke hilir tentu saja silakan. Kami tentu sangat senang bisa bermitra,” ungkap Agus dalam Market Review
IDX Channel, Selasa (16/2).
Tesla juga perlu mempelajari seluk beluk berinvestasi di
Tanah Air. Mulai dari masalah lingkungan sampai dengan
ketenagakerjaan. Terlebih, ini menjadi pengalaman baru
bagi Tesla di Indonesia. “Tentu dia ingin ‘taste in the water’, Dia (Tesla) ingin melihat Indonesia ini ramah enggak
terhadap lingkungan. Terus bagaimana mana masalah
perburuhan dan lainnya. Kalau dia senang, maka enam
bulan bisa memutuskan,” ucap Agus.
Agus menerangkan, awalnya terdapat 11 calon mitra
yang berminat terlibat dalam proyek industri baterai
kendaraan listrik di Indonesia. Kemudian, melalui proses
negosiasi dan seleksi yang ketat jumlah calon mitra
tersebut berkurang menjadi 7 dan menyusut lagi menjadi
tinggal 3 calon saja.
(oleh - HR1)
Cerutu Jatim Kian Diminati Pasar Luar Negeri
Salah satu hasil Pertanian asal Jatim, yakni tembakau ternyata kian diminati banyak orang, Tak hanya jadi primadona dalam negeri saja, tembakau Jatim, khususnya cerutu juga sangat diminati untuk pasar luar negeri.
Hal itu dirasakan langsung oleh PT Boss Image Nusantara (BIN) yang merupakan salah satu perusahaan produksi cerutu asal Jatim yang berada di Jember. “Tahun lalu (2020), perbulannya kami berhasil mengekspor 20 ribu batang cerutu untuk ke pasar luar negeri, “ ujar Imam Wahid, Direktur PT BIN, kepada Surya, Selasa (16/2).
Untuk tujuan negara ekspor sendiri, kata Imam, perusahaanya biasanya mengirim ke Negara Australia, Dominika, Belanda, Kenya, Malaysia, Swiss dan Tiongkok. Untuk tahun ini sendiri, pihaknya menargetkan perbulannya ada kenaikan jumlah ekspor, yakni sebesar 50 persen atau 30 ribu batang.
Jokowi Lantik Jajaran Direksi Lembaga Pengelola Investasi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan jajaran Direksi Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA).
Jokowi yakin dengan nama-nama hebat tersebut dapat membuat LPI mendapatkan kepercayaan investasi nasional maupun internasional.
“Dengan pondasi hukum dan dukungan politik yang kuat serta Dewan Pengawas dan jajaran Direksi yang hebat dan jejaring internasional yang kuat saya meyakini INA akan memperoleh kepercayaan nasional dan internasional. Dan mampu membuat INA sebagai Sovereign Wealth Fund Kelas Dunia,” katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/2).
Dewan Pengawas LPI yaitu Sri Mulyani Indrawati, Erick Thohir, Haryanto Sahari, Yozua Makes, dan Darwin Cyril Noerhadi. Adapun Dewan Direksinya yaitu Ridha Wirakusumah, Arief Budiman, Stefanus Ade Hadiwidjaja , Marita Alisjahbana, dan Eddy Porwanto.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









