;

Tesla Pilih Investasi Sistem Penyimpanan Energi

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 17 Feb 2021 Investor Daily, 17 Februari 2021
Tesla Pilih Investasi Sistem Penyimpanan Energi

JAKARTA -Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat (AS) berencana untuk melakukan investasi sistem penyimpanan energi atau Energy Storage System (ESS) di Indonesia. Di sisi lain, pemerintah juga sedang melakukan pendekatan untuk menggaet mitra yang akan bekerja sama untuk membangun industri baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. 

Ketua Tim Percepatan Proyek EV Battery Nasional Agus Tjahajana Wirakusumah mengatakan, pemerintah tidak keberatan dengan pilihan Tesla. Dia menilai Tesla berpeluang terlibat dalam industri baterai kendaraan listrik di sektor hulu. Peluang yang sama juga bisa didapatkan oleh Tesla dengan terlibat dalam sektor hilir industri baterai kendaraan listrik. “Kami tidak keberatan jika Tesla masuk di hulu, karena kami sudah hitung berapa cadangan nikel yang ada. Kalau masuk ke hilir tentu saja silakan. Kami tentu sangat senang bisa bermitra,” ungkap Agus dalam Market Review IDX Channel, Selasa (16/2).

Tesla juga perlu mempelajari seluk beluk berinvestasi di Tanah Air. Mulai dari masalah lingkungan sampai dengan ketenagakerjaan. Terlebih, ini menjadi pengalaman baru bagi Tesla di Indonesia. “Tentu dia ingin ‘taste in the water’, Dia (Tesla) ingin melihat Indonesia ini ramah enggak terhadap lingkungan. Terus bagaimana mana masalah perburuhan dan lainnya. Kalau dia senang, maka enam bulan bisa memutuskan,” ucap Agus.

Agus menerangkan, awalnya terdapat 11 calon mitra yang berminat terlibat dalam proyek industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. Kemudian, melalui proses negosiasi dan seleksi yang ketat jumlah calon mitra tersebut berkurang menjadi 7 dan menyusut lagi menjadi tinggal 3 calon saja.

(oleh - HR1)


Download Aplikasi Labirin :